Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sulawesi Tenggara memiliki banyak objek wisata yang cukup potensial untuk
dikembangkan. Objek wisata itu meliputi wisata pantai, pegunungan, permandian alam, situs
sejarah maupun tradisi masyarakat setempat. Potensi wisata tersebut sebagian telah
dikembangkan dan dikelola, baik oleh pihak pemerintah maupun swasta. Pengelolaan dan
pelesatarian objek wisata dengan baik tentu akan berdampak positif terhadap perekonomian
masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemerintah setempat berusaha meningkatkan fasilitas
penunjang dan akomodasi yang baik demi kenyamanan pengunjung.
Pantai Nambo merupakan salah satu objek wisata favorit di Kota Kendari. Pantai ini
hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Kendari. Pengunjung hanya butuh waktu
sekitar 20 menit untuk menuju ke pantai ini. Letaknya yang mudah dijangkau oleh
pengunjung membuat objek wisata ini selalu dipenuhi pengunjung saat libur akhir pekan
maupun libur panjang. Pantai Nambo tidak hanya dikunjungi oleh warga sekitar, tetapi juga
wisatawan luar kota hingga mancanegara sering menghabiskan waktu liburan disini. Kondisi
ini tentu dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat maupun pemerintah sebagai
pengelola. Oleh karena itu, pemerintah kota Kendari telah berupaya membangun sarana dan
prasarana pendukung yang dipersiapkan untuk pengunjung pantai tersebut.
Pembangunan sarana dan prasarana di Pantai Nambo telah berlangsung sejak beberapa
tahun terakhir. Saat ini Pantai Nambo sudah dilengkapi lahan parkir yang luas, 31 unit
gazebo, 2 ruang bilas, kolam pemancingan ikan, mushallah, penginapan, dermaga, lapak-
lapak pedagang dan fasilitas lainnya yang diperuntukkan bagi para pengunjung. Pantai
Nambo memiliki hamparan pasir putih yang landai, ombak yang tenang, air laut yang jernih
serta udara yang cukup hangat membuat pantai ini semakin menarik para pengunjung.
Pengunjung pantai ini juga bisa menikmati berbagai hiburan dan taman bermain anak yang
disediakan bagi para wisatawan.
Akan tetapi, perkembangan yang pesat itu juga menuntut peningkatan sumber daya
manusia. Dalam hal ini, pihak pengelola Pantai Nambo perlu menyadari pentingnya
pemahaman Bahasa Inggris dalam pariwisata. Bahasa Inggris sangatlah penting untuk
dipelajari mengingat pengunjung di Pantai Nambo bukan hanya wisatawan domestik tetapi
juga mancanegara. Berdasarkan observasi yang kami lakukan, kami menemukan bahwa
wisatawan asing sering mengunjungi pantai ini saat liburan. Kondisi ini juga dinyatakan oleh


seorang warga (Nurfia, 50 tahun) yang menegaskan bahwa pantai ini selalu dikunjungi oleh
wisatawan asing saat liburan. Di sisi lain, masyarakat Pantai Nambo juga sangat mendukung
program pelatihan atau penyuluhan ini. Hal ini terlihat dari tanggapan pemerintah setempat
(Fahruddin, Ketua RT 04/RW 08) yang menyatakan dukungannya dan bersedia mengikuti
program pelatihan ini. Oleh karena itu, program ini sangat penting untuk dilaksanakan dan
akan memberikan banyak menfaat kepada masyarakat Pantai Nambo. Dengan demikian,
program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Pantai
Nambo dalam upayanya memberikan layanan kepada para pengunjung.

B. Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan ditelaah dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-
M)ini adalah:
1. Bagaimana cara memberdayakan masyarakat Pantai Nambo untuk meningkatkan
pelayanan kepada para pengunjung?
2. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan masyarakat Pantai Nambo dalam
berbahasa Inggris guna memberikan pelayanan kepada pengunjung?
3. Bagaimana cara mewujudkan masyarakat Pantai Nambo yang cakap dalam berbahasa
Inggris?

