Anda di halaman 1dari 10

Laporan Kimia Fisik KI-3141

PERCOBAAN M-1
KINETIKA HALOGENASI ASETON DENGAN KATALISATOR ASAM

Nama : Joshua Anugerah Purwadi


NIM : 10512074
Kelompok : 6
Tanggal Percobaan : 26 September 2014
Tanggal Laporan : 3 Oktober 2014
Asisten :

Laboratorium Kimia Fisik


Program Studi Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
2014

Kinetika Halogenasi Aseton dengan Katalisator Asam

I.

Tujuan Percobaan
Menentukan persamaan laju reaksi iodisasi aseton dalam suasana asam.

Teori Dasar

II.

Kinetika kimia adalah salah satu ilmu yang membahas tentang laju atau kecepatan dan
mekanisme reaksi.Berdasarkan penelitian yang mula-mula dilakukan oleh Wiilhelmy,
ternyata ditentukan reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi atau tekanan dari produk atau
reaktan terhadap waktu. Secara kuantitatif kecepatan reaksi kimia ditentukan oleh oleh orde
reaksi yaitu jumlah dari eksponen konsentrasi pada persamaan laju reaksi.
Laju reaksi (Reaction Rate) atau kecepatan reaksi adalah perubahan konsentrasi
konsentrasi pereaksi ataupun produk dalam satauan waktu. Laju suatu reaksi dapat di
nyatakan sebagai laju berkurangnya konsentrasi suatu pereaksi, atau laju bertambahnya
konsentrasi suatu produk. Konsentrasi baisanya di nyatakan dalam mol per liter, tetapi untuk
reaksi fase gas, suatu tekanan atmosfer, milimeter merkurium, dapat di gunakan sebagai ganti
konsentrasi.
Orde reaksi adalah banyaknya faktor konsentrasi zat reaktan yang mempengaruhi
kecepatan reaksi. Penentuan orde reaksi tidak dapat diturunkan dari persamaan reaksi tetapi
hanya dapat ditentukan berdasarkan percobaan. Suatu reaksi yang diturunkan secara
eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi :
v = k [A] [B] 2

III.

Data Pengamatan
[Aseton]

=3M

[HCl]

=1M

[I2]

= 0,01 M

max = 580 nM

Run

Aseton
(mL)

HCl
(mL)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

3
6
9
12
10
10
10
10
10
10
10
10

10
10
10
10
3
6
9
12
10
10
10
10

III.

I2
(mL)
10
10
10
10
10
10
10
10
3
6
9
12

KI
(mL)
12
9
6
3
12
9
6
3
12
9
6
3

Absorbansi pada tiap waktu


60s
-0.019
-0.003
-0.012
-0.021
0.031
-0.005
0.013
0.012
0.006
-0.027
-0.011
-0.011

90s
-0.02
-0.003
0.01
-0.021
0.027
-0.01
0.012
0.012
0.003
0.013
-0.011
-0.011

120 s
-0.019
-0.003
-0.01
-0.022
0.024
-0.01
0.011
0.011
0.002
0.013
-0.012
-0.012

150s
-0.02
-0.003
0.011
-0.022
0.019
-0.01
0.011
0.011
0.002
0.013
-0.012
0.011

180s
-0.019
-0.004
0.01
0.022
0.018
-0.011
0.011
0.012
0.002
0.013
-0.012
-0.012

Pengolahan Data
1. Grafik A terhadap t

Run 1

Absorbansi (A)

-0.019 0

50

100

Run 3
150

200

-0.0192
-0.0194

Run 1

-0.0196

y = 2E-19x - 0.0194
R = 2E-28

-0.0198

Absorbansi (A)

-0.0188

-0.02

0.014
0.012
0.01
0.008
0.006
0.004
0.002
0
0

t (s)

-0.0202

y = -1E-05x + 0.0118
R = 0.2812

100

Run 3

200

t (s)

