Anda di halaman 1dari 52

TUGAS PRAKTIKUM PETROLOGI

Disusun untuk menyelesaikan praktikum petrologi tahun 2009/2010

Disusun oleh

Frans Edward Ricardo

FAKULTAS TEKNIK KEBUMIAN Dan ENERGI


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2009
Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan

rahmat dan hidayahnya, serta kesehatan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini menjelaskan tentang isi dari praktikum petrologi yaitu,batuan beku,batuan

sedimen dan batuan metamorf. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas

akhir praktikum petrologi.

Saya mengucapkan terima kasih kepada asisten, yang selama ini telah mengajarkan

dan membantu dalam praktikum petrologi. Saya menyadari bahwa makalah ini belum

sempurna, baik dari segi teknik penyajian maupun dari segi materi. Oleh karena itu,

demi penyempurnaan makalah ini, kritik dan saran sangat saya harapkan.

Akhirnya, mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Depok , 11 Desember 2009

Penyusun
BAB 1.PENDAHULUAN

I.1 Latar belakang


Batuan adalah benda padat yang terbentuk secara alamiah,merupakan kumpulan dari

mineral baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis,dan mempunyai susunan kimia yang

konstan.di dalam makalah ini kita akan mempelajari tentang pengertian,cara terbentuknya dan

mendeskripsikan tentang batuan beku,batuan sedimen,batuan piroklastik dan batuan metamorf.

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk

akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi

menjadi batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat dari besar

mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk dari pembekuan magma

yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar.

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi

dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan.

Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment

klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk

melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar

butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah.

Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga
menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Batuan sediment kimia

terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan

pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Batuan sediment organik terbentuk dari

gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau

batuan penyimpan (reservoir).

Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperature

dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature

dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk

batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula.

I.2 Maksud dan tujuan

Didalam pembuatan makalah ini,maksud dan tujuannya adalah agar ita mengerti

perbedaan,dan cara terbentuknya baik dari batuan beku,piroklastik,sedimen dan metamorf.

I.3 Perumusan masalah

Dari data yang didapat kita dapat merumuskan masalah yaitu bagaimana cara

pembentukan batuan tersebut.

I.4 Metode penelitian

Metoda yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode data sekunder,

yaitu metode berdasarkan data dari buku, internet atau artikel artikel.
BAB II PETROLOGI

II.1 Batuan beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari hasil pendinginan magma yang berupa

larutan silikat pijar dengan temperatur jauh diatas 1600 0C. Hal-hal yang mempengaruhi

pembentukan batuan beku yakni, proses diferensiasi magma, proses asimilasi magma dengan

batuan sampingnya dan proses fraksinasi magma. Batua beku bisa dikatakan sebagai batuan

induk atau sumber dimana berbagai jenis mineral terbentuk, dan ada juga batuan beku yang

mengandung mineral tunggal. Batuan beku beserta mineral kandungannya sangat dibutuhkan

didalam kehidupan manusia.

Permintaan public akan jenis batuan beku ini semakin meningkat sehingga perlu adanya upaya

eksplorasi lebih lanjut. Hal-hal yang mendukung proses eksplorasi antara lain dengan

mengetahui alam-alam yang pernah dialami batuan serta sifat-sifat khas-nya.Mineral yang

terkandung dalam batuan beku adalah:

• Mineral utama : hasil kristalisasi langsung dari magma. Bila jumlahnya >10% maka

dapat menentukan nama batuan.

• Mineral tambahan : hasil kristalisasi langsung dari magma tetapi kehadirannya tidak

mempengaruhi nama batuan


• Mineral sekunder : mineral yang terbntuk sebagai hasil pelapukan dan ubahan dari

mineral primer (mineral utama dan tambahan)

Dasar dari klasifikasi batuan beku adalah komposisi mineral,tekstur dan struktur.

Kristalinitas pada batuan beku dibagi menjadi 3,yaitu:

1. Holokristalin : seluruh masa batuan terdiri dari Kristal.

2. Holohyalin : Seluruh masa batuan terdiri dari non Kristal/glass (amorf)

3. Hipokristalin : Sebagian masa dasar berupa Kristal dan sebagian lagi berupa glass.

Granularitas atau ukuran Kristal dalam masa batuan beku dibagi menjadi 2,yaitu:

1. Fanerik : Kristal dapat dibedakan dengan mata biasa

2. Afanitik : Kristal sangat halus sehingga sulit dibedakan mata biasa.

Relasi pada batuan beku dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

1. Equigranular : ukuran kristalnya sama/hamper sama

2. Inequigranular : Ukuran kristalnya tidak sama.

Struktur umum pada batuan beku adalah:

 Masiv : Seluruh masa batuan pejal,padat dan kompak

 Vasikuler : Lubang-lubang kecil,penyebaran tidak merata.


 Amigdaloidal : Lubang gas yang telah terisi oleh mineral sekunder

 Scorius : Vasiculer,lubang sangat banyak/dominan dengan penyebaran merata

 Pumceous :Seperti scoria tapi lubangnya berhubungan dan membentuk

tabular,umumnya pada volkanik asam

 Aliran : kenampakan penjajaran mineral pada arah tertentu dengan orientasi yang

jelas.