C. Tujuan Program
Adapun yang menjadi tujuan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-M) ini adalah:
1. Memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat Pantai Nambo tentang pentingnya
penggunaan Bahasa Inggris di daerah wisata
2. Meningkatkan pelayanan masyarakat Pantai Nambo kepada pengunjung pantai
melalui kemampuan berbahasa Inggris
3. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Pantai Nambo guna memberikan
pelayanan prima kepada para pengunjung

D. Luaran yang Diharapkan
Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan masyarakat Pantai Nambo kepada
para pengunjung. Oleh karena itu, luaran yang diharapkan dalam kegiatan Program
Kreativitas Mahasiswa (PKM-M) ini antara lain:
1. Masyarakat Pantai Nambo mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dengan baik


2. Meningkatnya pemahaman masyarakat Pantai Nambo tentang pentingnya penguasaan
Bahasa Inggris di daerah wisata
3. Terwujudnya masyarakat Pantai Nambo yang komunikatif dan kreatif.

E. Kegunaan Program
Kegunaap Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-M) ini adalah:
1. Meningkatkan pemahaman kepada masyarakat Pantai Nambo tentang pentingnya
peranan Bahasa Inggris dalam dunia pariwisata
2. Meningkatkan kualitas layanan masyarakat Pantai Nambo terhadap pengunjung pantai
3. Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat
4. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan

























BAB II
GAMBARAN MASYARAKAT PROGRAM

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-M) ini akan dilaksanakan di Pantai Nambo,
yang terletak di RT 04/RW 08, Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kabupaten Kendari,
Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah ini memiliki kondisi alam yang cukup baik dengan
pepohonan rimbun yang memenuhi pegungungan dan daerah pinggir pantai. Lingkugan yang
asri dan hijau membuat daerah ini cukup nyaman untuk dijadikan daerah wisata.
Masyarakat Pantai Nambo merupakan masyarakat yang heterogen. Mereka terdiri dari
berbagai latar belakang suku dan tradisi yang berbeda. Mata pencaharian masyarakat di
sekitar Pantai Nambo diantaranya, nalayan, petani, peternak dan sebagai pedagang dalam
Pantai Nambo. Namun yang menjadi peserta dalam pelatihan ini adalah pihak pengelola
pantai dan pedagang dalam wilayah Pantai Nambo. Hal ini dikarenakan masyarakat inilah
yang berinteraksi langsung dengan pengunjung atau wisatawan di Pantai Nambo.
Berdasarkan observasi yang kami lakukan, pihak pengelola pantai dan pedagang di Pantai
Nambo berjumlah sekitar 35 orang. Mereka rata-rata berumur 30 hingga 40 tahun keatas
dengan jenjang pendidikan lulusan SMP, SMA maupun Diploma.
Permasalahan yang dihadapi masyarakat Pantai Nambo yakni ketika wisatawan asing
berkunjung ke pantai ini. Mereka sangat sulit berkomunikasi dengan wisatawan asing, hal ini
disebabkan pemahaman mereka terhadap bahasa asing khususnya Bahasa Inggris yang masih
sangat kurang. Oleh karena itu, program ini diharapkan mampu member solusi atau
pemecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat itu. Selain itu, mereka juga sangat
antusias dengan adanya program ini. Hal ini terlihat saat kami bertemu dengan Fahruddin
(Ketua RT 04/RW 08) yang menegaskan bahwa program ini sangat penting mengingat Pantai
Nambo saat ini sering dikunjungi wisatawan asing. Dia menambahkan bahwa program ini
juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan
Bahasa Inggris khususnya di daerah wisata.
Jadwal pelatihan ini akan disusun berdasarkan kesibukan peserta program (Pengelola
dan Pedagang di Pantai Nambo). Hal ini bertujuan agar peserta dalam program ini dapat
mengikuti setiap agenda atau materi yang akan diberkan. Selain itu, program pelatihan juga
akan dibagi dalam beberapa kelas atau kelompok belajar agar memudahkan pihak pengajar
maupun agar membuat proses pembelajaran lebih efektif.




BAB III
METODE PELKSANAAN PROGRAM
Kegiatan ini mencakup beberapa tahap pelaksanaan, antara lain sebagai berikut.
A. Tahap Persiapan
Pertama, pelaksana akan melakukan obseravasi dan wawancara kepada pengelolah
masyarakat dan pengelola terlebih dahulu di lokasi program. Hal ini bertujuan untuk
mengumpulkan informasi atau data awal sebagai dasar penyusunan proposal ini. Selanjutnya
ditahap ini juga, pelaksana mulai mengurai permasalahan dan menyusun proposal kegiatan
yang akan diusulkan. Kedua, pelaksana melakukan pendataan terhadap masyarakat dan
pengelolah Pantai Nambo yang nantinya akan dijadikan sebagai sampel atau peserta dalam
program ini. Setelah proposal dirampungkan, selanjutnya pelaksana mengurus izin
pelaksanaan program di pemerintah setempat sebagai pengelolah objek wisata Pantai Nambo.
Tahap ketiga, pelaksana menyusun modul atau materi pembelajaran Bahasa Inggris yang
akan dipakai dalam program ini. Materi yang akan disajikan dalam program ini meliputi,
penggunaan kosa-kata (Vocabulary), ungkapan menyapa/tutur sapa (Greetings), dan aktivitas
sehari-hari (Daily Activities). Metode pengajaran yang akan digunakan dalam program
pelatihan ini meliputi, bermain peran (Role-paly) dan simulasi (Simulation). Tahap terakhir,
pelaksana mempersiapkan segala keperluan dan alat yang akan diguanakan dalam program
ini dan menyusun jadwal kegiatan.