R = -(2E-19)
R = -0.0002

Run 2
0

100

-0.002

Run 2

-0.004 y = -7E-06x 0.0024


R
= 0.5
-0.006
t (s)

Linear (Run
2)

R = -( 0.7E-06)

Run 4

-0.0205

200

Absorbansi (A)

Absorbansi (A)

-0.021

100

Run 4

-0.0215
-0.022

-0.0225

200

y = -1E-05x - 0.0204
R = 0.75

R = -0.0003

t (s)

Run 5

Run 8
Run 5

0.03
0.02
y = -0.0001x + 0.0374
R = 0.9731

0.01
0
0

100
t (s)

0.0122
0.012
0.0118
0.0116
0.0114
0.0112
0.011
0.0108

Absorbansi (A)

Absorbansi (A)

0.04

200

100
t (s)

Linear (Run
8)
200

R = 3E-06x

R = 0.0001

Run 9

Run 6
0
-0.005

0.008

y = -4E-05x 0.0044
100
200
R = 0.6213

Run 6

-0.01
-0.015

Linear (Run
6)

Absorbansi (A)

0
Absorbansi (A)

Run 8
y = -3E-06x + 0.012
R = 0.0833

t (s)

0.006
0.004

Run 9

0.002

Linear (Run 9)

y = -3E-05x + 0.0066
R = 0.675
0
0

100

200

t (s)

R = -(-4E-05)
R = -(-3E-05)

Run 7

Run 10

0.02

0.01

Run 7
y = -2E-05x + 0.0136
R = 0.7812

0.005

Linear (Run
7)

0
0

R = -(-2E-05)

100
t (s)

200

Absorbansi (A)

Absorbansi (A)

0.015

0.015
Run 10

0.01
y = -2E-05x + 0.016
R = 0.5

0.005

Linear (Run
10)

0
0

R = -0.0003

100
t (s)

200

-0.0108
-0.011 0
-0.0112
-0.0114
-0.0116
-0.0118
-0.012
-0.0122
-0.0124

Run 12
100

-0.0108

200

-0.011 0

Run 11

Absorbansi (A)

Absorbansi (A)

Run 11

Run 12

-0.0114
-0.0118
-0.012

y = -7E-06x - 0.0106
R = 0.3333

-0.0122

R = -(-1E-05)

200

-0.0112
-0.0116

y = -1E-05x - 0.0104
R = 0.75
t (s)

100

R=

Linear (Run
12)

t (s)

-(7E-06)

2. Penentuan Orde Reaksi

[M] =

Run

V ac

[Ac]

V tot

ln r

[Ac]'

ln
[Ac]'

10

30

#NUM!

10

30

-2.00E19
0.000007

10

30

0.00001

10

30

0.00001

10

30

0.0001

10

30

0.00004

10

30

0.00002

10

30

0.000003

30

0.00003

0.2

10

30

0.00002

11

30

0.00001

12

30

0.000007

11.8696004
11.5129255
11.5129255
9.21034037
10.1266311
10.8197783
12.7168983
10.4143132
10.8197783
11.5129255
11.8696004

1.60944
0.91629
0.51083
0.22314

0.4
0.6
0.8

Penentuan Orde Reaksi Aseton


-10.2
-2

-1.5

-1

-0.5

-10.4 0
-10.6
-10.8

ln r

-11
-11.2
y = -1.0646x - 12.022
R = 0.9453

-11.4

Penentuan Orde Reaksi


Aseton
Linear (Penentuan
Orde Reaksi Aseton)

-11.6
-11.8
-12

ln [aseton]'

m = orde reaksi aseton = -1.064 -1


RUN

V HCL

[HCL]

VTOT

LN R

[HCL]'

10

30

#NUM!

