Anda di halaman 1dari 20

INTENSIFIKASI BUDIDAYA SISTEM BOSTER

Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Indonesia menjadi negara penghasil produk
perikanan terbesar pada tahun 2015. Peningkatan akan difokuskan pada beberapa jenis budidaya.

Produksi perikanan budidaya itu akan dikerek sebesar 221% dari 5,26 juta ton menjadi 16,89 juta ton
untuk jenis rumput laut, patin, lele, nila, gurame, kakap, ikan kerapu, ikan mas, bandeng. Untuk
merelisasikan target tersebut, pemerintah akan menyokong melalui inovasi teknologi perikanan.

Teknologi induk dan benih unggul, inovasi wadah, dan sistem budidaya serta teknologi pengendalian
penyakit ikan dan lingkungan perlu terus dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan usaha budidaya
perikanan, ujar Martani Huseini, Dirjen Pengolahan Pemasaran dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP)
disela-sela pembukaan Indonesian Aquaculture, Bandar Lampung (4/10).
Upaya peningkatan produksi budidaya terutama untuk komoditas lele dapat dilakukan dengan
pola intensifikasi budidaya sistem boster.
Peningkatan kepadatan tebar 500 s/d 1000 ekor per meter, dibarengi dengan penerapan teknologi,
dukungan sarana produksi, serta program pemberian pakan dan suplemen BOSTER.
Budidaya Super Intensif Sistem Boster dianjurkan menggunakan kolam beton dengan maksimum luas
kolam 4x4 M, dengan kontruksi kolam SISTEM BOSTER dengan pembuangan / outlet CENTRAL DRAIN.

Saat ini, budidaya lele menerapkan sistem produksi tunggal dimana benih ditebar dan dipelihara di kolam
yang sama hingga mencapai ukuran pasar. Dengan cara konvensional ini sebenarnya sebagian besar
waktu budidaya, muatan yang ada dalam kolam masih dibawah kapasitas produksinya, bahkan jauh dari
carrying capacitynya, terutama di umur-umur muda.
Oleh karena itu, kolam sebisa mungkin harus dimanfaatkan pada kapasitas puncaknya atau mendekati
kapasitas puncaknya. Idealnya, pembudidaya lele bekerja dengan serangkaian kolam berbeda size,
penebaran benih lele ke satu kolam dengan biomass yang mendekati carrying capacity nya. Kemudian,
ketika size lele sudah mendekati kapasitasnya, di lakukan gradding dan ditransfer ke kolam yang lain.
Demikian seterusnya dg pola panen parsial, sehingga kolam bisa dimanfaatkan sesuai dengan
kapasitasnya.









PROGRAM BUDIDAYA

PROGRAM BUDIDAYA IKAN SYSTEM BOSTER

TAHAPAN BUDIDAYA ( IKAN MAS, IKAN NILA, IKAN BAWAL, IKAN GURAMIE )


PEMBENIHAN :
1. Perawatan Induk Unggul
Pakan pellet + ( BOSTER PROTEC PLUS + BOSTER PREMIX AQUAVITA ) 1 sendok / 2 kg
pellet diberikan setiap hari secara rutin 2 minggu sebelum pemijahan dan tiap 2 hari sekali
beri BOSTER FISH IMUNOVIT, hal ini berguna untuk membantu pematangan telur pada induk betina
dan sperma pada induk jantan. Meningkatkan kulitas dan kuantitas telur / daya tetas telur ( HR ).
Meningkatkan kualitas benih / daya hidup ( SR ) dan mempercepat masa produksi indukan.
2. Proses Pemijahan
Pemilihan induk yang telah kelihatan matang gonad bagi induk jantan dan matang telur pada induk betina
setelah pemakaian BOSTER PROTEC PLUS dan BOSTER PREMIX AQUAVITAsecara rutin ditandai
dengan perut induk betina yang mengandung telur, gemuk dan lunak. Serta induk jantan keluar sperma
putih jika distripping ( dipijat ), bagian perut ke arah kelaminnya.
3. Penetasan
>> Ikan mas dan ikan nila
Menetas dalam kolam pemijahan waktu +/- 24 jam, tidak diberikan pakan selama 2 - 3 hari atau hingga
kandungan telur cadangannya habis.
>> Ikan Bawal dan Ikan Guramie
Ditetaskan dalam kolam tersendiri ( bak konikel ) atau aquarium dengan aerasi kuat selama +/- 24 jam,
tidak diberikan pakan hingga kandungan telur cadangan habis.
4. Perawatan larva - benih
>> Ikan mas dan Ikan nila
Larva usia 3 - 10 hari masih suka makan pakan alami berupa Fitoplankton dan Zooplankton serta bentos
yang berada didasar kolam, untuk menumbuhkan pakan alami tersebut lakukan pemupukan
dengan BOSTER PLANKTOP 2 tutup + BOSTER AQUAENZYM 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba
dan ditebarkan ke dalam kolam 10 m2
>> Ikan Bawal dan Ikan Guramie
Larva usia 3 - 14 hari diberikan pakan alami berupa artemia, kutu air atau kuning telur rebus. Setelah
bisa makan tepung dapat diberikan BOSTER PROTEC PLUS dengan menebar secukupnya sebagai
asupan protein tinggi untuk pertumbuhan larva / benih.

PENDEDERAN :
1 Persiapan Larva - Benih
>> Ikan Mas dan Ikan Nila
Usia 10 - 30 hari benih didederkan pada kolam lain atau kolam pemijahan dengan mengambil
indukannya terlebih dahulu ( kolam tanah atau bak beton ) hingga ukuran benih mencapai 5 -7 cm.
>> Ikan Bawal
Usia 10 - 30 hari larva dapat dipindah dalam kolam pendederan ( kolam tanah atau bak semen ) dan
target panen dengan ukuran 5 - 7 cm.
>> Ikan Guramie
Usia 2 minggu larva dipindah ke kolam pendederan hingga 45 hari dan didapat ukuran silet ( 4 - 5 ) cm
2. Manajemen Pakan dan mencegah Kematian Benih
** Pemberian pakan berupa tepung ( pellet halus ) hingga Crumble halus sesuai bukaan mulut benih,
setiap pemberian pakan dicampur dengan BOSTER PROTEC PLUS + BOSTERVITALIQUID masing-
masing 1 sendok / 3 kg pakan untuk menambah asupan gizi pada pakan dan meningkatkan nafsu makan
serta mempercepat pertumbuhan.
** Setiap 5 hari sekali pakan dicampur dengan BOSTER STRESS OFF atau BOSTER FISH IMUNOVIT 1
sendok / 2 kg pakan untuk mencegah stress akibat perubahan cuaca. Meningkatkan SR benih serta
mencegah kematian massal.
** Setiap akan melakukan panen benih, bekali dengan BOSTER STRESS OFF untuk mencegah stress
dan stamina benih saat panen.
3. Pengangkutan Benih ke Kolam Pembesaran
** Sebelum benih dipuasakan saat dilakukan pengangkutan, berikan BOSTER FISH IMUNOVIT 1 tutup
dicampur dengan pakan 3 - 5 kg pakan sebagai IMUNISASI benih dan menjaga energi benih selama
perjalanan.
** Air kantong, jerigen atau bak untuk pengangkutan dicampur dengan BOSTER FISH IMUNOVIT
dengan dosis 1 tutup dilarutkan dalam 10 liter air dan diberikan sedikit - sedikit pada tiap - tiap kantong.
Untuk mencegah stress perjalanan, mengurangi keluarnya lendir atau buih yang dapat merusak kualitas
air kantong.

