Anda di halaman 1dari 1

Formalisme Rusia

Mahasiswa sastra dikenalkan dengan tradisi dari anglo-amrerican Kritik Baru yang memkhususkan pada
Kritik praktis dan kesatuan organic sebuah teks dirasakan sama dengan pandangan formalism rusia.
Kedua Kritik diatas berusaha mengungkapkan secara menyeluruh apa yang dimaksud dengan nilai sastra
sebuah teks. Kedua paham ini menolak keras paham Romantisme terdahulu. Formalism rusia lebih
tertarik pada metode yang memfokuskan pada lamdasan ilmiah dalam sebuah teori sastra. Kritik Baru
menggabungkan dua perhatian yaitu pada maksud khusus secara verbal dari sebuah teks yang
menekankan pada nonkonseptual makna. Berikutnya adalah kerumitan karya puisi mewujudkan
tanggapan langsung dari kehidupan. Pendekatan mereka walaupun menekankan pada pengamatan
dekat sebuah teks tetap mendasarkan pada humanistic. Sebagai contoh, Cleanth Brooks menganggap
bahwa karya Marvel yang berjudul Haratian Ode bukan merupakan pernyataan posisi politik yang
Marvel ungkapkan pada Perang Saudara melainkan dramatisisasi dari pandangan yang berlawanan yang
dituangkan dalam sebuah puisi yang utuh. Brooks selanjutnya menyatakan bahwa selayaknya puisi
hebat kebanyakan, puisi Marvel mengungkapkan kejujuran dan pemahaman dan kesempurnaan jiwa.
Sebaliknya, Para Formalis Rusia pertama menganggap bahwa ciri manusia (emosi, ide dan kesadaran)
tidak bernilai sastra secara signifikan hanya memyediakan konteks guna berfungisinya alat
kesusasteraan. Selanjutnya perbedaan jelas antara bentuk dan isi kemudian dimodifikasi oleh para
formalis berikutnya. Akan tetapi, formalis rusia tetap menghindari tedensi paham Kritik Baru yang
menyatakan bahwa bentuk estetika didasarkan pada moral dan budaya. Kritik Baru berpendapat bahwa
sastra merupakan bentuk dari pemahaman manusia sedangkan formalis memandang sastra sebagai
penggunaan khusus bahasa.
Sejarah Perkembangan Formalisme
Studi formalism muncul sebelum revolusion tahun 1917 di Moskow Linguistic Circle tahun 1915 dan di
Opajaz 1916. Tokoh utama formalism adalah Roman Jacobson. Beberapa nama kemudian muncul yaitu
Viktor Shklovsky dan Boris Einkenbaum. Dorongan lahirnya paham ini yaitu para Futuri yang hasil sastra
sebelum Perang Dunia I melawan kemerosotan budaya kaum borjuis dan khususnya melawan gerakan
Simbolis pada puisi dan hasil sastra lainnya.