Anda di halaman 1dari 2

Material Ethylene Tetrafluoroethylene (ETFE)

Namun, karena kurangnya pengetahuan akan material ini, orang Indonesia masih belum pernah
menggunakan ETFE sebagai material selubung bangunan. Hal ini sangat disayangkan, mengingat
keunggulan ETFE yang begitu banyak.

Pengaplikasian ETFE terdapat pada bangunan stadion sepakbola Allianz Arena dan Beijing National
Aquatics Centre, di mana bangunan tersebut adalah struktur terbesar yang pernah dibuat dengan
material ETFE. Pada bangunan-bangunan tersebut, ETFE menjadipneumatic panel (selubung
bangunan yang berisi udara) yang menyelubungi bangunan.
2. PEMBAHASAN
ETFE adalah material yang ramah lingkungan. ETFE terbuat dari proses steam cracking, yaitu ekstrak
dari pencairan bahan/material tertentu yang biasanya tidak terpakai lagi (limbah) Steam Cracking
merupakan salah satu proses dalam industri petrokimia yang memecah rantai hidrokarbon jenuh
menjadi rantai hidrokarbon tak jenuh dengan jumlah atom karbon (C) yang lebih sedikit. Proses
ini merupakan metode dasar dalam industri untuk memproduksi alkena yang lebih ringan atau
yang biasa disebut olefin termasuk di dalamnya etena atau yang sering disebut etilena dan juga
propena atau propilena.. ETFE juga bisa didaur ulang. Tidak seperti plastik yang menghasilkan zat
beracun ketika didaur ulang, ETFE hanya mengalami perubahan bentuk menjadi cair (meleleh) ketika
dipanaskan.
Ciri khas utama dari fisik bahan ini adalah sifatnya yang seperti plastik (yaitu transparan dan lentur),
namun berdaya tahan tinggi. ETFE mampu bertahan hingga 50 tahun tanpa mengalami
korosi/pelapukan.
Dibandingkan dengan kaca, ETFE jauh lebih ringan dan murah. Berat ETFE sendiri adalah 1% berat
kaca dengan volume yang sama. Sehingga ETFE lebih efektif 10.000% (100 kali lipat) dibandingkan
kaca dalam hal pembebanan. Biaya pemasangannya (di luar biaya upah tukang) hanya 24% sampai
70% lebih murah daripada kaca.
Kebanyakan ETFE yang diproduksi tidak memiliki daya tembus pandang sebaik kaca. Namun ETFE
mampu menghantarkan cahaya lebih banyak daripada kaca, sehingga membuat suasana lebih terang
tanpa cahaya langsung dari sumbernya yang menyilaukan (misalnya: matahari dan lampu sorot).
Ada juga ETFE yang daya transparannya mendekati kaca. Namun ETFE tidak membawa sifat kaca
yang bisa memerangkap panas, karena EFTE memiliki daya insulator panas yang lebih baik dari kaca
maupun plastik. ETFE juga tidak mempunyai sifat kaca yang mudah ditempeli kotoran (seperti debu),
sehingga akan bersih dengan sendirinya (jika tertiup angin atau tersiram air).
Namun ternyata dibalik keunggulannya yang banyak, ETFE juga memiliki beberapa kelemahan.

========================================================================
=========
3. KESIMPULAN
ETFE sangat efektif jika dibandingkan dengan kaca dalam hal penggunaannya sebagai material
selubung bangunan. Baik itu dalam hal kekuatan, daya tahan, maupun biaya. Namun teknologinya
yang belum tersosialisasi di Indonesia membuat orang Indonesia masih ragu dalam menggunakannya.
Padahal, sifatnya yang tidak menghantarkan panas dan tidak mudah kotor, lebih cocok untuk iklim
tropis daripada material kaca.
========================================================================
=========
Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/ETFE
http://en.wikipedia.org/wiki/Eden_Project
http://www.youtube.com/watch?v=kHcQ2FrWJds
http://www.youtube.com/watch?v=1Ofwsr_6S1E