Anda di halaman 1dari 8

DIET PADA PASIEN HEMODIALISIS

Gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal memenuhi fungsinya secara optimal yang dinilai dengan
beberapa parameter tertentu. Proses hemodialisis menggantikan fungsi dari ginjal tersebut. Kualitas
hidup penderita gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis sewaktu-waktu dapat menurun. Adalah
hal penting bagi penderita maupun keluarga agar dapat menjaganya, salah satunya yaitu dengan
mengatur pola diet yang tetap dan tetap memiliki rasa yang enak.
MANFAAT DAN TUJUAN DIET
Mencegah kekurangan nutrisi, mempertahankan dan memperbaiki status nutrisi penderita
Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Mencegah akumulasi zat-zat beracun hasil dari metabolisme tubuh terutama ureum.
Membantu mengontrol tekanan darah atau kadar gula darah (dengan riwayat Diabetes) dan berat
badan secara normal.
CARA AGAR DIET BERLANGSUNG EFEKTIF
Kenali kondisi penyakit dan terapi yang dijalani. Pola diet belum tentu sama pada setiap pasien
hemodialisis.
Sesuaikan aturan diet bagi penderita gagal ginjal dengan sisa fungsi ginjal dan ukuran tubuh (tinggi
maupun berat badan).
Bisa saja pasien kehilangan selera makan. Sangat penting dijaga selera makannya. Sajikan makanan
kesukaan pasien tetapi masih dalam batas diet yang ditetapkan.

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA DIET PASIEN HEMODIALISIS
DIET RENDAH KALIUM (POTASSIUM) DAN NATRIUM (SODIUM)

Natrium banyak terkandung dalam garam dapur (natrium klorida), sedangkan kalium banyak pada buah
dan sayur. Bagi penderita gagal ginjal, hindari makanan yang mengandung natrium tinggi. Nilai normal
natrium adalah 135 - 145 mmol/L dan kalium 3.5-5.5 mmol/L.

Kalium adalah mineral yang ada dalam makanan. Kalium memiliki peran penting dalam aktivitas otot
polos (terutama otot jantung) dan sel saraf.
Ginjal normal akan membuang kelebihan kalium, namun pada pasien, kemampuan tersebut menurun,
sehingga dapat terjadi akumulasi/ penimbunan kalium dalam darah. Biasanya konsentrasi kalium yang
tinggi adalah lebih berbahaya daripada konsentrasi kalium yang rendah.
Konsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan mempengaruhi sistem konduksi listrik jantung.
Kadar kalium yang sangat tinggi akan membuat otot melemah, mengganggu irama jantung dan dapat
menyebabkan kematian. Pilih buah/sayur yang rendah kalium.
MAKANAN YANG TINGGI KALIUM
Buah :, pisang, alpukat, kurma, duku, pepaya, apricot, kismis, prune, Sayuran: petersell, daun papaya
muda, bayam, bawang putih, kapri, seledri batang, kembang kol, bit ,daun prei.

Kandungan kalium dalam buah dan sayur ternyata dapat dikurangi. Berikut ini caranya:
- Kupas sayur atau buah, potong tipis, cuci dengan air mengalir.
- Letakkan dalam mangkok, tambahkan air hangat sampai sayur atau buah terendam. Rendam
minimum 2 jam sebelum dimasak
- Buah dan sayuran dapat dilakukan dua kali perebusan, lalu air rebusan dibuang dan tiriskan. Biasakan
rebus dalam air banyak, sehingga kalium terbuang.
FOSFOR DAN KALSIUM

Tubuh memerlukan keseimbangan fosfor dan kalsium, terutama untuk membangun massa tulang. Jika
ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik maka kadar fosfor naik sehingga kalsium menjadi turun. Agar
aliran darah tetap stabil, pasokan kalsium diambil dari tulang sehingga massa kalsium dalam tulang
menjadi berkurang. Hal ini yang menyebabkan tulang mudah retak atau patah. Jumlah fosfor yang
dibutuhkan sehari 800-1.200 mg, sedangkan kalsium 1.000 mg. Agar dapat menyeimbangkan jumlah
keduanya, sebaiknya perhatikan kandungannya dalam bahan makanan. Dalam darah, nilai normal
phosphor: 2,5 - 4,5 mg/dl, sedangkan kalsium 8,4 - 10,2 mg/dl
Phosphor adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tulang. Jika ginjal tidak berfungsi baik, kelebihan
phosphor tidak bisa dibuang. Kadar phosphor yang tinggi dapat menurunkan kadar kalsium di tulang,
melepaskannya ke darah, sehingga kadar kalsium dalam darah meningkat. Ini akan menyebabkan tulang
rapuh, gatal2, tulang nyeri dan mata merah.

