Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KELOMPOK

STABILISASI TANAH
EVALUASI KINERJA LAPIS PERKERASAN JALAN SOIL-CEMENT
DENGAN ECOMIX SC-100 DI PROPINSIPAPUA




ANGGOTA KELOMPOK :
1. ANNISA ARIFANDITA MIFSHELLA
2. CHRISFELA WULANDARI
3. JOY FREESTER
4. RAHMATUL FIRDAUS
5. REZA AHMAD FADHLI
6. RUMEISYAH
7. SUDARMANTO




JURUSAN TEKNIK SIPIL S1
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS RIAU
2012



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Mahal murahnya harga material dalam pelaksanaan suatu pekerjaan
tergantung dari ada tidaknya material di sekeliling lokasi pekerjaan atau
tergantung dari jarak angkut yang dibutuhkan untuk mengadakan material
tersebut.
Penyebaran material batuan alam di Papua sangat tidak merata di mana pada
beberapa daerah, batuan dengan mudah ditemukan di sisi kiri kanan lokasi
pekerjaan, tetapi di lain pihak beberapa lokasi di daerah seperti Sorong, Bintuni,
Paniai, Timika, untuk mendapatkan material batuan atau sirtu harus menempuh
jarak puluhan kilometer, bahkan di kabupaten Merauke, material tersebut sangat
sulit didapatkan, hingga harus menempuh jarak ratusan kilometer yang
mengakibatkan membengkaknya biaya angkut material. Untuk mendapatkan
konstruksi yang murah, pembangunan jalan di kabupaten ini telah bertahun tahun
dilaksanakan perkerasan dengan menggunakan Soil Cement dimana keuntungan
konstruksi tersebut, bahwa hanya sekitar 10 % material yang di perlukan
didatangkan dari luar yaitu semen selebihnya material tanah dengan mudah
didapatkan di lokasi pekerjaan. Metode pelaksanaannya juga sangat sederhana
yakni dengan menggunakan alat standar (Motor Grader dan Vibratory Roller)
dikombinasikan dengan Pulfy Mixer (bisa juga dipakai excavator), dimana alat
tersebut adalah sejenis Tracktor Sawah (4 Whell Drive) yang dilengkapi Rotari,
sehingga dengan mudah didapatkan pada daerah persawahan milik petani. Adapun
kelemahan konstruksi dengan soil cement yaitu :
1. Pengerasan material campuran soil sement sangat lambat, membutuhkan
waktu antara 5 7 hari untuk hamparan material tersebut dapat
difungsikan.
2. Pemerataan campuran sulit tercapai, di mana masih terdapat bongkahan
tanah yang tidak tercampur semen yang menjadi titik lemah konstruksi
yang sering terjadi keretakan atau melesak pada saat pembebanan.
3. Susut yang terjadi sangat besar hingga terjadi terak pada permukaan
perkerasan.
4. Dengan menggunakan pencampur pulfi mixer, maka ketebalan rencana
lebih besar 20 cm sulit dilaksanakan.
1.2.Tujuan
1. Mengetahui aplikasi stabilisasi tanah dengan menggunakan POWERMIX
PSC-63.
2. Mengetahui metode kerja penggunaan POWERMIX PSC-63 pada jalan Soil-
Cement di Kabupaten Merauke, Propinsi Papua.
3. Mengetahui sifat-sifat pengaruh ekonomis penggunaan POWERMIX PSC-63.

















BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian POWERMIX PSC-63
Powermix PSC-63 merupakan bahan perubah tanah yang dikembangkan
melalui berbagai percobaan dan tes. Tujuannya untuk menyolidkan dengan kuat
tanah dan mendapatkan sokongan yang stabil untuk kontruksi tanah dalam waktu
yang lama, kinerja produk ini digunakan dengan semen potland yang ada, karena
bahan ini memperbaiki setiap kekurangan seperti penyusutan pengerasan, anti
larutan beku dan kerapuhan yang biasanya terjadi pada semen tanah yang
konvensional, sebaliknya membawa keunggulan antaranya ekonomis dan mudah
untuk diterapkan.
Produk powermix PSC-63 memiliki beberapa keunggulan, diantaranya
meningkatkan kekuatan soil cement, mempercepat pengerasan campuran,
sebagai penetralisir zat aktif, dan mudah dalam pemeliharaan serta ramah
lingkungan. Pemakaian powermix tidak menimbulkan perasaan was-was terhadap
keselamatan lingkungan, karena tidak membahayakan tumbuhan, hewan bahkan
manusia.
Perbaikan kinerja soil cement dapat dikatakan kontruksi tersebut jauh
lebih efisien dan ekonomis dibandingkan dengan konstruksi pondasi
konvensional yang telah kita kenal. Misalkan, konstruksi pondasi dengan
menggunakan Agregat A dan B, dimana kedua lapis pondasi tersebut kita hampar
dengan tebal 20cm dan 25cm, tidak akan lebih unggul dari Soil Cement dengan
Additive, baik dalam hal daya dukung beban (CBR), maupun dari aspek fungsi
sebab konstruksi dengan agregat mutlak dilanjutkan dengan suatu lapis penutup
aspal. Sedangkan, soil cement dengan additive tanpa suatu lapis penutup
konstruksi masih dapat bertahan terhadap beban maupun cuaca. Apabila
dibandingkan dengan konstruksi jalan yang hanya menggunakan sirtu, maka
campuran soil cement dengan aditive masih jauh lebih ekonomis, dalam hal
pemeliharaan maupun kenyamanan bagi pengendara. Konstruksi jalan dengan
lapis sirtu, pada saat kering, hanya saja mudah terpengaruh oleh air, dimana daya
dukung bebannya akan jauh berkurang. Soil cement cocok pada semua jenis
tanah anorganik dan lebih baik lagi pada daerah yang sering tergenang air.

2.2 Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan penggunaan POWERMIX PSC-63 diantaranya sebagai
berikut:
a) PELAKSANAAN UNTUK MATERIAL CLAY (HALUS)
Pencampuran dilakukan dengan Alat Pulfimixer,
- Penyiapan tanah dasar ( ratakan dan padatkan )
- Drop material tanah
- Hampar material tanah tersebut dengan motor grader
- Padatkan dengan vibro roller, tebal padat 20 Cm
- Tanah yang telah dipadatkan garuk dengan pulvi mixer
- Ratakan dengan motor grader
- Drop dan hampar semua semen 30 kg/m2 ( untuk panjang 23 m dan lebar
5,50 m ) diperlukan semen sebanyak 23 x 5,50 x 30 kg/m2 = 3.795,00
kg/ 40 = 94,87 zak = 95 zak ( 1 zak = 40 kg ) untuk satu section panjang
23 m komposisi sama untuk ketiga jenis tanah.
- Diaduk dengan pulvi mixer
- Ratakan dengan motor grader
- Siramkan Powermix PSC-63 yang telah dicampur dengan air ( 1,50 kg :
20 ltr air ) ke atas permukaan hamparan 7,5 m2 (5,0 m2/Kg) untuk tebal
hamparan 20 Cm.
- Ratakan dengan motor grader dan bentuk super elevasi ( kemiringan )
jalan sekitar 2 %
- Padatkan dengan vibro roller
- Padatkan dengan pneumatic tire roller sambil disiram dengan air
secukupnya
- Jalan ditutup selama 72 jam ( tiga ) hari baru dibuka untuk dilewati
kendaraan.
Catatan :
1. Pemakaian Semen, 150 Kg/M3
2. Pemakaian Aditip 1 Kg/M3.



b) DENGAN MATERIAL MENGANDUNG GRAVEL (Butiran Kasar)
Soil Cement dengan bahan tanah berbutir kasar, pencampurannya tidak
dapat dilakukan langsung di lapangan (dengan Pulvimixer). Pencampuran
harus dilakukan di Quary dengan menggunakan Bathing Plant, atau Excavator
dengan takaran sesuai rencana. (jika menggunakan excavator, dapat
diassumsikan bahwa 1 bucket kurang lebih 1 m3) , sebelum material campuran
diangkut ke Lapangan. Langkah-langkah selanjutnya sama dengan
pelaksanaan pada Soil Cement dengan material halus.

