Anda di halaman 1dari 36

MATA KULIAH

DASAR-DASAR PERENCANAAN
TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM
TEMA DAN
KONSEP
Hakikat (definisi) Tema dalam Arsitektur
Merancang dengan tema berarti mengusulkan salah satu
kemungkinan perwujudan dari gagasan (Ir. Josef Prijotomo,
M. Arch, dosen Arsitektur ITS)
Menurut Gunawan Tjahyono, Tema dalam arti purbanya
lebih merupakan pijakan bagi sebuah tajuk. Dari situlah kita
yang terlibat dalam kehadirannya berangkat untuk melakukan
bahasan, ulasan, dan tindakan (intelektual). Dengan demikian,
tema melandaskan seluruh olahan berkarya dan tindakan
intelektual atau seni. Dari contoh yang sama, dalam bidang
arsitektur, tema dapat melandasi tindakan berarsitektur.
( Kilas Jurnal FTUI, Januari 2000, volume 2 nomor 1, halaman
79 )
Pengertian Konsep
Definisi konsep secara umum adalah gagasan yang
memadukan berbagai unsur kedalam suatu kesatuan.
Unsur-unsur tersebut dapat berupa : gagasan,
pendapat dan pengamatan.
Secara khusus dalam arsitektur konsep mengemukakan
secara khusus mengenai : syarat-syarat suatu rencana,
kontek dan keterkaitan serta keyakinan atau idealisme
yang digabungkan secara bersama-sama.
Dengan demikian konsep dapat dikatakan sebagai
landasan atau acuan untuk memberikan arah dan
batasan-batasan perancangan dan perencanaan
arsitektur.

Konsep merupakan dasar untuk mengembangkan rancangan, dengan demikian
sebelum rancangan dikembangkan maka perlu dirumuskan terlebih dahulu
konsepnya. Konsep dapat menjadi dasar bagi arahan perancangan untuk
mencapai hasil akhir yang baik dan optimal.
Konsep dapat menjadi dasar bagi arahan perancangan untuk mencapai hasil akhir
yang baik dan optimal. Konsep menjadi landasan untuk mengarahkan bagaimana
bangunan dibentuk dan diolah.
Suatu bangunan pada tahap tertentu memiliki kompleksitas yang tinggi dan
merupakan gabungan dari berbagai pemecahan permasalahan. Untuk itu suatu
bangunan mengandung (tidak ada/tidak mungkin hanya konsep tunggal) lebih dari
satu konsep Karena kompleksitas dan sintesis dari berbagai hal yang rumit
tersebut.
Gubahan massa / bentuk merupakan sesuatu yang kompleks dalam perwujudan
desain secara fisik sekaligus mengekspresikan fungsi, ruang dan citra tertentu.
Untuk itu memerlukan suatu arahan dan konsep yang jelas.
Pada pembahasan ini mahasiswa diajak untuk merumuskan konsep gubahan
massa / bentuk sesuai dengan konsep dalam arsitektur.

Pengertian dan Tujuan
Pengungkapan Konsep
a. Analogi
memakai hal-hal lain sebagai landasan Konsep, mengidentifikasi hubungan harafiah yang mungkin
dengan benda-benda atau hal lain. Benda tersebut memiliki sifat yang khas sesuai dengan model proyek
yang ada.
b. Metafora (Perumpamaan)
mengidentifikasikan hubungan-hubungan yang bersifat abstrak dan tidak nyata dari suatu benda.
Banyak digunakan perumpamaan dengan memakai kata seperti atau bagaikan. Pada metafora
mengidentifikasikan hubungan (dengan hal atau benda) yang sejajar sedangkan dalam analog
mengidentifikasikan hubungan harafiah yang mungkin.
c. Hakikat (Esensi)
menyaring dan memusatkan aspek-aspek persoalan yang rumit menjadi keterangan-keterangan yang
gamblang. Suatu pernyataan tentang hakikat dapat juga merupakan hasil penemuan dan identifikasi
dari akar-akar suatu pokok persoalan, dan tentunya melewati proses kajian dan analisis. Dalam suatu
konsep perancang mencari hakikat suatu proyek dan selanjutnya diubah menjadi pernyataan-
pernyataan konsep.
d. Konsep Programatik
Merupakan tanggapan langsung sebagai pemecahan masalah yang ada. Konsep dapat dikembangkan
dengan memngangkat persoalan-persoalan yang lebih prakmatis.
e. Cita-cita (utopia)
Merupakan suatu rumusan ideal yang mengemukakan aspirasi dan cita-cita tertinggi.

