Anda di halaman 1dari 10

FRANS EDWARD RICARDO 07208020

TUGAS GEOMORFOLOGI

a. Pegunungan Lipatan
Pegunungan lipatan disebabkan oleh terlipatnya lapisan (strata)
sedimen yang besar karena tekanan dari dalam bumi. Akibat proses
pelipatan ini, lebar lapisan sedimen menciut sedangkan tebalnya
bertambah. Lapisan sedimen yang terlipat itu disebut lipatan atas
atau disebut juga antiklinal. Sedangkan lapisan sedimen yang
terlipat ke bawah dinamakan lipatan bawah atau sinklinal. Untuk
lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!

Gambar 3. Terbentuknya pegunungan liipatan

b. Pegunungan oleh Pengangkatan Kerak Bumi


Ada pegunungan yang disebabkan oleh pengangkatan kerak bumi.
Pengangkatan kerak bumi ini khususnya sepanjang garis sesar atau
garis retakan. Oleh karena itu gunung ini disebut gunung bungkah
atau horst. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!

Gambar 4. Pegunungan bungkah.


Pegunungan Lipatan (Folded Mountains)
Istilah pegunungan lipatan digunakan untuk suatu jenis pegunungan
dengan struktur lipatan yang relatif sederhana. Pada tahapan muda
morfologinya masih menggambarkan adanya lingkungan antiklin dan
sinklin. Bila erosi melanjut maka pengikisan sungai lateral dapat
menajam ke hulu dan juga sepanjang puncak antiklin.

Pada tahapan dewasa pengikisan di puncak antiklin dapat melanjut,


melebar ke arah dalam sepanjang puncak antiklin dan akhirnya
terbentuk lembah antiklin dengan kenampakan morfologi terhadap
struktur geologi menjadi terbalik (interved relief), bukit-bukit antiklin
(anticlinal ridges), dan lembah-lembah sinklin (sinclinal ridges), serta
bukit-bukit yang terbentuk oleh lapisan-lapisan yang miring searah
disebut bukit-bukit homoklin (homoclinal ridges). Pada tahapan tua,
daerah pegunungan lipatan oleh pengikisan menjadi peneplane dan
sungai mengalir di dataran tersebut seolah tanda mengindahkan
adanya lapisan lunak ataupun keras.

Daerah pegunungan lipatan umumnya berbukit-bukit terjal, dengan


lembah-lembah yang panjang, adanya perulangan antara lembah lebar
dan lembah sempit akibat perbedaan kekerasan batuan, adanya gawir
terjal dan pegunungan landai pada hogbacks atau homoclinal ridges.
Daerah pegunungan lipatan yang terdiri dari batuan-batuan sedimen
sering pula mengandung nilai-nilai ekonomis seperti batugamping,
batulempung, batupasir kuarsa, gipsum, dan sebagainya.

Pegunungan Patahan (Block Mountains)

Pegunungan ini merupakan hasil deformasi oleh sesar. Pada tahapan


muda pegunungan patahan memperlihatkan gawir-gawir terjal yang
memisahkan antara satu blok pegunungan dengan blok yang lain atau
antara blok pegunungan dengan blok lembah. Umumnya bidang gawir
tajam relatif rata, belum tersayat oleh lembah-lembah. Bentuk blok
dapat persegi, berundak, atau membaji tergantung kepada pola sesar.

Pada tahapan dewasa menyebabkan adanya pengikisan pada bagian


muka atau punggungan blok dengan beberapa kenampakan bagian
muka dari blok masih lebih terjal dari pada bagian punggungan, masih
terlihat adanya kelurusan garis dasar sesar, adanya triangular facets
yang merupakan sisa-sisa bidang sesar setelah terkikis, adanya
dataran aluvial berupa kipas aluvial yang terletak berjajar dalam garis
lurus sepanjang kaki bidang muka dan blok, serta munculnya mata air.
Pada tahapan tua, daerah pegunungan patahan menjadi mendatar dan
kehilangan bentuk simetrinya, dengan daerah aluvial yang meluas.

Pegunungan Kubah

Kubah diartikan sebagai struktur dari suatu daerah yang luas dengan
sifat lipatan regional dengan sudut kemiringan yang kecil. Ada
beberapa sebab terjadinya kubah, antara lain oleh intrusi garam atau
diapir, intrusi lakolit, dan intrusi batuan beku seperti batolit. Bentuk
kubah,biasanya dijumpai pada gunungapi lava.Kubah lava merupakan
bentukan dari leleran lava kental yang keluar melalui celah dan
dibatasi oleh sisi curam di sekelilingnya.Bentuk-bentuk kubah sangat
dipengaruhi oleh viskositas lava. Dome Mountains, terbentuk ketika
batu cair mendorong keatas dari bawah bumi.

