Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

PERAN AGAMA DALAM MENGATASI MASALAH SOSIAL


Peranan Pendidikan Agama Islam dan Kristen Dalam Mencegah
Kenakalan Remaja



DI SUSUN OLEH :
Tika Nisrina
Lestari Saptayanti
Nurga Helmiansyah

SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN
( STIK )
MUHAMMADIYAH PONTIANAK
2013/2014

Kata Pengantar
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABAROKATHU, Alhamdulillahirobbilalamin Puji
syukur kehadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan
makalah ini yang berjudul peranan pendidikan agama islam,dan kristen dalam mencegah kenakalan
remaja
Remaja dizaman sekarang dituntut untuk menjadi pemimpin utama yang berjiwa pemberani yang
mampu menyelesaikan kepentingan bangsa dan negaranya serta agamanya ,oleh karena itu dalam hal
ini Pendidikan Agama bagi remaja sangat dibutuhkan, agar remaja tidak melenceng dari aturan aturan
yang telah di tetap kan, sehingga tidak menyebabkan masalah social.
Dalam makalah ini penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan
dan kejanggalan, karena hal itu disebabkan sangat terbatasnya kemampuan dan ilmu yang penulis
miliki, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, agar makalah ini dapat
lebih baik. Akhirnya saya berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua, Ammmiiiiinn















DAFTAR ISI
Bab 1 Pendahuluan .. 4
1.1 Latarbelakang . 4
1.2 Rumusan Masalah. 4
1.3 Tujuan Penulisan. 4
1.4 Metode Penulisan 4
Bab 2 Isi .. 5
2.1 pengertian masalah sosial.....................................................................................5
2.2 Kenakalan Remaja . 5
a. Pengertian kenakalan remaja .. 4
b. Sebab Kenakalan Remaja . 6
c. Cara mengatasi kenakalan remaja 8
Bab 3 Penutup 4
3.1 Kesimpulan . 1 4
3.2 Saran.. 14
3.4 Daftar Pustaka. 15










BAB 1 PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Etika,Moral dan tingkah laku remaja di era sekarang dapat kita ketahui secara garis besar sangat
buruk. Hal ini dapat di lihat dari segi lingkungan dan segi lainya.
Hubungan antara remaja dan agama dapat direalisasikan secara harmonis apabila sistem pendidikan
dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan nasional dapat dilaksanakan secara
profesional dan efektif oleh karena itu pendidikan agama menuntut kepada generasi muda untuk
menjadi pemimpin utama yang berjiwa pemberani yang mampu menyelesaikan kepentingan bangsa
dan negaranya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Ibnu Khaldun dalam pendapatnya bahwa pendidikan Islam
ditujukan kepada mempersiapkan remaja didik menjadi orang dewasa yang mampu mengarungi
kehidupan yang baik untuk mencapai kehidupan yang ideal selaras dengan tujuan pendidikan
modern dewasa ini.
Terjadinya perselisihan yang cukup panjang antara teori remaja dengan pendidikan dari
berbagai bangsa tidak akan mampu merealisasikan tujuan pendidikan yang bersifat harmonis bagi
bangsa di Barat. Tetapi sistem dan pola yang dikembangkan dalam pendidikan agama, yang dengan
membagi-bagi tingkat-tingkat yang dapat membawa setiap anak didik kepada puncak hidup yang
penuh kebahagiaan.

1.2 Rumusan Masalah
Apakah hubungan antara perananan pendidikan agama dalam mencegah kenakalan remaja.

Tujuan Penulisan
Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu
Sosial Dasar dan agar kita mengetahui tentang peranan pendidikan agama dalam mengatasi masalah
kenakalan remaja.

Metode Penulisan
Kepustakaan dan internet.



BAB II
PENGERTIAN MASALAH SOSIAL
Secara umumnya masalah sosial merangkum berbagai perlakuan negatif anggota
masyarakat yang tidak membawa sokongan dan keuntungankepada kekuatan sistem dan
strukturekonomi yang diamalkan dalam suatu masyarakat ataupun negara.
Secara perundangan tidak terdapat definisi yang khusus bagi mengkategorikan
remaja.Akta Pekerjaan Kanak-Kanak dan Orang Muda taun 1996 mentakrifkan seorang kanak-
kanak adalah mereka yang berada dalam lingkungan umur 10 hingga 14 tahun.
Dalam Akta Pengangkatan tahun 1952, kanak-kanak didefinisikan mereka yang berumur 21
tahun ke bawah. Walaupun setiap akta ini tidak menjelaskan peringkat umur tertentu, secara
umumnya dalam membicarakan masalah remaja, golongan remaja yang perlu ditumpukan
adalah yang berumur di bawah 21 tahun dan masa pra sekolah.
KENAKALAN REMAJA
PENGERTIAN KENAKALAN REMAJA