2.3 Hasil dan Pembahasan
Powermix PSC-63 bukanlah barang baru bagi masyarakat pelaku
konstruksi jalan di propinsi Papua, khususnya Kabupaten Merauke dan
sekitarnya. Material aditif ini telah masuk Kabupaten Merauke sejak tahun 2002,
dengan nama dagang Ecomix SC-100 (KMS- Korea) di mana sebelum dipakai
secara luas baik pada proyek-proyek dengan pendanaan APBN maupun APBD
(Khusus di Kabupaten Merauke), material aditif ini telah melalui pengujian baik
dari Litbang Jalan Departemen PU, maupun uji hamparan yang dilakukan di
lokasi ruas jalan Merauke - Sota (km 23 + 670) pada tanggal 17 Juni 2002.
Setelah 13 bulan kemudian (Juli 2003) tim penguji, kembali melakukan
evaluasi terhadap kinerja soil cement hasil percobaan, dengan parameter uji yaitu
testspeed (uji kedalaman) dan CBR lapangan dengan DCP, maka didapat, hasil
sebagai berikut :
Soil Cement Konvensional (tanpa aditif) :
Ketebalan konstruksi saat dilaksanakan = 15 cm
Ketebalan saat dievaluasi = 15 cm
Jumlah Pukulan DCP rata-rata 50 kali pukulan.
Soil Cement dengan Aditif :
Ketebalan konstruksi saat dilaksanakan = 15 cm
Ketebalan saat dievaluasi = 50 cm (mengalami penambahan tebal)
Jumlah Pukulan DCP rata-rata 500 kali pukulan.
Sementara hasil uji laboratorium Litbang Dep. PU, bahwa dengan
menambahkan 0,1 % Aditif terjadi perbaikan pada kekuatan kuat tekan dan
penurunan susut material campuran setelah mengeras. Penambahan kekuatan 20
30 % kuat tekan UCS pada campuran umur 3, 7 dan 28 hari dibandingkan
campuran konvensional. Menurunkan nilai susut material campuran yang sangat
besar bagi semua jenis tanah, bahkan hingga mendekati 0 pada tanah kepasifan.
Dengan mengetahui bagaimana Aditif jenis ini mempengaruhi Soil Cement,
pihak pemerintah akhirnya memutuskan menggunakan bahan aditif ini, dan
puncaknya pada tahun 2007 pemakaian Powermix PSC-63 di perluas ke seluruh
kabupaten Papua (kurang lebih 60 km), untuk membantu mengatasi masalah
kemahalan harga angkutan batuan di daerah-daerah kabupaten Sorong, Kaimana,
Nabire, Bovendigul, Maapi.
Hingga saat ini (2008) tidak kurang dari 100 km jalan baik Nasional,
Propinsi maupun Kabupaten Papua telah menggunakan Aditif tersebut. Untuk
perbaikan kinerja soil mereka.
Perbandingan Harga Konstruksi
Berikut akan sajikan suatu contoh perhitungan perbandingan harga antara
konstruksi pondasi jalan yang menggunakan Lapis pondasi Agregat dengan Soil
Cement + Powermix . Perhitungan untuk ruas Sorong - Seget dengan jarak
angkut material klas A = 26 Km, Klas B = 13,5 Km dan urugan biasa 2 Km.
Maka harga harga material tersebut akan berkisar :


Perhitungan Volume Pekerjaan / Km, dengan lebar perkerasan 5 m, tebal LPA Klas A =
15 Cm, LPA Klas B = 20 Cm, dan soil Cement = 20 Cm





2.4. Kesimpulan
POWERMIX PSC-63 adalah suatu senyawa kimia sintetik yang di produksi oleh
negara Korea, dan kemuadian diimpor ke Indonesia karena sifatnya yang dapat
menstabilkan tanah yang sangat berguna dalam kegiatan konstruksi jalan.
Sebagai contoh, penggunaan POWERMIX PSC-63 telah digunakan untuk
kegiatan pembangunan jalan soil cement di Propinsi Papua, Kabupaten Merauke.
Dimana pada hasil penelitian di laboratorium menunjukan bahwa pemakaian
POWERMIX PSC-63 meningkatkan kekuatan tanah.
Dari segi ekonomis, harga POWERMIX PSC-63 masih tergolong mahal karena
zat aditif ini bukanlah produksi dari dalam negeri sendiri, bahkan harganya
mencapai Rp. 190,000.- per kg. POWERMIX PSC-63 pada umumnya telah
digunakan di sebagian besar pekerjaan konstruksi jalan yang ada di Propinsi
Papua.




















Daftar Pustaka

http://powermixpsc-63.blogspot.com/
Ferdinand R. Kuheba dan Indra Surya B. Mochtar.2009. Evaluasi Kinerja Lapis
Perkerasan Jalan Soil-Cement Dengan Ecomix Sc-100 Di Propinsi Papua.
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November