Dalam tahapan muda pegunungan kubah akan dikikis oleh sungai-


sungai namun belum dalam, bentuk kubah masih utuh, pengikisan
dimulai di puncak dengan membentuk cekungan erosi. Kadang-kadang
inti kubah yang keras tampak di dasar cekungan erosi kubah. Pada
tahapan dewasa, pengikisan di puncak makin meluas dan mendalam.
Undak-undak gawir terbentuk sesuai dengan banyaknya lapisan-
lapisan yang resistan, serta punggungan-punggungan dengan lapisan
miring (hogbacks) terbentuk.

Pada tahapan tua, mempunyai bentuk akhir dari pengikisan kubah


akan membentuk peneplane. Pola aliran annular hampir-hampir
hilang. Kubah besar dan tinggi dihasilkan oleh intrusi-intrusi batolit;
yang lebih kecil dihasilkan oleh intrusi lakolit, dan berbentuk kubah
landai yang dihasilkan oleh sill. Kubah-kubah kecil dapat dihasilkan
oleh intrusi garam atau diapir lempung.

Inti kubah yang terdiri dari batuan kristalin sering memberi arti
sebagai sumber mineral logam; pertambangan sering dijumpai kubah-
kubah garam tentunya memberi makna sebagai sumber garam. Jika
tidak berpotensi akan mineral, inti kubah yang bertekstur kasar sering
merupakan daerah hutan dan sekaligus merupakan daerah tadah
hujan. Juga lereng-lereng terjal dari hogbacks sebaiknya merupakan
daerah hutan untuk mencegah longsoran dan untuk tujuan konservasi
air.
Vulkanisme
Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma
disebut vulkanisme. Gerakan magma itu terjadi karena magma
mengandung gas yang merupakan sumber tenaga magma untuk
menekan batuan yang ada di sekitarnya.

Lalu apa yang disebut magma? Magma adalah batuan cair pijar
bertemperatur tinggi yang terdapat di dalam kulit bumi, terjadi dari
berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya. Magma terjadi
akibat adanya tekanan di dalam bumi yang amat besar, walaupun
suhunya cukup tinggi, tetapi batuan tetap padat. Jika terjadi
pengurangan tekanan, misalnya adanya retakan, tekanannya pun
akan menurun sehingga batuan tadi menjadi cair pijar atau disebut
magma.

Magma bisa bergerak ke segala arah, bahkan bisa sampai ke


permukaan bumi. Jika gerakan magma tetap di bawah permukaan
bumi disebut intrusi magma. Sedangkan magma yang bergerak dan
mencapai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma. Ekstrusi
magma inilah yang menyebabkan gunung api atau disebut juga
vulkan.

Hal ini berarti intrusi magma tidak mencapai ke permukaan bumi.


Mungkin hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai ke
permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa intrusi magma bisa
mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk
tonjolan berupa pegunungan. Secara rinci, adanya intrusi magma
(atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk
(perhatikan gambar penampang gunung api), yaitu:

1. Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur


magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat.
2. Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan
yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat
sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan
atasnya tetap rata.
3. Keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis
menyusup di antara lapisan batuan.
4. Intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma
memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau
lempeng.
5. Apolisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih
kecil.
6. Diatrema adalah batuan yang mengisi pipa letusan, berbentuk
silinder, mulai dari dapur magma sampai ke permukaan bumi.

Gambar 6. Penampang gunung api.

Tentunya Anda masih ingat bahwa jika aktivitas magma mencapai ke


permukaan bumi, maka gerakan ini dinamakan ekstrusi magma. Jadi
ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi.
Ekstrusi magma inilah yang menyebabkan terjadinya gunung api.
Ekstrusi magma tidak hanya terjadi di daratan tetapi juga bisa terjadi
di lautan. Oleh karena itu gunung berapi bisa terjadi di dasar lautan.

Secara umum ekstrusi magma dibagi dalam tiga macam, yaitu:

1. Ekstrusi linier, terjadi jika magma keluar lewat celah-celah


retakan atau patahan memanjang sehingga membentuk deretan
gunung berapi. Misalnya Gunung Api Laki di Eslandia, dan
deretan gunung api di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
2. Ekstrusi areal, terjadi apabila letak magma dekat dengan
permukaan bumi, sehingga magma keluar meleleh di beberapa
tempat pada suatu areal tertentu. Misalnya Yellow Stone
National Park di Amerika Serikat yang luasnya mencapai 10.000
km persegi.
3. Ekstrusi sentral, terjadi magma keluar melalui sebuah lubang
(saluran magma) dan membentuk gunung-gunung yang
terpisah. Misalnya Gunung Krakatau, Gunung Vesucius, dan lain-
lain.

Berdasarkan sifat erupsi dan bahan yang dikeluarkannya, ada 3


macam gunung berapi sentral, yaitu:

1. Gunung api perisai. Gunung api ini terjadi karena magma yang
keluar sangat encer. Magma yang encer ini akan mengalir ke
segala arah sehingga membentuk lereng sangat landai. Ini
berarti gunung ini tidak menjulang tinggi tetapi melebar.
Contohnya: Gunung Maona Loa dan Maona Kea di Kepulauan
Hawaii.