1.Definisi Kenakalan

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka
berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut. Sedangkan kenakalan adalah
perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain ;
tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat. Kenakalan remaja di era
modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Definisi kenakalan remaja menurut para
ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi mengemukakan pendapatnya
bahwa Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile
delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu
bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang
menyimpang. Dan Santrock mengatakan bahwa Kenakalan remaja merupakan kumpulan
dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan
kriminal.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum
pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan
orang-orang di sekitarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok,
Narkoba, Freesex,dan terlibat banyak kejahatan lain nya.



2. Definisi remaja

Masa remaja adalah masa transisi/ peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang
ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik,psikis & psikososial. Remaja awal (13-14 thn)
Remaja Tengah (15-17 Thn) Remaja akhir (18-21 Thn)
Istilah Remaja berasal dari bahasa latin Adolescere yang berarti remaja. Mencakup
kematangan mental,emosi,social,dan fisik. Pandangan ini diungkapkan oleh Jhon Pieget,
:secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi dengan masyarakat
dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan
berada dalam tingkat yang sama. Presepsi umum tentang remaja merupakan kelompok
yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain, ada yang
berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang
tua. Remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan
catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme yang menjadi
harapan penerus bangsa Perlu dilakukan pembinaan remaja oleh orang tua dan guru harus
memahami kejiwaan dan dunia mereka. Bila tidak akan menimbulkan efek yang tidak
diharapkan.


Penyebab kenakalan remaja.
Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.

Kasih Sayang orang tua merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan remaja
karena dukungan orang tualah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk berusaha dan
untuk berprestasi tetapi jika orang tua sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tidak
mempedulikan remaja tersebut, ia akan menjadi anak yang kurang kasih sayang dan ia akan
mencari kesenangan sendiri yang bisa membuat dia tenang dan tidak memikirkan masalah
dirumah, paling banyak kasus dari kenakalan remaja ini Indonesia adalah mereka yang
berasal dari golongan atas/ anak dari orang tua yang berlebihan dalam materi, orang tua
yang sibuk dengan segala urusan bisnis membuat anaknya terlantar dan hanya diurusi oleh
pembantu.


Pergaulan Dengan Teman Yang Tidak Sebaya.

Akibat dari kurangnya kasih sayang dan pengawasan dari orang tua anak akan
mencari kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka
inginkan dan terkadang mereka mencari teman yang tidak sebaya. Yang lebih dewasa dari
mereka karena mereka merasa dilindungi sehingga mereka mencari teman-teman yang
lebih dewasa dari mereka. Dengan begitu mereka akan terpengaruh dangan apa yang
dilakukan orang dewasa.

Peran Dari Perkembangan Iptek Yang Berdampak Negatif.

Perkembangan iptek memang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu
pengetehuan dan informasi para remaja, namun saat ini remaja justru salah
mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan fungsi
teknologi yang sebenarnya.

Tidak Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah.

Peran guru di sekolah juga sangat berpengaruh pada sikap dan tingkah laku seorang
remaja. Terkadang guru di sekolah lebih lebih mementingkan intelegensi pelajar dari pada
pembinaan terhadap mental dan sikap mereka dan hal ini juga akan berepengaruh pada
tingkah laku mereka ada masa depan, karena guru juga sangat bertanggung jawab atas
murid atau pelajar yang mereka didik.
Dasar-Dasar Agama Yang Kurang.

Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha
dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini.
karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari
Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan.

Tidak Adanya Media Penyalur Bakat Dan Hobinya.

Masa remaja merupakan masa dimana mereka mulai menyalurkan berbagai bakat dan
potensi yang mereka miliki dan terkadang media atau tempat untuk mereka menyalurkan
bakat mereka,tidak tersedia dan akhirnya yang mereka lakukan adalah mencari kesenangan
sendiri dan lebih suka hura-hura daripada duduk tenang dirumah atau belajar.
Kebebasan Yang Berlebihan.

Ada orang tua yang dalam mendidik anak mereka menerapkan pola asuh yang demokratis
yang berlebihan sehingga anak menjadi yang keras kepala dan sering memaksakan
kehendaknya kepada orang tua dan pola asuh seperti ni akan berakibat buruk pada anak.

