Anda di halaman 1dari 25

+

Rancangan Acak Lengkap


(Completely Randomized Design)
Prof. Dr. Hasanuddin
Dr. Muhammad Ikhsan Sulaiman
Melly Novita, STP MSc.
+
Karakteristik RAL
Hanya ada 1 faktor/perlakuan
Perlakuan diacak sepenuhnya pada setiap
unit percobaan
Hanya dilakukan jika lokasi eksperimen atau
unit percobaan seragam/homogen
jarang untuk percobaan lapangan
sering untuk percobaan laboratorium
+
Contoh:
Pengaruh konsentrasi asam benzoat
terhadap daya simpan tahu
Kondisi eksperimen:
Perlakuan/Faktor: Penambahan asam benzoat
Taraf: 0, 0.5, 1.0, 1.5, 2.0 mg/liter
Ulangan: 4 ulangan
Jumlah unit percobaan:
5 taraf x 4 ulangan = 20 unit percobaan

+
Menentukan Jumlah Ulangan
Rumus:
P (u 1) 15

Perhitungan:
Perlakuan (P) = 5
P (u 1) 15
5 (u 1) 15
5u 5 15
5u 15 + 5
5u 20
u 4

Jumlah ulangan harus lebih atau sama dengan 4
+
Unit percobaan
Konsentrasi Asam Benzoat (mg/l)
Ulangan P
1
= 0 P
2
= 0.5 P
3
= 1.0 P
4
= 1.5 P
5
=
2.0
1 1. P
11
2. P
21
3. P
31
4. P
41
5. P
51
2 6. P
12
7. P
22
8. P
32
9. P
42
10. P
52
3 11. P
13
12. P
23
13. P
33
14. P
43
15. P
53
4 16. P
14
17. P
24
18. P
34
19. P
44
20. P
54
+
Pelaksanaan Percobaan
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
11 12 13 14 15
16 17 18 19 20
Gambar potongan tahu
1. Setiap bagian tahu adalah
homogen dan sama
komposisinya
2. Setiap potongan tahu diacak
berdasarkan nomornya
3. Tahu direndam selama 2 jam
dalam larutan asam benzoat
dengan konsentrasi sesuai
perlakuan
+
Pengacakan
Cara sederhana:
Potong kertas berisi setiap unit percobaan mulai dari A1, A2,
, E3, E4, kemudian dilipat sehingga tidak dapat diketahui isi
tulisan kode percobaan
Ambil kertas satu persatu dan tempatkan pada setiap potongan
tahu
Potong tahu dan lakukan perendaman dalam asam benzoat
sesuai dengan perlakuan yang diperoleh dari kertas
+
Pengacakan
Cara menggunakan kalkulator:
Bangkitkan bilangan acak menggunakan kalkulator
Gunakan kalkulator, tekan INV RAN# atau SHIFT RAN#
(CASIO TIPE FX-3800P/ FX 3600P/ FX3650P/
FX3950P/FX992S). Kerjakan penekanan tersebut sampai
berjumlah 20 data, namun hanya mengambil 2 digit.
Tempatkan bilangan random di atas potongan tahu
Beri nomor dari 1 hingga 20 untuk bilangan random dari
terkecil hingga terbesar


+
Hasil Pengacakan
71 37 46 16 60
77 28 20 95 64
82 90 96 21 72
86 99 94 32 65
11 6 7 1 8
13 4 2 18 9
14 16 19 3 12
15 20 17 5 10
Bilangan random sebelum pengacakan Nomor perlakuan setelah pengacakan
+
Hasil Eksperimen (Data)
Perlakuan
(konsentrasi
Asam benzoat
(mg/l)
Daya simpan (hari)
Total Rerata
I II III IV
0 25 28 32 26 111 27.75
0.5 44 49 41 47 181 45.25
1.0 54 50 49 57 210 52.5
1.5 87 85 82 67 321 80.25
2.0 98 96 100 94 388 97
Total 1211
Ulangan: I, II, III, IV
+
Model Persamaan RAL
P
ij
= +
i
+
ij

i = perlakuan = 1 p
j = ulangan = 1 u
P
ij
= data perlakuan i ulangan j
= rata-rata

i
= efek perlakuan ke I

ij
= efek error perlakuan i ulangan j
+
Tabel Analisis Sidik Ragam
Sumber
keragaman
Derajat
Bebas
Jumlah
Kuadrat
Kuadrat
Tengah
(KT)
F
hitung

F
tabel

0,05 0,01
Perlakuan db
P
= p-1 JK
P
/dB
P

KT
P
/KT
G

Galat db
G
= p(u-1) JK
g
= JK
T
JK
p
JK
G
/dB
G

Total db
T
= (pu-1)
JK
p
=
1
u
P
. j
2
j=1
p

FK
JK
T
= P
2
FK
i = nomor perlakuan
j = nomor ulangan
+
Perhitungan Sidik Ragam
1. Derajat Bebas (db)
db
P
= p 1 = 5 1 = 4
db
G
= p(u-1) = 5 (4 1) = 15
db
T
= p.u 1 = 5 x 4 1 = 19
2. Faktor Koreksi (FK)



FK = (25 + 28 + + 100

+ 94)
2
/ 20 = (1 211)
2
/ 20 = 1 466 521 / 20
FK = 73 326,05
FK =
( x
ij
)
2
j=1
u

i=1
p

pu
=
( x
ij
)
2
j=1
4

i=1
5

5 4
+
Perhitungan Sidik Ragam
3. Jumlah Kuadrat Perlakuan (JK
P
)


