Anda di halaman 1dari 8

Pendahuluan

IT Center
o Tentang IT Center
o Fasilitas
o Layanan
o Rekanan
Pelabuhan Laut
o Informasi
o Jadwal
o Visa dan Imigrasi
o Bea Cukai
o Berita
Pelabuhan Udara
o Informasi
o Tautan Maskapai
o Maskapai Penerbangan
o Visa dan Imigrasi
o Bea Cukai
o Berita
Rumah Sakit
o Informasi
o Fasilitas
o Layanan Kesehatan
o Berita
Kantor Pengelolaan Air
o Informasi
o Pengelolaan Air
o Pengelolaan Limbah
o Berita
Kantor Karantina
o Informasi
o Bea Cukai
o Berita
Balai Agribisnis
o Informasi
o Berita
Kantor Perwakilan Jakarta
o Informasi
Meteorologi
o Informasi
o Berita
CARI

Informasi
> Bisnis Srategis > Pelabuhan Udara > Informasi
Bandara Internasional Hang Nadim


Bandara Hang Nadim (Kode IATA: BTH, ICAO: WIDD), juga dikenal sebagai Bandar Udara
Internasional Hang Nadim, terletak di Batam, Kepulauan Riau (bagian dari Sumatera),
Indonesia. Ini adalah satu-satunya bandara di pulau Batam. Bandar Udara Hang Nadim terletak
di Pulau Batam, selatan Singapura Bandara Hang Nadim juga telah terbukti sebagai bandara
yang cukup efektif. Awalnya dikembangkan sebagai alternatif untuk bandara Changi, Singapura
jika dirasakan dalam keadaan darurat yang memaksa pesawat untuk mendarat segera, bandara
Hang Nadim juga memiliki landasan pacu yang terpanjang di Indonesia 4.000 meter), cukup
untuk pesawat badan lebar Boeing 747 dan ditunjang dengan terminal yang dapat melayani lebih
banyak penumpang. Namun Changi dikembangkan untuk tumbuh, dan pertumbuhan daerah
segitiga Sijori yang memiliki 4 bandar udara, termasuk Bandar Udara Internasional Sultan Ismail
(SENAI Airport) di Johor Bahru dan Bandara Seletar.





FASILITAS BANDARA HANG NADIM
DATA SATUAN
SUDAH
TERLAKSANA
RENCANA
TAHAP AKHIR
LANDASAN PACU M 4,025 X 45 4,025 X 45
APRON M 110,541 170,000
TERMINAL M
4 PAIRS OF
BOARDING
BRIDGE
35,112 (2 FLOOR)
4 GAR BARATA
12 PAIRS OF
BOARDING
BRIDGE
88,000
12 GAR BARATA
PESAWAT TYPE B-747 B-747
DAYA TAMPUNG
TERMINAL
PENUMPANG
PER TAHUN
3,300,000 8,300,000
KAPASITAS
PENYIMPANAN
BARANG
TON 16,230 700,000
KAPASITAS
PENYIMPANAN BAHAN
BAKAR
KILO LITRE 52,000 52,000

PERGERAKAN PESAWAT DI BANDARA HANG NADIM
NO THN
JUMLAH
PERGERAKAN
PESAWAT
1 2012 31,657
2 2011 28,595
3 2010 27,588
4 2009 26,850
5 2008 27,317
6 2007 28,971
7 2006 28,543




PERGERAKAN PENUMPANG DI BANDARA HANG
NADIM
NO THN
JUMLAH
PENUMPANG
1 2012 3,762,352
2 2011 3,385,628
3 2010 3,332,835
4 2009 2,910,554
5 2008 2,681,490
6 2007 2,770,135
7 2006 2,617,938


















Bandar Udara Internasional Hang Nadim
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bandar Udara Internasional Hang Nadim


