Anda di halaman 1dari 27

1

Politeknik Negeri Jakarta



LAPORAN LABORATORIUM ELEKTRONIKA ANALOG
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


05
DIODA SEBAGAI PENGUBAH BENTUK GELOMBANG

KELAS/KELOMPOK : TT-3A / 3
NAMA PRAKTIKAN : Angga Septian Cahya
PARTNER :1. Anisya Rahmawati S
2. Inditta Wizandinni
TANGGAL PELAKSAAN PRAKTIKUM : 26 September 2014
DITANDA TANGANI : 2 Oktober 2014
TANGGAL PENYERAHAN LAPORAN : 8 Oktober 2014








JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2014

2
Politeknik Negeri Jakarta

DAFTAR ISI

Cover ................................................................................................................................... 1
Daftar Isi .............................................................................................................................. 2
JUDUL ................................................................................................................................ 3
TUJUAN .............................................................................................................................. 3
DASAR TEORI ................................................................................................................... 3
ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN ................................................................................ 14
LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
A. Percobaan Rangkaian Clipper............................................................................. 14
B. Percobaan Rangkaian Clamper ........................................................................... 15
C. Percobaan Rangkaian Clipper dengan dioda zener ............................................. 15


DATA HASIL PERCOBAAN
A. Percobaan Rangkaian Clipper............................................................................. 17
B. Percobaan Rangkaian Clamper ........................................................................... 18
C. Percobaan Rangkaian Clipper dengan dioda zener ............................................. 18
ANALISA DAN PEMBAHASAN ..................................................................................... 20
KESIMPULAN ................................................................................................................... 22
PERTANYAAN DAN TUGAS ......................................................................................... 22
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 24
LAMPIRAN ........................................................................................................................ 25








3
Politeknik Negeri Jakarta

PERCOBAAN V
DIODA SEBAGAI PENGUBAH BENTUK TEGANGAN

5.1 TUJUAN
Mengamati penggunaan dioda dalam rangkaian clipper dan clamper.

5.2 DASAR TEORI
A. Diode Zener


Diode zener normalnya dioperasikan pada daerah bias mundur (reverse bias)
yaitu Katoda di beri tegangan positif dan Anoda diberi tegangan negative. Tegangan
jatuh mundur (breakdown voltage)nya selalu konstan tidak tergantung pada arus
yang mengalir, dan biasa disebut dengan tegangan Zener (V
Z
), karena tegangan ini
konstan biasanya digunakan sebagai tegangan referensi. Karakteristik diode Zener
untuk bias majunya sama seperti karakteristik bias maju diode silicon, tetapi pada
bias mundur karakteristiknya adalah arus reverse (I
Z
) yang mengalir sangat kecil
sekali Zener antara lain : tegangan Zener, daya, arus breakover, Impedansi dinamis
dan stabilitas temperature.mendekati 0 dan akan tetap konstan hingga mencapai
tegangan Zener, dan setelah melampaui tegangan tersebut, arus yang mengalir sangat
besar sekali hampir verikal.
Tegangan Zener (V
Z
)
Tegangan Zener merupakan tegangan breakdownnya yang tetap konstan,
walaupun arus yang mengalir bervariasi dengan range yang sangat besar dan
merupakan mulai mengalirnya arus mundur diode zener (I
Z
).
Simbol :

A K


4
Politeknik Negeri Jakarta

Ini terdapat pada bagian linier kurva karakteristik bias mundur. Pabrik pembuat
diode memberikan tegangan zener V
Z
yang tersedia di pasaran mulai dari 2,4V
hingga 200V dengan ketepatan 5 hingga 20%.
Daya
Daya diode zener merupakan perkalian antara tegangan zenerV
Z
dengan arus
mundur diode zener (I
Z
) atau P
Z
= V
Z
.I
Z
, daya tersebut tersedia di pasaran mulai
150mW hingga 50W.
Arus Breakover
Arus breakover merupakan arus pada bagian lengkung dari kurva karakteristik
dimana tegangan diode mulai berbeda dari V
Z
.

Impedansi Dinamis
Impedansi dinamis merupakan ukuran ketajaman kurva karakteristik dioda, dan
didefinisikan sebagai Z
Z
=

impedansi ini idealnya mempunyai harga nol, tetapi pada prakteknya harganya
mulai dari beberapa sampai ratusan , tergantung pada tegangan diode zener dan
arus kerja diode zener.
Pabrik pembuat memberikan spesifikasi impedansi zener biasanya dalam
spesifikasi I
Z
yang mencakup range mulai dari I
Z
maksimum.





