Anda di halaman 1dari 7

BUDIDAYA UBI CILEMBU (Ipomoea batatas (L.

) Lam)
Nama : Dian Susanti
NIM : H0711035
Budidaya Ubi Cilembu
1. Pembibitan 2. pengolahan tanah
5. pemupukan
3. Penanaman 4. Pemeliharaan
6. Pemangkasan 7. Panen 8. Pasca Panen
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama Penggerek Batang Ubi

Gejala: terjadi pembengkakan batang,
beberapa bagian batang mudah
patah, daun-daun menjadi layu.

Pengendalian:
(1) rotasi tanaman
(2) pengamatan tanaman pada stadium
umur muda terhadap gejala serangan
hama
(3) pemotongan dan pemusnahan
bagian tanaman yang terserang berat
(4) penyemprotan insektisida yang
mangkus dan sangkil, seperti
Curacron 500 EC atau Matador 25
dengan konsentrasi yang dianjurkan.

Penyakit Layu fusarium

Gejala: tanaman tampak lemas, urat
daun menguning, layu, dan akhirnya
mati.
Pengendalian:
(1) penggunaan bibit yang sehat (bebas
penyakit)
(2) pergiliran /rotasi tanaman yang
serasi di suatu daerah dengan
tanaman yang bukan familli
(3) penanaman jenis atau varietas ubi
jalar yang tahan terhadap penyakit
Fusarium.

Panen
Tanaman ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya
sudah tua (matang fisiologis). Ciri fisik ubi jalar
matang, antara lain: bila kandungan tepungnya
sudah maksimum, ditandai dengan kadar serat
yang rendah dan bila direbus (dikukus) rasanya
enak serta tidak berair.



Ubi Cilembu dapat dipanen setelah berumur 6 bulan,
berbeda dengan ubi pada umumnya yang dipanen pada
umur 3-3,5 bulan untuk varietas berumur pendek
(genjah) dan 4,5-5 bulan untuk varietas yang berumur
panjang (dalam).

Manfaat
Ubi Cilembu
Kandungan
vitamin A 7.100
IU (International
Unit)
Hampir seluruh
bagian ubi jalar dapat
dimanfaatkan
Memiliki rasa
manis asli
Daging ubi bahan makanan
Daun sayuran
Batang bahan tanam dan
pakan ternak
Kulit, daun, dan pakan ternak