Sumber : Snyder, 1985

Faktor-faktor dalam penyusunan Konsep
Gubahan Massa / Bentuk
Faktor-faktor utama
Fungsi dan pengguna
Lokasi
Tapak
Iklim
Konsep dapat mengarahkan :
Pencitraan
Suasana
Ekspresi
Orientasi
Olahan Building Encelope dan Faade
Teknologi dan material
Perumusan Konsep
Konsep Gubahan massa / bentuk dapat dirumuskan
terlebih dahulu tema utamanya, misalnya : arsitektur
hijau, bangunan hemat energi, selasar (Gallery
Sunaryo), terasering persawahan (Gedung Sekretariat
ASEAN), Lingga dan Yoni (MONAS)
Konsep dikembangkan dengan memperhatikan
beberapa aspek yang mempengaruhi atau akan di
ekspresikan / dikomunikasikan.
Konsep digambarkan dalam bentul grafis dengan
penjelasan secukupnya.
Konsep dapat berupa urutan sketsa grafis yang
menunjukkan proses pengembangan olahan, dari
gagasan awal menjadi perwujudan tertentu.
Pertimbangan Fungsi dan Pengguna
Fungsi yang berbeda akan memberikan ekspresi yang berbeda pula,
konsep dapat merumuskan spesifikasi fungsnya. Misalnya ada perbedaan
antara rumah makan dan caf.
Fungsi yang sama dapat pula berbeda konsepnya jika diarahkan untuk
pengguna tertentu, misalnya Plaza Indonesia untuk yang lebih mapan dan
EX untuk dinamika kaum muda / remaja.
Konsep dapat pula dirumuskan berdasarkan karaketristik penggunanya,
misalnya sekolah desain akan berbeda dengan sekolah ekonomi.
Konsep dapat pula dirumuskan berdasarkan karakteristik sosial budaya
penggunanya, misalnya TK dengan latar belakang keagamaan, rumah
makan Soto Jawa berbeda dengan fast food Amerika.
Pertimbangan Pencitraan
Misalnya :
Identitas (negara, pemilik, fungsi dan kegiatan)
Karakteristik imajinatif (orang muda : dinamis, kantor : formal)
Simbolisasi dan budaya
Kepedulian dan Issu (green, tropis, merakyat)
Pertimbangan Pencitraan : Atap
Atap dan Tropis sebagai
ungkapan pencitraan
keIndonesiaan
Pertimbangan Pencitraan : Simbolisasi
Pertimbangan Lokasi
Di Perkotaan
Di pegunungan
Di kawasan bersejarah
Di sudut jalan
Contoh Konsep
Arsitek : Tedjo Baskoro
Contoh Konsep
Arsitek : Boy Bhirawa (PTI
consultant)
Contoh Konsep
Arsitek : Noerzaman
(Arkonin consultant)
Nama Proyek Gedung Baru DPR RI |
Arsitek Rizal Syarifuddin dan Budi Asdar
Sukada | Owner DPR RI Konsultan |
Masterplan PT. Virama Karya Konsultan
| Perencana PT. Yodya Karya |
Manajemen Konstruksi PT. Ciria Jasa
Tinggi | Bangunan 27 lantai | Luas total
bangunan 120.000 m2 | Lokasi
Kompleks Gedung DPR MPR RI di
selatan gedung nusantara 1 | Biaya
Pembangunan 1,8 T | Ide desain :
Gedung Berlubang , bentuk bingkai
sebagai manifestasi dari bingkai
keberagaman.
Kesimpulan
Tema adalah suatu pola atau gagasan spesifik
yang berulang di seluruh desain pada suatu
proyek.
Konsep adalah gagasan-gagasan memadukan
berbagai unsur ke dalam suatu keseluruhan.

