Anda di halaman 1dari 17

Lautan Bunyi Dalam Kehidupan

Bila ada permintaan memilih manakah diantara kelima indra kita yang paling
berharga? Maka kemungkinan beberapa orang tidak akan memilih indra
pendengaran. Namun indra inilah yang pertamakali menghubungkan seseorang
dengan dunianya. Bayi yang baru lahir mengenal dunianya melalui dendang ibu,
bunyi mainan, bahkan rintihan laparnya sendiri.
Pendengaran beserta tutur bahasa yang lahir dari pendengaranlah yang
memberikan manusia kemampuan tertinggi untuk berkomunikasi, kemudian
meneruskan pengetahuannya yang telah diperoleh kepada orang lain, dan
memanfaatkan pengetahuannya tadi. Dengan demikian manusia bisa mengenal
hakikat dari dunianya.
Bunyi dan Diam yang Teratur
Seiring perkembangan peradaban manusia munculah
semacam permainan bunyi yang diolah menjadi sebuah
budaya. Dimulai dari hal yang sederhana hingga menjadi
sebuah karya yang bernilai tinggi. Permainan itu
secara turun temurun dipelajari dan dikembangkan
oleh generasi selanjutnya. Dimulai dari pukulan
batu hingga menjadi komposisi orchestra yang
rumit dan sulit dimainkan. Permainan bunyi-
bunyian yang diawali, diselingi, dan diakhiri
dengan diam dan kesunyian itulah yang konon
disebut musik.
Oleh : Teguh Budiawan, S.Pd













Disusun Berdasarkan Kurikulum 2013
























Buku elektronik ini hanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar
di lingkungan SMA Negeri 1 Garut.
Buku elektronik ini diberikan gratis kepada siswa
Bebas untuk dikopi, diperbanyak, dan disebarkan kepada siapa saja
yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan khususnya seni musik
dilarang mengedit dan merubah konten tanpa persetujuan dari penulis
Tidak diperkenankan untuk dicetak dan diperjualbelikan
Tanpa ijin dari penulis dan pimpinan sekolah SMA Negeri 1 Garut


PANDUAN PENGGUNAAN


File dan software pendukung
Ebook ini dibuat dengan format PDF sebagai file utamanya disertai file lain
yang disimpan dalam folder content. Dianjurkan untuk tidak memindahkan
atau menghapus salah satu file dalam folder ini. tidak dianjurkan hanya
menyimpan file format PDF saja tanpa disertai file yang berada pada folder
content.
Tidak diperkenankan merubah nama file yang ada dalam folder ini
dikarenakan akan merusak link
Untuk mempermudah akses ke ebook buatlah shortcut ebook (file PDF) di
dekstop.
Dibutuhkan software pendukung seperti PDF reader, aplikasi pemutar multi
media, dan flash yang terbaru (sudah diupdate)

Link dan simbol
Ebook ini terdiri dari file-file yang disimpan terpisah namun dalam satu
direktori pada file utama (file PDF).
simbol disamping akan menuntun anda ke peta konsep

Simbol disamping digunakan untuk mengaktivkan link audio/video

Glosarium, kamus dalam bentuk ringkas

PETA KONSEP
Untuk lebih memahami mengenai materi yang akan dipelajari dalam e-book ini
perhatikan peta konsep berikut ini :

Penjelasan Singkat :
Musik merupakan bagian dari seni. Seperti cabang seni lainnya musik memilikii
bentuk dan isi. Bentuk adalah sesuatu yang dapat di indra, bentuk dari musik terdiri
dari bentuk musikal dan non musikal. Bentuk musikal terdiri dari bunyi dan diam,
dengan unsur pitch, duration, intensity, dan timbre. Bentuk non musikal dari musik
merupakan benda, bahan, atau unsur lainnya selain bunyi dan diam yang dibutuhkan
dan membantu dalam proses penciptaan karya musik.
sementara isi adalah penerjemahan atau pemaknaan dari bentuk yang diterima
indra, sehingga munculah simbolisme dalam musik. Simbol dalam musik umumnya
adalah simbol presentasional dimana bentuk yang diterima diolah oleh intuisi, lain