TIPS UNTUK DIET PHOSPHOR:
1. Batasi makanan yang banyak mengandung phospor
2. Mengkonsumsi obat pengikat phosphor/phosphate binder, Seperti kalsium karbonat (CaCO3) dan
Aluminium hidroksida.
Obat ini dikonsumsi di pertengahan makan agar efektif!!!

MAKANAN TINGGI PHOSPHOR:
Produk susu : Susu, Keju, Yoghurt, Es krim.
Produk sereal : Oatmeal, Coklat, Waffle, Roti gandum.

Sayuran: Kacang2an, Biji bunga matahari, Kedelai,

Daging, Ikan dan telur: Hati, Seafood (udang, kepiting), Kuning Telur, Sarden, Ikan Bilis.

CAIRAN
Pada pasien hemodialisis mudah terjadi penumpukan cairan yang berlebih karena fungsi ekskresi ginjal
yang terganggu. Asupan cairan dalam 24 jam setara dengan urin yang dikeluarkan 24 jam ditambah 500
cc (berasal dari pengeluaran cairan dari keringat dan BAB). Ingat juga bahwa makanan berkuah tetap
dihitung sebagai cairan.
Tips untuk hemat air: sebaiknya mengkonsumsi obat dengan makanan.
Tips mengurangi rasa haus:
1. Kurangi konsumsi garam 2. Mengisap/mengkulum es batu. 3.Mengunyah permen karet.

Bahan-bahan yang dianjurkan untuk ditingkatkan konsumsinya
1. Protein
Protein dibutuhkan untuk membangun jaringan tubuh, seperti tulang, otot, kulit, dan rambut. Protein
juga membantu tubuh melawan infeksi, menjaga kadar albumin darah tetap stabil, mempertahankan
keseimbangan nitrogen, dan mengganti asam amino yang hilang saat dialisis. Kebutuhan protein bisa
diperoleh dari hewani, seperti daging, ikan, ayam, telur ,keju, dan susu. Selain itu, dari protein nabati,
seperti tahu dan tempe. Untuk hasil yang optimal, kedua jenis protein tersebut harus dikonsumsi secara
berimbang tiap hari.
Asupan protein per hari yang dianjurkan adalah 1-1,5 g/kg berat badan (BB) ideal.
2. Kalori
Kebutuhan kalori (energi) per hari sekitar 35 kkal/kg BB. Beberapa makanan yang mengandung kalori
tinggi, seperti mentega, nasi, lontong, mie, bihun, dan makanan yang digoreng.
3. Lemak
Kebutuhan lemak per hari adalah 10-25% dari total kebutuhan energi. Lemak yang dianjurkan untuk
dikonsumsi adalah lemak tak jenuh, seperti minyak nabati, minyak jagung, dan minyak zaitun.
4. Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat yang dianjurkan adalah 60-75% dari total kebutuhan energi. Beberapa makanan
yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, mie, bihun, jagung, kentang, dan roti.