5
Politeknik Negeri Jakarta


Stabilitas temperature
Koefisien temperature dioda zener didefinisikan sebagai perubahan tegangan
breakdown dalam
o
C kenaikan suhu, sebagai contoh 8mV/
o
C berarti bahwa V
Z
akan
naik sebesar 8mV untuk kenaikan suhu setiap 1
o
C. stabilitas temperature merupakan
ratio koefisien temp terhadap tegangan breakdownnya, dan dinyatakan sebagai
S=

dimana : S = stabilitas temp.


T
C
= koefisien Temp.
V
Z
= tegangan zener

B. Clipping
Clipping merupakan salah satu bentuk distorsi (gangguan) amplitude tegangan
output yang menyebabkan bagian atas dan atau bagian bawah dari bentuk gelombang
terpotong, sehingga tidak ada ayunan sebagaimana mestinya gelombang sinus. Rangkaian
clipping mempunyai dua komponen dasar yaitu dioda dan resistor, tetapi sering juga
ditambahkan dengan sumber DC. Bentuk gelombang output dapat dipotong pada level
yang berbeda hanya dengan merubah posisi dari komponen dan merubah magnitudo dari
sumber DC. Rangkaian dioda pemotong (Clipper) juga dikenal sebagai Pembatas tegangan
(voltage limiter). Rangkaian ini digunakan untuk membatasi tegangan sinyal input pada
suatu level tegangan tertentu. Rangkaian ini berguna untuk pembentukan sinyal dan juga
untuk melindungi rangkaian dari sinyal-sinyal yang tidak diinginkan. Beberapa aplikasi
dari pembatas tegangan adalah noise limiter dan audio limiter.
Rangkaian pembatas tegangan ada 2 jenis berdasarkan pada level tegangan yg
dibatasi. Pembatas tegangan yang membatasi tegangan sinyal input pada bagian positifnya
disebut pembatas tegangan positif (positive limiter) sedangkan yang membatasi tegangan
sinyal input pada bagian negatifnya disebut pembatas tegangan negatif (negative limiter).

6
Politeknik Negeri Jakarta


GAMBAR RANGKAIAN SERI POSITIF





GAMBAR RANGKAIAN SERI NEGATIF
7
Politeknik Negeri Jakarta



GAMBAR RANGKAIAN PARALEL POSITIF


GAMBAR RANGKAIAN PARALEL NEGATIF




8
Politeknik Negeri Jakarta

Cara kerja rangkaian yaitu, Ketika fase positif, dioda seharusnya berada pada posisi
panjar maju (forward bias) namun adanya tegangan DC 3V (batere) yang diseri dengan
dioda maka harus diperhitungkan dulu nilai Vi. Untuk nilai Vi dibawah 3V, dioda dalam
keadaan panjar balik (reverse bias) sehingga nilai Vo mengikuti Vi. Ketika Vi berada pada
tegangan 3V atau lebih makan dioda dalam keadaan panjar maju (forward bias), maka
tegangan Vi akan melewati dioda dan Vo hanya mengukur tegangan batere saja. Ketika
fase negatif, dioda dalam keadaan panjar balik sehingga Vo mengikuti grafik nilai Vi
dengan nilai minimum -10V.Teori di atas berlaku juga untuk pembatas tegangan negatif
(negative clipper). Rangkaian pembatas tegangan negatif hampir sama dengan rangkaian
pembatas tegangan positif, hanya saja polaritas diodanya yang dibalik.
Kombinasi pembatas tegangan
Dari 2 jenis pembatas tegangan yang telah disebutkan sebelumnya, dapat dibuat
kombinasi pembatas tegangan. Yang harus diperhatikan adalah polaritas pada dioda dan
tegangan DC yang dipakai, karena hal ini menentukan level tegangan yang akan dibatasi.
Memperhatikan pada gambar di atas. Ketika fase positif, dioda D1 pada posisi
panjar maju (forward bias) dan D2 pada posisi panjar balik. Untuk nilai Vi di bawah 3V,
dioda D1 dalam keadaan panjar balik (reverse bias) sehingga nilai Vo mengikuti Vi.
Ketika Vi berada pada tegangan 3V atau lebih maka dioda D1 dalam keadaan panjar maju
(forward bias), maka tegangan Vi akan melewati dioda D2 dan Vo hanya mengukur
tegangan batere V1 saja.
Ketika fase negatif, dioda D2 pada posisi panjar maju (forward bias) dan D1 pada
posisi panjar balik. Untuk nilai Vi di atas -3V, dioda D2 dalam keadaan panjar balik
(reverse bias) sehingga nilai Vo mengikuti Vi. Ketika Vi berada pada tegangan -3V atau
kurang maka dioda D2 dalam keadaan panjar maju (forward bias), maka tegangan Vi akan
melewati dioda D2 dan Vo hanya mengukur tegangan batere V2 saja. Sinyal yang
dihasilkan sesuai dengan pembatas yang diberikan yaitu 3V ~ -3V saja .Rangkaian clipper
digunakan untuk membuang tegangan sinyal di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
Salah satu cara adalah dengan clipper dioda (clipper = pemotong).


