Anda di halaman 1dari 7

HIPERPLASI PROSTATIK JINAK

Definisi
Hiperplasi Prostatik jinak adalah suatu kondisi di mana prostate
mengalami perbesaran, memanjang ke atas ke dalam kandung kemih dan
menyumbat aliran urin dengan menutupi orifisium uretra. BPH adalah kondisi
patologis yang paling umum pada pria lansia dan penyebab kedua yang paling
sering untuk intervensi medis pada pria diatas usia 60 tahun.
Manifestasi Klinis
Komplek gejala obstruktif dan iritatif mencakup
Peningkatan frekuensi berkemih, nokturia, dorongan ingin berkemih, anyang!
anyangan dan abdomen tegang, volume urin menurun dan harus mengejan saat
berkemih, aliran urin tidak lancer, dribbling, rasa seperti kandung kemih tidak
kosong dengan baik, retensi urin akut dan kekambuhan infeksi saluran kemih.
Pada akhirnya dapat terjadi a"otemia dan gagal ginjal dengan retensi urin kronis
dan volume residu yang besar. #ejala generalisatanya mungkin juga tampak
seperti keletihan, anoreksia, mual dan muntah, dan rasa tidak nyaman pada
epigastrik.
Patofisiologi
#ejala obstruksi biasanya terjadi karena detrusor gagal berkontraksi
dengan cukup kuat dan gagal berkontraksi cukup lama sehingga kontrkasi
terputus!putus. #ejala iritasi terjadi karena pengosongan yang tidak sempurna
pada saat miksi atau perbesaran prostate menyebabkan rangsangan pada kandung
kemih, sehingga vesika sering berkontraksi meskipun belum penuh.
$pabila vesika menjadi dekompensasi, akan terjadi retensi urin sehingga
pada akhir miksi masih ditemukan sisa urin di dalam kandung kemih, dan timbul
rasa tidak tuntas pada akhir miksi. %ika keadaan ini berlanjut pada suatu saat akan
terjadi kemacetan total, sehingga penderita tidak mampu miksi. Karena produksi
urin terus terjadi maka pada suatu saat vesika tidak mampu lagi menampung urin
sehingga tekanan intravesika terus meningkat. $pabila tekanan vesika lebih tinggi
daripada tekanan sfingter dan obstruksi akan terjadi inkontensia paradoks. &etensi
kronik menyebabkan refluks vesiko ureter, hidroureter, hidronefrosis, dan gagal
ginjal. Proses kerusakan ginjal akan dipercepat dengan adanya infeksi. Pada
'aktu miksi penderita harus selalu mengedan sehingga lama kelamaan
menyebabkan hernia atau hemoroid. Karena selalu terdapat sisa urin dapat
terbentuk batu endapan di dalam kandung kemih. Batu ini dapat menambah
keluhan iritasi dan menyebabkan hematuria. Batu tersebut dapat pula
menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluks dapat terjadi pielonefritis.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan colok dubur
Pemeriksaan colok dubur dapat memberikan kesan keadaan tonus sfingter
anus, mukosa rectum, kelainan lain seperti benjolan di dalam rectum dan prostate.
Pada perabaan melalui colok dubur dapat diperhatikan konsistensi prostate,
adakah asimetri, adakah nodul pada prostate, apakah batas atas dapat diraba.
(erajad berat obstrusi dapat diukur dengan menentukan jumlah sisa urin
setelah miksi spontan. )isa miksi ditentukan dengan mengukur urin yang masih
dapat keluar dengan kateterisasi. )isa urin dapat pula diketahui dengan melakukan
ultrasonografi kandung kemih seterlah miksi.
Pemeriksaan Pencitraan
(engan pemeriksaan radiology seperti foto polos perut dan pielografi
intravena dapat diperoleh keterangan mengenai penyakit ikutan seperti batu
saluran kemih, hidronefrosis atau divertikel kandung kemih. Perbesaran prostate
dapat dilihat sebagai lesi defek isian kontras pada dasar kandung kemih. )ecara
tidak langsung perbesaran prostate dapat diperkirakan apabila dasar buli!buli pada
gambarran sistogram tampak terangkat atau ujung distal ureter membelok ke atas
terbentuk seperti mata kail.
Pemeriksaan sistografi dilakukan apabila pada anamnesis diketemukan hematuria
atau pada pemeriksaan urin ditemukan mikrohematuria.