halnya dengan karya seni sastra yang merupakan simbol diskursif yang membutuhkan
intelegensi untuk memahaminya.
Penerjemahan dan pemaknaan musik bagi setiap individu berbeda-beda,
tergantung dari intuisi, pengalaman bunyi, dan nilai estetika seseorang. Namun
walaupun demikian pada kelompok masyarakat tertentu akan ada kesamaan persepsii
tentang penerjemahan dan pemaknaan sebuah karya musik, sehingga sebuah karya
musik bisa memberikan efek sosial di masyarakat dan lahirlah berbagai fungsi musik
dalam kehidupan kita.


Diskursif 1 berkaitan dng nalar: kemampuan --; 2 disimpulkan secara logis: pemikiran
Duration panjang pendeknya nada/bunyi dalam perbandingan waktu
Estetika 1 cabang filsafat yg menelaah dan membahas tentagt seni dan keindahan serta
tanggapan manusia terhadapnya; 2 kepekaan terhadap seni dan keindahan
Intensity 1 keras lembutnya bunyi, 2 tingkat kekerasan bunyi dalam desible (dB)
Intuisi daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu tanpa dipikirkan atau
dipelajari; bisikan hati; gerak hati
Pitch 1 tinggi rendahnya nada/bunyi, 2 tinggi nada berdasarkan frekuensi (Hz)
Simbol Presentasional
simbol yang cara pengungkapannya tidak memerlukan intelek, dengan spontan ia
menghadirkan apa yang dikembangkannya
Timbre 1 warna bunyi, 2 karakter suara.
Persepsi 1 tanggapan (penerimaan) langsung dr sesuatu; 2 proses seseorang mengetahui
beberapa hal melalui pancaindranya;





1

Seandainya aku bukan fisikawan, aku mungkin menjadi
musisi. Aku sering berpikir di dalam musik. Aku
menghidupkan mimpi-mimpiku dalam musik. Aku melihat
kehidupanku dalam tuturan musik. Aku sangat mendapatkan
kenikmatan dalam hidup dari biola. (wawancara Albert
Einstein dengan G.S. Vierack, Saturday Evening Post, 26
Oktober 1929).
FENOMENA DI SEKITAR KITA
apan terakhir kali kamu mendengar musik? Tidak membutuhkan
waktu lama untuk mengingat kapan terakhir kali musik terdengar di
telinga kita. Dalam kehidupan sekarang ini hampir setiap waktu
dengan mudah kita mendengarkan musik, baik yang sengaja kita putar maupun yang
tidak sengaja mampir di telinga kita. Terkadang kita sendiri memainkan musik, dari
bernyanyi di kamar mandi hingga tampil sebagai musisi di arena panggung yang
megah.
Sekelompok orang seolah lupa diri ketika alunan musik dangdut dimainkan,
mereka menari dengan berbagai gaya dan ekspresi. Bagi mereka musik adalah
sebuah hiburan, namun sebagian orang justru merasa risi malah beranjak dari tempat
itu, apakah bagi sebagian orang yang pergi ini musik masih tetap disebut sebagai
media hiburan?
Di lain tempat, seorang anak remaja sedang berlatih musik di kamarnya untuk
meng-cover Wrecking Everything, yakni salah satu album dari Group band Overkill
yang beraliran trash metal, volume audionya diputar maksimal hingga terdengar ke
ruang kerja ayahnya. Setelah beberapa lama ayahnya yang telah lanjut usia merasa
kesal dan sakit kepala, habis sudah kesabarannya. Dengan marah sang ayah
membuka pintu kamar anak itu. Matikan suara sampah itu! ayahnya sedikit
membentak, Yang kamu dengarkan itu bukan musik, hanya kumpulan bunyi berisik
yang tidak jelas. Dengan segera anak itu menghentikan musik itu. Ayahnya kembali
ke ruang kerja namun masih kesal. Untuk menghilangkan penat sang ayah memutar
alunan musik keroncong, namun anaknya dengan sigap menutup telinganya rapat-
rapat dengan bantal karena baginya musik keroncong
itu tidak sesuai dengan jati dirinya.
Apakah musik menentukan jati diri seseorang?
Mengapa orang menyukai karya musik tertentu
sedangkan sebagian lainnya tidak? untuk apa musik
diciptakan? Dan apa sebenarnya musik itu?
asa
K
Contoh musik dangdut
Wrecking Everything
Keroncong bandar
jakarta
BAB 1
Musik Sebagai
Bagian dari
Seni