Batuan beku dibagi menjadi 3 macam,yaitu batuan beku basa,batuan beku intermediate,dan

batuan beku asam.

II.1.1 Batuan beku asam

Batuan beku asam adalah batuan beku yang bersifat asam,memiliki kandungan sio2 lebih

besar dari 65%. Memiliki indeks color <20%.terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana

proses pembekuan tersebut merupakan proses perubahan fase dari cair menjadi padat yang

terjadi di daerah vulkanik (di permukaan bumi) dengan temperature yang tinggi Terdapat pada

kerak kontinen,pluton,vulkanisme magma asam. Pada umumnya batuan beku asam memiliki

warna yang cerah,karena terletak pada daerah vulkanik (felsik). Tetapi ada juga yang gelap

seperti biotit. Batuan beku asam juga disebut granitis. Berasal dari magma asam karena banyak

mengandung mineral kuarsa,sedangkan kandungan mineral oksida magnesiumnya rendah.

Aspek ekonomis dari batuan beku asam adalah timah,kaolin dan material ornament.

Komposisi mineral:
- utama : Hbl, Bio, Muscv, K-Felds > Plag An30-0, Kw?10%, sedikit Px

- tambahan : Zircon, Apatite, Rutile, Bijih, Sphene

- ubahan : Serisit, Bijih, Lempung

Berdasarkan K-Felds – T-Fels

Tekstur K-Fels< 1/3T-Felds K-Fels>1/3<2/3T-Fels K-Fels>2/3T-Fels

Halus Dacite Rhyodacite Rhyolite

Kasar Granodiorite Adamelite Granite

Beberapa contoh dari batuan beku asam adalah:

1. Rhyolite

Genesa : batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang


bersifat cepat

Warna : cokelat
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : afanitik
Relasi : equigranular
Struktur : massive
Komposisi mineral : plagioklas,mikroklin,biotit,orthoklas,glass
Kegunaan : untuk bahan campuran semen

2. Granite

Genesa : batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang


bersifat cepat
Warna : cokelat
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : Fanerik
Relasi : Inequigranular
Struktur : masiv
Komposisi mineral : plagioklas,hornblend,anorthoklas,orthoklas,glass.
Kegunaan : sebagai keramik
3. Aplite
Genesa : batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang
bersifat cepat
Warna : cokelat
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : Fanerik
Relasi : Inequigranular
Struktur : masiv
Komposisi mineral : Hornblend,plagioklas,orthoklas,biotit,adularia,gelas.

4. Dacite

Genesa : batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang


bersifat cepat
Warna : abu-abu
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : afanitik
Relasi : Inequigranular
Struktur : masiv
Komposisi mineral : Biotit,plagioklas,anorthoklas,adularia,mikroklin,gelas
5. Diorite

Genesa : batuan ini terbentuk karena proses pembekuan magma yang


bersifat cepat
Warna : abu-abu
Kristalinitas :Hipokristalin
Granularitas : Fanerik
Relasi : Inequigranular
Struktur : masiv
Komposisi minera : plagioklas,biotit,sanidine,gelas.
Kegunaan : Sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung
atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan / jalan raya
II.1.2 Batuan beku intermediate

Batuan beku intermediate adalah batuan yang mineralnya berbutir kasar hingga

sedang,warnanya agak gelap. terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana proses

pembekuan berada di daerah pipa gunung api,tidak jauh di bawah permukaan bumi (hypabisal).

Komposisi dan presentase secara umum dari mineral pembentuk batuannya adalah

plagiokls,mineral mafis,juga mengandung Sio2.batuan ini bersifat intermediate,dengan indeks

color <40%. Batuan beku intermediate termasuk batuan hipabisal.

Beberapa contoh dari batuan beku intermediate adalah :

1. Nepheline syenite
Genesa : merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan
mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih.
Warna : abu-abu
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : Inequigranular
Fabrik : subhedral
Tekstur : masiv
Komposisi mineral : Adularia,mikroklin,plagioklas,piroksin,glass.
Kegunaan : sebagai bahan dalam pembuatan keramik.

2. Monzonite

Genesa : merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan


mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih.
Warna : abu-abu
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : Inequigranular
Fabrik : subhedral
Tekstur : masiv
Komposisi mineral : Piroksin,plagioklas,mikroklin,glass

3. Trachyte porphyry

Warna : abu-abu
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : Inequigranular
Fabrik : subhedral
Tekstur : masiv
Komposisi mineral : biotit,plagioklas,orthoklas,olivine,glass
4. Al kali synite

Genesa : merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan


mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih dan memiliki
mineral alkali yang cukup tinggi
Warna : abu-abu
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : Inequigranular
Fabrik : subhedral
Tekstur : masiv
Komposisi mineral : mikroklin,hornblend,plagioklas,glass.