9
Politeknik Negeri Jakarta

1. Clipper Positif
Clipper positif adalah rangkaian yang membuang bagian positif dari sinyal. Cara
kerja rangkaiannya yaitu selama setengah siklus positif tegangan input, diode konduksi.
Dioda terhubung singkat dan tegangan pada beban RL saat siklus positif ini sama dengan
nol. Selama setengah siklus negatif, dioda terbias reverse dan terbuka. Dengan harga RL
yang jauh lebih besar dari R dihasilkan tegangan output dengan harga mendekati -Vp.
Maka pada clipper positif ini sinyal di atas level 0 volt akan dipotong
2. Clipper Negatif
Clipper negatif adalah rangkaian yang membuang bagian negatif dari sinyal. Cara
kerjanya adalah kebalikab dari clipper positif yaitu dioda konduksi saat setengah siklus
negatif , output pada beban RL nol. Dan dioda reverse saat setengah siklus positif, dengan
harga RL jauh lebih besar dari R dihasilkan output mendekati harga Vp.


10
Politeknik Negeri Jakarta




11
Politeknik Negeri Jakarta

C. Clamping
Clamping merupakan pergeseran bentuk gelombang AC ke atas atau ke bawah
dari level semula. Rangkaian clamping mempunyai tiga komponen dasar yaitu diode,
resistor, dan capacitor, tetapi sering juga ditambahkan dengan sumber DC. Harga R dan C
dipilih sedemikian rupa sehingga konstanta waktu ( = RC ) nya cukup besar untuk
menyakinkan bahwa tegangan pada capacitor tidak berubah secara signifikan selama
interval waktu yang ditentukan oleh input. Rangkaian clamping di gunakan untuk
menggeser bentuk gelombang AC ke atas atau ke bawah dengan menambahkan level DC.


12
Politeknik Negeri Jakarta



Dioda digunakan sebagai penjepit tegangan (clamper), fungsinya adalah untuk
menambahkan tegangan tertentu pada suatu tegangan AC. Penjepit DC ini mempunyai 2
jenis, yaitu penjepit DC positif dan penjepit DC negatif. Kedua jenis penjepit DC ini
dibedakan dengan posisi pemasangan dioda pada rangkaian penjepit dimana arah panah
dioda menunjukkan pergeseran sinyal outputnya.
Melihat pada gambar di atas, urutan kerjanya sebagai berikut. Akan lebih mudah
melihat dari fase negatif terlebih dahulu. Ketika fase negatif, dioda dalam keadaan panjar
maju, arus akan mengalir mengisi capasitor sebesar 10V, Vo tidak mengukur apapun.
Ketika fase positif dioda dalam keadaan panjar balik dan tegangan Vi akan dibaca Vo
bersamaan pelepasan muatan dari capasitor. Tegangan Vi 10V dan tegangan capasitor
10V akan terbaca oleh Vo sebesar 20V. Begitulah mengapa nilai tegangan dari vi bisa
bergeser ke arah positif.


