Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH FARMASI RUMAH SAKIT

One Day Dose Dispensing (ODDD)





Disusun Oleh :
Tanti Yuniawati 107112001
Rizky Amalia Abdullah 107112003




PRODI D3 FARMASI
STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
2014

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum, Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbilalamin. Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah Farmasi Rumah Sakit yang berjudul One Day Dose
Dispensing (ODDD) dengan baik dan tepat waktu.
Penyusun menyampaikan terimakasih kepada semua pihak telah membantu
dalam proses penyelesaian makalah ini. Saran dan kritik membangun senantiasa
penyusun harapkan untuk perbaikan demi kebaikan. Semoga Allah SWT meridhai
semua amal dan perbuatan kita, Amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.




Cilacap, 23 September 2014

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 2
1.3 Tujuan ................................................................................................. 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Distribusi Obat di Rumah Sakit .......................................................... 3
2.2 Definisi One Day Dose Dispensing (ODDD) ..................................... 3
2.3 Keuntungan One Day Dose Dispensing (ODDD) ............................... 4
2.4 .............................................................................................................. 5
2.5 Persyaratan Persyaratan OHSAS 18001 .......................................... 5
2.6 Tahap Penerapan OHSAS 18001 ....................................................... 11
BAB 3. KESIMPULAN ..................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Undang-undang nomor 36 tahun 2009 menjelaskan bahwa upaya kesehatan
adalah setiap kegiatan dan atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara
terpadu, terintegrasi, dan berkesinambungan untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan
penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan
kesehatan oleh pemerintah dan atau masyarakat. Upaya kesehatan disemua
fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit, berpedoman pada konsep kesatuan
upaya kesehatan tersebut.
Instalasi farmasi rumah sakit merupakan salah satu bagian atau instalasi
penunjang yang kegiatannya menunjang pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Instalasi ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap profesionalitas dan
perekonomian rumah sakit. Upaya pelayanan farmasi adalah pelayanan umum
di rumah sakit karena sebagian besar pelayanan yang diberikan kepada pasien
di rumah sakit terkait dengan persediaan farmasi dan perbekalan kesehatan.
Instalasi farmasi rumah sakit memiliki tanggung jawab penuh dalam
perencanaan, pemilihan, pengadaan, pengendalian mutu, penyimpanan,
dispensing, distribusi bagi pasien, pemantauan efek obat serta pemberian
layanan konseling, informasi dan edukasi.
Tahap sidtribusi obat ke pasien melaluio beberapa proses dimulai dari
pembuatan resep oleh dokter, penyediaan obat dari gudang atau apotek rumah
sakit, sampai pengambilan obat oleh pasien atau keluarganya. Namun, pelayanan
farmasi tidak hanya sampai pada proses penyampaian obat ke pasien saja tetapi
dikembangkan sampai outcome dari pengobatan dapat tercapai dalam waktu
singkat dengan harga terjangkau dan aman.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang didapat yaitu:
1. Bagaiman sistem distibusi dirumah sakit?
2. apa yang dimaksud One Day Dose Dispensing?

1.3 Tujuan
Tujuan dari makalah ini yaitu:
1. untuk mengetahui sistem distribusi obat yang ada pada rumah sakit.
2. untuk mengetahui maksud dari sistem distribusi One Day Dose Dispensing?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Distribusi Obat di Rumah Sakit
Sistem distribusi obat di rumah sakit adalah tatanan jaringan sarana, personel,
prosedur, dan jaminan mutu yang serasi, terpadu dan berorientasi penderita dalam
kegiatan penyampaian sediaan obat beserta informasinya kepada penderita (Siregar,
2004)
Tujuan dari pendistribusian obat adalah mendekatkan obat kepada pemakai atau
pasien. Obat agar mudah diperoleh atau digunakan setiap saat sesuai dengan kebutuhan
dengan biaya yang ekonomis, aman dan tepat.
Sistem pendistribusian obat terdiri dari:
a. Sistem distribusi obat resep individu
Dalam resep ini, semua obat yang diperlukan untuk pengobatan di dispensing
dari IFRS. Resep orisinil oleh perawat dikirim ke IFRS, kemudian resep itu
diproses sesuai dengan kaidah cara dispensing yang baik dan obat disiapkan
untuk didistribusikan kepada pasien tertentu.
b. Sistem distribusi Obat Lengkap di Ruangan (Total Floor Stock)
Dalam sistem distribusi obat persediaan lengkap di ruangan, semua obat yang
dibutuhkan pasien tersedia dalam ruangan penyimpanan obat di ruangan
tersebut, kecuali obat yang jarang digunakan, obat yang mahal.
c. Sistem Distribusi Obat Kombinasi Resep Individual dan Persediaan di
Ruangan
Dalam sistem ini, rumah sakit menggunakan sistem penulisan resep pesanan
obat secara individual sebagai sarana utama untuk penjualan obat tetapi juga
memanfaatkan floor stock secara terbatas.
d. Sistem Distribusi Obat Unit Dose
Sistem distribusi obat dosis unit adalah metode dispensing dan pengendalian
obat yang dikoordinasikan instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) dalam rumah
sakit, dimana obat dibuat dalam kemasan unit tunggal, didispensing dalam
bentuk siap konsumsi dan untuk kebanyakan obat tidak lebih dari 24 jam
persediaan dosis, dihantarkan ke atau tersedia pada ruang perawatan pasien
pada setiap waktu (Siregar, 2004).

2.2 Distribusi Obat One Day Dose Dispensing (ODDD)
2.3 Keuntungan One Day Dose Dispensing (ODDD)