2

MUSIK SEBAGAI SENI
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang musik alangkah lebih baiknya
apabila kita memahami dulu tentang musik sebagai bagian dari seni.
Bebagai ahli baik itu praktisi dan maestro seni ataupun ahli bahasa
mendefinisikan seni dengan berbagai definisi yang beragam. Mulai dari definisi yang
simpel dengan kalimat sederhana yang mudah dicerna hingga definisi yang penuh arti
dengan disertai kata-kata filosofi sehingga sulit untuk dimengerti.
Seni berasal dari kata sani (Sanskerta) yang berarti pemujaan, persembahan,
dan pelayanan. Kata tersebut berkaitan erat dengan upacara keagamaan yang disebut
kesenian. Menurut Padmapusphita, kata seni berasal dari bahasa Belanda genie
dalam bahasa Latin disebut genius, artinya kemampuan luar biasa yang dibawa sejak
lahir. Seni tidak hanya mencakup musik, namun juga mencakup seni rupa, tari, teater
dan sastra
Dikarenakan banyaknya definisi tentang seni, kita akan menggolongkan
bebagai pendapat para ahli kedalam dua kategori yakni : redaksi kalimat praktis dan
redaksi kalimat filosofis
Berikut ini adalah definisi seni dengan redaksi kalimat praktis :
Thomas Munro
seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas
manusia lain yang menyimaknya
Ki Hajar Dewantara
seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaan dan bersifat
indah, sehingga dapat menggerakan jiwa perasaan manusia
Drs Popo Iskandar
seni adalah hasil ungkapan emosi yang ingin di sampaikan kepada orang lain
dalam kesadaran hidup bermasyarakat/berkelompok.
Enslikopedia Indonesia
seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahannya
orang senang melihatnya atau mendengarnya.
Eric Ari yanto
seni adalah kegiatan rohani atau aktivitas batin yang di refleksikan dalam
bentuk karya yang dapat membangkitkan perasaan orang lain yang melihat
atau mendengarkannya.

Simak kembali definisi di atas dengan baik.
Dapatkah kamu menyimpulkan dengan menggunakan
bahasamu sendiri apakah itu seni? Buatlah kesimpulan
definisi seni menurut anda sendiri :
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................


3

Setelah kita menyimak dan menyimpulkan definis seni dari para ahli dengan
redaksi kalimat yang praktis, selanjutnya marilah kita simak pendapat ahli yang lain
dengan redaksi kalimat yang lebih kompleks dan filosofis.
Al exander Baum Garton
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan
penikmat merasa dalam kebahagiaan.
Aristoteles
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah
menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
Immanuel Kant
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan
kenyataan.
Akhdiat K. Miharja
seni sebagai kegiatan rohani manusia yang merefleksi realitet (kenyataan)
dalam suatu karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk
membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani penerimanya.
Prof. Drs. Suwaji bastomi
seni adalah aktivitas batin dengan pengalaman estetika yang menyatakan
dalam bentuk agung yang mempunyai daya membangkitkan rasa takjub dan
haru.
Schopenhauer
seni adalah segala usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang
menyenangkan. Menurutnya tiap orang senang dengan seni musik meskipun
seni musik adalah seni yang paling abstrak
Sukaryono (1988:7)
ungkapan isi hati dan perasaan yang disebut sebagai bahasa seniman yang
dikomunikasikan.
Seni menurut Soedarso SP ( Mike Susanto, 2002:101)
karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya;
pengalaman batin tersebut disajikan secara indah sehingga merangsang
timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya.
Immanuel Kant (1724-1804) menganalisis karakternya dalam 3 kategori yaitu :
1. Seni dibedakan dari alam, sebab seni mengandaikan suatu tindakan perbuatan
(facere), sementara alam hanyalah suatu tindakan. Hasil seni terwujud sebagai
karya, sedangkan alam adalah operasi (effectus).