13
Politeknik Negeri Jakarta

Pada gambar di atas adalah kebalikan dari Penjepit DC positif. Melihat pada
gambar, urutan kerjanya sebagai berikut. Ketika fase positif, dioda dalam keadaan panjar
maju, arus mengalir mengisi capasitor sebesar -10V, Vo tidak mengukur apapun. Ketika
fase negatif dioda dalam keadaan panjar balik dan tegangan Vi akan dibaca Vo bersamaan
pelepasan muatan dari capasitor. Tegangan Vi -10V dan tegangan capasitor 10V akan
terbaca oleh Vo sebesar -20V. Begitulah mengapa nilai tegangan dari vi bisa bergeser ke
arah negatif.

Pengali Tegangan (Voltage Multiplier)
Dioda sebagai pengali tegangan digunakan dalam berbagai perancangan elektronik
untuk mendapatkan tegangan sesuai dengan yang diinginkan. Untuk lebih jelasnya melihat
pada gambar berikut :
Akan lebih mudah penjelasan dimulai dari fase negatif terlebih dahulu. Pada fase
negatif dioda D1 akan panjar balik sedangkan dioda D2 akan panjar maju. Hal ini
menyebabkan capasitor C1 akan menyimpan muatan dari hasil panjar maju D2 sebesar
10V. Vo pada awal fasa masih belum mengukur tegangan. Pada fase positif dioda D1 akan
panjar maju dan dioda D2 akan panjar balik. Vo akan mendapatkan tegangan 20V dari V1
sebesar 10V dan pelepasan muatan dari capasitor C1 sebesar 10V. Pada saat ini pula C2
akan menyimpan muatan sebesar -10V hasil dari panjar maju D1.
Pada fase negatif berikutnya dioda D1 akan panjar balik sedangkan dioda D2 akan
panjar maju. Hal ini menyebabkan capasitor C1 akan menyimpan muatan dari hasil panjar
maju D2 sebesar 10V. Vo akan mendapatkan tegangan -20V dari V1 sebesar -10 V dan
pelepasan muatan dari C2 sebesar -10V.
Seperti itu siklus terus berulang dan didapatkan tegangan 2 kali lipat dari
sebelumnya. dengan teori yang sama maka bisa dibuat rangkaian pengali tegangan sesuai
dengan keinginan dari perancangnya





14
Politeknik Negeri Jakarta

5.3 ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Trafo Step Down dengan center tap 12- 6 V : 1 buah
2. Osiloskop 2 kanal (GW INSTEK) : 1 Buah
3. Dioda Zener 9.1 V : 2 Buah
3. Dioda Silikon : 2 buah
4. Multimeter (SANWA) : 1 Buah
5. Capasitor 50F (47 F) : 1 buah
6. Resistor : 390,100,10 K
7. Kabel kabel penghubung

5.4. CARA MELAKUKAN PERCOBAAN
A. Rangkaian Clipper
1. Membuat rangkaian Clipper positif seperti padagambar 1 dengan tegangan
input ac sebesar 6 Vpp. Mengamati bentuk gelombang input dengan osiloskop
dan menggambarnya.
2. Mengamati dan menggambar bentuk gelombang Vout!


Gambar 1 : Rangkaian Clipper Positif
3. Membalik posisi dioda sehingga kaki katoda diatas dan terbentuk rangkaian
clipper negative lalu menggambar bentuk gelombang Vout.
15
Politeknik Negeri Jakarta

B. Rangkaian Clamper
1. Membuat rangkaian Clamper positif seperti gambar 2 dan beri tegangan input ac
sebesar 6 Vpp.mengamatii bentuk gelombang input dengan osiloskop dan
menggambarnya.
2. Menggambar bentuk gelombang Vout
3. membalikkan posisi diode sehingga kaki katoda dibawah dan balik juga polaritas
kapasitor sehingga terbentuk rangkaian clamper negatif lalu menggambar
gelombang Vout


Gambar 2 : Rangkaian Clamper positif
C. Rangkaian Clipper dengan Dioda Zener
1. Mengulangi langkah 1 sampai 3 dengan menggunakan diode Zener sebagai clipper
dan tegangan input sebesar 6 Vpp.