5. Hornblende synite
Genesa : merupakan batuan beku yang membeku lebih lambat dan
mengakibatkan memiliki warna campuran antara hitam dan putih dan memiliki
mineral hornblende yang cukup tinggi
Warna : hitam
Kristalinitas : holohyalin
Granularitas : fanerik
Relasi : Inequigranular
Fabrik : subhedral
Tekstur : masiv
Komposisi mineral : biotit,hornblende,plagioklas,adularia,glass.

II.1.3 Batuan beku basa

Batuan beku ini terbentuk langsung dari pembekuan magma. Warnanya yang gelap

mengindikasikan bahwa batuan ini terbentuk dari magma yang bersifat basa.Batuan ini membeku

pada kedalaman dangkal atau merupakan intrusi dangkal sehingga termasuk pada batuan beku

hypabisal, biasanya dalam bentuk tubuh batuan beku dyke atau sill. Batuan ini pejal atau massif

karena tidak mengalami gaya endogen yang mengakibatkan adanya retakan.


Komposisi mineral :

- utama :Px, Hbl, Bio, K-fels, Plag (andesit)

- tambahan : Sphene, Apatite, Rutil, Bijih

- ubahan : Chlorite, Serisit, Bijih, Lempung

Berdasarkan K-Felds – T-Fels

Tekstur K-Fels< 1/3T-Felds K-Fels>1/3<2/3T-Fels K-Fels>2/3T-Fels

Halus Andesite Trachydesite Trachyte

Kasar Diorite Monzonite Syenite

Beberapa contoh dari batuan beku basa adalah :

1. Gabbro
Genesa : merupakan batuan beku yang terbentuk dengan sangat lambat
sehingga menghasilkan warna gelap.
Warna : hitam
Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : afanitik
Relasi : inequigranular
Struktur : masive
Fabric :subhedral
komposisi mineral : biotit,piroksin,kuarsa,olivin,glass
kegunaan : bahan dasar bangunan beton, perbaikan jalan.

2. Siderite

Genesa : merupakan batuan beku yang terbentuk dengan sangat lambat


sehingga menghasilkan warna gelap.
Warna : hitam
Kristalinitas : holokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : inequigranular
Struktur : masive
Fabric :subhedral
komposisi mineral : hornblend,biotit,plagioklas,piroksin

3. Norite
Genesa : merupakan batuan beku yang terbentuk dengan sangat lambat
sehingga menghasilkan warna gelap.
Warna : hitam
Kristalinitas : holokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : inequigranular
Struktur : masive
Fabric :subhedral
komposisi mineral : biotit,piroksin,plagioklas,hornblende

4. Amigdaloidal Basalt

Genesa : merupakan batuan beku yang terbentuk dengan sangat lambat


sehingga menghasilkan warna gelap dan mendapat tekanan yang membuat batu tsb
berlubang dan kemudian terisi oleh mineral.
Warna : hitam
Kristalinitas : holokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : inequigranular
Struktur : amigdaloidal
Fabric : subhedral
komposisi mineral: hornblende,anorthoclas,piroksin,orthoklas
5. Olivine Gabro

Genesa : merupakan batuan beku yang terbentuk dengan sangat lambat


sehingga menghasilkan warna gelap.

Warna : hijau tua


Kristalinitas : hipokristalin
Granularitas : fanerik
Relasi : inequigranular
Struktur : masive
Fabric : subhedral
komposisi mineral : hornblende,piroksin,plagioklas,olivin,kuarsa.

II.2 Batuan piroklastik

Batuan piroklastik berasal dari kata pyro(pijar) dan klasti (fragmen). Dapat disimpulkan

bahwa batuan piroklastik adalah suatu batuan yang terbentuk dari hasil langsung letusan gunung

api yang kemudian terendapkan pada permukaan sesuai dengan keadaan permukaannya,dan lalu

mengalami litifikasi untuk menjadi batuan piroklastik.

Berdasarkan terbentuknya,fragmen piroklast dibagi menjadi:

 Juvenile pyroclast : Hasil langsung akibat letusan,membeku di permukaan.

 Cognate pyroclast : fragmen bentukan hasil erupsi terdahulu


 Accidental pyroclast : Fragmen batuan berasal dari basement.

Beberapa contoh batuan piroklastik adalah :

1. Pumice

Genesa : batuan ini terbentuk sangat cepat, lubang lubang


ditubuhnya adalah akibat dari letusan dan tekanan gunung berapi.
Warna : abu-abu
Kristalinitas : holohyalin
Struktur : pumiceous
Komposisi mineral : glass

2. Scoria

Genesa : batuan ini terbentuk sangat cepat, lubang lubang


ditubuhnya adalah akibat dari letusan dan tekanan gunung berapi
Warna : hitam
Kristalinitas : holohyalin
Struktur : scorius
Komposisi mineral : glass
3. Obsidian
Genesa : batuan ini terbentuk sangat cepat, akibat letusan gunung
berapi
Warna : hitam
Kristalinitas : holohyalin
Struktur : masive
Komposisi mineral : glass

