Anda di halaman 1dari 37

Ahmad Sukma Faisal

021211133018
Ayu Rafania Atikah
021211133019
Rizka Febriyanti
021211133020
Emanuel Damar W
021211133021
Jaringan Tulang Rawan

Jaringan tulang rawan merupakan jaringan
penyangga yang termasuk di dalam bagian
dari jaringan ikat. Jaringan tulang rawan terdiri
atas sel tulang rawan (kondrosit) dan bahan
antar sel (Matrix tulang rawan)

Sel Tulang Rawan
Chondroblast
Chondrcytes:
- Lacuna
- Cell nest/isogen group

Matrix tulang rawan
Komponen sabut: kolagen, elastis dan
retikuler
Bahan dasar: hyalurinic acid, chondroitin
sulfate, keratan sulfate proteoglycans
Air: difusi nutrisi dan O
2
ke chondrocyte
Perichondrium

Perichondrium (perikondrium) adalah lapisan jaringan
ikat padat, tidak teratur, dan memiliki vaskularisai.
Perikondrium ini tidak terdapat pada tulang rawan
hyaline di permukaan sendi dan pada tulang rawan
bersabut (fibrocartilago). Perikondrium ini trdiri atas:
Lapisan fibrous
Adalah lapisan luar yang terdiri dari jaringan ikat padat.
Lapisan Kondrogenik
Adalah lapisan dalam yang terdiri atas jaringan ikat
yang lebih kendor, mengandung sel-sel yang bersifat
kondrogenik (dapat berdeferensiasi menjadi sel
kondroblast yang kemudia menjadi sel kondrosit)

Vaskularisasi
Vaskularisasi pada matrix tidak ada, kecuali
pada tulang rawan yang mengalami proses
Osifikasi. Makanan diperoleh dengan cara
difusi, diambil dari kapiler yang terdapat di
dalam perikondrium.
Macam-macam tulang rawan
Tulang rawan ada 3 jenis
1. Hialin
2. Elastis
3. Fibrosa
1. Tulang Rawan Hialin
Berwarna putih kebiruan, dan bening dalam
keadaan segar.
Sel-sel (kondrosit) terdapat dalam lakuna
berdinding licin pada matriks,
Selnya besar, inti bulat ,
Sitoplasmanya mengandung butir-butir
glikogen dan tetes lemak.
1. Tulang Rawan Hialin
Matriks tampak
homogen dan basofil
Dibungkus oleh
perikondrium
Terdapat pada :
- Laring, trachea,
bronchii, tulang rawan
persendian
2. Tulang Rawan Elastis
Berwarna kuning, buram
Fleksibel dan elastis
Dibungkus perikondrium
Pada light mikroskop tulang rawan elastis dicat
HE, tampak hampir sama dengan tulang
rawan hyalin
Pewarnaan khusus (VVG), tampak serat-serat
elastis
2. Tulang Rawan Elastis
Matriks terdiri atas
sejumlah besar serat
elastin di sekitar sel-sel.
Terdapat pada:
- tulang rawan daun
telinga
- Dinding Meatus
acusticus externa
- Tuba auditiva eustachii
- Epiglotis
- Sebagian larings
3. Tulang Rawan Fibrous
Tampak buram, putih dan kuat,
Tidak ada perikondrium,
Sel-selnya tidak banyak dan terdapat satu-satu
atau berkelompok,
Dikelilingi kapsula matriks
3. Tulang Rawan Fibrous
Terdapat pada:
- Anulus fibrosus dari
discus intervertebralis
- discus artikularis,
- symphysis pubis
- origo dan insertio
tendon pada tulang
Pertumbuhan Tulang Rawan
Ada 2 cara:
1. Appositional growth : tumbuh dari luar sel
pembentuk kartilago di dlm perikondrium
menyekresi matriks baru ke permukaan luar
kartilago yg sdh ada
2. Interstisial growth; tumbuh dari dalam
kondrosit yg berikatan dg lakuna di dlm kartilago
membelah & menyekresi matriks baru &
memperluas kartilago dari dalam.
- Pertumbuhan tulang rawan berakhir selama
periode dewasa

