Anda di halaman 1dari 18

BAB VIII

UJI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR)




8.1 Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan ini adalah untuk menilai kekuatan tanah dasar yang
dikompaksi di laboratorium yang akan digunakan dalam perancangan
perkerasan. Hasil percobaan dinyatakan sebagai nilai CBR (dalam %) yang
nantinya dipakai untuk menentukan tebal perkerasan.

8.2 Teori Dasar Percobaan
Standar ini hanya menetapkan penentuan nilai CBR (California Bearing
Ratio) langsung di tempat dengan membandingkan tegangan penetrasi pada
suatu lapisan/bahan tanah dengan tegangan penetrasi bahan standar. Cara uji
ini digunakan untuk mengukur kekuatan struktural tanah dasar, lapis fondasi
bawah dan lapis fondasi yang digunakan dalam perencanaan tebal perkerasan
jalan. CBR merupakan suatu perbandingan antara beban percobaan (test load)
dengan beban Standar (Standard Load) dan dinyatakan dalam persentase.
Harga CBR adalah nilai yang menyatakan kualitas tanah dasar dibandingkan
dengan bahan standar berupa batu pecah yang mempunyai nilai CBR sebesar
100% dalam memikul beban.
Metoda ini awalnya diciptakan oleh O.J poter kemudian di kembangkan
oleh California State Highway Departement, kemudian dikembangkan dan
dimodifikasi oleh Corps insinyur-isinyur tentara Amerika Serikat (U.S Army Corps
of Engineers). Metode ini menkombinasikan percobaan pembebanan penetrasi di
Laboratorium atau di Lapangan dengan rencana Empiris untuk menentukan tebal
lapisan perkerasan. Hal ini digunakan sebagai metode perencanaan perkerasan
lentur (flexible pavement) suatu jalan. Tebal suatu bagian perkerasan ditentukan
oleh nilai CBR.



8.3 Peralatan
a) Peralatan untuk percobaan kompaksi, lengkap
b) Peralatan untuk percobaan CBR
Mold ukuran tinggi 7, diameter 6 berikut collar (3 buah)
Spacer dish tinggi 2-2.5, diameter 6
Hammer berat 5.5 atau 10 lb, tinggi jatuh 12 atau 18
Surcharge load berat 10 lb (2 buah)
Alat pengukur CBR
c) Ayakan ukuran atau no.4
d) Spayer untuk menyemprot air ke tanah
e) Pisau, scoop, tali karet
f) Timbangan ketelitian 0.1 gr
g) Ember untuk merendam mold + tanah
h) Alat pengukur swelling

8.4 Prosedur Percobaan
a) Siapkan contoh tanah kering seperti pada percobaan kompaksi sebanyak
3 kali contoh masing-masing 5 Kg.
b) Tanah disaring dengan ayakan ukuran 20 mm.

Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok
20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Foto 8.1
Penyaringan Tanah
c) Contoh tanah tersebut kemudian disemprot dengan air sehingga kadar
airnya menjadi Woptimum dari percobaan kompaksi yang dilakukan
sebelumnya, dengan toleransi yang diijinkan 3% dari Woptimum tersebut.

Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok
20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Foto 8.2
Cara Untuk Mendapat Woptimum
d) Kemudian contoh tanah tersebut didiamkan selama 24 jam (curing
periode) agar kadar airnya merata dan ditutup rapat-rapat agar airnya
tidak menguap.
e) Mold CBR disiapkan, spacer dish diletakkan di bawah, selanjutnya mold
diisi dengan contoh tanah tadi sedemikian banyaknya sehingga setelah
ditumbuk mempunyai ketinggian 1/5 tinggi mold (modified) atau 1/3 tinggi
mold (standard). Penumbukan dilakukan setiap lapis seperti pada
percobaan kompaksi. Penumbukan pada setiap contoh adalah
Contoh Tanah I : 5 lapis (modified). w lapis (standard), 10x lapis
Contoh Tanah II : 5 Lapis (modified), w lapis (standard), 25x lapis
Contoh Tanah III : 5 Lapis (modified), w lapis (standard), 56x lapis




Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok
20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Foto 8.3
Penumbukan Sample Tanah
f) Mold dibalikkan, spacer dish dikeluarkan, lalu dtimbang. Dengan
menimbang mold kosong bersih maka d dari setiap contoh tanah dapat
dihitung.
g) Kemudian kedua permukaan tanah diberi kertas pori, dalam keadaan
terbalik bagian bawah diberi perforated based palte diatas diberi
surcharge load minimum 10 lb, yang terdiri dari 2 bagian masing-masing 5
lb.
h) Mold + tanah yang sudah dipadatkan kemudian direndam dalam air
selama 4 x 24 jam, air harus dapat masuk baik atas maupun dari bawah
kedalam tanah yang direndam. Perendaman ini disebut soaking.
i) Selama perendaman setiap hari dibaca sebesar swelling yang terjadi
akhirnya dihitung swelling totalnya dalam % terhadap tinggi tanah semula.
j) Mold + contoh tanah diangkat dari dalam air, buang air yang tergenang di
atas contoh tanah yang ada di dalam mold.
k) Dengan beban yang sama berat seperti pada perendaman tadi, contoh
tanah diperiksa CBR-nya, yaitu dengan penekanan penetration piston
yang luas bidang penekannya = 3 inci. Kecepatan penetrasi 0.05
in/menit. Dibaca penetrasi itu setiap menit atau setiap penetrasi 0.025
in.

Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok
20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Foto 8.4
Alat Uji CBR

8.5 Ketentuan
1. Contoh tanah yang dipakai tidak boleh lebih besar dari 20 mm.
2. Contoh tanah yang di uji mempunyai kadar air mendekati kadar air
optimum (toleransi 5%)

8.6 Rumus
Beban = kalibrasi 28,7082 x Pembacaan arloji
CBR = beban / Beban standar x 100%
CBR (1) = Beban ke 3000/ 3000 x 100%
CBR (2) = beban ke 4500/ 4500 x 100%
CBR = CBR 1 + CBR 2 / 2

8.7 Data Hasil Pengamatan
Setelah dilakukan praktikum California bearing ratio, didapatkan data
hasil pengamatan sebagai berikut :






Tabel 8.1
Data Hasil Pengamatan Penumbukan 10x
No.Percobaan Penurunan
(mm)
Penurunan
(inchi)
Standard
beban
Pembacaan
Arloji (div)
1 0.32 0.012598 4
2 0.64 0.025197 4
3 1.27 0.050000 5
4 1.91 0.075197 6
5 2.54 0.100000 3000 7
6 3.81 0.150000 8.5
7 5.08 0.200000 4500 9.5
8 7.62 0.300000 10
9 10.16 0.400000 11.5
10 12.7 0.500000 14
Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Tabel 8.2
Data Hasil Pengamatan Penumbukan 25x
No.Percobaan Penurunan
(mm)
Penurunan
(inchi)
Standard
beban
Pembacaan
Arloji (div)
1 0.32 0.012598 2.5
2 0.64 0.025197 3
3 1.27 0.050000 4.5
4 1.91 0.075197 5
5 2.54 0.100000 3000 5.1
6 3.81 0.150000 5.1
7 5.08 0.200000 4500 5.2
8 7.62 0.300000 5.5
9 10.16 0.400000 5.9
10 12.7 0.500000 6
Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang

Tabel 8.3
Data Hasil Pengamatan Penumbukan 56x
No.Percobaan Penurunan
(mm)
Penurunan
(inchi)
Standard
beban
Pembacaan
Arloji (div)
1 0.32 0.012598 5
2 0.64 0.025197 6.5
3 1.27 0.050000 6
4 1.91 0.075197 5
5 2.54 0.100000 3000 2
6 3.81 0.150000 5
7 5.08 0.200000 4500 20
8 7.62 0.300000 20
9 10.16 0.400000 20
10 12.7 0.500000 10.5
Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Tabel 8.4
Berat Tanah + Container
Container Atas
(gram)
Tengah
(gram)
Bawah
(gram)
10x 27 25 21.3
25x 26.8 31.4 49.4
56x 22 29.2 17.2
Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Tabel 8.5
Berat Container
Container Atas
(gram)
Tengah
(gram)
Bawah
(gram)
10x tumbuk 14.2 gr 13.6 gr 13.3 gr
25x tumbuk 14.9 gr 13.7 gr 14 gr
56x tumbuk 14.2 gr 13.4 gr 13.6 gr
Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang

Tabel 8.6
Berat Tanah Kering + Container
Container Atas
(gram)
Tengah
(gram)
Bawah
(gram)
10x tumbuk 26.3 gr 26.3 gr 21.3 gr
25x tumbuk 25.7 gr 28.7 gr 46.3 gr
56x tumbuk 26.6 gr 25.2 gr 16.5 gr
Sumber : Data Hasil Pengamatan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang

8.8 Perhitungan
CBR
Beban = Kaibrasi x PembacaanArloji
10x
Beban = 28,7082 x 4 = 114.800 lbs
Beban = 28,7082 x 4 = 114.800 lbs
Beban = 28,7082 x 5 = 143.51 lbs
Beban = 28,7082 x 6 = 172.21 lbs
Beban = 28,7082 x 7 = 200.91 lbs
Beban = 28,7082 x 8.5 = 243.96 lbs
Beban = 28,7082 x 9.5 = 272.67 lbs
Beban = 28,7082 x 10 = 287.02 lbs
Beban = 28,7082 x11.5 = 330.07 lbs
Beban = 28,7082 x 14 = 401.83 lbs

25x
Beban = 28,7082 x 2.5 = -71.75 lbs
Beban = 28,7082 x 3 = 86.06 lbs
Beban = 28,7082 x 4.5 = 129.159 lbs
Beban = 28,7082 x 5 = 143.51 lbs
Beban = 28,7082 x 5.1 = 146.38 lbs
Beban = 28,7082 x 5.2 = 146.38 lbs
Beban = 28,7082 x 5.5 = 149.25 lbs
Beban = 28,7082 x 5..9 = 168.34 lbs
Beban = 28,7082 x 6 = 172.21 lbs

56x
Beban = 28,7082 x 5 = 143.51 lbs
Beban = 28,7082 x 6.5 = 186.563 lbs
Beban = 28,7082 x 6.5 = 186.563 lbs
Beban = 28,7082 x 6 = 172.21 lbs
Beban = 28,7082 x 5 = 143.51 lbs
Beban = 28,7082 x 2 = 57.40 lbs
Beban = 28,7082 x 5 = 143.51 lbs
Beban = 28,7082 x 20 = 574.04 lbs
Beban = 28,7082 x 20 = 574.04 lbs
Beban = 28,7082 x10.5 = 301.37 lbs

CBR =
eban
eban Standar
100
10x
CBR1 =
200.91
3000
100 6.67
CBR2 =
272.67
4500
100 6.1
CBR =
6.67 6.1
2
6.38