MEMBATASI ASUPAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL
GINJAL

Written by Administrator
Tuesday, 05 March 2013 11:27


Air merupakan komponen utama dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh,
membuang racun, membawa zat gizi masuk ke dalam sel, mempertahankan kelembaban kulit dan lain
sebagainya. Namun demikian bagi pasien yang menjalani Hemodialisa , kelebihan asupan cairan akan
menyebabkan bengkak pada bagian tubuh tertentu, karena ketidakmampuan ginjal mengeluarkan
cairan dan proses Hemodialisa dilakukan pada masa 2 kali dalam seminggu sehingga dilakukan
pembatasan asupan cairan. Rasa haus merupakan masalah yang sering dijumpai bagi yang menjalani
Hemodialisis dengan pembatasan cairan.
Berikut adalah Tips Untuk mengurangi rasa haus pada pasien Hemodialisis yang membatasi asupan
cairan :
1. Hindari makanan dengan rasa asin dan pedas. Rasa asin dan pedas akan
meningkatkan rasa haus, sedangkan rasa asin akan cenderung meningkatkan tekanan
darah.
2. Biasakan untuk membaca label kandungan zat gizi pada makanan yang dibeli agar
bias diketahui berapa kandungan garam terutama natrium dalam makanan tersebut,
seperti pada saus, kecap, sosis, dan lain-lain.
3. Berusaha untuk selalu berada di tempat yang sejuk , tidak berlama-lama di tempat
yang udaranya panas.
4. Lakukan perencanaan dan pembagian cairan yang akan dikonsumsi dalam sehari,
misalnya jika dibatasi 1000 ml/hari dapat dibagi dalam 6 kali minum dengan
pembagian : sarapan sekitar 150 ml,snack pagi 100 ml, makan siang 250 ml, snack
sore 100 ml, makan malam 150 ml, snack malam 100 ml. sisanya sekitar 150 ml
didapat dari makanan, baik berupa sayuran , buah-buahan, sup,snack, dan lain
sebagainya.
5. Hindari minum dengan air es atau air es yang manis, karena air es dan air es yang
manis tidak dapat menghilangkan rasa haus kecuali dengan jumlah yang banyak.
6. Saat minum obat gunakan sedikit air. Sebaiknya obat diminum setelah makan,
sehingga jumlah cairan yang sudah direncanakan pada saat makan juga cukup
digunakan untuk minum obat kecuali obat yang harus diminum sebelum makan.
7. Gunakan gelas yang kecil saat minum, dan jangan langsung menelan minuman yang
masuk ke mulut, akan tetapi telan secara perlahan.
8. Tanyakan pada dokter yang merawat, apakah obat-obat yang diberikan akan
menimbulkan efek samping berupa rasa kering pada mulut.
9. Untuk mengurangi rasa kering di mulut, sikatlah gigi, kumur-kumur (menggunakan
botol yang berisi air dingin yang sudah dicampur dengan daun mint dan diberikan
secara spray, dimana banyaknya cairan yang digunakan tetap
diperhitungkan dalam jumlah cairan yang dikonsumsi). Menghisap permen dengan
rasa lemon (lemon dapat merangsang pengeluaran air liur sehingga membantu
mengatasi kekeringan mulut.
10. Makanlah buah apel hijau atau papaya, Karena papaya dan apel hijau dapat
memberikan rasa segar. Jika ingin mengkonsumsi buah buahan yang lain, harus
dikupas dan direndam air panas selama 10 menit. Untuk sayuran lebih baik dimakan
dalam keadaan matang atau sudah melalui perendaman air panas selama 10 menit.
11 Saling bertukar pengalaman dengan pasien lain bagaimana mengatasi rasa haus,
saling mendukung dan membantu meningkatkan kedisiplinan saat rasa haus timbul.

Sumber : Dialife Edisi Januari-Februari 2013
Materi Siaran di Radio Sonora 97.4 FM, Kamis 21 Februari 2013

Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa Alias Cuci darah Hygiena Kumala Suci, dr. Kesehatan Umum
Mungkin anda sudah pernah mendengar tentang hemodialisa atau yang lebih dikenal awam dengan cuci
darah. Tapi apa sebenarnya hemodialisa itu? Bagaimana proses hemodialisa sebenarnya? Amankah
untuk dilakukan terus menerus? Apa itu hemodialisa? Hemodialisa adalah metode pencucian darah
dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk
menggantikan fungsi ginjal yang rusak. Kapan saya harus melakukan hemodialisa? Hemodialisa
dilakukan bila ginjal anda sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal
ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk
sementara waktu sehingga hemodialisa dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal
kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisa harus dilakukan seumur
hidupnya. Mengapa hemodialisa ini penting? Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi
membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal
juga berfungsi menghasilkan hormone yang penting dalam proses metabolism tubuh dan merangsang
pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita
bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh,
karena itulah hemodialisa harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut. Bagaimana
hemodialisa bekerja? Pertama kita harus mempersiapkan pembuluh darah sebagai akses masuknya
selang dari alat dialysis. Pembuluh darah yang digunakan ada dua yaitu arteri sebagai akses keluarnya
darah kotor ke dalam mesin dan vena sebagai jalan masuknya darah bersih dari mesin ke dalam tubuh.
Melalui jarum maka selang dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Biasanya anda akan diberikan bius
local untuk mengurangi nyerinya. Pembuluh darah yang digunakan biasanya yang berukuran besar
misalnya di daerah pangkal paha, daerah lengan dll. Pembuluh darah ini akan digunakan secara
bergantian untuk mencegah mengerasnya pembuluh darah yang akhirnya nanti tidak bisa digunakan
kembali. Tentu anda akan bertanya bagaimana dengan orang yang harus melakukan hemodialisa
seumur hidupnya, apakah tidak ada cara yang lebih praktis?. Anda tidak perlu khawatir, karena ada
cara baru untuk membuat akses yang permanen bagi pembuluh darah yaitu dengan membuat
anatomosis antara arteri dan vena yang biasa disebut dengan Cimino-Breschia fistula atau dengan
menghubungkan arteri dengan vena lewat pembuluh darah tambahan (graft). Daerah yang dipilih
biasanya pembuluh darah di lengan bawah. Dengan cimino, anda hanya perlu menggunakan satu akses
setiap kali melakukan hemodialisa hanya saja anda perlu menunggu 2-6 minggu hingga luka operasi
sembuh dan cimino bisa digunakan. Cimino ini bisa bertahan selama 3 tahun untuk kemudian harus
dicari pembuluh darah yang lain. Setelah akses didapatkan, maka proses hemodialisa akan dilakukan.
Hemodialisa dilakukan dengan alat yang disebut dialyzer. Mesin akan memompa darah kita keluar dari
tubuh secara sedikit demi sedikit untuk kemudian dicuci dalam dialyzer ini. Dialyzer merupakan alat
seperti filter dengan ribuan serat halus yang akan menyaring semua zat berbahaya, cairan dan elektrolit
berlebih. Di dalam dialyzer terdapat cairan khusus yang disebut dialysate yang mengandung cairan dan
formula khusus yang berfungsi menyerap zat yang tidak perlu dan menambahkan zat atau mineral atau
elektrolit yang kurang. Komposisi dialysate dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan cairan dan
darah anda saat melakukan hemodialisa. Karena itulah setiap kali akan melakukan hemodialisa anda
akan melalui pemeriksaan darah terlebih dahulu dulu untuk melihat komposisi elektrolit dan berbagai
komponen kimia darah dalam tubuh saat itu. Setelah selesai disaring, maka darah yang sudah bersih
akan dipompa kembali ke dalam tubuh. Proses ini akan diulang berkali-kali hingga seluruh darah berhasil
disaring. Proses hemodialisa ini dapat dilihat dalam video berikut ini
http://www.youtube.com/watch?v=x_ra9YUX9fk Berapa lama proses hemodialisa berlangsung? Rata-
rata tiap orang memerlukan waktu 9 12 jam dalam seminggu untuk mencuci seluruh darah yang ada,
tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan
dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisa. Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang,
lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilakukan hemodialisa sangat
tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh
dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur pada dokter yang menangani anda mengenai
jadwal hemodialisa anda. Apa komplikasi yang dapat muncul selama hemodialisa? - Hipotensi : ini
paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan
kemajuan teknologi, resiko ini semakin berkurang. - Kram otot. Dulu hal ini sering terjadi tetapi
dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang. - Reaksi anafilaktik atau alergi
terhadap cairan dialysate. Biasanya ini terjadi pada hemodialisa pertama kalinya tapi akan berkurang
seirirng seringnya hemodialisa dilakukan. - Selain itu anda dapat merasa mual, mengantuk, lelah,
pusing, dan dingin selama proses hemodialisa dilakukan. Beritahukanlah pada staf yang bertugas agar
mereka dapat membantu anda merasa lebih baik. Apakah saya harus melakukan hemodialisa seumur
hidup saya? Bila anda belum bisa melakukan transplantasi ginjal untuk menggantikan ginjal anda yang
rusak maka anda harus melakukan hemodialisa seumur hidup anda. Apa saja yang harus saya lakukan
selama menjalani proses hemodialisa? Anda tentu saja harus melakukan hemodialisa secara teratur dan
sesuai jadwal agar tercapai hasil yang maksimal. Lakukanlah check up secara teratur dengan dokter yang
menangani anda. Diet dan cairan yang tepat (dibahas pada artikel lainnya). Melakukan pengontrolan
yang ketat terhadap penyakit lain yang menyertai keadaan gagal ginjal misalnya kontrol gula darah pada
diabetes, kontrol tekanan darah pada hipertensi dan kontrol lainnya. Melakukan transfusi darah atau
Recombinant human erythropoietin (EPO) untuk mengatasi anemia yang terjadi karena hemodialisa
tidak bisa menggantikan fungsi ginjal dalam menghasilkan hormone yang merangsang pembentukkan
sel darah merah. Waspadalah dan segera konsultasi ke dokter bila anda mengalami : - Bengkak
pada seluruh tubuh - Tekanan darah yang tinggi - Rasa lelah yang berlebihan dan tubuh terasa
sangat lemas - Insomnia atau sulit tidur di malam hari - Mual dan muntah yang hebat -
Rasa gatal pada seluruh tubuh tanpa sebab yang jelas - Kejang berulang atau kram pada otot
terutama otot kaki - Kesadaran yang menurun Karena ini adalah tanda kegagalan fungsi ginjal dan
perlunya hemodialisa segera. Jadi apakah hemodialisa ini aman ? Selama dilakukan oleh tenaga terlatih
dan di tempat dengan fasilitas sesuai maka hemodialisa ini aman untuk anda. ~ Ditulis oleh: dr. Hygiena
Kumala Suci ~ Sumber : kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/hemodialysis/
http://www.medicinenet.com/hemodialysis/article.htm Dennis L. Kasper, Eugene Braunwald, Anthony
Fauci, Stephen Hauser, Dan Longo, J. Larry Jameson. 2004. Harrisons Principles of Internal Medicine
16th Edition. USA: McGraw-Hill Professional The Ohio State University Medical Center, Mount Carmel
Health and OhioHealth, Columbus, Ohio. Available for use as a public service without copyright
restrictions at www.healthinfotranslations.org.

Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/mengenal-lebih-jauh-hemodialisa-alias-
cuci-darah