Anda di halaman 1dari 2

METODE

Penelitian diawali dengan persiapan alat-alat yang digunakan untuk pengukuran


konsentrasi NOx dan NO
2
. Alat-alat yang digunakan meliputi Midget Impinger, pompa
vakum, flow meter, labu ukur 100 ml dan 1000 ml, gelas ukur 100 ml, pipet volumetrik, pipet
ukur 1 ml, dan stirrer. Penelitian terbagi menjadi dua prosedur, yaitu sampling dan pengujian
sampel, lalu pembuatan kurva kalibrasi. Proses sampling diawali dengan pengisian botol
impinger dengan 10 ml larutan penyerap Griess Saltzman, kemudian impinger dan
erlenmeyer asah tertutup yang berisi arang aktif (berfungsi sebagai perangkap uap)
dihubungkan dengan selang silikon sehingga menjadi sebuah rangkaian. Rangkaian tersebut
disambungkan pada flow meter dan pompa vakum dengan kecepatan alir 0,4 liter/menit.
Pemompaan dilakukan selama 2 jam kemudian larutan penyerap didiamkan selama 15 menit.
Selanjutnya nilai absorbansi larutan penyerap diukur menggunakan spektrofotometer pada
panjang gelombang 550 nm.
Pembuatan kurva kalibrasi dilakukan dengan persiapan 5 botol uji 25 ml. Masing-masing
botol diisi dengan 0,0 ml; 0,1ml; 0,2 ml; 0,5 ml; 0,8 ml; dan 1,0 ml larutan standar natrium
nitrit (0,0164gr/l) dengan pipet volumetrik atau buret mikro. Selanjutnya larutan penyerap
Griess Saltzman ditambahkan sampai tanda batas 25 ml. Larutan dihomogenkan dengan
pengocokan secara perlahan dan dibiarkan selama 15 menit hingga terjadi pembentukan
warna yang sempurna. Absorbansi masing-masing larutan standar diukur dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang yang sama (550 nm). Selanjutnya kurva kalibrasi
dibuat pada program Microsoft Excel antara nilai absorbansi dan jumlah NO2- (g). Nilai
kemiringan (slope) dari kurva kalibrasi digunakan untuk mencari nilai konsentrasi No2.
Berikut persamaan kalibrasi dari kurva kalibrasi :
Y = mb + z ...... (1)
Keterangan : b = jumlah NO2 pada sampel yang diperoleh dari kurva kalibrasi (g)

Konsentrasi Jumlah NO2- (g/m3) diperoleh dari perhitungan nilai koreksi aliran udara,
volume sampel udara, dan mencari volume udara pada 25 C dengan tekanan atmosfir 760
mmHg. Nilai koreksi aliran udara diperoleh melalui persamaan:


Keterangan: Qc = Koreksi aliran udara (m3/menit)
Qs = Kecepatan aliran udara (m3/menit)Tr = suhu ruang (oC)
Ta = suhu alat (oC)

Setelah diperoleh nilai koreksi aliran udara,selanjutnya dicari nilai volume sampel udara yaitu
dengan persamaan berikut:
V = Qc t ......(3)
Keterangan: V = volume sampel udara (m3)
Qc = Koreksi aliran udara (m3/menit)
t = lama sampling (menit)

Nilai volume sampel udara digunakan dalam perhitungan nilai volume udara melalui
persamaan berikut:




Keterangan: Vr = volume udara (m3)
V = volume sampel udara (m3)
P = tekanan udara (mmHg)
Tr = suhu ruang (oC)

Setelah diperoleh nilai volume udara, selanjutnya nilai konsentrasi NO2 dihitung dengan
persamaan berikut:
(



Keterangan: b = jumlah NO2 pada sampel yang diperoleh dari kurva kalibrasi (g)
Vr = volume udara (m3)

Selain nilai konsentrasi NO2 (g/m3), nilai larutan standar NaNO2 (Cb) juga dicari nilainya
melalui persamaan berikut:
Ca Va = Cb Vb ...... (6)
Keterangan: Ca = Konsentrasi pada larutan a (g/m3)
Va = volume larutan a (m3)
Cb = Konsentrasi pada larutan b (g/m3)
Vb = volume larutan b (m3)