Penatalaksanaan
*rganisasi Kesehatan (unia +,H*- menganjurkan klasifikasi untuk
menentukan berat gangguan miksi yang disebut ,H* P)) +,H* Prostate
symptom )core-. )kor ini berdasarkan ja'aban penderita atas delapan pertanyaan
mengenai miksi.
.erapi non bedah dianjurkan apabila ,H* P)) diba'ah /0. 1ntuk itu perlu
dilakukan control untuk menentukan ,H* P)). .erapi bedah dianjurkan bila
skor P)) 20 ke atas atau bila timbul obstruksi.
(i dalam praktek pembagian besar prostate derajad 3!34 digunakan untuk
menentukan cara penanganan.
1. Derajad I
Biasanya belum memerlukan tindakan bedah. (iberikan pengobatan
konservatif misalnya dengan penghambat adrenoreseptor alfa seperti alfa"osin,
pra"osin, dan tera"osin. Keuntungannya yaitu efek positif segera timbul terhadap
keluhan, tetapi tidak mempengaruhi hiperplasi prostate sedikitpun.
Kekurangannya obat ini tidak dianjurkan untuk pemakaian lama.
2. Derajad II
5erupakan indikasi untuk melakukan pembedahan. Biasanya dianjurkan
reseksi endoskopik melalui uretra +transurethral reseksion6 .1&-. 5ortalitas
sekitar /7 dan morbiditas sekitar 87.
3. Derajad III
&eseksi endoskopik perlu dilakukan untuk oleh pembedah yang
berpengalaman . $pabila diperkirakan prostate cukup besar sehingga reseksi tidak
akan selesai dalam satu jam, sebaiknya dilakukan reseksi terbuka.
Pembedahan terbuka dapat dilakukan melalui tranvesikal, retropubik atau perineal
4. Derajad IV
.indakan pertama yang harus segera dilakukan adalah membebaskan
penderita dari retensi urin total, dengan memasang kateter atau sistostomi. )etelah
itu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi diagnosis, kemudian
terapi definitive dengan .1& atau pembedahan terbuka.
1ntuk penderita dengan keadaan umum yang tidak mungkin dilakukan
pembedahan dilakukan terapi konservatif. )eperti pemberian obat penghambat
adrenonergik. )elain itu pengobatan konservatif lain ialah dengan pemberian obat
antiandrogen yang menekan produksi 9H. Kesulitanya yaitu menentukan berapa
lama obat harus diberikan dan efek samping obat. Pengobatan lain yang invasive
minimal adalah pemanasan prostate dengan gelombang mikro yang disalurkan ke
kelenjar prostate melalui antenna yang dipasang pada ujung kateter. (engan cara
ini yang disebut transurethral microwave thermotherapy +.15.-.
Pada penanggulangan invasive minimal lain ialah digunakan cahaya laser yang
disebut transurethral ultrasound induced prostatectomy +.193P-, hasilnya cukup
memuaskan. 1retra di daerah prostate juga dapat disilatasi dengan pemakaian
balon yang dikembangkan didalamnya +trans urethtral ballon dilatation 6
.1B(-. Perbaikan yang ditimbulkan bersifat sementara.
Komlikasi
Komplikasi yang berkaitan dengan prostatektomi bergantung pada jenis
pembedahan dan mencakup
/. Hemoragi
2. Pembentukan bekuan
:. *bstruksi kateter
;. (isfungsi seksual
0. 3nfeksi
Rencana Keperawatan
no Diagnosa Tujuan/KH Intervensi Rasional
1. Nyeri b.d agen
injury
Rasa nyeri
berkurang
KH
!"enunjukkan
rasa nya#an
!TT$ dala#
rentang nor#al
!Klien
#engatakan
nyeri terkontrol
1. Kaji kelu%an nyeri
&. 'antau tanda!tanda vital
(. )erikan tindakan
kenya#anan
*. +njurkan teknik non
,ar#akologik pengurang
nyeri
-. )eri analgetik sesuai
indikasi
Respon autono#is
#eliputi peruba%an
TD. nadi dan
pernapasan yang
ber%ubungan dengan
kelu%an/peng%ilang
nyeri
"e#berikan
dukungan
#engurangi
ketegangan otot.
/relaksasi. #e#,okus
ulang per%atian. /
rasa
control0ke#a#puan
koping
Titik #anage#en
nyeri
&. Resiko in,eksi
b.d prosedur
invasi,
'asien tidak
#engala#i
in,eksi
KH
Klien bebas dari
tanda!tanda
in,eksi
!Klien #a#pu
#enjelaskan
tanda0gejala
in,eksi
1. "engobservasi0#elaporkan
tanda0gejal in,eksi. spt
ke#era%an. %angat. rabas
dan peningkatan su%u
badan
2. #engkaji su%u klien
netropeni setiap * ja#.