4. Tuff

Genesa : batuan ini terbentuk sangat cepat, lubang lubang


ditubuhnya adalah akibat dari letusan dan tekanan gunung berapi.
Warna : abu-abu
Kristalinitas : holohyalin
Struktur : pumiceous
Komposisi mineral : glass
5. Lapilli
Genesa : batuan ini terbentuk sangat cepat, lubang lubang
ditubuhnya adalah akibat dari letusan dan tekanan gunung berapi.
Warna : hitam/cokelat
Kristalinitas : holohyalin
Struktur : pumiceous
Komposisi mineral : glass

II.3 Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah salah satu dari kelompok utama batuan yang terbentuk melalui

tiga cara utama,yaitu pelapukan batuan,pengendapan karena aktivitas biogenic dan pengendapan

dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapur,batu pasir dan lempung,termasuk dalam

batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.

Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan dan erosi batuan sedimen

digolongkan menjadi:

a) Sedimen aquatic adalah sedimen yang diendapkan oleh tenaga air.

b) Sedimen Aeolis adalah sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin

c) Sedimen glassial adalah sedimen yang diendapkan oleh gletser.


Penggolongan batuan sedimen yang didasarkan pada cara pengendapannya dapat

digolongkan menjadi 3 macam yaitu:

a) Sedimen klastik adalah akumulasi partikel-partikel yang berasal dari pecahan-pecahan

batuan dan sisa-sisa kerangka organism yang telah mati.

b) Sedimen kimia adalah batuan yang terangkut dalam bentuk larutan kemudian dindapkan

secara kimia di tempat lain.

c) Sedimen organic adalah sedimen yang dibentuk atau diendapkan oleh organisme.

Berdasarkan terbentuknya lingkungan pengendapan,batuan sedimen dibagi menjadi 3:

a) Sedimen laut : diendapkan di laut

b) Sedimen darat : proses terjadinya di darat.

c) Sedimen transisi : lokasi pembentukannya antara darat dan laut.

II.3.1 Batuan sedimen klastik

Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan kembali

detritus atau pecahan batuan asal. Fragmentasi batuan asal tersebut dimulai dari pelapukan

mekanis maupun secara kimiawi, kemudian tererosi dan tertransportasi (baik oleh angin dan air)

menuju suatu cekungan pengendapan. Setelah pengendapan terjadi, sedimen mengalami


pembatuan. Pembatuan atau lithifikasi merupakan proses terubahnya materi pembentuk batuan

yang lepas (unconsolidated rock forming mineral) menjadi batuan sedimen.

Beberapa contoh batuan sedimen klastik adalah :

1.

2. Konglomerat

Genesa : merupakan batuan yang terbentuk dari proses penghancuran dan


transportasi serta pengendapan dan litifikasi. Batuan ini belum tertransport jauh . bisa
diketahui dari ukuran butirnya yang besar.
Warna : cokelat
Ukuran : kerakal (4-64 mm)
Bentuk butir : rounded
Kemas : terbuka
Pemilahan : poor sorted
Porositas : poor
Fragmen : Kristal (plagioklas,biotit,kuarsa)
Matriks : silica
Semen : silica
3. Sandstone

Genesa : merupakan batuan yang terbentuk dari proses penghancuran dan


transportasi serta pengendapan dan litifikasi. Batuan ini sudah tertransportasi lebih
jauh dilihat dari ukuran butirnya
Warna : cokelat
Ukuran : Medium 1-1/2
Bentuk butir : sub rounded
Kemas : tertutup
Pemilahan : medium sorted
Porositas : fair
Fragmen : klastika
Matriks : pasir
Semen : silica
Kegunaan : sebagai resevoar rock

4. Arkose
Genesa : merupakan batuan yang terbentuk dari proses penghancuran dan
transportasi serta pengendapan dan litifikasi. Batuan ini cukup kasar karena hanya
mengalami transportasi yang pendek
Warna : merah
Ukuran : sandstone 1/6
Bentuk butir : rounded
Kemas : tertutup
Pemilahan : well sorted
Porositas : good
Fragmen : kristal
Matriks : oxida besi
Semen : oxida besi

5. Graywacke

Genesa : Graywacke adalah salah satu tipe dari batu pasir yang 15% atau

lebih komposisinya adalah matrix yang terbuat dari lempung, sehingga menghasilkan

sortasi yang jelek dan batuan menjadi berwarna abu-abu gelap atau kehijauan
Warna : cokelat
Ukuran : Clay <256
Bentuk butir : sub rounded
Kemas : tertutup
Pemilahan : medium sorted
Porositas : fair
Fragmen : klastika
Matriks : pasir
Semen : silica

6. Shale

Genesa : merupakan batuan sediment klastik yang halus

Warna : abu abu


Ukuran : Lanau 1/16 - <256
Bentuk butir : sub rounded
Kemas : tertutup
Pemilahan : medium sorted
Porositas : fair
Fragmen : klastika
Matriks : pasir
Semen : silica
II.3.2 Batuan sedimen karbonat

Batuan karbonat adalah kelas batuan sedimen terdiri terutama karbonat mineral. Dua tipe

utama kapur dan dolomit, terdiri dari kalsit (CaCO 3) dan mineral dolomit (CaMg (CO 3) 2)

masing-masing. Kapur dan tufa juga kecil sedimen karbonat.