4

2. Seni dibedakan dengan ilmu karena seni bertolak dari "kemampuan" (fakultas)
praktis, sedangkan ilmu merupakan hasil operasi dari fakultas teoritis.
3. Seni dibedakan dengan kerajinan tangan (craft) karena seni bersifat bebas
sedangkan kerajinan tangan bersifat industri.
G.W.F Hegel (1770-1831)
seni adalah medium material sekaligus faktual. Keindahan karya seni bertujuan
menyatakan kebenaran. Baginya kebenaran adalah "keseluruhan".
Sehubungan dengan gagasan kebenaran yang dikemukakannya, karya seni
adalah presentasi indrawi dari ide mutlak (Geist) tingkat pertama. Dalam
pemikiran Hegel, ide atau roh subyektif dan roh obyektif senantiasa berada
didalam ketegangan. Ide-ide mutlak mendamaikan ketegangan ini. Maka
sebagai ide mutlak tingkat pertama pada seni roh subyektif dan roh obyektif
didamaikan. Subyek dan obyek kemudian berada didalam keselarasan
sempurna.
Herbert Read (1962) mengatakan bahwa lahirnya sebuah karya seni melalui
beberapa tahapan sebagai suatu proses.
Tahap pertama, pengamatan kualitas-kualitas bahan seperti tekstur, warna dan
banyak lagi kualitas fisik lainnya yang sulit untuk didifinisikan.
Tahap kedua, adanya penyusunan hasil dari pengamatan kualitas tadi dan
menatanya menjadi suatu susunan.
Tahap ketiga, proses suatu objektifikasi dari tahapan-tahapan di atas yang
berhubungan dengan keadaan sebelumnya. Keindahan yang berakhir pada
tahapan pertama belum dapat disebut seni, karena seni jauh telah melangkah
ke arah emosi atau perasaan. Seni telah mengarah pada ungkapan sebagai
pengekspresian dengan tujuan untuk komunikasi perasaan.
Walter Benyamin (1892-1940)
seni merupakan sarana politik hubungan-hubungan produktif untuk mencapai
kerukunan dunia. Gagasannya tentang seni dan berkesenian terkait erat
dengan apa yang disebutnya politik gambar-gambar bersifat kiasan
(allegorical).
F. Carrit
sebagai suatu proses kreatif dan ekspresi suasana hati, perasaan, atau spirit.
Terdapat dua bagian konsensus dalam hal ini : Pertama, bahwa seni adalah

5

ekspresi. Kedua, bahwa seni adalah spirit, perasaan,atau suasana hati yang
diekspresikan.
Jean Francois Lyotard (1924-1988), tokoh post-modern akhir abad ke-20,
menghakekati seni sebagai intensitas energik. Menurut pendapatnya, seni
sebagaimana dengan filsafat tidak terkait dengan permasalahan makna,
identitas, dan kebenaran. Energi seni adalah dorongan yang tidak dikendalikan
oleh nalar maupun kesadaran. Selain mengandung kapasitas yang tak
ternalarkan dan terwujudkan, seni juga memiliki daya ledak yang tinggi yang
mampu membuat peristiwa. Oleh karena itu, seni sebaiknya tidak
menyesuaikan diri dengan keadaan. Namun sebaliknya, mengikuti daya
energiknya untuk mencapai keluhuran (sublimitas).
Morrist Weist
menyimpulkan bahwa seni sangat kompleks dan beraneka untuk direduksikan
kepada suatu defenisi. Sependapat dengan Weist, Wittgenstein (1973),
menekankan bahwa seni seperti juga dengan agama, tidak dapat direduksikan
kedalam batasan yang sederhana.