#elaporkan jika te#perature
lebi% dari (345
3. "enggunakan t%er#o#eter
elektronik atau #erkuri
untuk #engkaji su%u
6. 5atat2laporkan nilai
laboratoriu#
14. kaji warna kulit. kele#baban
kulit. tekstur dan turgor
lakukan doku#entasi yang
tepat pada setiap
peruba%an
11. Dukung untuk konsu#si diet
7nset in,eksi dengan
syste# i#un
diaktivasi0tanda
in,eksi #uncul
Klien dengan
netropeni tidak
#e#produksi cukup
respon in,la#asi
karena itu panas
biasanya
tanda0sering
#erupakan satu!
satunya tanda
Nilai su%u #e#iliki
konsekuensi yang
penting ter%adap
pengobatan yang
tepat
Nilai lab berkorelasi
dgn riwayat
klien0pe#eriksaan
,isik utk #e#berikan
pandangan
#enyeluru%
Dapat #encega%
kerusakan kulit. kulit
yang utu% #erupakan
perta%anan perta#a
ter%adap
#ikroorganis#e
8ungsi i#un
sei#bang. penekanan pada
protein untuk pe#bentukan
syste# i#un
dipengaru%i ole%
intake protein
(. Kurang
pengeta%uan
b.d kurang
#engakses
in,or#asi
kese%atan
'engeta%uan
klien #eningkat
KH
!Klien 0 keluarga
#e#a%a#i
tentang penyakit
9troke.
perawatan dan
pengobatan
1. "engkaji
kesiapan0ke#a#puan klien
untuk belajar
&. "engkaji
pengeta%uan0ketra#pilan klien
sebelu#nya tentang
penyakit0pengaru%nya ter%adap
keinginan belajar
(. )erikan #ateri yang paling
penting pada klien
*. "engidenti,ikasi su#ber
dukungan uta#a0per%atikan
ke#a#puan klien untuk belajar
0 #endukung peruba%an
perilaku yang diperlukan
-. "engkaji keinginan keluarga
untuk #endukung peruba%an
perilaku klien
1. :valuasi %asi pe#belajarn
klie lewat
de#onstrasi0#enyebautkan
ke#bali #ateri yang diajarkan
'roses belajar
tergantung pada
situasi tertentu.
interaksi social. nilai
budaya dan
lingkungan
In,or#asi baru
diserap #eallui
asu#si dan ,akta
sebelu#nya dan bias
#e#pengaru%i
proses trans,or#asi
In,or#asi akan lebi%
#engena apabila
dijelaskan dari
konsep yang
seder%ana ke yang
ko#plek
Dukungan keluarga
diperlukan untuk
#endukung
peruba%an perilaku
*. 'K 'erdara%an Tidak terjadi
perdara%an
KH
!Tidak ada
tanda!tanda
perdara%an pada
%aluran urin
!;rin output < (4
#l/ja#
1. 'antau
1. Tanda!tanda vital/* ja#
&. "asukan dan %aluran urin/3
ja#
(. warna urin
&. )erita%u dokter bila urin
berwarna #era% terang/gelap
(. Ketika #enarik kateter ,oley.
instruksikan pasien untuk
#enekuk kaki di#ana kteter
dipasang. lepaskan jika ada
instruksi dokter
Deteksi awal
ter%adap ko#plikasi
dgn intervensi awal
yang tepat dapat
#encega% kerusakan
jaringan yang
per#anent
Nor#alnya %aluran
urin dala# &* ja#
perta#a berwarna
#era% ceri terang
secara berta%ap
#enjadi #era% terang
dan jerni% dala#
beberapa %ari
'enarikan dilakukan
setela% T;R' untuk
#e#ungkinkan
%e#ostatis. Dala#
#enggunakan kateter
urolog akan
#ene#patkan kateter
*. 9ediakan #akanan tinggi
serat dan #e#berikan obat
untuk #e#uda%kan de,ikasi.
apabila ada riwayat konstipasi
-. rigasi kateter jika terdeteksi
gu#palan pada saluran kateter
dan #elekatkan pada
abdo#en bawa%
Dgn peningkatan
pada ,osa prostatika
ayang akan
#engendapkan
perdara%an
=u#palan dapat
#enyu#bat kateter
dan #engakibatkan
peregangan dan
perdara%an kateter