PEMBESARAN :
>> Benih dapat di besarkan pada kolam tanah, beton dengan sistem sirkulasi atau close system (
tertutup ) ataupun pada Kerambah Jaring Apung.
>> Pastikan pemberian multivitamin BOSTER PREMIX AQUAVITA dan BOSTER GROTOPmasing-
masing 1 sendok / 5 kg pakan secara rutin. Bermanfaat untuk menambah asupan protein dan
multivitamin pada pakan, meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan ikan, membantu pencernaan
dengan kandungan Enzym sehingga sari-sari makanan terserap secara optimal.
>> Untuk ikan guramie atau yang bersifat Herbivora, pemberian pakan alami berupa dedaunan ( daun
sente ) dapat diberikan 1 kali pada sore hari dengan prosentase 10% dari biomass ikan keseluruhan.
>> Berikan BOSTER FISH IMUNOVIT atau BOSTER STRESS OFF setiap 5 hari sekali. Terutama disaat
perubahan cuaca yang begitu hebat atau ada tanda-tanda ikan stress / terserang penyakit, dengan dosis
1 sendok / 2 kg pakan.

TARGET PEMBESARAN dengan MULTIVITAMIN BOSTER
>> Ikan Mas
Tebar benih ukuran 5 -7 cm, kepadatan 50 - 70 ekor/m2 dibesarkan hingga ukuran :
* Size 10 ekor / kg selama 55 hari
* Size konsumsi, 3 - 4 ekor selama 80 - 90 hari
Ikan Nila >>
Tebar benih ukuran 5 - 7 cm, kepadatan 40 - 50 ekor / m2 di besarkan hingga ukuran :
* Size 10 ekor / kg selama 55 hari
* Size konsumsi, 2 - 4 ekor selama 75 - 85 hari
>> Ikan Bawal
Tebar benih ukuran 5 - 7 cm, kepadatan 50 - 80 ekor / m2 dibesarkan hingga ukuran :
* Size 10 ekor / kg selama 40 hari
* Size konsumsi, 3 - 4 ekor selama 60 - 70 hari.
>> Ikan Guramie
Tebar benih ukuran 4 - 5 cm, kepadatan 30 - 40 ekor / m2 dibesarkan hingga ukuran :
* Size wadah korek, 7 - 8 cm selama 45 hari
* Size bungkus rokok, 10 ekor / kg selama 60 hari
* Size konsumsi, 500 gr / ekor selama 75 - 85 hari


PENGOLAHAN LAHAN BUDIDAYA DAN MENJAGA KUALITAS AIR
YANG RAMAH LINGKUNGAN


TAHAPAN PENGOLAHAN :

1. PERSIAPAN LAHAN

>>> Kolam Dasar Tanah

TREATMENT AIR dan TANAH
** Lakukan pengangkatan lumpur setelah panen
** pengeringan dan pengapuran dengan BOSTER MANSTAP dosis 1 kg / 100 m2 hingga tanah
agak mengering

>>FUNGSI :
** Untuk meningkatkan pH tanah dan mengembalikan unsur hara tanah yang baik untuk memacu
tumbuhnya pakan alami pada awal budidaya ( phytoplankton , dan zooplankton, bentos dan cacing )
setelah diisi dengan air.

>>> Kolam Beton / semen ( Dapat pula dilakukan pada kolam system air deras )

TREATMENT AIR dan TANAH
** Steril dinding kolam dengan menggunakan BOSTER 3 CHLOR 90 dengan menyemprotkan
secara merata dengan dosis 5 ppm atau 5 gram / 1000 liter air. Pengeringan lahan dengan panas
terik matahari selama 3 hari.

>> FUNGSI :
** Sterilisasi dinding kolam dari mikroorganisme, bakteri dan virus yang menempel pada dinding
kolam yang dapat menimbulkan penyakit.

2. PENGISIAN AIR BUDIDAYA

TREATMENT AIR dan TANAH
** Tahap awal budidaya untuk bibit ikan ukuran 5 - 7 cm kedalaman cukup 50 cm
>> Lakukan pengecekan air jika system budidaya dengan sirkulasi dengan penyaringan /
menyediakan tandon sebelum aliran air melewati kolam budidaya.

3. PENGOLAHAN AIR AWAL BUDIDAYA ATAU SEBELUM MASA PENEBARAN BIBIT

TREATMENT AIR dan TANAH
Setelah air masu** k, lakukan steril dengan BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 2 ppm atau 1
tutup untuk kolam 10 m2 kedalaman awal 50 cm
>> FUNGSI :
** Mengurangi tumbuhnya koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit )
** Membasmi virus yang mematikan
** Mengurangi kepadatan plankton
** Menstabilkan kualitas air budidaya
** Memberantas jamur dan parasit yang menempel pada tubuh ikan

** Selang 3 hari lakukan pemupukan dengan BOSTER PLANKTOP 2 tutup
+BOSTER AQUAENZYMS 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada kolam.
Keesokan hari air akan tampak kehijauan dan segar serta mengandung banyak pakan alami.
>> FUNGSI :
** Pemupukan perairan kolam
** Merangsang tumbuhnya plankton sebagai pakan alami benih dan menjaga kestabilan perairan
** Menambah pasokan oksigen pada siang hari
** Menguraikan sisa pakan, kotoran ikan dan lumut yang kerap muncul diawal budidaya
** Memacu pertumbuhan ikan dengan kondisi air yang sehat

4. Treatment Rutin Untuk Menjaga Keseimbangan Dan Mencegah Perkembangan Bakteri
Pathogen dan Virus Mematikan.

TREATMENT AIR dan TANAH
** Setiap 10 hari sekali lakukan treatment BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1 ppm ( setengah
dosis awal ) dan selang 3 hari tebar
kembali BOSTERPLANKTOP + BOSTER AQUAENZYMS dengan dosis yang sama.