25x
CBR1 =
146.30
3000
100 4.87
CBR2 =
148.25
4500
100 3.32
CBR =
4.873.32
2
4.09
56x
CBR1 =
143.51
3000
100 4.78
CBR2 =
143.51
4500
100 3.18
CBR =
4.78 3.18
2
3.98
Pengujian kadar air tanah :
Percobaan kadar air pada 10 X tumbukan :
Tanah bagian atas :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 27 gr 14.2 gr
= 12.8 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 26.3 gr 14.2 gr
= 12.1 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 12.8 gr 12.1 gr
= 0.7 gr
Kadar air (w) =
0.7
12.1
100 5.79
Tanah bagian tengah :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 25 gr 13.6 gr
= 11.4 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 26.3 gr 13.6 gr
= 11 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 11.4 gr 11 gr
= 0.4 gr
Kadar air (w) =
0.4
11
100 3.64
Tanah bagian bawah :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 21.3 gr 13.3 gr
= 8 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 21 gr 13.3 gr
= 7.7 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 8 gr 7.7 gr
= 0.3 gr
Kadar air (w) =
0.3
7.7
3.89
Kadar air rata rata (%) =
5.79 3.64 3.89
3
4.44
Percobaan kadar air pada 25 X tumbukan :
Tanah bagian atas :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 26.8 gr 13.9 gr
= 12.9 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 25.7 gr 13.9 gr
= 11.8 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 12.9 gr 11.8 gr
= 1.1 gr
Kadar air (w) =
1.1
11.8
100 9.32
Tanah bagian tengah :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 31.4 gr 13.7 gr
= 17.7 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 17.7 gr 13.7 gr
= 15 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 17.7 gr 15 gr
= 2.7 gr
Kadar air (w) =
2.7
15
100 18
Tanah bagian bawah :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 49.4 gr 14 gr
= 35.4 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 46.3 gr 14 gr
= 32.3 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 35.4 gr 32.3 gr
= 3,1 gr
Kadar air (w) =
3.1
32.3
100 9.6
Kadar air rata rata (%) =
9.32 18 9.6
3
12.3
Percobaan kadar air pada 56 X tumbukan :
Tanah bagian atas :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 27 gr 14.2 gr
= 12.8 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 26.6 gr 14.2 gr
= 12.4 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 12.8 gr 12.4 gr
= 0.4 gr
Kadar air (w) =
0.4
12.4
100 3.22
Tanah bagian tengah :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 29.2 gr 13.4 gr
= 15.8 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 25.2 gr 13.4 gr
= 11.8 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 15.8 gr 11.8 gr
= 4 gr
Kadar air (w) =
4
11.8
100 33.8
Tanah bagian bawah :
Berat tanah basah (W) = W
2
W
1

= 17.2 gr 13.6 gr
= 3.6 gr
Berat tanah kering (W
S
) = W
3
W
1

= 16.5 gr 13.6 gr
= 2.9 gr
Berat air (W
W
) = W W
S

= 3.6 gr 2.9 gr
= 0.2 gr
Kadar air (w) =
0.2
2.9
100 24.14

Kadar air rata rata (%) =
3.22 33.8 24.14
3
20.33
Perhitungan Berat Rata rata Massa Tanah Kering
Massa Rata rata Tumbukan 10x =
12.1 11 7.7
3
10.26 gram
Massa Rata rata Tumbukan 25x =
11.8 15 2.3
3
19.7 gram
Massa Rata rata Tumbukan 56x =
13.6 11 2.9
3
9.43 gram

Perhitungan %CBR Maksimal
%CBRmaksimal = 6.38 x 95% : 100 % = 6.1%

8.9 Hasil Perhitungan
Dari hasil perhitungan diatas, didapatkan data sebagai berikut :
Tabel 8.7
Data Hasil Perhitungan
Tumbukan Penurunan
(mm)
Penurunan
(inci)
Standar
Beban
(lb)
Pembacaan
Arloji (div)
Beban
(lbs)
Nilai
CBR
(%)
10x 0.32 0.0125 4 114.8




6.38
0.64 0.025 4 114.8
1.27 0.050 5 143.51
1.91 0.075 6 172.21
2.54 0.100 3000 7 200.91
3.81 0.150 8.5 243.96
5.08 0.200 4500 9.5 272.67
7.62 0.300 10 287.02
10.16 0.400 11.5 330.07
12.70 0.500 14 401.83
25x 0.32 0.0125 2.5 71.75