10

30

10

30

-2.00E19
0.00000
7
0.00001

10

30

0.00001

30

0.0001

30

0.00004

30

0.00002

0.33333
3
0.33333
3
0.33333
3
0.33333
3
0.06666
7
0.13333
3
0.2

30

10

30

0.00000
3
0.00003

10

10

30

0.00002

11

10

30

0.00001

12

10

30

0.00000
7

11.8696004
11.5129255
11.5129255
9.21034037
10.1266311
10.8197783
12.7168983
10.4143132
10.8197783
11.5129255
11.8696004

0.26666
7
0.33333
3
0.33333
3
0.33333
3
0.33333
3

LN
[HCL]'
1.09861
1.09861
1.09861
1.09861
2.70805
-2.0149
1.60944
1.32176
1.09861
1.09861
1.09861
1.09861

Penentuan Orde Reaksi HCl


0
-3

-2

-1

-2

ln r

-4
-6
y = -2.2797x - 15.081
R = 0.85

-8
-10
-12

ln [HCl]'

-14

m = orde reaksi HCl = -2.2797 2

Penentuan Orde Reaksi


HCl
Linear (Penentuan Orde
Reaksi HCl)

Run
1

[Ac]

[HCl]

[I2]

[Ac]^x

[HCl]^y

[I2]^z

k = r/abc

-2.00E-19

0.333333

0.013333

12.23752

0.097787

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

0.000007
0.00001
0.00001
0.0001
0.00004
0.00002
0.000003
0.00003
0.00002
0.00001
0.000007

1
1
1
1
1
1
1
0.2
0.4
0.6
0.8

0.333333
0.333333
0.333333
0.066667
0.133333
0.2
0.266667
0.333333
0.333333
0.333333
0.333333

0.026667
0.04
0.053333
0.066667
0.066667
0.066667
0.066667
0.066667
0.066667
0.066667
0.066667

1
1
1
1
1
1
1
5.547834112
2.652448334
1.722583087
1.26814934

12.23752
12.23752
12.23752
479.8829
98.82735
39.21407
20.35256
12.23752
12.23752
12.23752
12.23752

0.142031
0.176689
0.206295
0.232635
0.232635
0.232635
0.232635
0.232635
0.232635
0.232635
0.232635

-1.67131E19
4.02736E-06
4.62485E-06
3.96112E-06
8.95756E-07
1.73983E-06
2.19237E-06
6.33618E-07
1.89946E-06
2.64859E-06
2.03916E-06
1.93892E-06

Penentuan Orde Reaksi I2


-11.4
-4

-3

-2

-1

-11.45 0
-11.5
-11.55
-11.6

y = 0.5385x - 9.8772
R = 0.8294

-11.65
-11.7
-11.75
-11.8
-11.85
-11.9

m = orde reaksi I2 = 0.5385 0.5

3. Penentuan nilai k

k rata-rata = 2.41828E-06

r = 2.41828E-06 [Aseton][HCl][I2]2

Penentuan Orde
Reaksi I2
Linear (Penentuan
Orde Reaksi I2)

IV.

Pembahasan

V.

Kesimpulan
Persamaan laju reaksi iodisasi aseton dalam suasana asam adalah r = 2,630556

[Aseton][HCl][I2]2.

VI.

Daftar Pustaka
Z Daniels cs. Eksperimental Physical Chemistry International Student
Edition, edisi 7. Hal 152-155
http://www.utc.edu/Faculty/Tom-Rybolt/372LAB/Ex08KI-order.pdf

(1

Oktober 2014; 19.00)


http://www.kwantlen.ca/science/chemistry/faculty/pduffy/2310/labs/iodination
.pdf (1 Oktober 2014; 19.15)
http://usupress.usu.ac.id/files/Kinetika%20Kimia;%20Reaksi%20Elementer_N
ormal_bab%201.pdf (1 Oktober 2014; 20.15)
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_sma1/kelas-1/orde-reaksi/ (3
Oktober 2014; 3:25)

VII. LAMPIRAN