5. Tips Menjaga Fluktuasi Air Terhadap Perubahan Cuaca ( pH, Suhu, dan Parameter Kimia
Lainnya )

TREATMENT AIR dan TANAH
** Tebarkan BOSTER MANSTAP kedalam air kolam dengan dosis 100 gr / 100 m2. Jika suhu dasar
air dingin, kedalaman dikurangi dan sebaliknya jika suhu panas dilakukan penambahan air.
** Cegah bau amis, air pekat / kandungan amoniak tinggi dengan BOSTERAQUAENZYM secara
rutin setelah usia menginjak 1 bulan
>> FUNGSI :
** Menstabilkan pH ( keasaman ) air kolam
** Regenerasi plankton baru sehingga air nampak segar
** Menstabilkan kualitas air budidaya
** Mengembalikan kesuburan dan kesegaran perairan
** Menguraikan sisa pakan, kotoran ikan dan lumut yang kerap muncul diawal budidaya
** Memacu pertumbuhan ikan dengan kondisi air yang sehat

BUDIDAYA IKAN BAWAL AIR TAWAR ( Colossoma macropomum )

I. PEMBENIHAN
A. Pemeliharaan Induk
Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m2. Setiap pemberian pakan tambahan
berupa pelet sebanyak 3 prosen dari berat biomass ikan dan di beri supplement ( BOSTER AMINO
LIQUID + BOSTER PROTEC PLUS + BOSTER VITALIQUID ) diberikan 3-4 kali sehari. Mengantisipasi
musim hujan jumlah pakannya ditambah menjadi 4 % dan supplement BOSTER FISH IMUNOVITuntuk
meningkatkan ANTIBODI. Induk betina yang beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak +/-
400.000 butir.
Tanda Indukan yang matang Gonad.
Betina: perutnya buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerahan Jantan: perut langsing,
warna merah dalam ditubuhnya lebih kentara dan bila diurut dari perut kearah kelamin keluar lendir
berwarna putih/sperma.
B. Pemijahan.
Pemijahan ikan bawal air tawar bisa secara Induced Spawning, caranya induk betina disuntik
ovaprim 0,75 ml / kg . Induk jantan menggunakan ovaprim 0,5 ml/kg.
Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8-12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3
bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.
Induk yang sudah disuntik dimasukkan kedalam bak pemijahan yang dilengkapi dengan hapa. Selama
pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 sampai 6 jam setelah penyuntikan
kedua.
C. Penetasan
Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan
didalam akuarium yang telah disterilisasi sebelumnya dengan BOSTER BLUE COPPER 0,5 ppm
dilengkapi dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27 - 29 derajad C. Kepadatan telur antara 100 -
150 butir/liter, biasanya Telur-telur akan menetas dalam waktu 16 - 24 jam.
D. Pemeliharaan Larva
Larva dipelihara dalam bak/akuarium yang sama, dengan terlebih dahulu 3/4 bagian airnya dibuang.
Padat penebaran larva 50 - 100 ekor/liter larva yang berumur 4 hari diberi pakan berupa naupli Artemia,
atau kutu air. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 2 minggu. Selama pemeliharaan larva, air
harus disirkulasi setiap hari sebanyak 2/3 bagiannya. Setelah berumur 2 minggu larva siap ditebar ke
kolam pendederan.
E. Pendederan
Pendederan ikan bawal dilakukan di kolam yang luasnya antara 500 -1.000 m2. Kolam tersebut harus
disiapkan seminggu sebelum penebaran benih. Persiapan meliputi pengeringan, pengolahan tanah dasar
dan pembuatan kemalir.
Setelah itu kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 50 - 100 gram/m2 + MANSTAP 1 2 kg/
1000m2. Kemudian diisi air lalu dilakukan penebaran fermentasi ( DEDAK 5kg + BOSTER AMINO
LIQUID 1 liter + BOSTER PLANKTOP 1 liter + BOSTERAQUAENZYM 100 gr + AIR secukupnya ;
keempat bahan tsb lalu diperam dalam wadah tertutup, setelah fermentasi jadi, siap di tebar. berfungsi
untuk menumbuhkan plankton )
Bila kolam sudah siap, larva diebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 - 100 ekor/m2.
Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet halus sebanyak 75 gram/1000 ekor larva dengan
frekuensi tiga kali sehari ( sebelumnya pellet di tambah supplement BOSTER AMINO LIQUID
+ BOSTERFISH IMUNOVIT sesuai dosis ).
Pemeliharaan di kolam pendederan selama 3 minggu.
II. Penyakit
Penyakit yang pernah ditemukan pada ikan bawal air tawar yang berumur sekitar sebulan antara lain
disebabkan oleh parasit, bakteri dan Kapang (Jamur)
Parasit
" Ich " Atau " White spot ", biasanya menyerang ikan apabila suhu media pemeliharaan dingin, cara
mengatasinya yaitu dengan menaikkan suhu (dengan water heater) sampai kurang lebih 29 derajat
Celcius dan pemberian BOSTER AQUASEPTIK 2ppm atau BOSTERBLUE COPPER 1 ppm Pada
media pemeliharaannya.
Bakteri.
Streptococus sp. dan Kurthia sp. cara mengatasinya yaitu dengan menggunakan
antibiotik BOSTER INROFLOXS-12/25 atau BOSTERFISH CIPROXS.( sesuai dosis )
Kapang (Jamur)
Jamur ini merupakan akibat dari adanya luka yang disebabkan penanganan ( Handling ) yang kurang
hati-hati. Cara mengatasinya dengan menggunakan Kalium Permanganat ( PK ) dengan dosis 2-3 ppm.