4.09
0.64 0.025 3 86.106
1.27 0.050 4.5 129.159
1.91 0.075 5 143.54
2.54 0.100 3000 5.1 146.38
3.81 0.150 5.1 146.38
5.08 0.200 4500 5.2 149.25
7.62 0.300 5.5 157.861
10.16 0.400 5.9 169.34
12.70 0.500 6 172.21
56x 0.32 0.0125 5 143.54




3.98
0.64 0.025 6.5 186.53
1.27 0.050 6.5 186.53
1.91 0.075 6 172.21
2.54 0.100 3000 5 143.57
3.81 0.150 2 57.40
5.08 0.200 4500 5 143.51
7.62 0.300 20 574.04
10.16 0.400 20 574.04
12.70 0.500 10.5 301.37
Sumber : Data Hasil Perhitungan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang

Tabel 8.8
Data Hasil Perhitungan
Container Atas Tengah Bawah
10 x 25 x 56 x 10 x 25 x 56 x 10 x 25 x 56 x
Massa
container
(gr)
14.2 13.9 13 13.6 13.7 13.4 13.3 14 13.6
Massa tanah
basah +
container
(gr)
27 26.8 27 25 31.4 29.2 21.3 49.4 17.2
Massa tanah
kering +
container
(gr)
26.3 25.7 26.6 26.3 28.7 25.2 21.3 46.3 16.5
Massa tanah
basah (gr)
12.8 12.9 12.8 11 17.7 15.8 13.3 35.4 2.9
Massa tanah
kering (gr)
12.1 11.8 13.6 11 15 11.8 8 2.9 32.3
Massa air
(gr)
0.7 1.1 1.2 0.4 4 2.7 0.3 0.2 3.1
Kadar air
(%)
5.79 9.32 8.8 3.64 18 33.8 3.89 9.6 24.14
Rata-rata
kadar air 10
x (%)
4.44
rata-rata
kadar air 25
x (%)
12.3
rata-rata
kadar air 56
20.33
x (%)
Sumber : Data Hasil Perhitungan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang


Tabel 8.9
Data Hasil Perhitungan
No.Mold 16.15 cm
Tinggi mold, t (cm) 14.9 cm
Diameter mold (cm) 385.98 cm
Volume mold, v = 3.14 x r
2
x t 1080 gram
Massa mold (m1) gram 4080 gram
Massa tanah basah, m = m2 -
m1 (gr)
m = 4080 - 1080
= 3000 gram

Massa jenis tanah basah, =
m/v
= 3000/385.98
= 7.77 gram/cm
3


Massa jenis tanah kering, d =
/1+w
10x 25x 56x
5.38 3.48 2.4
Sumber : Data Hasil Perhitungan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang

8.10 Grafik Hasil Perhitungan

Sumber : Data Hasil Perhitungan Kelompok 20, 09 Mei 2014 Lab.Tambang
Grafik 8.1
Beban Terhadap Penurunan (inchi)
0
100
200
300
400
500
600
700
0.00 0.10 0.20 0.30 0.40 0.50 0.60
Penumbukan 10 x
Penumbukan 25x
Penumbukan 56x