BTH
Letak Bandar Udara di Indonesia
IATA: BTH ICAO: WIDD
Ikhtisar
Jenis bandara Publik
Lokasi
Kelurahan Batu Besar, Kecamatan
Nongsa, Kota Batam, Provinsi
Kepulauan Riau, Indonesia
Ketinggian 38 m (126 ft)
Koordinat 1715LU 10477BT
Landas pacu
Arah
Panjang
Permukaan
ft m
04/22 13.256 4.025 Aspal
Bandar Udara Internasional Hang Nadim (IATA: BTH, ICAO: WIDD) adalah sebuah bandar
udara internasional yang terletak di kelurahan Batu Besar, kecamatan Nongsa, kota Batam,
provinsi Kepulauan Riau. Bandar udara ini mendapatkan nama dari Laksamana Hang Nadim
yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.025
meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia. Dengan
kondisinya saat ini, Bandara Hang Nadim dapat menampung 18-pesawat berbadan lebar dengan
jenis Boeing 767.
Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulau-pulau
seberang, termasuk Singapura. Namun, lama kelamaan, penyeberangan menggunakan feri mulai
tidak efektif, sehingga dibangunlah Bandara Hang Nadim. Bandara ini terbukti cukup efektif dan
awalnya dikembangkan sebagai alternatif Bandara Internasional Changi yang diletak dari
Singapura karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung
pesawat-pesawat jenis Boeing 747.
[1]
Namun, bandara ini juga mendapatkan persaingan yang
cukup ketat dari bandara-bandara lain di Wilayah Pertumbuhan Segitiga Sijori seperti: Bandar
Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari
negara Malaysia & Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.
Daftar isi
1 Sejarah
o 1.1 Bandar Udara (1980-1985)
o 1.2 Bandar Udara Nasional (1985-1990)
o 1.3 Bandar Udara Internasional (1990-1995)
o 1.4 Dibuka Umum (1995-sekarang)
2 Maskapai penerbangan dan tujuan
3 Referensi
4 Pranala luar
Sejarah
Bandar Udara (1980-1985)
Bandara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal hari Jumat, 1 Februari 1980 ditandai untuk
pertama kalinya melakukan perbaikan yaitu pembuatan landasan pacu (runway) sepanjang
4.025-meter.
Bandar Udara Nasional (1985-1990)
2-bulan kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Jumat, 1 Maret 1985 dengan melayani
penerbangan domestik yang melayani rute penerbangan langsung seperti: Bandar Udara
Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandar Udara Internasional Juanda (Surabaya), Bandar
Udara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandar Udara Internasional Polonia
(Medan), Pekanbaru, Bandar Udara Tabing (Padang) & Bandar Udara Internasional Sultan
Mahmud Badaruddin II (Palembang).
Bandar Udara Internasional (1990-1995)
10-hari kemudian dibuka secara resmi pada tanggal hari Kamis, 11 Januari 1990 dengan
melayani penerbangan internasional yang melayani rute penerbangan langsung seperti: Bandar
Udara Internasional Senai yang diletak dari Johor Bahru (ibu kota negara bagian Johor) dari
negara Malaysia & Bandar Udara Internasional Changi yang diletak dari Singapura.
Dibuka Umum (1995-sekarang)
2-bulan 10-hari 18-jam kemudian yang diupacara peresmian secara dibuka umum oleh Presiden
Soeharto sejak pada tanggal hari Sabtu, 11 Maret 1995 mulai malam ini sejak sekitar pada pukul
19:00 WIB/20:00 SST dengan melayani penerbangan bandar udara internasional yang lahir nama
"Bandar Udara Internasional Hang Nadim" dengan melayani penerbangan internasional ditandai
dengan mendaratnya 12-pesawat udara milik Malaysia Airlines & 12-pesawat udara milik
Singapore Airlines yang melandasan yang masih darurat berupa tanah yang diperusahaan
penerbangan dari Malaysia & Singapura serta anak perusahaannya Malaysia Airlines &
Singapore Airlines dibentuk. membuka jaringan penerbangan ke Batam secara berkala.
Maskapai penerbangan dan tujuan
Maskapai Tujuan Terminal
Malaysia Airlines Johor Bahru-Senai Internasional
TransNusa Air
Services
Majalengka, Denpasar, Mataram, Ende, Ruteng, Mamure, Timikah,
Jayapura, New Delhi, Dili
Domestik
Singapore
Airlines
Singapura-Changi Internasional
Garuda Indonesia
Bandung-Husein Sastranegara, Denpasar-Ngurah Rai, Jakarta-
Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Padang-Minangkabau,
Palembang-Sultan Mahmud Badaruddin II, Surabaya-Juanda
Domestik
Citilink Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu Domestik
Lion Air
Bandung-Husein Sastranegara, Denpasar-Ngurah Rai, Jakarta-
Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Padang-Minangkabau,
Pekanbaru-Sultan Syarif Kasim II, Surabaya-Juanda
Domestik
Sriwijaya Air
Jakarta-Soekarno-Hatta, Medan-Kuala Namu, Padang-
Minangkabau, Surabaya-Juanda
Domestik
Wings Air
Palembang-Sultan Mahmud Badaruddin II, Pekanbaru-Sultan Syarif
Kasim II
Domestik