III. PEMBESARAN IKAN BAWAL
PERSIAPAN KOLAM
Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan
kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan plankton dalam jumlah yang optimal dan mencegah
tumbuhnya lumut sutera. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan
kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Berfungsi untuk meningkatkan
pH tanah, juga untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses
pengeringan. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk, lakukan fermentasi seperti diatas. Ini
dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari pellet. Tapi bila dipupuk dapat
menggunakan BOSTER MANSTAP 10 20 kg/ha. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, isi air sampai
kedalaman awal 40-60 cm Lakukan FERMENTASI dengan campuran ( DEDAK 10kg +BOSTER AMINO
LIQUID 2liter + BOSTER PLANKTOP 1liter +BOSTER AQUAENZYM 100gram + AIR secukupnya, lalu
diperam dalam wadah tertutup sampai fermentasi jadi lalu tebar untuk luas kolam 5000 m2 ) biarkan 2
3 hari, kemudian isi air lagi sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air
sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar.
PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
Pemilihan benih harus jeli dan teliti. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang
baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik sebelum benih di packing pada air untuk kantong benih
tambahkan BOSTER PROTEC PLUS dosis 1 sendok makan/10 liter air. Penebaran benih Sebelum
benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat masuk
dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih dalam kantong plastik yang masih tertutup rapat
dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air
dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit
demi sedikit kedalam plastik, sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih
ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang
baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan ukuran keekonomiannya. Kualitas pakan yang
baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta
vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa
dedaunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % dari total biomass (perkiraan jumlah total berat
ikan yang dipelihara). Pemberian pakan ditambah supplement ( BOSTER AMINO
LIQUID +BOSTER GROTOP + BOSTER PREMIX AQUAVITA / VITALIQUID ) untuk memacu
pertumbuhannya dan untuk meningkatkan daya tahan / ANTIBODI IKAN tambahkan BOSTER FISH
IMUNOVIT yang merupakan herbal dengan kandungan utamanya EXTRACT ECHINACEAE terbukti
mampu meningkatkan antibodi ikan dengan merangsang dan memodulasi system imun ikan ( sbg
IMUNOSTIMULANT dan IMUNOMODULATOR ) .
PERAWATAN AIR KOLAM BUDIDAYA
Lakukan sirkulasi rutin 20% dengan membuka buangan tengah untuk membersihkan dasar kolam ,
seminggu sekali lakukan sterilisasi dengan BOSTER BLUE COPPER dosis 1 ppm, selang 2 hari
kemudian tebarkan probiotik BOSTER AQUAENZYM untuk menjaga dominasi microba yang
menguntungkan dan untuk mengatasi problem lingkungan dari gas2 beracun ( NH3, NO2, H2S ).

BUDIDAYA PATIN

I. PERSYARATAN LOKASI
1. Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos.
2. Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan
sirkulasi kolam secara gravitasi, bisa juga cekung ditengah dan dihubungkan paralon keluar untuk
pembuangan.
3. Apabila pembesaran patin dilakukan dengan keramba jaring apung ( KJA ) yang dipasang disungai
maka harus sungai yang berarus lambat.
4. Kualitas air harus diperhatikan, untuk menghindari timbulnya jamur, maka perlu ditambahkan
larutan penghambat pertumbuhan jamur yaitu ANTISEPTIK (BOSTERBLUE COPPER) atau
DESINFEKTAN semacam PK
5. Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium adalah antara 2628
derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas)
6. pH air berkisar antara: 6,57.

II. TEKNIS BUDIDAYA
Budidaya ikan patin meliputi banyak kegiatan, secara garis besar ada 2 kegiatan yaitu PEMBENIHAN
dan PEMBESARAN. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran
dan jumlah tertentu. Produk akhirnya berupa benih berukuran tertentu, yang umumnya adalah benih
selepas masa pendederan.Benih dapat juga dibeli dari hathcery. Benih dikumpulkan dalam suatu wadah,
dan dirawat dengan hati-hati selama 2 minggu. Jika air dalam penampungan sudah kotor, harus segera
sirkulasi dan rutin pemberian probiotik (BOSTERAQUAENZYM)
Secara garis besar usaha pembenihan ikan patin meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Pemilihan calon induk matang gonad
2. Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,yaitu ikan mas.
3. Kawin suntik (induce breeding).
4. Pengurutan (striping).
5. Penetasan telur.
6. Perawatan larva.
7. Pendederan.
8. Pemanenan.
Pemindahan benih dari tempat pembenihan ke tempat pembesaran memerlukan penanganan khusus
agar benih selamat ( pada tiap kantong atau jerigen untuk membawa bibit tambahkan BOSTER PROTEC
PLUS yang merupakan supplement yang mengandung asam amino essential sebagai suplai energy
spontan untuk memperkuat stamina ). Keberhasilan transportasi benih ikan biasanya sangat erat
kaitannya dengan kondisi fisika dan kimia air.

a. Sarana dan Prasarana
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang
landai dengan kemiringan 25% sehingga memudahkan sirkulasi secara gravitasi.

1. Kolam pemeliharaan induk
Bentuk kolam sebaiknya bujur sangkar dengan dinding bisa dibeton atau kolam tanah dengan dilapisi
anyaman bambu. Pintu pemasukan air dengan paralon dan dipasang saringan, sedangkan untuk
pengeluaran air sebaiknya berbentuk matahari atau kotak di tengah kolam lalu dihubungkan dengan
paralon model U untuk memudahkan pengeluaran kotoran yang ada didasar kolam.

2. Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung
jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam bujur sangkar. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor
induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 16 m 2 (4x4 m)dengan 18 buah ijuk/kakaban.
Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan ( cekung di tengah ), untuk menjamin agar dasar kolam
dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon
model U (kalau ukuran kolam kecil). Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam
pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan
diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.

3. Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat bujur sangkar. Pemasukan air bisa dengan
pralon dan pengeluaran/ pembuangan paralon model U dengan lubang di tengah-tengah kolam. Dasar
kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan/laban. Fungsi
laban adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan
benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan sebagai tandon air yang
mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.

b. Pembibitan

1. Menyiapkan Bibit
Bibit yang hendak dipijahkan bisa berasal dari hasil pemeliharaan dikolam sejak kecil. Induk yang ideal
adalah dari kawanan patin dewasa hasil pembesaran dikolam sehingga dapat dipilihkan induk yang
benar-benar berkualitas baik.

2. Perlakuan dan Perawatan Bibit
Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus di dalam sangkar terapung.
Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makan + BOSTERPROTEC PLUS . Upaya untuk memperoleh
induk matang telur adalah dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan
pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%,
tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral ( BOSTER PREMIX AQUAVITA /
VITALIQUID + BOSTER AMINO LIQUID ) Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5%
setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali
seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan
gonad. Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah sebagai berikut :

Induk betina
- Umur tiga tahun.
- Ukuran 1,52 kg.
- Perut membesar ke arah anus.
- Perut terasa empuk dan halus bila di raba.
- Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
- Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
- kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya
seragam.

Induk jantan
- Umur dua tahun.
- Ukuran 1,52 kg.
- Kulit perut lembek dan tipis.
- Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.
- Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.

Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium berukuran 90 cm x 45 cm x 45 cm.
Setiap akuarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500
ekor per akuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat
tercukupi. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat
menggunakan kompor untuk menghemat dana atau menutup areal aquarium dengan terpal. Benih umur
sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan
berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi
kuning telur ayam yang direbus + BOSTERPROTEC PLUS + BOSTER FISH IMUNOVIT (=untuk
meningkatkan ANTIBODI ). Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina
cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk. Pembesaran ikan patin dapat
dilakukan di kolam, KJA, melalui sistem pen dan dalam karamba.
1. Pembesaran ikan patin di kolam dapat dilakukan melalui sistem monokultur maupun polikultur.
2. Pada pembesaran ikan patin di KJA, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: lokasi pemeliharaan,
cara menggunakan jala apung, kondisi perairan dan kualitas airnya serta proses pembesarannya.
3. Pada pembesaran ikan patin sistem pen, perlu diperhatikan: pemilihan lokasi, kualitas air,
penebaran benih, dan pemberian pakan serta pengontrolan dan pemanenannya.
4. Pada pembesaran ikan patin di karamba, perlu diperhatikan masalah: pemilihan lokasi, penebaran
benih, pemberian pakan tambahan, pengontrolan dan pemanenan.Lokasi yang cocok untuk pemasangan
hampang : kedalaman air 0,5-3 m dengan fluktuasi kedalaman tidak lebih dari 50 cm, arus tidak terlalu
deras, tetapi cukup untuk sirkulasi air dalam hampang. Perairan tidak tercemar.Terhindar dari gelombang
dan angin yang kencang serta terhindar dari hama, penyakit dan predator (pemangsa). Pada perairan
yang dasarnya berbatu, harus digunakan pemberat untuk membantu mengencangkan jaring. Jarak
antara tiang bambu/kayu sekitar 0,5-1 m.

c. Pemeliharaan Pembesaran
1. Pemupukan
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara
merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Berikan fermentasi ( dedak 10 KG
+ BOSTER AQUAENZYM 100 gr + BOSTERPLANKTOP 1 Liter ) untuk kolam luas 5000 m2.

2. Pemberian Pakan
Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari
sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan,
sesuai dengan kenaikan berat badan ikan dalam hampang. Hal ini dapat diketahui dengan cara
menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (sampling). Tiap kali
pemberian pakan tambahkan ( BOSTER AMINO LIQUID + BOSTER GROTOP + BOSTER PREMIX /
VITALIQUID ) = Untuk mempercepat pertumbuhan ; dan tambahkan juga BOSTERFISH IMUNOVIT (
untuk mempertinggi daya tahan tubuh / ANTIBODI )

3. Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Selama pemeliharaan, ikan dapat diberi makanan tambahan berupa pellet setiap hari dan dapat pula
diberikan ikan-ikan kecil/sisa (ikan rucah) ataupun sisa dapur yang diberikan 3-4 hari sekali untuk
perangsang nafsu makannya tambahkan BOSTERAMINO LIQUID. Untuk memelihara lingkungan kolam
agar air tidak pekat secara rutin seminggu sekali tebar BOSTER BLUE COPPER 1 ppm selang 2 hari
kemudian tebar BOSTER AQUAENZYM ( untuk menguraikan Bahan Organik dan mengatasi problem
lingkungan dan untuk mengencerkan air yang pekat dan bau )

III. HAMA DAN PENYAKIT
1. Hama
Pembesaran ikan patin di jaring terapung predator yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-
kura, biawak, ular air, dan burung.Hama lain berupa ikan liar pemangsa adalah udang. Ikan-ikan kecil
yang masuk kedalam wadah budidaya akan menjadi pesaing ikan patin dalam hal mencari makan dan
memperoleh oksigen.
2. Penyakit
Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit
yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular.
Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme microba patogen.
a. Penyakit akibat infeksi
Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus.
Produksi benih ikan patin secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering
mendapat serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih patin yang mati,
terutama benih yang berumur 1-2 bulan untuk mengatasinya lakukan sirkulasi rutin dan treatment air
denganBOSTER BLUE COPPER dosis 1 ppm selang 2 hari berikutnya tebar probiotik
(BOSTER AQUAENZYM ). Dalam usaha pembesaran patin belum ada laporan yang mengungkapkan
secara lengkap serangan penyakit pada ikan patin, untuk pencegahan beri BOSTER FISH
IMUNOFIT selama 3 hari berturut-turut lalu di ulang lagi seminggu kemudian dengan perlakuan yang
sama, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.
b. Penyakit parasit
Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus
multifilis Foquet. Pengendalian: menggunakan BOSTER BLUE COPPER setiap 1 minggu dengan dosis
1 ppm.Untuk pengobatan Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian
kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan di celup-celupkan dalam larutan selama beberapa menit.
Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.

c. Penyakit jamur
Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyakit ini biasanya terjadi akibat
adanya luka pada badan ikan. Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada
kondisi air yang jelek, kemungkinan patin terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat
dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal dengan rutin sterilisasi seminggu
sekali dengan BOSTER BLUE COPPER dosis 1 ppm dan selang 2 hari lakukan pemberian PROBIOTIK .
Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Pengendalian penyakit tersebut
menggunakan BOSTER BLUE COPPER dengan cara dan dosis seperti diatas.