Grafik 8.2
CBR % Terhadap Massa Tanah Kering
8.11 Analisa
Dari data yang telah didapatkan terlihat bahwa dengan beban lebih besar,
akan menghasilkan nilai CBR yang lebih besar pula. Sedangkan dengan nilai
CBR yang lebih besar menandakan bahwa pemadatan yang dilakukan tersebut
lebih baik. Dalam praktikum kali ini hasil tumbukan 56x menghasilkan nilai CBR
yang lebih besar, karena jumlah tumbukan yang banyak maka tanah akan
semakin kompak atau padat sehingga menghasilkan nilai %CBR yang besar.
Untuk pengujian kadar air, tanah yang diberi tumbukan sebanyak 10x
memiliki presentasi kadar air yang lebih besar dari tanah yang diberikan
tumbukan sebanyak 10x dan 25x, hal tersebut dikarenakan saat diberi tumbukan
yang semakin besar jumlahnya, kepadatan tanah akan bertambah yang
mengakibatkan kadar air di dalam tanah tersebut berkurang. Dalam praktikum
kali ini, nilai CBR yang didapat pada tanah yang diberi 10x tumbukan adalah
sebesar 6.38%, menandakan tanah tersebut masuk dalam klasifikasi tanah yang
buruk (poor). Untuk 25x tumbukan adalah 4,09% yang juga menandakan bahwa
tanah tersebut buruk (poor). Sedangkan untuk tanah yang diberi tumbukan
sebanyak 56x, nilai CBR yang didapat adalah 3.98% yang berarti menandakan
bahwa tanah tersebut termasuk klasifikasi poor. Hal tersebut disebabkan karena
pada tanah saat tumbukan 56 x memiliki kadar air yang cukup tinggi yaitu sekitar
0
1
2
3
4
5
6
7
0 5 10 15 20 25
10x
25x
56x
Massa Tanah Kering
CBR %
20.33% sehingga perlu jumlah tumbukan yang lebih agar tanah tersebut padat
dan mengurangi kadar air yang dimilikinya. Dari hal tersebut maka dapat
dianalisa pula bahwa saat tanah mendapat semakin banyak tumbukan maka nilai
CBR akan semakin besar karena tanah tersebut juga akan semakin masiv atau
padat, tetapi sifat fisik tanah seperti kadar air perlu diperhatikan agar proses
pemadatan tanah dapat dilakukan dengan sempurna.

8.12 Kesimpulan
Tumbukan 10x
Sample tanah dengan tumbukan 10x ini memiliki nilai kadar air rata rata
sebesar 4.44% dan nilai CBR rata rata sebesar 6.38%.
Tumbukan 25x
Sample tanah dengan tumbukan 25x ini memiliki nilai kadar air rata rata
sebesar 12.3% dan nilai CBR rata rata sebesar 4.09%.
Tumbukan 56x.
Sample tanah dengan tumbukan 56x ini memiliki nilai kadar air rata rata
sebesar 20.33% dan nilai CBR rata rata sebesar 3.98%.
Ketiga proses penumbukan tanah tersebut dapat diklasifikasikan bahwa
tanah tersebut termasuk kedalam jenis poor. Karena sifat fisik tanah yaitu kadar
air merupakan faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam proses pemadatan
jalan, jika tidak maka tanah yang akan dijadikan jalan bisa amblas akibat beban
berlebih dari kadar air pada tanah tersebut.
Kesimpulan yang didapatkan pada praktikum percobaan California
Bearing Ratio(CBR) yaitu untuk mengukur dan mengetahui seberapa kuat
kekerasan yang dapat ditopang oleh sebuah beban pada jalan transportasi alat
berat ditempat kerja lapangan atau bench agar tidak terjadi kesalahan
kesalahan yang tidak diinginkan (angka keamanan) serta untuk mengetahui
kekuatan kekerasan pada tanah yang diuji di labolatorium yang dinamakan uji
california bearing ratio. Pengujian CBR itu sendiri harus dilakukan dengan
pengujian yang tepat serta teliti terhadap sifat fisik tanah agar nantinya pada saat
pengolahan data akan dapat melakukan suatu design yang pas untuk
mengurangi terjadinya kesalahan kesalahan ataupun kecelakaan yang tidak
diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA


Sisni, 2012, Uji California Bearig Ratio,
http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/11100. Diakses
Mei 15 2014, Jam 20.19 Wib (online, word).
Dady, Irawan, (2010), California Bearing Ratio ( CBR ).
http://karpetilmusipil.blogspot.com/2010/cbr-california-bearing-ratio.html,
diakses pada tanggal 16 Mei 2014. Jam 19.22 Wib (online, word).
Robby Santoso, (2009), Korelasi California Bearing Ratio,
http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_5878.html. diakses 16 Mei 2014, Jam
22.30 Wib (online, word).