Anda di halaman 1dari 1

TINJAUAN GEOLOGI REGIONAL

DAERAH FIELDTRIP (TORONIPA)


A. SATUAN TRATIGRAFI
Kepingan benua dilengan
tenggara Sulawesi dinamai
mintakat benua Sulawesi
tenggara ( southeast Sulawesi
conrinental terrane) dan
mintakat matarombeo oleh
surono (1994). Kedua
lempengan dari jenis yang
berbeda ini bertabrakan dan
kemudian ditindih oleh endapan
molasa Sulawesi. Setelah
tabrakan tersebut lengan
tenggara Sulawesi terbagi
menjadi 3 lajur yaitu :
1. Kepingan benua
2. Complex ofiolit
3. Molasa Sulawesi.
Untuk daerah lokasi fieldtrip
yakni di desa toronipa
merupakan bagian dari
kepingan benua Sulawesi
tenggara (surono
dkk.,1996,1998). Percaya bahwa
kepingan benua tersebut berasal
dari tepi utara Australia.
Liotologi pada daerah fieldtrip
(toronipa) merupakan bagian
dari formasi meluhu Anggota
toronipa yang didominasi batu
pasir dengan sisipan batupasir
konglomeratan,batu lumpur dan
serpih.
Umur formasi meluhu
berdasarkan fosil amonit dan
belemnite yang dijumpai, adalah
Trias akhir. Formasi meluhu ini
ditindis tak selaras oleh satuan
karbonat formasi tampakura.
Satuan batuan carbonat ini
berupa batu gamping jenis oolit,
mudstone, wackestone dan
packstone. Kumpulan
foraminifera kecil dan besar
menunjukan umur eosen-
Oligosen, dijumpai melimpah
dibeberapa bagian formasi ini.
Penyebaran formasi meluhu
sangat luas dilengan tenggara
Sulawesi. Formasi ini telah
dipublikasikan secara luas,
diantaranya oleh surono dkk.
(1992), surono (1997b, 1999),
serta surono & bachri (2002).
Surono (1997b) membagi
formasi meluhu menjadi 3
anggota (dari bawah keatas):
1. Anggota toronipa yang
didominasi batu pasir dan
konglomerat. Anggota yang
dengan penyebaran terluas
pada formasi meluhu.
2. Anggota watutaloboto
didominasi batulumpur,
batulanau dan serpih.
3. Anggota tue tue dicirikan
adanya napal dan batu
gamping.
Pada daerah lokasi fieldtrip
merupakan anggota toronipa
formasi meluhu, dimana satuan
litologinya didominasi batu pasir
dan konglomerat dengan sisipan
serpih, batu lanau dan batu
lempung. Sisipan tipis lignit
ditemukan setempat seperti
disungai kecil dekat mesjid nurul
huda, kota kendari dan tebing
tepi jalan di selatan tinobu.
Lokasi anggota toronipa berada
ditanjung toronipa, sebelah
tenggara desa toronipa.
Struktur sedimen yang terekam
pada anggota toronipa berupa
silang siur (planar trough dan
epsilon), tikas seruling (flute
mark), gelembur gelombang
(ripple mark) dan perlapisan
bersusun, dan permukaan erosi.
(surono, 2013)
B. SATUAN MORFOLOGI
Setidaknya ada lima satuan
morfologi yang dapat dibedakan
dari citra IFSAR dibagian tengah
dan ujung selatan Lengan
tenggara Sulawesi yakni satuan
pegunungan, perbukitan tinggi,
perbukitan rendah, dataran
rendah dan karst.
Untuk daerah lokasi fieldtrip di
desa toronipa termasuk dalam
satuan morfologi perbukitan
rendah. Satuan ini terdiri atas
bukit kecil dan rendah dengan
morfologi yang bergelombang.
Batuan penyusun satuan ini
terutama batuan sedimen
klastika mesozoikum dan tersier.
(surono,2013).
C. SATUAN TRUKTURAL
Struktur geologi yang
berkembang di lengan tenggara
Sulawesi didominasi oleh sesar
berarah barat laut-tenggara,
yang utama terdiri atas sesar
matano, kelompok sesar kolaka,
kelompok sesar lawanopo dan
kelompok sesar lainea.
Berdasarkan hasil
penggambaran struktur regional
Sulawesi dan daerah sekitarnya.
(surono, 2013). daerah
penelitian yaitu desa toronipa
merupakan salah satu kawasan
daerah yang dilewati oleh sesar
lawanopo dan terusan Hamilton
fault, yang berarah tenggara-
barat laut.
Ahsan hidayat_Geol_12_UHO