d. Penyakit bakteri
Penyakit bakterial menjadi ancaman bagi ikan patin. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas
sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh
terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip.Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri,
ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera
dimusnahkan. Sementara yang terinfeks, tetapi belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara
pengobatan. Antara lain:
1. Treatment air dengan BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1 ppm
2. Mencampur pakan dengan Antibiotik BOSTER INROFLOX 12/25 atau BOSTERFISH
CYPROXS dosis sesuai pada kemasan
3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh / Antibodi ikan dengan mencampur pakan dengan BOSTER FISH
IMUNOVIT
b. Penyakit non-infeksi
Penyakit non-infeksi banyak diketemukan adalah keracunan dan kurang gizi.Keracunan disebabkan oleh
banyak faktor seperti pada pemberian pakan yang berjamur dan berkuman atau karena pencemaran
lingkungan perairan. Gajala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. - Ikan akan lemah,
berenang megap-megap dipermukaan air, Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik dan mati
ini bisa disebabkan oleh tingginya gas-gas beracun ( NH3, NO2, H2S ); cara mengatasinya :
berikan BOSTER AQUAENZYM ( probiotik : gabungan sinergis antara bakteri pengurai dan multienzym )
yang berfungsi untuk memperbaiki kondisi lingkungan dengan menguraikan kandungan Bahan Organik (
BO ) yang tinggi di kolam dan untuk mengendalikan / menghilangkan Ammonia tambahkan
jugaBOSTER PLANKTOP ( kandungan unsur Carbon dan mikromineral ) yang berfungsi juga untuk
mempercepat pertumbuhan plankton dengan menambahkan BOSTERMANSTAP ( kandungan : multi
mineral untuk mempertahankan kwalitas air dan menambah unsur hara) .
Pada kasus kurang gizi, ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan
ukuran tubuh, kurang lincah dan berkembang tidak normal. Untuk mengatasinya : tiap kali pemberian
pakan / pellet tambahkan supplement :
BOSTER AMINO LIQUID ( perangsang nafsu makan, dan mempercepat pertumbuhan dengan
kandungan protein siap cerna dalam bentuk asam-asam amino essential )
BOSTER GROTOP ( mengatasi pertumbuhan terlambat, dan meningkatkan penyerapan sari-sari
makanan dengan kandungan enzyme protease untuk mempercepat penyerapan protein pakan dan untuk
memperbaiki metabolism pencernaan ikan )
BOSTER PREMIX AQUAVITA / BOSTER VTALIQUID ( multivitamin lengkap untuk meningkatkan
proses metabolism ikan )
c. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu,
benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
2. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan
organik lainya dan telah diaerasi semalam.
3. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat
pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat
dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat
menampung benih ikan mas sejumlah 50006000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam
pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
d. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih harus
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam,
menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter
+ BOSTER PROTEC PLUS sendok makan yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram.
. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
1. masukkan air bersih + BOSTER PROTEC PLUS ke dalam kantong plastik kemudian benih;
2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga
(air:oksigen=1:1);
4. kantong plastik lalu diikat.
5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang
berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai
berikut:
Siapkan larutan BOSTER INROFLOX12/25 atau BOSTER FISH CIPROXSdalam waskom
Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit
agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan ANTIBIOTIK selama 1-2 menit.
Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan
secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan larutan ANTIBIOTIK selama 3 hari berturut-turut.
Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya. Pengemasan benih harus dapat
menjamin keselamatan benih selama pengangkutan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan benih ikan patin yaitu:
Sediakan kantong plastik sesuai kebutuhan. Setiap kantong dibuat rangkap untuk menghindari
kebocoran. Sediakan karet gelang untuk simpul sederhana. Masingmasing kantong diisi air sumur
+ BOSTER PROTEC PLUS yang telah diaerasi sebelumnya selama 24 jam.
Benih ikan yang telah dipuasakan selama 18 jam ditangkap dengan serokan halus kemudian
dimasukan kedalam kantong plastik tadi.
Satu persatu kantong diisi dengan oksigen murni (perbandingan air:oksigen = 1:2). Setelah itu segera
diikat dengan karet gelang rangkap.
Kantong-kantong plastik berisi benih dimasukkan kedalam kardus.
Lama pengangkutan. Benih ikan patin dapat diangkut selama 10 jam dengan tingkat kelangsungan
hidup mencapai 98,67%. Jika jarak yang hendak ditempuh memerlukan waktu yang lama maka satu-
satunya cara untuk menjamin agar ikan tersebut selamat adalah dengan mengurangi jumlah benih ikan di
dalam setiap kantong plastik. Berdasarkan penelitian terbukti bahwa benih patin masih aman diangkut
selama 14 jam dengan kapadatan 300 ekor per liter.

PEMBENIHAN LELE
PROGRAM PEMBENIHAN LELE SYSTEM BOSTER

PEMELIHARAAN INDUK

>>> PAKAN : Pellet
>>> SUPPLEMENT : BOSTER PROTEC PLUS + BOSTER PREMIX AQUAVITA
DOSIS DAN CARA PAKAI :1 sendok kecil BOSTER PROTEC PLUS + 1 sendokBOSTER PREMIX
AQUAVITA + 1 sdm BOSTER FISH IMUNOVIT/ kg pakan diberikan secara rutin 1 bulan sebelum
pemijahan salama masa istirahat.
>>> MANFAAT :
* Membantu pematangan telur pada induk betina dan sperma pada induk jantan
* Meningkatkan kualitas dan kuantitas telur
* Meningkatkan kualitas benih lele
* Mempercepat masa produksi
>>> TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER DAN BOSTER AQUAENZYM
DOSIS DAN CARA PAKAI : BOSTER BLUE COPPER ditebarkan setiap 2 minggu sekali dengan
dosis 1 ppm atau 1 ml untuk kolam 1 m3. BOSTERAQUAENZYM ditebarkan 3 hari
setelah BOSTER BLUE COPPER, dosis BOSTERAQUAENZYM 1 sdm dilarutkan dalam air hangat
dan ditebar merata untuk kolam ukuran 2 m3
>>> TUJUAN :
* BOSTER BLUE COPPER berfungsi mengurangi populasi bakteri pathogen
* Setelah efek blue copper hilang, ditebar BOSTER AQUAENZYM untuk mengurangi bau air
* Menguraikan sisa kotoran dan pakan yang menimbulkan amoniak tinggi
* Menumbuhkan bakteri yang menguntungkan dalam menjaga keseimbangan perairan.

PROSES PEMIJAHAN
Sebelum pemijahan dilakukan, siapkan air kolam dengan kedalaman 20 - 30 cm, kemudian
sterilkan dengan BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1ppm atau 1ml / 1 m2 dan diamkan
selama 2 - 3 hari

UMUR : 1 - 3 hari

PAKAN : kuning telur / cacing sutra
SUPPLEMENT : BOSTER PROTEC PLUS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok BOSTER PROTEC PLUS dicampur dengan 2 buah
kuning telur yang sudah direbus, kemudian digumpalkan dan ditebar secara merata pada
sisi kolam
MANFAAT : * Memacu pertumbuhan benih dengan kandungan PROTEIN tinggi ; *
Meningkatkan nafsu makan.
TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYMS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam 5 m2, dianjurkan ditebar pada waktu siang hari ( tebar pada hari ke-3 )
TUJUAN : >> Mencegah timbulnya lumut sutra yang kerap timbul pada awal budidaya; >>
Menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan; >> Menstabilkan kualitas air kolam.
UMUR : 4 - 10 hari

PAKAN : cacing sutra / tepung udang
SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1tutup BOSTER FISH IMUNOVIT dicampur air 10 liter ( 1 bak ),
kemudian cacing direndam selama +/- 10 - 15 menit
MANFAAT : >> Meningkatkan kualitas cacing sebagai pakan alami benih; >> Meningkatkan
kekebalan tubuh ( antibodi ) benih terhadap serangan penyakit / stress
TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYMS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam 5 m2, dianjurkan ditebar pada siang hari ( tebar pada hari ke-10 )
TUJUAN : >> Mencegah timbulnya lumut sutra yang kerap timbul pada awal budidaya; >>
Menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan; >> Memacu tumbuhnya pakan alami; >>
Menstabilkan kualitas air
UMUR : GRADDING ( 1 - 2 )