Masalah Yang Dipendam.
Masa remaja sering penuh dengan berbagai problem,terkadang remaja tidak terbuka pada
orang tua, sehingga merek merasa bahwa mereka mampu mengatasi masalah itu
sendiri.ternyata mereka tidak sanggup. Contoh masalah berpacaran,ketika remaja putus
cinta terkadang mereka tidak mau menceritakan hal ini kepada orang tua tetapi yang
mereka lakukan adalah memendam dan akhirnya mereka sendiri yang depresi dan akhirnya
lari ke hal-hal yang tidak baik.mabuk-mabukan merokok,dll.

C. Cara mengatasi kenakalan remaja
Cara mengatasi kenakalan remaja yaitu salah satu nya dengan cara Menerapkan pendidikan
agama, dengan pendidikan agama yang di terapkan pada remaja maka kenakalan remaja
sedikit akan teratasi, contoh nya seperti bahasan berikut :
Menurut Islam
Pendidikan adalah kebutuhan primer selain sandang, pangan, dan papan. Pendidikan
memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, dengan pendidikan yang benar
manusia mampu menjalani hidup ini dengan lebih berkualitas. Terutama pendidikan
agama karena agama adalah pondasi utama untuk membentuk karakter, watak atau
kepribadian seseorang. Agama yang benar selalu mengajarkan kebenaran itu sendiri,
kebajikan dan prilaku yang santun sesuai dengan etika dan norma norma yang berlaku
dalam tatanan suatu masyarakat. Agama islam adalah agama universal yang
mengajarkan dan mengatur setiap aspek kehidupan manusia baik duniawi maupun
ukhrawi, Sewajarnyalah agama menjadi tuntunan dan bekal orang tua dalam mengasuh
anak anaknya untuk menjadikan generasi penerus bangsa yang bermental bagus.
Kenakalan remaja atau Juvenile Delinqueny bukan persoalan baru bangsa ini ,
Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang tak kalah pelik karena banyak
melibatkan semua pihak, baik itu orang tua ( keluarga), Sekolah (pendidikan), aparatur
pemerintah ataupun semua elemen yang ada di masyarakat. Kenakalan remaja
merupakan kenyataan yang harus dihadapi semua pihak tanpa pengecualian karena ini
menyangkut kelangsungan suatu bangsa atau Negara. Remaja merupakan generasi
penerus yang kelak akan membawa bangsa atau Negara pada suatu keadaan yang baik
atau jelek atau bahkan hancur. Maka kewajiban semua pihak untuk bertanggungjawab
menjaga dan membentengi remaja dari berbagai tindakan yang sifatnya
menghancurkan, seperti narkoba, miras atau tindakan tindakan kriminal lainnya.
Dengan kepribadian yang masih labil karena dalam masa transisi yaitu dimana remaja
mengalami masa peralihan dari anak menjadi dewasa, sehingga belum terbentuk
kepribadian matang menjadikan remaja sasaran yang empuk bagi orang orang yang
tidak bertanggungjawab untuk memberi pengaruh yang jelek.
Berbagai aspek penyebab kenakalan remaja, seperti kemiskinan, lingkungan
keluarga yang tidak kondusif, lingkungan sosial yang tidak bagus dan memadai serta
masih banyak faktor lainnya yang menjadikan alasan remaja melakukan penyimpangan
penyimpangan walaupun toh itu tidak di benarkan. Akan tetapi memang kita tidak
mungkin menyalahkan pada remaja karena ada yang lebih bertanggungjawab yaitu
keluarga, keluarga sebagai pihak utama dan pertama harus mampu mengontrol prilaku
remaja. Salah satu pencegahan kenakalan remaja keluarga harus memberi pembekalan
pendidikan agama mulai dini. Agama merupakan tameng bagi remaja dalam kehidupan,
dengan agama akan mampu menjadikan kematangan pribadi yang kuat, karena dalam
agama akan di tunjukkan mana yang salah dan mana yang benar, agama akan jadi filter
atau penyaringan bagi remaja dalam pergaulan dan menghadapi pengaruh pengaruh
negative dari luar.