PRINSIP PRINSIP DESAIN DALAM
ARSITEKTUR
Prinsip Desain terbagi atas 7 yaitu:
1. Keseimbangan
2. Irama
3. Tekanan / point of interest
4. Skala
5. Proporsi
6. Urut-urutan
7. Unity/kesatuan

KESEIMBANGAN
Keseimbangan/balance adalah suatu kualitas nyata dari setiap
obyek dimana perhatian visuil dari dua bagian pada dua sisi dari
pusat keseimbangan (pusat perhatian) adalah sama.
IRAMA
Irama adalah elemen desain yang dapat menggugah emosi atau
perasaan yang terdalam. Didalam seni visuil irama merupakan suatu
obyek yang ditandai dengan sistim pengulangan secara teratur. Cara
yang paling meyakinkan untuk mendapatkan irama adalah dengan
memberi pola pada keadaan-keadaan tertentu. Pola yang dapat
dikenal dan diingat dengan mudah. Contohnya kumpulan titik-titik
sembarangan akan sukar untuk diingat letaknya, apabila kumpulan
titik-titik tersebut dikelompokkan sedemikian dengan cara
pengulangan bentuk yang mudah dikenal, kumpulan tadi satu sama
lainnya menjadi berkaitan dan memiliki pola

TEKANAN/POINT OF INTEREST (VOCAL POINT)
Tekanan adalah fokal point atau pusat perhatian dalam sebuah
komposisi/bangunan,yaitu berupa area yang pertama kali ditangkap
oleh pandangan mata. Tekan ini sangat dominan, bagian-bagian
atau kelompok lain dari komposisiatau bangunan berkaitan
padanya.
SKALA
Skala adalah suatu system pengukuran (alat pengukur) yang
menyenangkan,dapat dalam satuan cm, inchi atau apa saja dari
unit-unit yang akan diukur. Dalam arsitektur yang dimaksut dengan
skala adalah hubungan harmonis antara bangunan beserta
komponen-komponennya dengan manusia. Skala-skala itu ada
beberapa jenis yaitu: skala intim, skala manusiawi, skala
monumental/megah, skala kejut

PROPORSI
Menurut Vitruvius proporsi berkaitan dengan keberadaan hubungan
tertentu antara ukuran bagian terkecil dengan ukuran keselurahan.
Proporsi merupakan hasil perhitungan bersifat rasional dan terjadi bila
dua buah perbandingan adalah sama. Proporsi dalam arsitektur adalah
hubungan antar bagian dari suatu desain dan hubungan antara bagian
dengan keseluruhan.
URUT-URUTAN/SEQUENCE /PENGULANGAN
Menurut H.K Ishar (1992 : 110-121) urut-urutan adalah suatu peralihan
atau perubahan pengalaman dalam pengamatan terhadap komposisi.urut-
urutan yang baik peralihan atau perpindahan ini mengalir dengan baik,
tanpa kejutan yang tak terduga, tanpa perubahan yang mendadak. Tujuan
penerapan prinsip urut-urutan seperti dalam arsitektur adalah untuk
membimbing pengunjung ketempat yang dituju dan sebagai persiapan
menuju klimaks.

UNITY/KESATUAN
Unity/kesatuan adalah keterpaduan yang berarti
tersusunnya beberapa unsur menjadi satu
kesatuan yang utuh dan serasi. Dalam hal ini
seluruh unsur saling menunjang dan membentuk
satu kesatuan yang lengkap, tidak berlebihan,
dan tidak kurang. Cara membentuk kesatuan
adalah dengan penerapan tema desain. Ide yang
dominan akan membentuk kekuatan dalam
desain tersebut. Unsur-unsur rupa yang dipilih
disusun dengan atau untuk mendukung tema.

Museum Sains Felipe Principe