Gambar 3 : Rangkaian Clipper Zener
16
Politeknik Negeri Jakarta

NO Percobaan : 05 Tgl.pelaksanaan : Jumat,26-09-2014
Judul : Dioda sebagai
pengubah bentuk Gelombang
Tgl.DitandaTangani : Jumat,2-10-2014
Kelas/Kelompok: TT 3A/03 Praktikan : Angga Septian Cahya
Tahun akademi :2013/2014 Rekan : Anisya Rahmawati S, dan
Inditta Wizandini

DATA HASIL PERCOBAAN


Keterangan
Gambar
Gambar Rangkaian Vin
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 49,95 Hz
Amplitudo : 15,8 Vpp

17
Politeknik Negeri Jakarta

Gambar Rangkaian Clipper
Positif
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 49,95 Hz
Amplitudo : 8,8 Vpp

Gambar Rangkaian Clipper
Negatif
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 50 Hz
Amplitudo : 9 Vpp

Gambar Rangkaian
Clamper Negatif
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 50,05 Hz
Amplitudo : 12,6 Vpp



18
Politeknik Negeri Jakarta


Gambar Rangkaian
Clamper Positif
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 50 Hz
Amplitudo : 12 Vpp



Gambar Rangkaian Zener
Positif
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 50,15 Hz
Amplitudo : 9 Vpp

19
Politeknik Negeri Jakarta

Gambar Rangkaian Zener
Negatif
Skala(Volt/Div) : 5 v
Time / div : 5 ms
Frekuensi : 50 Hz
Amplitudo : 9 Vpp



















20
Politeknik Negeri Jakarta


5.7 ANALISA

1. Jelaskan bentuk gelombang output saat posisi diode diubah pada rangkain clipper!
2. Jelaskan perubahan bentuk gelombang saat posisi diode diubah pada rangkaian
clamper!
3. Jelaskan perubahan bentuk gelombang saat posisi diode diubah pada rangkaian
clipper dengan diode zener!
4. Apa perbedaan clipper dengan diode biasa dengna clipper dengan diode zener!
5. Apa perbedaan rangkaian clipper dengan rangkaian clamper!

ANALISA
Pada rangkaian pengubah bentuk gelombang terdapat 2 cara mengubah bentuk
gelombeng yaitu rangkaian clipper dan rangkaian clamper. Clipper/Clipping merupakan
salah satu bentuk distorsi (gangguan) amplitude tegangan output yang menyebabkan
bagian atas dan atau bagian bawah dari bentuk gelombang terpotong, sehingga tidak ada
ayunan sebagaimana mestinya gelombang sinus. Rangkaian clipper ini terdiri dari 2 jenis
yaitu Clipper Positif dan Clipper Negatif. Clipper positif terjadi ketika kaki katoda pada
komponen diode tersebut diarahkan kebawah.( rangkaian gambar 1). Ketika posisi diode
diubah maka akan menghasilkan clipper negatif. Clipper negatif adalah slah satu
gangguan atau distorsi atau penghilangan atau pemotongan gelombang yang terjadi pada
fasa negatif sedangkan clipper positif terjadi ketika ada pemotongan bentuk gelombang
pada fasa positif.
Clamper merupakan pergeseran bentuk gelombang keatas atau kebawah dari
posisi semula. Sama halnya pada clipper, Clamper juga terdiri dari 2 jenis yaitu Clamper
positif dan clamper negatif. Berbeda dengan clipper, pada clamper disebut clamper positif
jika pergeseran bentuk gelombang terjadi / kearah fasa positif. Clamper positif memiliki
rangkaian yaitu kaki katoda pada diode mengarah ke atas dengan kaki katoda tersebut
bertemu dengan kaki positif dari capasitor. Sebaliknya, Clamper positif terjadi jika
21
Politeknik Negeri Jakarta

pergeseran bentuk gelombang kearah negatif. Untuk rangkaiannya, kaki katoda bertemu
dengan kaki negative dari kapasitor.
Sama halnya pada rangkaian sebelumnya, clipping dengan diode zener hampir
sama dengan clipping dengan menggunakan diode biasa. Hanya saja clipping dengan
menggunakan diode zener menghasilkan bentuk gelombang yang hilang mengalami
perpotongan pada sumbu X yang sebenarnya. Maksudnya perpotongannya terjadi pada
sumbu X. untuk jenis clippingnya sama dengan clipping yang menggunakan diode zener
sama dengan clipping pada diode biasa yaitu terdapat clipping positif dan clipping
negative.
Perbedaan pada rangkaian clipper dan clamper adalah :
1. Rangkaian clipping merupakan bentuk distorsi (gangguan) amplitude tegangan
yang menyebabkan bagian atas atau bagian bawah rangkaian terpotong, sedangkan
rangkaian clamping merupakan pergeseran bentuk gelombang AC ke atas dan
kebawah dari level semula.
2. Komponen dasar clipping adalah diode dan resistor,sedangkan rangkaian clamping
mempunyai komponen dasar yaitu diode, capasitor dan resistor.
3. Pada rangkaian clipping positif pemotongan gelombang terjadi pada fasa positif
sehingga gelombang yang di tampilkan pada osciloskop adalah gambar gelombang
pada fasa negatif,begitu juga pada clipping negatif. Sedangkan untuk rangkaian
clamper positif pergeseran gelombang kearah fasa positif sehingga bentuk
gelombang yang ditampilkan pada osciloskop berada pada fasa positif , begitu juga
pada fasa negatif.