b. Menurut Kristen
1.Pandangan Alkitab Terhadap Remaja.
Alkitab mengajarkan bahwa sebagai remaja Kristen, tubuh kita adalah bait Allah yang
hidup. Paulus amat memperhatikan perbuatan dan tingkah laku orang Kristen. Ia
berkata kepada orang-orang Kristen di Korintus demikian: Tidak tahukah kamu bahwa
kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1Kor. 3:16).
Kemudian ia berkata lebih lanjut: Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah
bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu. . . ? (1Kor. 6:19).
Paulus menulis kepada umat Tuhan di Korintus dengan memakai gaya bahasa retoris
tidak tahukah kamu yang mempunyai pengertian bahwa mereka sesungguhnya sudah
harus tahu bahwa sebagai orang-orang percaya, tubuh mereka adalah bait Allah yang
hidup di mana Roh Kudus diam di dalam mereka.
Bagi remaja dunia, tubuh adalah alat untuk melampiaskan nafsu tetapi bagi remaja
Kristen, tubuh ialah bait Allah yang kudus sehingga remaja Kristen sepatutnya hidup
dalam kekudusan. Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita
dimeteraikan oleh Roh Kudus. Karena itu kalau kita tetap hidup menuruti hawa nafsu
berarti kita mendukakan Roh Kudus. Kita dipanggil untuk meninggalkan semua
kebiasaan yang dapat memperhamba kita tetap hidup dalam dosa supaya kita dapat
hidup dalam kekudusan. Apakah ada dosa-dosa yang membelenggu kita seperti pesta-
pora, mabuk, judi, narkoba? Kita perlu memohon kepada Tuhan agar kuasa Roh Kudus
memampukan kita untuk lepas dari perbuatan-perbuatan dosa yang
memperhamba kita. Menurut remaja dunia, pesta-pora, mabuk, judi dan narkoba
adalah hal yang normal. Tetapi menurut Alkitab semua itu memperbudak kehidupan
kita sehingga kita hidup dalam belenggu dosa







Metode Pengajaran Agama islam Pada Remaja

Remaja adalah anak yang berada pada usia bukan anak-anak, tetapi juga belum dewasa. Periode
remaja itu belum ada kata sepakat mengenai kapan dimulai dan berakhirnya. Ada yang
berpendapat bahwa usia remaja itu antara 13-21, ada juga yang mengatakan antara 13-19
tahun. Remaja yang telah tamat atau telah putus sekolah hakikatnya membutuhkan dan berhak
atas lapangan kerja yang wajar, sesuai dengan UUD 1945 pasal 27 ayat 2.
Telah diketahui bersama bahwa anak adalah asset terbesar bagi orang tua, anak adalah amanah
Allah yang perlu didik. Oleh karena itu, agama harus ditanamkan pada diri mereka.
Dalam mengajarkan agama pada remaja diperlukan berbagai metode. Adapun metode yang
digunakan untuk mengajarkan agama pada remaja telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW
antara lain:
@ Metode keteladanan.
Ketelaudanan dalam pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dalam aspek moral
spiritual anak adalam remaja mengingat pendidik adalah figur terbaik dalam pandangan anak.
Metode ini dapat diterapkan pada usia remaja misalnya contohkan shalat, mengaji dan ibdah-
ibada atau perbuatan baik lainnya.
@ Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara mengajar dengan menggunakan peragaan atau
memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses tertentu kepada yang diajar.
Metode ini dapat digunakan untuk mengajarkan agama pada remaja:
misalnya mendemonstrasikan langsung seperti; praktek shalat, wudhu, atau praktek
penyelenggaraan shalat jenazah.
@ Metode pemberian tugas
Termasuk metode pengajaran agama pada remaja yang cukup berhasil dalam
membentuk aqidah anak (remaja) dan mempersiapkannya baik secara moral, maupun
emosional adalah pendidikan anak dengan petuah dan memberikan kepadanya nasehat-
nasehat. Karena nasehat memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak
(remaja) akan hakikat sesuatu, mendorong untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia.
Adapun metode nasehat, dicontohkan oleh Luqmanul Hakim yang diabadikan dalam Al-Quran
QS. Al Luqman ayat 13 dan 17.