Kalsit dapat berupa dilarutkan oleh air tanah atau dipercepat oleh air tanah, tergantung pada

beberapa faktor termasuk air suhu, pH, dan membubarkan ion konsentrasiKalsit menunjukkan

karakteristik yang tidak biasa disebut kelarutan mundur di mana ia menjadi kurang larut dalam

air karena suhu meningkat.

Ketika kondisi yang tepat untuk curah hujan, bentuk mineral kalsit lapisan yang semen butir batu

yang ada bersama-sama atau dapat mengisi fraktur.

Karst topografi dan gua-gua berkembang di batuan karbonat karena mereka kelarutan dalam

encer asam air tanah. Pendingin air bawah tanah atau pencampuran groundwaters berbeda juga

akan menciptakan kondisi yang cocok untuk pembentukan gua.

1. dolomite

Genesa : adalah batuan sediment karbonat yang terbentuk dari CaMg(CO3)


Warna : putih

Kegunaan : sebagai sumber dari batuan ornament

2. batugamping

genesa : adalah batuan sediment karbonat yang terbentuk dari calcite

warna : putih, cokelat

kegunaan : bisa sebagai resevoar

3. batugamping klastik

genesa : ialah batu gamping yang terdiri tadi bahan bahan klastikan

warna : cokelat

kegunaan ; bisa sebagai resevoar atau source rock

4. batu gamping kristalin


genesa : ialah batu gamping yang terdiri dari kristal kristal

warna : kuning

kegunaan : sumber sumber dari kristal

II.3.3 Batuan sedimen non klastik

Batuan Sedimen Non Klastik merupakan batuan sedimen yang terbentuk oleh organisme atau dari

suatu proses kimiawi. Dalam pengertian lain, Batuan Sedimen Non Klastik adalah batuan sedimen yang

terbentuk dari kegiatan atau aktifitas organik dan kimiawi. Dan dia tidak tertransportasi seperti halnya

Batuan Sedimen Klastik.

Beberapa contoh batuan sedimen non klastik adalah

1. Chert

Warna :cokelat
Porositas : poor
2. Gamping terumbu

Warna : cokelat
Porositas : baik

3. Travertine

Warna : cokelat
Porositas : fair

4. Bituminous
Warna : hitam
Porositas : buruk

5. gambut

Warna : abu abu


Porositas : buruk

II.4 Batuan Metamorf.

Berasal dari kata ‘meta’ (= berubah) dan morf = bentuk. Jadi batuan metamorf adalah batuan

ubahan dari batuan yang sudah ada sebelumnya (beku, sediment, dan batuan metamorf

sendiri) yang terjadi karena proses metamorfosis. Dalam proses metamorfosis : 1. yang

berubah: tekstur, asosiasi mineral.

2. yang tetap : komposisi kimia dan fasa padat.


Proses metamorfosis meliputi :

1. reklistalisasi

2. reorientasi

3. pembentukan mineral baru, dari unsur yang telah ada sebelumnya.

Batuan Malihan (Batuan Metamorf)

Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang berubah bentuk. Contohnya kapur (kalsit)

berubah menjadi marmer

, atau batuan kuarsa menjadi kuarsit .

Jenis-jenis batuan metamorf

Sebagai hasil kontak metamof atau penambahan suhu yang tinggi dan penambahan tekanan.

Batuan metamorf disebut juga batuan Malihan adalah jenis batuan yang sangat padat dan

kedap air. Batuan metamorf dapat terjadi karena adanya lokasi yang bersentuhan atau

berdekatan dengan magma yang disebut kontak metamorf atau karena penambahan suhu

tinggi (disebut Dinamo Metamorf). Batuan ini berfungsi sebagai batu hias.

Batuan metamorf adalah salah satu kelompok utama batuan yang merupakan hasil

transformasi atau ubahan dari suatu tipe batuan yang telah ada sebelumnya, protolith, oleh

suatu proses yang disebut metamorfisme, yang berarti "perubahan bentuk". Protolith yang
dikenai panas (lebih besar dari 150 °Celsius) dan tekanan ekstrim akan mengalami perubahan

fisika dan/atau kimia yang besar. Protolith dapat berupa batuan sedimen, batuan beku, atau

batuan metamorf lain yang lebih tua. Beberapa contoh batuan metamorf adalah gneis, batu

sabak, batu marmer, dan skist.

Batuan metamorf menyusun sebagian besar dari kerak Bumi dan digolongkan berdasarkan

tekstur dan dari susunan kimia dan mineral (fasies metamorf) Mereka terbentuk jauh dibawah

permukaan bumi oleh tegasan yang besar dari batuan diatasnya serta tekanan dan suhu tinggi.