Begitu banyak pendapat para ahli tentang definisi seni, mereka berusaha untuk
menyimpulkan semua kegiatan manusia yang disebut seni kedalam sebuah kalimat
yang dapat mewakili dan menjelaskan dengan baik.
Adakah hal baru yang lebih informatif pada definisi-definisi di atas bila
dibandingkan dengan definisi sebelumnya pada kategori redaksi praktis? Bila ada
lengkapi definisi sebelumnya dengan ide baru tersebut!
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
........................................................................................
....................................................................................

Bila kita simpulkan berbagai pendapat dari para ahli tersebut, maka cara
pandang kita terhadap seni bisa kita sederhanakan dengan melihat seni sebagai
sebuah kreasi manusia. Seni sebagai kreasi tidak terlepas dari adanya creator

6

(seniman) dan appreciator (penikmat). Lalu apa perbedaan antara kreasi seni dan
produk yang bukan seni?
Suatu benda dapat dikatakan seni apabila benda tersebut dapat merangsang
salah satu indra manusia untuk diproses melalui instuisi sehingga indra yang lain
dapat menerjemahkannya secara imajinatif.
Contoh, kita mendengarkan musik instrumental My memory. Rangkaian
nadanya seolah olah membawa kita ke suasana tertentu. Kata seolah-olah merupakan
kegiatan indra yang imajinatif, dan prase suasana tertentu merupakan penerjemahan
dari intuisi. Jadi musik tersebut didengar oleh telinga namun seolah olah pikiran kita
melihat sebuah suasana, dengan kata lain secara nyata didengar oleh telinga dan
seolah dilihat oleh mata dan dirasakan oleh indra yang lainnya.
Sedangkan benda yang bukan seni tidak membutuhkan intuisi untuk
memahaminya. Benda tersebut merangsang suatu indra untuk diproses melalui
intelegensi dan dapat diterjemahkan secara langsung baik itu secara imajinatif
maupun real.
Namun seringkali dalam memahami seni tidak hanya menggunakan intuisi saja
terkadang dibutuhkan juga kecakapan intelegensi terutama untuk seni yang
menggunakan simbol diskursif. Seni yang kental dengan simbol diskursif adalah seni
sastra. Terkadang dalam seni musik, tari, dan teater pun terdapat simbol diskursif.
Untuk lebih jelas tentang simbol pada seni dapat dilihat pada BAB 4.
CABANG SENI LAIN SELAIN MUSIK
Dalam proses penciptaan karya seni, seorang seniman selalu berhubungan
dengan media yang dipilih, teknik yang dipergunakan, serta cara untuk menikmatinya.
Berdasarkan hal tersebut, seni dapat dibagi menjadi seni audio, seni visual, dan seni
audio visual.
Seni audio (auditory art) Seni audio adalah seni yang dapat dinikmati dengan
indera pendengaran (telinga). Contoh seni audio adalah sebagai berikut:
a) Seni musik, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui nada. Misalnya
pertunjukan gamelan, atau pertunjukan piano.
b) Seni sastra, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui kata. Misalnya :
pembacaan puisi atau pun drama.
c) Seni suara, yaitu seni yang dapat dinikmati melalui nada dan kata.
Misalnya : pertunjukan band.
My memory
instrumental

7

Seni visual (visual art). Seni visual adalah seni yang dapat dinikmati dengan
indera penglihatan (mata). Contoh dari seni visual antara lain adalah sebagai berikut :
a) Seni dua dimensi, yang meliputi : garis, cahaya, warna, bentuk, dan
gerak. Misalnya : seni lukis, seni grafis, dan seni sinematologi.
b) Seni tiga dimensi, yang meliputi ruang dan wujud yang bisa dicoba.
Misalnya : seni patung, arsitektur, seni tari, dan pantomime.
Seni audio visual (auditory visual art) Seni audio visual yaitu seni yang dapat
dinikmati oleh indera pendengaran dan indera penglihatan. Contoh dari seni audio
visual antara lain adalah sebagai berikut ini :
a) Seni tari, merupakan perpaduan gerak dan nada.
b) Seni drama, merupakan perpaduan dari gerak, kata, dan visual.
c) Seni opera, merupakan perpaduan dari gerak, nada, dan visual.