Terjemahnya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.(13) Hai anakku, dirikanlah
shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan
yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

Menurut Abudinata bahwa nasehat ini cocok untuk remaja karena dengan kalimat-kalimat yang
baik dapat menentukan hati untuk mengarahkannya kepada ide yang dikehendaki. Selanjutnya
beliau mengatakan bahwa metode nasehat itu sasarannya adalah untuk menimbulkan
kesadaran pada orang yang dinasehati agar mau insaf melaksanakan ajaran yang digariskan atau
diperintahkan kepadanya.
MetodePengajaranAgamakristenPadaRemaja

Diatas penulis sudah menjelaskan sedikit tentang kenakalan remaja dan faktor-faktor
penyebab kenakalan remaja tersebut. Dan disini penulis akan membahas tentang bagaimana
menanggulangi kenakalan remaja.
1. ORANG TUA
Dalam hal pembinaan terhadap remaja, orang tua seharusnya yang berperan aktif dalam
memberikan motivasi bagi anak remaja,dan masalah kenakalan remaja juga sangat bergantung
pada pola asuh yang diterapkan orang tua bagi anak. Dan hal ini harus sudah di mulai sejak dini
mungkin sehingga ketika anak memasuki masa remaja mereka tidak salah dalam pergaulan dan
mereka menjadi anak yang penurut dan taat kepada orang tua. Karena hal ini sangat
berpengaruh dengan pola asuh maka di sini penulis juga memberikan beberapa contoh pola:

Pola Asuh Otoriter
Pola asuh seperti ini adalah pola asuh yang salah, karena anak akan selalu berada dibawah
kekuasaan orang tua,karena orang tualah yang berkuasa dan anak hanya bisa mengikuti semua
aturan dan tidak boleh membantah, pola asuh seperti ini membuat anak menjadi seorang anak
yang penakut dan tidak bisa bertanggung jawab terhadap pribadi sendiri, karena anak akan
beranggapan bahwa semuanya biarlah orang tua yang mengaturnya, anak tidak mandiri dalam
membuat sebuah keputusan kelak nanti, mental anak akan menjadi seorang yang anak yang
tidak percaya diri dan tidak berani menghadapi tantangan hidup. Pola asuh seperti ini juga
terkadang ada yang bersifat kekerasan,dan hal ini yang akan lebih berbahaya, karena anak akan
menjadi berwatak keras dan susah diatur,dan ada juga yang menyimpan akar pahit kepada
orang tua.
Pola Asuh Permisif
Pola asuh permisif adalah pola asuh yang dimana anak yang akan selalu menjadi mendominasi
setiap pengambilan keputusan dan orang tua hanya bisa mengikuti setiap apa yang diinginkan
anak, hal ini terjadi karena orang tua biasanya terlalu berlebihan dalam memanjakan anak dan
jika ini yang dilakukan oleh orang tua, maka anak akan menjadi anak yang bebas, karena
apapun yang ia lakukan pasti akan disetujui oleh orang tua, dan jika hal ini tidak segera dirubah
maka anak akan menindas orang tuanya sendiri.
Pola Asuh Demokratis
Pola asuh ini lebih menitik beratkan pada sebuah kebebasan,tetapi kebebasan yang bersyarat,
artinya setiap hal yang ingin di lakukan oleh anak akan dipertimbangkan oleh orang tua dan
dalam hal ini biasanya antara orang tua dan anak menjalin kerja sama yang baik dalam membuat
sebuah keputusan, sehingga tidak ada satu pihak yang di rugikan atau satu pihak yang akan
mendapat keuntungan, jika pola asuh seprti ini yang diterapkan anak akan menjadi anak yang
bijaksana dalam membuat satu keputusan, dia akan belajar untuk menghargai pendapat orang
lain dan juga masukan dari orang yang lebih dewasa daripada dia. Anak akan tumbuh menjadi
seorang anak yang taat dan juga patuh pada orang tua, dan patuh pada setiap aturan yang
berlaku dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, dan jika anak yang diasuh dengan pola asuh
seprti ini membuat satu kenakalan, sangat mudah diatasi.
Setelah kita melihat beberapa pola asuh diatas, yang harus dan perlu diperhatikan dalam setiap
sistem pola asuh dan setiap tindakan orang tua terhadap anak harus berpedoman pada firman
Tuhan agar tidak salah arah dan akan selalu berjalan sesui dengan koridornya,pola asuh sangat
penting dan sangat bermanfat bagi pendidikan anak dalam keluarga, jadi dari penjelasan diatas
kita dapat mengatakan bahwa untuk menangulangi kenakalan remaja yang perlu kita lakukan
adalah merubah pola asuh yag salah selama ini. ganti dengan pola asuh yang baik dan sesuai
dengan Alkitab agar anak bertumbuh menjadi anak yang patuh dan taat.
Selain pola asuh yang sudah kita tahu, yang perlu kita prhatikan juga adalah tentang keadaan
keluarga, apakah kelurga itu sedang dalam keadaan brokenhome, atau saja orang tua lebih
mementingkan diri sendiri dan segala urusan diluar daripada rumah tangga dan pengasuhan
anak ditugaskan kepada pembantu,perhatian dan kasih sayang sangat penting bagi
pertumbuhan kejiwaan, kerohanian dan intelektual anak, jadi disini para orang tua harus bisa
lebih jeli dalam memperhatikan hal ini agar. Anak bisa di didik dengan baik, dalam hal ini
kesadaran orang tua akan tanggung jawabnya yang akan membuat semuanya berjalan dengan
baik.selain itu pendidikan seks dalam keluarga juga perlu ditanamkan sejak dini mungkin agar
anak tahu tentang seks itu dan batasan dalam pergaulan, agar anak tidak salah melangkah dan
terlibat dalm pergaulan bebas dan seks pranikah yang selama ini sangat marak terjadi
dikalangan remaja.