Mereka juga terbentuk oleh intrusi batu lebur, disebut magma, ke dalam batuan padat dan

terbentuk terutama pada kontak antara magma dan batuan yang bersuhu tinggi.

Penelitian batuan metamorf (saat ini tersingkap di permukaan bumi akibat erosi dan

pengangkatan) memberikan kita informasi yang sangat berharga mengenai suhu dan tekanan

yang terjadi jauh di dalam permukaan bumi.

Batuan Metamorf jenis batuan yang sifat-sifatnya berubah sebagai akibat daripada adanya

tekanan yang kuat dan suhu yang tinggi. Segumpal tanah saja, kalau dipanaskan cukup lama,

bisa menjadi "bata" yang sifat-sifatnya berbeda dengan tanah sebelum dipanaskan. "Bata" itu

adalah juga batuan "metamorf", pada prinsipnya. Proses pembentukan batuan metamorf di

dalam alam tentu berlanjut dengan tekanan yang lebih kuat dan suhu yang lebih tinggi.

Batuan metamorf asalnya dari batuan endapan pada awalnya . Batuan metamorf tidak

berkristal. (Pualam, Sabak).


Batuan metamorfosis adalah sejenis batu yang mengalami proses metamorfisme. Ini

disebabkan oleh kewujudan tekanan dan suhu yang tinggi yang dialami oleh batu tersebut.

Menurut prosesnya, metamorfisme terbahagi kepada 3 jenis iaitu:

1. Metamorrfisme sentuhan - terjadi apabila batu mengalami tekanan dan suhu yang tinggi

2. Metamorfisme perbezaan iklim kawasan - terjadi apabila batu mengalami tekanan yang

tinggi dan suhu yang rendah

3. Metamorfisme regiomal - apabila batuan mengalami tekanan yang rendah dan mengalami

kenaikan suhu yang cukup tinggi.

Jalinan batu metamorfosis adalah nipis dan bukan nipis. Jalinan nipis (foliation) terjadi

apabila batu mengalami penjajaran mineral dan Jalan tidak nipis (non-foliation) tidak

mengalami penjajaran mineral.

Contoh-contoh batu metamorfosis ialah seperti gneisses,slates,phyllites,schist,marmar dan

quartzit.

Teknik Yang Metamorphic adalah suatu format kaki lembut, tangan dan memimpin pijatan

yang dapat dilaksanakan oleh seseorang dengan suatu pelatihan ringkas di (dalam) teknik

mendukung reflexology dalam teori nya dan pendekatan.


tidak mengakui manapun penyembuhan spesifik menggerakkan tetapi penggunaan gagasan

di mana pijatan membantu kepunyaan individu yang bawaan kecerdasan/inteligen bagian

dalam bebaskan blok dalam di (dalam) energi badan mereka mempola dan bagaimanapun

juga menyempurnakan resolusi [dari;ttg] pola teladan dicucukkan di akar permasalahan di

(dalam) kesehatan dan hidup mereka.

memusat pada reflexology garis bujur di (dalam) kaki, tangan dan kepala yang (mana) sesuai

dengan kolom yang mengenai tulang belakang dan pada gilirannya kepada

penjelmaan/titisan, kelahiran dan kehamilan [menyangkut] individu.

[Itu] dipikirkan mula-mula oleh Britania Naturopath Robert St. Yohanes di (dalam) [itu]

1960s. Ia tengah berlatih reflexology pada [atas] pasien nya tetapi ditemukan ia mempunyai

lebih [] sukses jika ia menyerah berusaha untuk menyempurnakan suatu hasil spesifik dan

memberi suatu pijatan [yang] umum [menyangkut] refleks yang mengenai tulang belakang

[itu]. Adalah dikembangkan lebih lanjut oleh siswa nya Gaston Saint-Pierre di (dalam)

1970s [yang] coined istilah Teknik Metamorphic dan menemukan Asosiasi Yang

Metamorphic di (dalam) 1979.

JENIS METAMORFOSIS

1. Metamorfosis kontak

2. metamorfosis dinamis
3. metamorfosis regional

1. metamorfosis kontak

terjadi karena perubahan temperature, yaitu pada aktifitas intrusi magma, akibat panas

larutan aktif.

2. Metamorfosis dinamis

Terjadi karena perubahan tekanan, biasa dijumpai dilingkungan pergeseran / pergerakan.

3. Metamorfosis regional

Terjadi karena perubahan temperature dan tekanan bersama-sama. Meliputi daerah yang luas,

biasa dijumpai didaerah tektonik, misal pembentukan pegunungan ‘zona tunjam’

PENGENALAN BATUAN METAMORF

1. Sifat kristal atau hablur

2. Adanya mineral-mineral khas metamorf

3. terdapat struktur foliasi pada kebanyakan batuan metamorf.

DASAR KLASIFIKASI BATUAN METAMORF


Klasifikasi batuan metamorf erdasarkan :

1. tekstur

2. struktur

3. komposisi mineral

Secara umum komposisi batuan metamorf dibagi menjadi 2, yaitu ;

- berfoliasi

- tak berfoliasi

TEKSTUR FOLIASI

Berasal dari foliatus atau berdaun yaitu orientasi kesejajaran mineral penyusun batuan

metamirf, tetapi harus dibedakan dengan orientasi perlapisan batuan sediment, sama sekalai

tidak ada hubungan dengan sifat perlapisan batuan sediment.