JK
P
= [ x (111
2
+ 181
2
+ 210
2
+ 321
2
+ 388
2
)] 73 326,05
JK
P
= [ x 342 767] 73 326,05
JK
P
= 85 691,75 73 326,05
JK
P
= 12 365,70
4. Jumlah Kuadrat Total (JK
T
)


JK
T
= (25
2
+ 28
2
+ + 100
2
+ 94
2
) 73 326,05
JK
T
= 86 085 73 326,05
JK
T
= 12 758,95

JK
T
= P
2
FK
JK
p
=
1
u
P
i.
2
FK
+
Perhitungan Sidik Ragam
5. Jumlah Kuadrat Galat (JK
G
)
JK
g
= JK
T
JK
p

JK
G
= 12 738,95 12 365,70
JK
G
= 373,25
6. Kuadrat Tengah Perlakuan (KT
P
)
KT
P
= JK
P
/ db
P

KT
P
= 12 365,70 / 4 = 3 091.43
7. Kuadrat Tengah Galat (KT
G
)
KT
G
= JK
G
/ db
G

KT
G
= 373,25 / 15 = 25.02

+
Perhitungan Sidik Ragam
8. F
hit
= KT
P
/ KT
G
F
hit
= 3 091,43 / 25,02 = 123,56
+

+

+
Perhitungan Koefisien Keragaman
(KK)
KK =
KT
G
rerata
100%
rerata =
P
ij
j=1
u

i=1
p

n
Rerata = 1 211/20 = 60,55

KK = 25,02 / 60,55 x 100% = 8,26%
+
Tabel Analisis Sidik Ragam
Sumber
keragaman
Derajat
Bebas
Jumlah
Kuadrat
Kuadrat
Tengah
(KT)
F
hitung

F
tabel

0,05 0,01
Perlakuan 4
12
365,70
3 091,43 123,56 3,06 4,89
Galat 15 373,25 25,02
Total 19
12
738,95
KK = 8,26%
+
Interpretasi Hasil
F
hit
F
0.01
berbeda sangat nyata (**)
F
hit
F
0.05
berbeda nyata (*)
Berbeda nyata artinya menolak hipotesa H0 menerima H1
H0 = perlakuan memberikan efek yang sama
H1 = paling sedikit ada satu perlakuan memberi efek
berbeda
Semakin besar KK maka semakin tidak teliti percobaan yang
dilakukan karena keragamannya tinggi karena errornya besar.
KK dibawah 10 persen sudah dapat diterima.
+
Uji Lanjut
Tujuan: untuk membandingkan perbedaan antar perlakuan
Persyaratan: Analisis sidik ragam harus berbeda nyata paling
sedikit pada F0.05
Beberapa uji lanjut yang umum digunakan:
Metode Beda Nyata Terkecil (BNT)
Metode Newman-Keuls
Metode Rentang Ganda Duncan
Metode Tukey
Metode Benferronni
Metode Fisher
dll
+
Penyajian hasil
0
20
40
60
80
100
120
0.0 0.5 1.0 1.5 2.0
W
a
k
t
u

S
i
m
p
a
n

(
h
a
r
i
)

Asam Benzoat (mg/l)
Pengaruh Konsentrasi
Asam Benzoat terhadap
Daya Simpan Tahu
Kesimpulan:
1. Konsentrasi asam benzoat
berpengaruh nyata pada daya
simpan tahu
2. Semakin tinggi konsentrasi asam
benzoat, semakin lama daya
simpan tahu
3. Pada konsentrasi 2.0 mg/l, tahu
dapat disimpan hingga lebih kurang
100 hari sedangkan tanpa asam
benzoat daya simpan kurang dari
30 hari
Pertanyaan:
Bagaimana interpretasi anda
terhadap grafik tsb. jika hasil F
hit

< F
0.05
?
+
Soal Latihan:
Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh komposisi tepung terigu
dan tepung tapioka termodifikasi terhadap kekerasan roti. Adonan roti dibuat
sesuai dengan perlakuan. Setelah dipanggang, kekerasan roti diukur
menggunakan rheometer dengan memberi tekanan pada bagian atas roti
hingga roti tidak mampu menahan beban tersebut. Penambahan beban
dilakukan dengan kecepatan 1 mm/s. Data diperoleh seperti pada tabel
berikut:

Ratio Terigu
dan Tapioka
Kekerasan (gf/cm
2
)
0 : 100 3129 3000 2865 2890
25 : 75 3200 3300 2975 3150
50 : 50 2800 2900 2985 3050
75 : 25 2600 2700 2600 2765
100 : 0 2357 2323 2200 2455
+
Soal latihan:
1. Apakah RAL dapat digunakan untuk analisis data dari penelitian
tersebut?
2. Tentukan jumlah perlakuan, ulangan dan unit percobaan yang
dilakukan!
3. Bagaimana anda melakukan pengacakan sehingga error bisa
diperkecil?
4. Apakah jumlah ulangan sudah mencukupi? Bagaimana jika jumlah
ulangan kurang atau tidak memenuhi?
5. Bagaimana anda menginterpretasikan data tersebut?
6. Buatlah tampilan hasil penelitian dalam sebuah grafik!
7. Apa kesimpulan anda dari penelitian tsb?