2. Gunung api maar. Gunung api ini terjadi akibat adanya letusan
eksplosif. Bahan yang dikeluarkan relatif sedikit, karena sumber
magmanya sangat dangkal dan sempit. Gunung api ini biasanya
tidak tinggi, dan terdiri dari timbunan bahan padat (efflata). Di
bekas kawahnya seperti sebuah cekungan yang kadang-kadang
terisi air dan tidak mustahil menjadi sebuah danau. Misalnya
Danau Klakah di Lamongan atau Danau Eifel di Prancis.

3. Gunung api strato. Gunung api ini terjadi akibat erupsi campuran
antara eksplosif dan efusif yang bergantian secara terus
menerus. Hal ini menyebabkan lerengnya berlapis-lapis dan
terdiri dari bermacam-macam batuan. Gunung api inilah yang
paling banyak ditemukan di dunia termasuk di Indonesia.
Misalnya gunung Merapi, Semeru, Merbabu, Kelud, dan lain-lain.

Sampai di sini tampaknya pembahasan kita makin menarik. Sekarang


kita lanjutkan pada apa gejala yang terjadi pasca vulkanisme tadi.

Karst

Karst adalah sebuah bentukan di permukaan bumi yang pada


umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed
depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk
terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping.

Proses pembentukan karst

Daerah karst terbentuk oleh pelarutan batuan terjadi di litologi lain,


terutama batuan karbonat lain misalnya dolomit, dalam evaporit
seperti halnya gips dan halite, dalam silika seperti halnya batupasir
dan kuarsa, dan di basalt dan granit dimana ada bagian yang
kondisinya cenderung terbentuk gua (favourable). Daerah ini disebut
karst asli.

Daerah karst dapat juga terbentuk oleh proses cuaca, kegiatan


hidrolik, pergerakan tektonik, air dari pencairan salju dan
pengosongan batu cair (lava). Karena proses dominan dari kasus
tersebut adalah bukan pelarutan, kita dapat memilih untuk
penyebutan bentuk lahan yang cocok adalah pseudokarst (karst palsu)
Bentang Lahan Denudasional

Denudasi berasal dari kata dasar nude yang berarti telanjang,


sehingga denudasi berarti proses penelanjangan permukaan bumi.
Denudasi cendurung akan menurunkan bagian permukaan bumi yang
positif hingga mencapai bentuk permukaan bumi yang hamper datar
membentuk dataran nyaris (pineplain).

Denudasi meliputi dua proses utama yaitu Pelapukan dan perpindahan


material dari bagian lereng atas ke lereng bawah oleh proses erosi dan
gerak massa batuan (masswashting).

Pelapukan
Pelapukan adalah proses berubahnya sifat fisik dan kimia batuan di
permukaan dan atau dekat permukaan bumi tanpa di sertai
perpindahan material. Pelapukan dapat dibagi manjadi pelpukan fisik,
dan pelapukan biotic. Pelapukan fisik merupakan proses pecahnya
batuan menjadi ukuran yang lebih kecil tanpa diikuti oleh perubahan
komposisi kimia batuan. Perubahan kimia merupakan proses
berubahnya komposisi kimia batuan sehingga menghasilkan mineral
sekunder.

Factor pengontrol pelapukan adalah batuan induk, aktivitas organism,


topografi, dan iklim. Didalam evolusi bentanglahan yang menghasilkan
bentuklahan denudasional M. W. Davis mengemukakan adanya3 faktor
yang mempengaruhi perkembangan bentuklahan struktur geologi,
proses geomorfologi, waktu. Dengan adanya factor tersebut maka
dalam evolusinya, bentuklahan melewati beberapa stadium ; stadium
muda, stadium dewasa, stadium tua.
Banyak klasifikasi gerak massa batuan tetapi semuanya dapat
diklasifikasikan berdasarkan tipe gerakannya

a. Gerakan lambat
Tipe ini disebut tipe rayapan ; (rayapan tanah, rayapan batuan,
rayapan batuan gletsyer, dan solifluction.

b. Gerakan cepat
Tipe ini disebut tipe aliran ; (aliran lumpur , aliran tanah

c. Gerakan sangat cepat


Tipe gerakan ini disebut longsorlahan (landslide) yang terdiri dari
Jatuh bebas : rock-fall, earth-fall Longsoran : rockslide, earthslide,
debrisslide

d. Terban
Jatuhnya material batuan secara vertical tanpa adanya gerakan
horizontal.

Bentukan lahan asal denudasional


1. Pegunungan denudasional
2. Perbukitan denidasional
3. Perbukitan terisolasi
4. Nyaris dataran
5. Lereng kaki
6. Gabungan kipas kolluvial
7. Dinding terjal
8. Rombakan kaki lereng
9. Lahan rusak
10. Daerah dengan gerak massa
11. Keruvut talus
12. Monadnock

Erosi adalah proses terlepsnya agrerat material (tanah atau batuan


lapuk) dan terpindahkannya material tersebut ke tempat lain.