Berdasarkan kenampakan

Batuan asal pembentukan metamorf dibagi menjadi 2 yaitu ;


1. kristaloblastik

2. palimset / sisa / relic

1. kristaloblastik

bila tekstur batuan asal tak kelihatan lagi digunakan istilah blastik kemudaian kita lihat

fabriknya. Berdasarkan sifat butir / kristal dan hubungannya dengan yang lain dibagi :

a. homoblastik ; terdiri atasa satuan tekstur saja

b. heteroblastik ; terdiri lebih dari satu tekstur. Misal : lepidoblastik dan granoblastik

Jenis Tekstur :

- lepidoblastik ; sebagian mineralnya berbentuk pipih

- nematoblastik ; sebagian mineralnya berbentuk prismatic

- graniblastik ; sebagian mineralnya granular / equidimensional

- porfiroblastik ; seperti batuan porfiritik dalam batuan beku.

Bentuk tekstur :

- ididoblastik : bila bagian besar minerlnya berbentuk euhedral

- hipidioblastik : sebagian besar mineralnya berbentuk subhedral

- xenoblastik : sebagian mineralnya berbentuk anhedral


2. PALIMSET / SISA / RELIK

Tekstur asli dari batuan asal masih sangat terlihat / tersisa, digunakan awalan BLASTO untuk

penamaannya.

- Blasto Ofitik ; bila batuan asal mempunyai tekstur ofitik

- Blasto porifik : mempunyai tekstur porifik

- Blasto psefitik ; bila batuan asal batuan sediment klastik berubaha menjadi pebble.

- Blasto psamatik : batuan asal sediment berukuran pasir

- Blasto pelitik : batuan sediment klastik berukuran lempung.

Peraga batuan metamorf yang tersedia untuk praktikum sudah tidak dapat lagi diamati tekstur

dan batuan asalnya, termasuk kristaloblastik.

Mineral Metamorphic

Mineral Metamorphic . yang membentuk hanya di tekanan dan temperatur yang tinggi

dihubungkan dengan proses metamorphism. Mineral ini, mengenal sebagai mineral index,

meliputi sillimanite, kianit, staurolite, andalusite, dan beberapa akik merah tua.
Mineral lain, seperti olivines, pyroxenes, amphiboles, mika, feldspars, dan kwarsa, mungkin

(adalah) ditemukan di (dalam) batu karang metamorphic, tetapi tidaklah perlu hasil dari

proses metamorphism. Mineral ini membentuk sepanjang kristalisasi batuan beku gunung

berapi. Mereka kukuh stabil pada temperatur tinggi dan tekanan dan boleh tetap (sebagai)

secara kimiawi tanpa perubahan sepanjang proses yang metamorphic [itu]. Bagaimanapun,

semua mineral kukuh stabil hanya di dalam batas tertentu, dan kehadiran beberapa mineral di

(dalam) batu karang metamorphic menandai (adanya) mendekati temperatur dan tekanan di

mana mereka dibentuk.

Perubahan dalam partikel nsur/butir ukuran dari mengayun-ayun sepanjang proses

metamorphism disebut kristalisasi ulang. Sebagai contoh, kristal kalsit yang kecil di (dalam)

sedimentary batu karang batu gamping berubah jadi kristal lebih besar di (dalam) batu karang

pualam yang metamorphic, atau di (dalam) batupasir berubah bentuk, recrystallisasi

[menyangkut] butir pasir kwarsa yang asli mengakibatkan kwarsit [yang] sangat ringkas, di

mana sering kristal lebih besar disambungkan. Kedua-Duanya tekanan dan temperatur tinggi

berperan untuk kristalisasi ulang. Temperatur tinggi mengijinkan ion dan atom di (dalam)

kristal padat untuk berpindah tempat, begitu menyusun kembali kristal, [selagi/sedang]

tekanan tinggi menyebabkan solusi [menyangkut] kristal di dalam batu karang pada titik

kontak mereka.

Foliation
Di dalam batu karang metamorphic disebut foliation ( yang diperoleh dari kata Latin Folia,

maksud/arti " daun-daun"), dan [itu] terjadi ketika suatu batu karang sedang dimampatkan

dari [satu/ orang] arah [bagi/kepada] suatu recrystallizing batu karang. Penyebab ini [adalah]

platy atau memperpanjang kristal mineral, seperti khlorit dan mika, untuk tumbuh dengan

mereka merindukan kampak yang tegaklurus kepada arah dari kekuatan. Ini mengakibatkan

suatu menjilid, atau foliated, batu karang, dengan rombongan yang mempertunjukkan warna

dari mineral yang membentuk [mereka/nya].