PAKAN : Powder ( tepung udang )
SUPPLEMENT : BOSTER STRESS OFF
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok / kg pakan, diberikan setelah dilakukan gradding
MANFAAT : >> Mencegah terjadinya stress yang dapat mengakibatkan kematian massal;
>> Meningkatkan SR ( daya hidup ) benih.
TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER
DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 ppm atau 1 sendok kecil dicampur air 1 timba dan ditebar
secara merata pada kolam ukuran 5 m2, terutama pada kolam baru untuk pemindahan
benih.
TUJUAN : >> Mengurangi populasi bakteri dan kuman yang merugikan; >> Kandungan
antiseptik modern yang tidak menyebabkan stress iritasi jaringan; >> Mencegah timbulnya
penyakit.
UMUR : ( 10 - 15 )

PAKAN : Powder ( tepung udang )
SUPPLEMENT : BOSTER PROTEC PLUS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok / kg pakan
MANFAAT : >> Memacu pertumbuhan benih dengan kandungan protein tinggi; >>
Meningkatkan nafsu makan
TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam ukuran 10 m2 ( tebar 3 hari setelah blue copper )
TUJUAN : >> Pemupukan perairan kolam; >> Merangsang tumbuhnya plankton sebagai
pakan alami benih dan menjaga kestabilan peairan; >> Meningkatkan kualitas air kolam.
UMUR : (16 - 20 )

PAKAN : Crumble halus
SUPPLEMENT : BOSTER PROTEC PLUS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok / kg pakan
MANFAAT : >> Memacu pertumbuhan benih dengan kandungan protein tinggi; >>
Meningkatkan nafsu makan
TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYMS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam 2 m2, dianjurkan ditebar pada siang hari ( ditebar 2 hari setelah PLANKTOP )
TUJUAN : >> Mendukung tumbuhnya plankton dengan cepat; >> Mencegah timbulnya
lumut sutra yang kerap timbul pada awal budidaya; >> Menguraikan sisa pakan dan
kotoran ikan.
UMUR : GRADDING ( 2 - 3 )

PAKAN : Crumble halus
SUPPLEMENT : BOSTER STRESS OFF
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok / kg pakan, diberikan setelah dilakukan gradding
MANFAAT : >> Mencegah terjadinya stress yang dapat mengakibatkan kematian massal;
>> Meningkatkan SR ( daya hidup ) benih.
TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER
DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 ppm atau 1 sendok kecil dicampur air 1 gayung dan
dipercikkan secara merata pada kolam berukuran 5 m2, terutama pada kolam baru untuk
pemindahan benih.
TUJUAN : >> Mengendalikan air dari bakteri, virus atau jamur yang dapat menyebabkan
penyakit; >> Mencegah timbulnya penyakit jamur atau bakteri; >> Meningkatkan kualitas
air
UMUR : ( 21 - 30 )

PAKAN : Crumble
SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok BOSTER PREMIX AQUAVITA + 1
sendok BOSTER GROTOP dicampur pakan 2 kg
MANFAAT : >> Multivitamin lengkap untuk menambah asupan gizi pada pakan; >>
Meningkatkan nafsu makan dan mempercepat pertumbuhan; >> Meningkatkan SR benih
TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYMS
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam 2 m2, dianjrkan ditebar pada siang hari ( ditebar 2 - 3 hari setelah
penebaran BOSTER BLUE COPPER )
TUJUAN : >> Mencegah timbulnya lumut sutra yang kerap timbul pada awal budidaya; >>
Menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan; >> Memacu pertumbuhan plankton sebagai
pakan alami yang baik untuk benih; >> Meningkatkan kualitas air kolam
UMUR : GRADDING ( 3 - 5 )

PAKAN : Crumble
SUPPLEMENT : BOSTER STRESS OFF
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok / kg pakan, diberikan setelah dilakukan gradding
MANFAAT : >> Mencegah terjadinya stress yang dapat mengakibatkan kematian massal;
>> Meningkatkan SR ( daya hidup ) benih
TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER
DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 ppm atau 1 sendok kecil dicampur air 1 gayung dan
dipercikkan secara merata pada kolam ukuran 5 m2, terutama pada kolam baru untuk
pemindahan benih
TUJUAN : >> Mengendalikan air dari bakteri, virus atau jamur yang dapat menyebabkan
penyakit; >> Mencegah timbulnya stress atau penyakit; >> Meningkatkan kualitas air
kolam

PEMBESARAN LELE

PROGRAM PEMBESARAN LELE SYSTEM BUDIDAYA BOSTER


Sebelum benih ditebar, lakukan sterilisasi air kolam dengan BOSTERAQUASEPTIK
atau BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1 ppm atau 1 tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan
ditebar merata pada kolam ukuran 10 m3 kemudian diamkan selama 2 - 3 hari. Pada kolam tanah ,
lakukan pengolahan lahan dengan cara pengeringan dan penebaran BOSTERMANSTAP untuk
meningkatkan pH tanah dan mengembalikan unsur hara tanah yang baik untuk memacu
tumbuhnya pakan alami pada awal budidaya.

UMUR : 1 - 5

SUPPLEMENT : BOSTER VITALIQUID + BOSTER FISH IMUNOVIT
DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 5 ml BOSTER VITALIQUID / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg
pakan ; >> 2 - 3 ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup dalam / kg pakan.
FUNGSI : *BOSTER VITALIQUID : >> Menambah nutrisi pakan, memacu pertumbuhan
benih; *BOSTER FISH IMUNOVIT : >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan,
mengurangi stress karena perubahan lingkungan.
TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1 tutup untuk kolam untuk kolam ukuran 2 m3,
dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata ke seluruh bagian kolam sehari sebelum
ikan di tebar.
TUJUAN : >> Pemupukan perairan kolam; >> Merangsang tumbuhnya plankton sebagai
pakan alami benih dan menjaga kestabilan perairan; >> Menambah pasokan oksigen pada
siang hari; >> Menguraikan gas-gas beracun
UMUR : 6 - 10

SUPPLEMENT : BOSTER VITALIQUID + BOSTER FISH IMUNOVIT
DOSIS DAN CARA PAKAI : sda ( sama dengan atas )
FUNGSI : sda
TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYM
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam 2 m3 ( tebar pada hari ke-6 )
TUJUAN : >> Menguraikan sisa pakan, kotoran ikan dan lumut yang kerap muncul diawal
budidaya; >> Memacu pertumbuhan plankton
UMUR : 11 - 15

SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3 gr BOSTER PREMIX AQUAVITA / kg pakan atau 1
sendok kecil dicampur dengan pakan 1 kg; >> 2 - 3 grBOSTER GROTOP / kg pakan atau 1
sendok kecil dicampur dengan pakan 1 kg
FUNGSI : *BOSTER PREMIX AQUAVITA : >> Multivitamin lengkap untuk menambah
asupan gizi pada pakan, >> Meningkatkan nafsu makan dan mempercepat
pertumbuhan; *BOSTER GROTOP : >> Vitamin dan Enzym yang membantu pencernaan
dan penyerapan sari-sari pakan secara optimal.
TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER
DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan angkat ikan yang
sakit lalu di celup-celupkan sebentar 2 - 3 kali kedalam larutan. JANGAN
DIRENDAM. UNTUK TREATMENT AIR : gunakan dosis 1ppm ( 1
ml/ton air) 1cc untuk kolam 1 m3
TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya koloni bakteri patogen ( pembawa penyakit ); >>
Mengurangi kepadatan plankton; >> Mestabilkan kualitas air budidaya; >> Memberantas
jamur dan parasit yang menempel pada tubuh ikan.
UMUR : 16 - 20

SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : sda
FUNGSI : sda
TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : 2 ppm atau 1 tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar
merata pada kolam seluas 5 m3 ( tebar pada hari ke-16)
TUJUAN : >> Menstabilkan pH ( keasaman ) air kolam; >> Regenerasi plankton baru
sehingga air nampak segar kembali.
UMUR : 21 - 25

SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : sda
FUNGSI : sda
TREATMENT AIR : BOSTER AQUAENZYM
DOSIS DAN CARA PAKAI : 1 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata pada
kolam 2 m3 ( tebar pada hari ke-21 )
TUJUAN : >> Menguraikan sisa pakan, kotoran ikan, dan lumut yang kerap muncul diawal
budidaya; >> Memacu pertumbuhan plankton; >> Menstabilkan kualitas air
UMUR : 26 - 30

SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3 ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup
dalam / kg pakan ; >> 2 - 3 gr BOSTER GROTOP / kg pakan atau 1 sendok kecil di campur
dengan pakan 1 kg.
FUNGSI : *BOSTER FISH IMUNOVIT : >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan
terhadap serangan penyakit dan perubahan cuaca;*BOSTER GROTOP : >> Vitamin dan
Enzym yang membantu pencernaan dan penyerapan sari-sari pakan secara optimal
TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER
DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata
pada kolam 10 m3 ( tebar pada hari ke-28 )
TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit ); >>
Mengurangi kepadatan plankton; >> Menstabilkan dan sterilisasi air budidaya.
UMUR : 31 - 35

SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : sda
FUNGSI : sda
TREATMENT AIR : BOSTER SEL MULTI
DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1 tutup untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam
air 1 timba dan ditebar merata ke seluruh bagian kolam ( tebar pada hari ke-31 )
TUJUAN : >> Menumbuhkan koloni bakteri strain positif ( bakteri menguntungkan ) guna
merombak perairan dasar kolam yang telah dipenuhi timbunan sisa pakan dan kotoran; >>
Mengurangi bau dan kepekatan air kolam; >> Mengembalikan kesuburan dan kesegaran
perairan.
UMUR : 36 - 40

SUPPLEMENT : BOSTER PREMIX AQUAVITA + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : sda
FUNGSI : sda
TREATMENT AIR : BOSTER PLANKTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : 2 ppm atau 1 tutup dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar
merata pada kolam seluas 5 m3 ( tebar pada hari ke-36 )
TUJUAN : >> Menstabilkan pH ( keasaman ) air kolam; >> Regenerasi plankton baru
sehingga air nampak segar kembali
UMUR : 41 - 45

SUPPLEMENT : BOSTER FISH IMUNOVIT + BOSTER AMINO LIQUID
DOSIS DAN CARA PAKAI : >> 2 - 3 ml BOSTER FISH IMUNOVIT / kg pakan atau 1 tutup
dalam / kg pakan ; >> 2 - 3 ml BOSTER AMINO LIQUID / kg pakan atau 1 tutup / 5 kg pakan
FUNGSI : *BOSTER FISH IMUNOVIT : >> Meningkatkan daya tahan atau antibodi ikan
terhadap serangan penyakit dan perubahan cuaca;*BOSTER AMINO LIQUID : >>
Merangsng nafsu makan melalui aroma atractan; >> Menambah kandungan protein pada
pakan; >> Mempercepat pertumbuhan dan daging menjadi padat ( tidak gembos )
TREATMENT AIR : BOSTER BLUE COPPER
DOSIS DAN CARA PAKAI : 0,5 sendok dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata
pada kolam seluas 10 m3 ( tebar pada hari ke-42 )
TUJUAN : >> Mengurangi tumbuhnya koloni bakteri pathogen ( pembawa penyakit ); >>
Mengurangi kepadatan plankton; >> Menstabilkan dan sterilisasi air budidaya
UMUR : 46 - 55

SUPPLEMENT : BOSTER AMINO LIQUID + BOSTER GROTOP
DOSIS DAN CARA PAKAI : sda
FUNGSI : sda
TREATMENT AIR : BOSTER SEL MULTI
DOSIS DAN CARA PAKAI : 5 ppm atau 1 tutup untuk kolam ukuran 2 m3, dilarutkan dalam
air 1 timba dan ditebar merata keseluruh bagian kolam ( tebar pada hari ke-46 )
TUJUAN : >> Menumbuhkan koloni bakteri menguntungkan guna merombak perairan
dasar kolam yang telah dipenuhi timbunan sisa pakan dan kotoran; >> Mengurangi bau
dan kepekatan air kolam

TIPS - TIPS BUDIDAYA
MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN, PAKAN ALAMI, DAN KWALITAS AIR

** Campurkan 1/2 kg DEDAK kukus + 2 tutup merah BOSTER AMINO LIQUID + 1 sdm BOSTER
AQUAENZYM + 1 tutup merah BOSTER PLANKTOP
Aduk merata tambahkan air sampai menyerupai adonan, masukkan kedalam wadah tertutup
selama 24-36 jam sampai proses fermentasi jadi, sambil sesekali di aduk.
Setelah proses fermentasi jadi ambil dan larutkan kedalam seember air lalu saring buang
ampasnya, larutannya tebarkan merata di kolam luas 3x4 meter.
FUNGSI :

Mempercepat pertumbuhan bibit, karena mengandung nilai protein tinggi siap pakai hasil
dari perombakan karbohidrat dari dedak dan protein dari Amino Liquid oleh Enzym-enzym
protease, amilase dan selulose dari BOSTER AQUAENZYM.
Mempercepat pertumbuhan pakan alami, fitoplankton, zooplankton yang sangat
dibutuhkan oleh bibit ikan.
Membantu menurunkan pH air pada masa pembesaran bilamana bahan organik yang
tinggi hasil dari sisa pakan dan kotoran ikan, karena media dedak dan amino liquid
merupakan media kultur yang baik bagi pertubuhan bakteri yang terkandung dalam
BOSTER AQUAENZYM. Sehingga kerja bakteri dalam merombak bahan organik sisa pakan
dan kotoran ikan menjadi lebih maksimal