Anda di halaman 1dari 9

Sifat Fisik Fluida Reservoir

Beberapa sifat fisik fluida yang perlu diketahui adalah : densitas, viskositas,
faktor volume formasi, kompresibilitas, dan kelarutan gas.
2.3.1. Densitas
2.3.1.1. Densitas Minyak
Densitas minyak (o) biasanya dinyatakan dalam specific gravity (SG).
ubungan antara densitas minyak (o) dengan SG minyak didasarkan pada densitas
air (!), ditulis sebagai berikut :
SG minyak
w
o

..............................................................................("#"$)
SG minyak umumnya dinyatakan dalam dera%at &'(. ubungan SG minyak dan
)
&'(
adalah :
)
&'(
* . +,+
* . +-+

SG
.....................................................................("#"+)
2.3.1.2. Densitas Gas
Densitas didefinisikan sebagai massa tiap satuan volume dan dalam hal ini
massa dapat diganti oleh berat gas, m. Sesuai dengan persamaan gas ideal, maka
rumus densitas untuk gas ideal adalah :

g
m
.
'/
01

...................................................................................("#"")
dimana :
m 2 berat gas, lb
. 2 volume gas, 3uft
/ 2 berat molekul gas, lb 4 lb mole
' 2 tekanan reservoir, psia
1 2 temperatur,
o
0
0 2 konstanta gas 2 +$.5, psia 3uft 4 lb mole
o
0
'ersamaan "#"+ hanya berlaku untuk gas berkomponen tunggal. Sedangkan
untuk gas 3ampuran digunakan rumus sebagai berikut :
+

g
a
'/
6 01

............................................................................................("#",)
dimana :
6 2 faktor kompresibilitas gas
/a 2 berat molekul tampak 2 yi /i
yi 2 fraksi mol komponen ke7i dalam suatu 3ampuran gas
/i 2 berat molekul untuk komponen ke7i dalam suatu 3ampuran gas.
2.3.2. Viskositas
2.3.2.1. Viskositas Minyak
.iskositas minyak adalah suatu ukuran tentang besarnya keengganan minyak
untuk mengalir.
.iskositas dinyatakan dengan persamaan :

8
&
dv
dy
............................................................................................("#"-)
Dimana :
2 viskositas, gr 4 (3m.se3)
8 2 shear stress
& 2 luas bidang paralel terhadap aliran, 3m
"
dv
dy 2 ...............................................................................................gradient
ke3epatan, 3m 4 ( se3.3m ).
.iskositas minyak dipengaruhi oleh ', 1, dan 0s. ubungan antara viskositas
minyak ( o ) terhadap ' dan 1 dapat dilihat pada Gambar ".5.
"
Gambar ".5
'engaruh .is3ositas /inyak terhadap berbagai 1ekanan
+")
2.3.2.2. Viskositas Gas
.is3ositas gas (9) tergantung dari tekanan, temperatur dan komposisi gas.
.iskositas gas sangat sukar diukur di dalam laboratorium se3ara tepat, terutama pada
tekanan dan temperatur tertentu. )leh karena itu digunakan 3ara estimasi dengan
berbagai korelasi.
Salah satu 3ara untuk menentukan viskositas gas yaitu dengan korelasi grafis
(:arr et al), dimana 3ara ini untuk menentukan viskositas gas 3ampuran (9+) pada
tekanan + atmosfer dan temperatur yang diinginkan, dengan memperhatikan adanya
gas#gas ikutan, seperti "S, :)" dan ;", seperti yang ditun%ukan pada Gambar ".<.
&danya gas#gas non hidrokarbon tersebut akan memperbesar viskositas gas
3ampuran. =ntuk vis3ositas pada tekanan yang lebih besar, 9+ dapat menggunakan
Gambar ".> yang kemudian dihubungkan dengan Gambar ".<. 'rosedurnya adalah
sebagai berikut :
+. /enghitung tekanan dan temperatur pseudoreduce dengan
,
P0 P1 P2 P3
Pressure, psia
pc
pr
P
P
P
?
pc
pr
T
T
T
". Dari Gambar ".> didapatkan 949+
,. Dengan harga SG yang sudah diketahui maka dari Gambar ".< dapat
diperoleh 9+.
-. .iskositas gas dapat dihitung, dengan
9g 2 (9+) (949+)
Gambar ".<
.is3ositas Gas pada 1ekanan &tmosfir
+)

-
Gambar ".>
@orelasi .is3osity 0atio dengan 0edu3e 1emperature
+)
2.3.3. Faktor Volue Forasi Fluida
2.3.3.1. Faktor Volue Forasi Minyak
8aktor volume formasi minyak adalah perbandingan relatif antara volume
minyak a!al (reservoir) terhadap volume minyak akhir (tangki pengumpul), bila
diba!a ke keadaan standart.
8aktor volume formasi dihitung dengan StandingAs 3orrelation:
a. =ntuk p B pb
Bo 2 $.>5" C $.$$$+-5 8
+.+5*
.............................................................("#"*)
T R F
o
g
s
"* . + .
* . $
+