Tenunan dipisahkan ke dalam kategori non-foliated dan foliated. Batu karang Foliated

adalah suatu produk diferensial menekan itu mengubah bentuk batu karang di (dalam) [satu/

orang] wahana, kadang-kadang menciptakan suatu wahana perpecahan: sebagai contoh, batu

tulis adalah suatu batu karang metamorphic foliated, memulai dari serpihan batu. Batu karang

Non-foliated tidak mempunyai planar pola teladan tekanan.

Ayun-Ayun itu diperlakukan ke seragam memaksa dari semua sisi, atau yang kekurangan

mineral dengan kebiasaan pertumbuhan membedakan, tidak akan foliated. Batu tulis adalah

suatu contoh suatu batu karang [yang] metamorphic foliated, [selagi/sedang] phyllite kasar,

batu tulis lebih kasar, dan batu gneiss (kasar berbentuk granit) yang sangat berbutir kasar.

Pualam biasanya tidak foliated, yang (mana) mengijinkan penggunaannya sebagai material

untuk memahat dan arsitektur.


Mekanisme metamorphism [yang] penting yang lain adalah sebagai reaksi kimia yang terjadi

antar[a] mineral tanpa [mereka/nya] meleleh. Di (dalam) atom proses ditukar antar[a]

mineral, dan begitu mineral baru dibentuk. Banyak high-temperature reaksi kompleks boleh

berlangsung, dan masing-masing kumpulan mineral yang diproduksi menyediakan

[kita/kami] dengan suatu tanda/ kunci rahasia menyangkut temperatur dan tekanan pada

ketika metamorphism.

Metasomatism menjadi yang drastis perubahan dalam komposisi kimia curah suatu batu

karang yang sering terjadi sepanjang proses metamorphism. Adalah dalam kaitan dengan

pengenalan tentang bahan-kimia dari lainnya melingkupi mengayun-ayun. Air boleh

mengangkut bahan-kimia ini [yang] dengan cepat (di) atas jarak agung. Oleh karena peran

yang dimainkan dengan kapal, batu karang metamorphic [yang] biasanya berisi banyak

unsur-unsur yang tidak ada dari batu karang yang asli, dan kekurangan beberapa yang (mana)

mula-mula menyajikan. Meski demikian, pengenalan tentang bahan-kimia baru bukanlah

(yang) penting bagi kristalisasi ulang untuk terjadi.

Contoh contoh batuan foliasi

Phylite
Genesa : terbentuk karena proses metamorphism

Warna : abu abu

Kegunaan :

Schist

Genesa : terbentuk karena proses metamorphism

Warna : cokelat

Kegunaan :

Gneiss

Genesa : batuan metamorf yang memiliki foliasi yang paling tidak beraturan

Warna : cokelat
Kegunaan :

Slate

Genesa : batuan metamorf yang memiliki foliasi yang paling beraturan

Warna : abu abu

Kegunaan :

Batuan Metamorf non foliasi

Struktur non foliasi merupakan struktur yang tidak memperlihatkan adanya penjajaran mineral
penyusun batuan metamorf. Struktur ini terdiri atas :

- Struktur Hornfelsik

- Struktur Milonitik

- Struktur Kataklastik

- Struktur Flaser

- Struktur Pilonitik

- Struktur Augen
- Struktur Granulosa

- Struktur Liniasi

Contoh

Marmer

Genesa : batuan metamorf yang terdiri dari butiran kalsit berukuran kasar. Jika

batuan asalnya adalah dolomit, namanya menjadi marmer dolomit.

Warna : abu abu

Kegunaan : sebagai keramik

Kuarsit

Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari 100% kuarsa yang telah berubah.
Warna : putih, prismatic

Kegunaan :

Hornfles

Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari hornblende dan feldspar

Warna : hitam bening

Kegunaan :

Hornfles pyroxene

Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari hornblende dan flespar serta

pyroxene

Wana : abu abu

Kegunaan :
Hornfles Andalusite

Genesa : ialah batuan metamorf yang terdiri dari hornblende dan flespar serta

andalusite

Warna : kuning

Kegunaan :
BAB V

PENUTUP

Alhamdulilah, makalah saya yang berjudul Tugas Petrologi selesai dengan baik berkat rahmat

tuhan yang maha esa dan dukungan dari teman serta asisten dosen saya.

Karya tulis ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis berharap agar

adanya masukan dari para mahasiswa atau dosen sekalian, terimakasih


Penulis

5.1. Kesimpulan

• batuan terdiri dari batuan beku, sediment serta metamorf

• batuan dapat digunakan sebagai bahan dasar kimia

5.2. Saran, pesan dan kesan

Praktikan menggunakan bantuan Lup dalam menganalisa batuan beku secara megaskopis,

karena beberapa mineral penyusun batuan ada kemiripan fisik yang sulit diamati dengan

mata telanjang.

Kesannya praktikum ini paling asik, kita jadi bisa mengenali berbagai jenis bentuk batuan

:D
Daftar pustaka

www.google.co.id

www.wikipedia.co.id

www.gallery.com

www.minerals.net

http://suaragea.com/2009/05/08/batuan-metamorf/comment-page-1/