22
Politeknik Negeri Jakarta

5.8 KESIMPULAN
Dari Percobaan yang sudah Dilakukan , maka dapat disimpulkan sebagai berikut ;
1. Rangkaian dioda climper dan clipper memiliki bentuk gelombang yang sama
yaitu,memotong pada satu bagian saja.
2. Pada rangkaian clipper positif maka perpotongan terjadi pada bagian atas,
sedangkan pada clipper negatif maka perpotongan terjadi pada bagian bawah.
3. Rangkaian clipper dapat dibuat dengan menggunakan dioda biasa( germanium/
silikon) dan menggunakan dioda zener.
4. Jika clipper merupakan clipper positif, maka gambar yang ditampilkan pada
osciloskop akan terlihat pada fasa negative begitu juga sebaliknya.
5. Untuk rangkaian clamper, bentuk pengubah gelombang merupakan dengan cara
pergeseran level gelombang keatas atau kebawah dari level semula. Clapper
positif akan menampilkan bentuk pergeseran gelombang yang terjadi pada fasa
positif yang terlihat pada osciloskop. Begitu juga sebaliknya.
6. Rangkaian dioda clipper zener menghasilkan perpotongan yang sama pada bagian
atas dan bawahnya, jika rating yang diberikan adalah sama .


TUGAS
1. Jelaskan fungsi capasitor pada rangkaian clamper?
2. Buatlah suatu tabel yang terdiri dari baris dan kolom untuk merangkum perbedaan
rangkaian clipper dengan diode biasa,rangkaian clamper,dan rangkaian clipper
dengan diode zener!
JAWAB
1. Fungsi kapasitor adalah untuk menyimpan muatan. Ketika diode On kapasitor
akan menyimpan muatan sebesar Vm kemudian ketika diode off kapasitor akan
berfungsi sebagai sumber sehingga terjadi pengosongan kapasitor.

2. Perbedaan rangkaian clipper dan clamper
23
Politeknik Negeri Jakarta

PARAMETER
CLIPPING
DENGAN
DIODA
SILIKON
CLIPPING
DENGAN
DIODA ZENER
CLAMPING
Komponen Dasar Resistor
Dioda
Resistor
Dioda
Resistor
Capasitor
Dioda
Prisip Kerja Memotong
Amplitudo
Gelombang
Memotong
Amplitudo
Gelombang
Menggeser Posisi
Gelombang
Fungsi Sebagai
pembatas
tegangan untuk
teganagan
tertentu
Sebagai
penyearah
setengah
gelombang,
pembatas
tegangan tertentu
untuk
menambahkan
tegangan tertentu
pada suatu
tegangan AC

Cara kerja

Ketika fasa
positif maka akan
memotong
gelombang
positif sehingga
yang tampil di
osciloskop
adalah
gelombang pada
fasa negatif
begitu juga

Ketika fasa
positif maka
akan memotong
gelombang
positif sehingga
yang tampil di
osciloskop
adalah
gelombang pada
fasa negative
begitu juga

Ketika fasa positif
maka yang
ditampilkan di
osciloskop adalah
gelombang pada
fasa positif.
24
Politeknik Negeri Jakarta

sebaliknya. sebaliknya.
DAFTAR PUSTAKA
1. http://elektronika-dasar.web.id/?s=teori-prinsip-kerja-rangkaian-dioda-pengubah-
bentuk-gelombang
2. https://www.scribd.com/doc/90061751/makalah-dioda
3. slametwinardi.dosen.narotama.ac.id/files/2012/02/Penyearah.ppt





















25
Politeknik Negeri Jakarta



LAMPIRAN



26
Politeknik Negeri Jakarta



27
Politeknik Negeri Jakarta