Pembagian seni secara umum berdasarkan penikmatnya dibagi menjadi lima
cabang, yaitu sebagai berikut ini :
1. Seni rupa
Karya seni rupa dapat dinikmati dengan indera penglihatan (visual) dan peraba.
Contoh hasil karya seni rupa adalah : lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk,
patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.
2. Seni musik
Karya seni musik dapat dinikmati dengan indera pendengaran (auditory) yang
dibentuk dari permainan berbagai macam bunyi-bunyian.
3. Seni tari
Seni tari adalah seni yang diwujudkan melalui gerak, ruang, waktu, irama,
tertentu sehingga menimbulkan gerakan yang indah dan mepesona. Karya seni ini
dapat dinikmati dengan indera penglihatan dan indera pendengaran (audio visual) bila
digabungkan dengan
seni musik.
4. Seni teater
Seni teater
adalah seni yang
memadukan unsure
gerakan dan kata.
Biasanya dalam teater
terdapat naskah,
Pertunjukan opera

8

penokohan, latar, tempat, dan alat pengiring. Seni teater dapat dinikmati dengan
indera penglihatan dan indera pendengaran (audio visual).
5. Seni sastra
Seni sastra adalah seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan
dalam bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estetis untuk
mendapatkan kepuasan rohaniah. Bentuk karya sastra dapat berupa prosa, puisi, dan
drama.
LEBIH JAUH TENTANG
BENTUK DAN NILAI SENI MUSIK DAN SENI YANG LAINNYA
Nilai yang biasa ditemukan dalam karya seni ada dua, yakni nilai bentuk
(indrawi) dan nilai isi (dibalik yang indrawi). Nilai bentuk inilah yang pertamakali
ditangkap oleh penerima atau penikmat seni melalui indra, nilai bentuk disini bisa
berupa wujud visual ataupun audio. Selanjutnya penikmat menangkap perasaan
tertentu atau bangkitnya perasaan tertentu oleh bentuk tadi, disini muncul apa yang
disebut nilai isi seni. Artinya bentuk dapat mengembangkan gagasan dan pesan yang
akhirnya diterima oleh penikmat, terjadilah komunikasi nilai seni.
Sebagai contoh ketika kita mendengarkan sebuah karya musik, terlebih musik
tersebut baru pertamakali kita dengarkan maka yang pertama ditangkap oleh indra kita
adalah perpaduan bunyi dalam karya musik tersebut baik itu vocal, perpaduan
instrumen musik, variasi irama, kecepatan lagu (tempo), dll. Hal tersebut merupakan
bentuk dalam musik. Setelah kita menangkap bentuk dari musik tersebut maka
munculah kesan atau perasaan tertentu baik itu rasa senang, sedih, mencekam, dll.
Perasaan yang kita rasakan itu merupakan isi dari
karya musik.
Sifat dari nilai bentuk seni adalah objektif-
mutlak, artinya bahwa setiap apresiator (penikmat
seni) akan menangkap nilai yang sama,
sementara nilai isi dalam seni bersifat subjektif-
personal, hal ini tergantung dari penerjemahan,
pengalaman, dan intuisi sang apresiator. Seperti
ketika pada suatu saat dikumandangkan lagu
Indonesia Raya maka semua apresiator yang ada
di tempat itu akan sama persis mendengarkan
bunyi bunyian yang sama-yakni lagu indonesia
Indonesia Raya
Pengibaran bendera pusaka

