Anda di halaman 1dari 13

Etiologi

Etiologi: Paramyxovirus A, RNA



Ukuran 120-200nm. Virus mempunyai inti
RNA berantai tunggal yang ditutupi oleh
glikoprotein


Virus masuk lewat pernafasan , dan
Bereplikasi di saluran nafas atas dan
Limfonodus dan menjalar ke parotis
lewat darah
Epidemiologi Parotitis
Epidemiologi:

Mudah menular melalui kontak langsung & droplet dari air liur
atau sekresi lain pada nasofaring.

Populasi padat, sekolah, asrama.

Pada populasi endemik 85% kasus terjadi
pada anak < 15 tahun, biasanya 5 10 thn

Masa inkubasi: 12-26 hari (18 hari)

Masa tular/infektiviti: 2-4 hari sebelum pembengkakan parotis

Gambaran Klinis Parotitis
Stadium Prodrom: 1-2 hari

Febris (37-39C), anorexia, nyeri otot umum

Nyeri didalam atau dibelakang telinga kalau mengunyah atau
menelan

Terkadang diserta nyeri kepala, mual/muntah
Gambaran Klinis Parotitis
Stadium Pembengkakan: (7-9 hari)

Kelenjar parotid makin nyeri & mulai bengkak unilateral
kemudian sering menjadi bilateral sampai hari 3-4
pembengkakan lalu mulai mereda selama 1 minggu.
Kulit diatas parotid erithema & mungkin edema
Pembengkakan parotid di daerah depan telinga, diatas otot
maseter & di cekungan belakang liang telinga didepan
mastoideus. Telinga bagian bawah terangkat keatas & ke
depan oleh pembengkakan.

Makan/minum yg asam menyebabkan nyeri
Pembengkakan Parotitis
Diagnosa Banding:
tonsilofaringitis: telinga tidak terangkat oleh
pembengkakan, inflamasi faring nyata

Difteri berat / bullneck: Pembengkakan tidak nyeri.
Inflamasi faring & pseudomenbrane.



Tetanus karena trismusnya. Mudah dibedakan karena
tidak ada kaku otot lain
Diagnosis
1. Anamnesis
Pada anamnesis didapatkan keluhan yaitu demam, nafsu makan turun, sakit kepala,
muntah, sakit waktu menelan dan nyeri otot. Kadang dengan keluhan pembengkakan
pada bagian pipi yang terasa nyeri baik spontan maupun dengan perabaan , terlebih
bila penderita makan atau minum sesuatu yang asam.

2. Klinik
- Panas ringan sampai tinggi (37 39)C
- Keluhan nyeri didaerah parotis satu atau dikedua belah disertai pembesaran
- Keluhan nyeri otot terutama leher, sakit kepala, muntah, anoreksia dan rasa malas.
- Kontak dengan penderita kurang lebih 2-3 minggu sebelumnya (masa inkubasi 14-24
hari).
-Pembengkakan parotis (daerah zygoma; belakang mandibula di depan mastoid) (5,6)

Laboratorium
a. Darah rutin
Tidak spesifik, gambarannya seperti infeksi virus lain, biasanya
leukopenia ringan dengan limfositosis relatif,
b. Amilase serum
Biasanya ada kenaikan amilase serum, kenaikan cenderung
dengan pembengkakan parotis dan kemudian kembali normal
dalam kurang lebih 2 minggu
c. Px serologi
d. Px virologi
Pengobatan:
Simptomatis, metampiron, paracetamol
untuk nyeri dan febris.

Istirahat

Boleh kompres pembengkakan dengan
air hangat

Diet sesuai selera:
Ingatlah makan/minum yang asam akan
menambah nyeri
Komplikasi Parotitis:
Meningitis: 10%, Nyeri kepala, meningismus, febris, mual/muntah,
kasus ringan


Orkitis: Mulai 1 minggu setelah parotitis. 20 30%
anak lelaki post-puber, mendadak dgn nyeri &
mual/muntah.

Biasanya unlateral, nyeri, erithema & bengkak pd testis lalu
atropi pd 35% kasus

Pd kasus Orkitis unilateral,
jarang terjadi sterilitas.


Pencegahan: Vaksin Mumps
Vaksin hidup attenuated/
dilemahkan. >90%
menghasilkan antibodi.

Diberi sebagai MMR pada umur 15 bulan,
& booster pd umur 4-6 tahun atau 12
tahun.

Sumber
Redbook 2009: Mumps
http://aapredbook.aappublications.org/cgi/content/full/2009/1/3.83

Emedicine: Pediatric Mumps
http://emedicine.medscape.com/article/966678-overview
IPD Harisson