,
_

...................................................................("#"D)
dimana :
Bo 2 faktor volume formasi, res. Barrel4 S1B
8 2 3orelation number
0s 2 kelarutan gas dalam minyak, S:8 4 S1B
o 2 spe3ifi3 gravity minyak, lb 4 3uft
*
g 2 spe3ifi3 gravity gas, lb 4 3uft
1 2 temperatur,
o
8
Gambar ".+$
.olume formasi minyak sebagai 8ungsi 1ekanan
+")
b. =ntuk p E pb
Bo 2 Bob eFp G:o(pb 7 p)H ...................................................................("#"5)
arga Bo dipengaruhi oleh tekanan, dimana :
a. 1ekanan diba!ah 'b ( ' I 'b ), Bo akan turun akibat sebagian gas
terbebaskan.
b. 1ekanan diantara 'i dan 'b ( 'b I ' I 'i ), Bo akan naik sebagai akibat
ter%adinya pengembangan gas.
2.3.3.2. Faktor Volue Forasi Gas
8aktor volume formasi gas (Bg) didefinisikan sebagai volume dalam barrel
yang ditempati oleh satu standart 3ubi3 feet gas pada tekanan dan temperatur
reservoir, harga Bg dapat ditentukan berdasarkan hukum gas sebagai berikut :
r
r r
g
P
T Z
B $"<"> . $
3uft4s3f ...........................................................("#"<)
atau dalam satuan lapangan ( + bbl 2 *.D" 3uft)
r
r r
g
P
T Z
B $$*$- . $
bbl4s3f ....................................................("#">)
D
dimana :
Jr 2 faktor kompresibilitas gas
1r 2 temperatur reservoir,
)
0
'r 2 tekanan reservoir, psia
'ada kondisi standar 's3 2 +-.5 psia. 1s3 2 *"<
)
0, dan Js3 2 +
2.3.!. "opresi#ilitas Fluida
2.3.!.1. "opresi#ilitas Minyak
@ompresibilitas minyak didefinisikan sebagai perubahan volume minyak
akibat adanya perubahan tekanan, se3ara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:

,
_


dp
dv
v
C
o
+
....................................................................................("#,$)
dapat ditulis %uga sebagai :
) (
) ( +
" +
" +
P P
V V
V
C
o


..........................................................................("#,+)
dimana :
.+ 2 volume 3airan pada tekanan '+, bbl
." 2 volume 3airan pada tekanan '", bbl
1anda minus dimaksudkan untuk memperoleh harga :o yang positif, karena
(.+ 7 .") 4 ('+ 7 '") adalah negatif.
2.3.!.2. "opresi#ilitas Gas
@ompresibilitas gas didefinisikan sebagai fraksi perubahan volume per unit
perubahan tekanan, atau dapat dinyatakan dengan persamaan :
p
V V
C
g


4
...................................................................................("#,")
&pabila volume gas dinyatakan dengan persamaan,
p
znRT
V

.........................................................................................("#,,)
5
dan
1
1
1
1
]
1

"
P
z
dp
dz
P
nRT
dP
dV
.......................................................................("#,-)
'ersamaan "#,, dan 'ersamaan "#,- disubtitusikan ke 'ersaamaan "#,", maka akan
dihasilkan persamaan,
1
]
1

z
dP
dz
P
P
nRT
nRTz
P
C
g
"
...........................................................("#,*)
&pabila disederhanakan akan men%adi :
dP
dz
z P
C
g
+ +

..................................................................................("#,D)
2.3.$. "elarutan Gas dala Minyak
@elarutan gas ( 0s ) dalm minyak di definisikan sebagai banyaknya volume
gas yang terlarut dalam minyak pada tekanan dan temperatur reservoir.
&pabila tekanan diturunkan ternyata gas yang terlarut pada tekanan tertentu
akan mulai melepaskan diri dari larutannya dan tekanan pada saat keluar dari
larutannya disebut tekanan titik gelembung 4 bubble point pressure ('b). ubungan
antara kelarutan gas dengan tekanannya dapat dilihat pada Gambar ".++.
Dari Gambar ".++ terlihat bah!a kurva kelarutan gas naik sebelum 'b ter3apai
karena gas terus keluar dari larutannya dan setelah 'b ter3apai kelarutan gas konstans
karena tidak ada lagi gas yang terbebaskan.
<
Gambar ".++
@elarutan gas sebagai 8ungsi 1ekanan
+")
>