9

raya, disini jelas bahwa nilai bentuk adalah objektif. Namun perasaan dan pemaknaan
setiap apresiator mungkin saja berbeda. Dapat terlihat sisi subjektifitas dalam nilai isi,
mungkin ada apresiator yang merasa bangga dengan tanah airnya, ada yang terbakar
rasa nasionalismenya, ada yang merasa sedih mengingat kerja keras para pejuang,
bahkan mungkin ada pula yang hanya merasakan lagunya enak atau tidak enak.
Nilai bentuk berkaitan dengan hal indrawi. Artinya adanya penyerapan indra
baik itu indra pendengaran maupun penglihatan. Penyerapan indrawi melibatkan
aspek utama yakni manusia sebagai pelaku seni, pelaku seni terdiri seniman pencipta
ruang dan waktu. Ruang dan waktu secara sederhana bisa disebut sebagai dimensi
kehidupan. Tanpa ruang dan waktu tidak akan ada pelaku seni, bahkan tidak akan seni
tidak akan pernah terwujud.
Nilai bentuk merupakan unsur fisik, setiap cabang seni memiliki unsur yang
berbeda. berikut ini adalah unsur bentuk dalam beberapa cabang seni.
seni rupa : titik, garis, bentuk, bidang, warna, texture, serta gelap dan terang.
Seni musik : bunyi dan diam
Seni sastra : tema, amanat, karakter/perwatakan, konflik, setting/latar, plot/alur,
simbol, sudut pandang, dan penguasaan bahasa.
Seni tari : wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa
Seni teater : semua unsur yang ada dalam cabang seni di atas
Catatan : Seni teater merupakan sebuah kesenian yang paling lengkap, karena di dalamnya tergabung
beberapa cabang seni lainnya, seperti seni rupa, seni sastra, seni musik, dan seni tari.
Nilai isi disebut juga sebagai nilai ekstrinsik dan bersifat non fisik karena nilai ini
berada dibalik wujud karya. Nilai isi merupakan amanat atau pesan yang terkadung
dibalik karya seni. Karya seni harus memiliki nilai isi karena sesuai dengan pernyataan
Thomas Munro bahwa seni adalah
alat buatan manusia untuk
menimbulkan efek-efek psikologis
atas manusia lain yang
menyimaknya. Efek psikologis bisa
diartikan dengan penerjemahan
sesuai intuisi manusia, hal inilah
yang dapat kita pandang sebagai
nilai isi suatu karya seni.
3D picture street

10



1. Dengarkan beberapa karya musik berikut ini kemudian tuliskan kesan atau suasana
yang tergambar menurut intuisi kalian masing-masing!
a. You make me smile ..............................................................................
...............................................................................

b. Katrinah josiphina ..............................................................................
...............................................................................

c. Book of days ..............................................................................
...............................................................................

d. Dreamland ..............................................................................
...............................................................................

e. Yakety sax ..............................................................................
..............................................................................

2. Amati beberapa karya seni rupa berikut ini kemudian tuliskan pesan yang ingin
disampaikan dari karya tersebut menurut intuisi kalian masing-masing!

..................................................................
..................................................................
...............................................................





..................................................................
..................................................................
...............................................................


UJI KOMPETENSI

11

3. Amati karya seni tari berikut ini kemudian tuliskan pesan yang ingin disampaikan
dari karya tersebut menurut intuisi kalian masing-masing!

4. Simak penampilan dari karya seni teater berikut ini kemudian tuliskan pesan yang
ingin disampaikan dari karya tersebut menurut intuisi kalian masing-masing!


5. Simak contoh dari karya seni sastra berikut ini kemudian tuliskan pesan yang ingin
disampaikan dari karya tersebut menurut intuisi kalian masing-masing!
Doa
Pengarang: Chairil Anwar
kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cahyaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

13 November 1943

Puisi Doa Chairil
Anwar

12

Filosofi : bersifat filsafat ; 1 pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg
ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2 teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan
Psikologis : berkenaan dengan psikologi ; bersifat kejiwaan




































BAB selanjutnya masih dalam tahap penyusunan

to be continued.....

Anda mungkin juga menyukai