2. SEKOLAH
Sekolah sebagai lembaga pendidikan juga harus berperan aktif dalam penanggulangan
terhadap kenakalan remaja.terutama guru, guru yang merupakan orang tua dari anak ketika ia
berada disekolah seharusnya juga bisa memainkan perannya dengan baik. Guru tidak boleh
hanya mementingkan pengetahuan anak dibidang ilmu. Namun, harus memperhatikan juga
kehidupan remaja dan bisa menjadi mentor yang baik bagi anak dalam pertumbuhan iman
remaja. Dalam hal ini peran guru pendidikan agama Kristen sangat dibutuhkan, sehingga guru
PAK bisa menjadi Pembina bagi remaja,dalam hal ini kerja sama antar orang tua dan sekolah
juga harus terjalin dengan baik, agar pembinaan dari sekolah bisa lebih efektif.

3. GEREJA
Gereja sebagai organisasi keagamaan harus juga berperan aktif dalam pembinaan terhadap
remaja, karena remaja dan pemuda/i merupakan tulang punggung gereja, mereka adalah masa
depan gereja, jika mereka tidak hidup berdasarkan dasar-dasar ajaran agama itu sendiri,
bagaimana gereja akan bertumbuh?, dan disini peran gembala sidang dan para pelayan sangat
bisa mendukung remaja untuk bisa bertumbuh dalam iman dan kepercayaannya kepada Tuhan,
gereja harus lebih bisa memperhatikan dan mengontrol kegiatan pemuda/I gereja,dan
membawa mereka untuk lebih dekat kepada Tuhan.
Seperti yang tahu bahwa masa remaja adalah masa emas, dimana mereka akan menonjolkon
segala potensi yang ada pada mereka, namun jika kita tidak peka dengan hal itu,dan
membiarkan mereka begitu saja pasti mereka akan melampiaskan segala aktivitas mereka
kearah yang tidak baik. Dalam hal ini orang tua, sekolah, dan gereja harus bisa bekerja sama
dalam hal, pengembangan bakat dan minta remaja, kita bisa membuat event-event yang
mereka senangi sehingga mereka akan merasa kalau kita mempedulikan mereka dan dengan
begitu mereka akan meresponi hal itu dengan baik, karena salah satu faktor penyebab
kenakalan remaja adalah tidak adanya wadah untuk menyalurkan bakat mereka.









BAB III PENUTUP

Kesimpulan
Dari wacana di atas yang telah di bahas, dapat di simpulkan bahwa kenakalan remaja yang di sebab kan
oleh beberapa factor penyebab di atas yang mengakibat kan terjadi nya masalah social dapat di atasi
dengan konsep konsep agama yaitu : metode keteladanan, metode demonstrasi, metode pemberian
tugas , orang tua yang memberikan cara pola asuh yg otoriter, pola asuh permisif dan pola asuh
demokratis dan juga bimbingan di sekolah, dan gereja bagi non muslim, maka dengan cara ini kenakalan
remaja yang mengakibat kan terjadi nya masalah social akan dapat teratasi.

Saran
Di bagian ini penulis memberikan sedikit saran pada kita semua agar senantiasa meningkatkan
pengetahuan kita dalam pendidikan agama yang kita yakini dan senantiasa selalu menerap kan konsep
konsep agama, agar kita semua dapat menghindari diri kita dari kasus kasus penyimpangan social yang
berdampak negativ bagi kita dan masyarakat umum.














Daftar Pustaka
H. TB. Aat Syafaat, S.Sos, MSi ( Drs. Sobari, M.M, M.H., Muslih, S.Ag )
Penerbitan: Rajawali Pers
Arif, Armai. Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Cet. I; Jakarta: Ciputat Pers, 2002.
Tafsir, Ahmad. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Cet. 7; Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.