Anda di halaman 1dari 4

MINING

ENGINEERING

The Child Mine The Hunter Gold
Piether Lodewieck Siburi / 710004004

Page 1

BATUAN METAMORF

Batuan metamorfosis/malihan
Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari bayuan asam (batuan beku, sedimen atau
malihan) akibat tekanan, suhu atau keduanya. Terdapat 3 jenis metamorfisme yang
didasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metamorfisme sentuh atau kontak atau termal : terbatas pada daerah dekat intrusi
magma. Akibat panas dari magma yang mengintrusi menyebabkan terjadinya
rekristalisasi dan pembentukan mineral baru dalam batuan yang berdekatan. Daerah
yang batuanny terubah disekeliling intrusi disebut lingkaran metamorfik sentuh
(contact metamorphic aureoul).
Metamorfisme dinamik atau dislokasi disebabkan oleh tekanan yang kuat cenderung
menghancurkan batuan, kadang-kadang sampai menjadi tepung (kataklastik),
pengaruh pelipatan kulit bumi, biasanya tiadak terlalu jauh dari permukaan.
Metamorfisme regional atau dinamothermal : metamorfisme yang diakibatkan oleh
panas dan tekanan pada skala besar dan menghasilkan bemacam mineral baru.
Metamorfisme ini selalu berhubungan dengan pembentukan pegunungan (orgenesis)
dan intrusi magma.





MINING
ENGINEERING

The Child Mine The Hunter Gold
Piether Lodewieck Siburi / 710004004

Page 2

Struktur batuan metamorfosis
Struktur yang sering dijumpai pada batuan metamorfosis antara lain seperti berikut:
Kataklastik, memperlihatkan kenampakan pragmental atau pecah0pecah pada batuan.
Biasanya disebabkan oleh metamorfisme dinamo, pada daerah sesar (patahan).
Milonit, nampak adanya gejala kristal-kristal dalam batuan retak-retak dan seluruh
batuan menjadi fragmen halus, kadang-kadang berkembang foliasi.
Filonit, seperti milonit, namun tingkat kehancuran lebih tinggi hingga batuan tersebut
memperlihatkan struktur seperti filit.
Menyabak (slaty), struktur khas pada batu sabak (slate) memperlihatkan foliasi tetapi
belum terlihat adanya perlapisan segregrasi yaitu perlapisan akibat pemisahan dari
macm-macam mineral.
Foliasi, perlapisan yang terdapat pada batuan metamorf, disebabkan kesejajaran
mineral.
Filitik, struktur yang khas pada batuan filit, foliasinya lebih sempurna dari sabak ;
perlapisan segregrasi sudah mulai tampak tetapi belum sempurna.
Skistostas, struktur foliasi ulang menerus (open schistority) terbentuk antara lain
karena perulangan antara minerral-mineral piph dengan mineral berbutir, sudah ada
perlapisan segregrasi yang sempurna.
Genessositas, struktur foliasi yang tidak menerus biasanya terbentuk karena
perselingan antara lapisan terang antara lain felspar dengan lapisan yang lebih gelap
antara lain mika sampai hornblende
Granulose, struktur memperlihatkan susunan mineral yang terbentuk mineral yang
biasanya mempunyai dimensi sama, batas butiran bisa bergerigi atau tidak
MINING
ENGINEERING

The Child Mine The Hunter Gold
Piether Lodewieck Siburi / 710004004

Page 3

Tekstur
Tekstur batuan metamorf di tentukan dari kristal dan hubungan antar butiran mineral.
Homeoblastik, terdiri dari satu macam bentuk :
Lepidoblastik, mineral mineral pipih dan sejajar
Nematoblastik, bentuk menjarum dan sejajar
Granoblastik, berbentuk butir

Heteroblastik, terdiri dari kombinasi homeoblastik :
Porfiroblastik
Granolepidoblastik
Granonematoblastik


Beberapa contoh batuan metamorfosis
Batu sabak: batuan berbutir halus, memeperlihatkan belahan sabak (slaty cleavage),
terdiri dari mineral mika berasal dari batuan lempung, serpih yang mengalami
metamorfosis regional.

Filit: batuan asli metamorfosis yang memperlihatkan tekstur filitik terdiri antara lain
mika dan klorit yang memberikan permukaan mengkilap


Sekis: batuan metamorfosis yang memperlihatkan stuktur sekistosa, pada umumnya
mineral pipih dan mineral berbutir yang membentuk foliasi tersebut.
MINING
ENGINEERING

The Child Mine The Hunter Gold
Piether Lodewieck Siburi / 710004004

Page 4

Gneis: berbutir lebih kasar daripada sekis, foliasi tak teratur, hasil metamorfisme
derajat lebih tinggi dari pada sekis komposisi mineral terdiri dari mika yang berlapis
dengan kelompok kwarsa dan feldspar .

Amfibolit: berbutir kasar terutama terdiri dari hornblende (amfibol) dan plagioklas,
merupakan batuan hasil metamorfosis kontak .

hornfels: batuan metamorfosis yang tak berfoliasi, bertekstur granoblastik, merupakan
batuan hasil metamorfosis kontak.

Marmer: batuan metamorfosis yang terdiri dari batuan kalsit/dolomit yang saling
mengunci (interlocking), bertekstur granoblastik .

Kuarsit: batuan metamorfosis yang terdiri dari kuarsa berasal dari batupasir kuarsa,
bertekstur interlocking.