Tulang
Sel Tulang:
1. Osteoblast
2. Osteocytes
3. Osteoclast
4. Osteoprogenitor cells
Matrix Tulang
1. Komponen organic
- Seerat kolagen type I
- Glikoaminoglikan sulfat
- Asam hialuronat
2. Komponen inorganic
- Mineral kaslsium dan fosfat dalam bentuk
cyrstallum hydroxyapatit)
Covering Tissue
PERIOSTEUM
Merupakan pembungkus fibrosa dari tulang kecuali
pada permukaan persendian. Hubungan eratnya dengan
tulang tergantung dari adanya serabut Sharpey. Terdiri dari
2 lapisan yang tidak bisa dipisah dengan jelas. Lapisan luar
terdiri dari jaringan ikat padat fibrosa dan mengandung
anyaman pembuluh darah. Lapisan dalam terdiri dari
jaringan ikat yang lebih longgar dengan serabut kolagen
yang masuk tulang sebagai serabut Sharpey. Pada dewasa
lapisan dalam mengandung banyak sel-sel jaringan ikat
yang berbentuk spindle (osteoprogenitor cell) dimana sel
ini akan menjadi aktif bila ada stimulasi (misal pada
fraktur).
ENDOSTEUM
Merupakan lapisan lembut yang
membatasi rongga sumsum dan meluas
sebagai dinding dari sistem canal tulang
kompakta. Terdiri dari jaringan ikat retikuler
yang mempunyai kemampuan osteogenic dan
hemopoietik (dapat membentuk sel-sel
darah).
Type Tulang
Calnacellous bone (sponge)
Compact bone (cortical)
Calncellous bone
Terdiri dari Trabeculae yang inengandung osteosit
yang terletak dalam lacuna Trabeculae terdiri dari
sejumlah lamellae dimana lacunanya
mengandung osteocyt dan sistem canaliculi. Pada
prenatal/embryo, lamella tulang spongiosa tidak
tampak jelas, karena serabut osteokolagen
membentuk anyaman yang irreguler. Ini khas
pada perkembangan tulang yang cepat dan
disebut sebagai woven bone (tulang
beranyam)/tulang bersabut kasar/immatur bone
(tulang muda). Tulang seperti ini pada dewasa
tampak selama penyembuhan fraktur.
Compact Bone
Matrix compact bone disiman di lamella
Lamell havers
Interstitial lamellae
Pembentukan Tulang
Tulang dapat dibentuk dalam dua cara:
1. Osifikasi intramembranosa
2. Osifikasi endokondral

Pada kedua proses tersebut jaringan tulang
yang pertama kali dibentuk adalah jaringan
tulang primer atau muda.
Tulang primer adalah jaringan tulang yang
bersifat sementara dan akan diganti oleh jenis
tulang berlamel tetap atau tulang sekunder
Osifikasi intramembranosa
Pembentukan tulang melalui mineralisasi
langsung pada matriks yang disekresi oleh
osteoblas
Terjadi pada hampir semua tulang pipih
Berlangsung didalam daerahpemadatan
jaringan mesenkim.

Mengatur pertumbuhan tulang-tulang pendek
dan penebalan tulang-tulang panjang
Jaringan tulang yang pertama kali dibentuk
terjadi melalui cara osifikasi intramembranosa
adalah jaringan didalam periokondrium yang
mengelilingi diafisis.

Osifikasi Endokondral
Berasal dari kata endon dan chondros
yang berarti didalam dan tulang rawan.
Berfungsi untuk membentuk tulang-tulang
panjang dan pendek
Terjadi pada 2 tahap
Tahap Pertama

kondrosit dari
model tulang
mengalami
hipertrofi dan
detruksi
Lacuna yang
dipisahkan oleh
septa matriks
tulang rawan
yang mengapur
melebar
Tahap Kedua
Sel-sel
osteoprogenitor dan
kapiler-kapiler darah
menerobos kedalam
celah-celah yang
ditinggalkan oleh
kondrosit yang
berdegenerasi
Sel osteoprogenitor
menghasilkan
osteoblas yang
menutupi septa
tulang rawan dengan
matriks tulang
Tulang panjang
yang terbentuk
dari model tulang
rawan dengan
bagian melebar
disebut epifisis
dan pada setiap
ujung batang
silindris disebut
diafisis.
Bagian dalam
perikondrium yang
mengelilingi tulang
rawan (periosteum)
Di bagian dalam kerah
tulang, kondrosit dari
tulang rawan mulai
berdegenerasi
Kehilangan
kemampuan untuk
mempertahankan
matriks
Terbentuk timbunan
kalsium
Tulang rawan
terkalsifikasi
Pembuluh-pembuluh
darah dari kuncup
osteogenik masuk ke
dalam kerah tulang
Terjadi proliferasi
Menghasilkan
osteoblast
Osteoblast
membentuk lapisan
Menghasilkan matriks
tulang
Pusat osifikasi yang terdapat pada proses
diafisis disebut pusat osifikasi primer.
Pada awal pembentukan pusat osifikasi,
osteoklas bekerja aktif
Mengakibatkan terbentuknya rongga sum-
sum yang meluas ke daerah epifisis
Meluas lagi kearah ujung-ujung dan akhirnya
menjadi model tulang.
Pada pusat osifikasi sekunder pertumbuhan
terjadi secara radial bukan memanjang
Apabila jaringan tulang dari pusat osifikasi
sekunder telah menempati epifisis makan
tulang rawan hanya tersisa pada 2 tempat.
1. Tulang rawan sendi yang menetap selama
hidup dan tidak terlibat dalam pembentukan
tulang
2. Tulang rawan epifisis atau lempeng epifisis
yang menghubungkan antara epifisis dan
diafisis
Tulang rawan epifisis terbagi dalam 5 zona
yaitu;
1. Zona rehat
2. Zona proliferasi
3. Zona hipertrofi
4. Zona kalsifikasi
5. Zona osifikasi
Sekian dan Terimakasih