B. Tahap Palaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan inti dari program ini. Tahap ini akan dimulai dengan
pembukaan dan akan diuraikan sencara jelas manfaat dan pentingnya memahami Bahasa
Inggris khususnya di daerah wisata. Di tahap awal ini juga, pelaksana akan membagikan
modul yang akan dipakai atau sebagai panduan materi dalam pelatihan. Selanjutnya,
pelaksanaan kegiatan inti atau bimbingan berdasarkan jadwal yang telah disusun oleh
pelaksana. Pelatihan akan dilaksanakan sebanyak 3 pertemuan dalam seminggu, namun akan
disesuaikan juga dengan kesibukan masyarakat Pantai Nambo (sebagai peserta). Terakhir,
pelaksanaan evaluasi, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pemahaman masyarakat
mengenai materi yang telah diajarkan dan mendengarkan tanggapan masyarakat mengenai
program ini serta penutupan kegiatan oleh pelaksana dan pihak pemerintah setempat.


C. Tahap Akhir
Pembuatan laporan akhir akan menjadi kegiatan penutup dalam program ini. Laporan
akhir akan digunakan sebagai bahan penilaian oleh Direktur Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat Ditjen Dikti Kemdikbud dalam Program Kreativitas Mahasiswa ini.
































BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
A. Anggaran Biaya
Estimasi anggaran yang akan digunakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-
M) ini disajikan dalam table 4.1 berikut ini:
No Spesifikasi Jumlah Satuan
Harga
Satuan (Rp)
Harga Total
A Bahan Habis Pakai
1 Kertas Kwarto 6 Rim 35.000 210.000
2 Alat Tulis 1 Paket 150.000 150.000
3 Tinta Print 4 Paket 50.000 200.000
4 Spanduk 2 Buah 100.000 200.000
5
Modul
Pelatihan/Materi 20 Buah 50.000 1.000.000
6 ID Card Pelaksana 10 Buah 10.000 100.000
7 Konsumsi/Snack 3 Paket 1.500.000 4.500.000
8
Publikasi &
Dokumentasi 2 Paket 500.000 1.000.000
Sub-Total A 7.360.000
B Peralatan Penunjang PKM
1 Sewa LCD in Focus 1 Paket 2.000.000 2.000.000
2 Sewa Printer 1 Paket 200.000 200.000
3 Papan Tulis 2 Buah 50.000 100.000
4 Sewa Sound System 1 Paket 670.000 670.000
Sub-Total B 2.970.000
C Transportasi & Akomodasi
1 Survey Lokasi 1 Paket 350.000 350.000
2
Penyuluhan &
Pelatihan 1 Paket 350.000 350.000
3 Evaluasi program 1 Paket 350.000 350.000
Sub-Total C 1.050.000
D Lain-lain
1 Biaya tak terduga 1 Paket 400.000 400.000
2
Laporan
Perkembangan 1 Paket 210.000 210.000
3 Laporan Akhir 1 Paket 210.000 210.000
Sub-Total D 820.000
Total akhir (A+B+C+D) 12.200.000
Estimasi anggaran PKM-M
Bahan habis pakai = 135.000
Peralatan penunjang PKM = 10.195.000
Transportasi & akomodasi = 1.050.000
Lain-lain = 820.000 +
Total (Rp) = 12. 200.000


B. Jadwal Kegiatan PKM-M

Jadwal pelaksanaan kegiatan ini dapat dilihat dalam tabel 4.2 berikut.

No Agenda Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Survey awal lokasi
program

2 Identifikasi
masalah

3 Penyuluhan
4 Pelatihan/pengajara
n Bahasa Inggris

5 Evaluasi
6 Penutup
7 Penyusunan
laporan akhir
























Lampiran 7. Tempat Wisata Pantai Nambo



Pantai Nambo