Anda di halaman 1dari 1

2.

ALAT PENGUKUR ARAH DAN KECEPATAN ANGIN


Angin merupakan pergerakan udara yang disebabkan karena adanya perbedaan tekanan
udara di suatu tempat dengan tempat lain. Dengan adanya pergerakan udara di atmosfer
ini maka terjadilah distribusi partikel-partikel di udara, baik partikel kering (debu, asap,
dsb) maupun partikel basah seperti uap air. Pengukuran angin permukaan merupakan
pengukuran arah dan kecepatan angin yang terjadi dipermukaan bumi dengan
ketinggian antara 0.5 sampai 10 meter.
Alat-alat yang paling baik untuk mengukur angin (permukaan) ahla Wind Vane dan
Anemometer. Alat-alat pengukur kecepatan angin di bagi dalam 3 bagian :
1. Anemometer Cup dan Vane, alat ini mengukur banyaknya udara yang melalui
alat per satuan waktu.
2. Pressure Tube Anemometer, alat ini bekerja disebabkan oleh tekanan dari
aliran udara yang melalui pipa-pipanya.
3. Pressure Plate Anemometer, lembaran logam tertentu, ditempatkan tegak
lupus angin. Lembaran logam ini akan berputar pada salah satu sisinya
sebagai sumbu. Besar penyimpangan (sudut) menjadi kecepatan angin.
2.1 Cup counter dan wind vane

Anemometer
Pergerakan udara atau angin umumnya diukur dengan alat cup counter anemometer,
yang didalamnya terdapat dua sensor, yaitu: cup propeller sensor untuk kecepatan
angin dan vane/ weather cock sensor untuk arah angin. Untuk pengamatan angin
permukaan, Anemometer dipasang dengan ketinggian 10 meter dan berada di tempat
terbuka yang memiliki jarak dari penghalang sejauh 10 kali dari tinggi penghalang
(pohon, gedung atau sesuatu yang menjulang tinggi). Tiang anemometer dipasang
menggunakan 3 buah labrang/ kawat penahan tiang, dimana salah satu kawat/labrang
berada pada arah utara dari tiang anemometer dan antar labrang membentuk sudut 120
0
.
Pemasangan penangkal petir pada tiang anemometer merupakan faktor terpenting
terutama untuk daerah rawan petir. Hal ini mengingat tiang anemometer memiliki
ketinggian 10 meter dengan ujung-ujung runcing yang membuatnya rawan terhadap
sambaran petir.