Anda di halaman 1dari 30

Kelompok C-1

Daniel (1100148)
Peter Hadi Saputra (1100834)
Sari Narolita (1110311)
Mardatilla Alifi Putri (1110320)
Laila Nur Hidayatulloh (1110347)
*
*
Serbuk simplisia P
*n-Heksan
*Kloroform
*Etanol 70%
*Na
2
SO
4
eksikatus
*Pereaksi antimon (III) klorida
dalam kloroform
*Dietilamin
*Etil asetat
*Pereaksi anisaldehid-H
2
SO
4
pekat
*Metanol
*Pereaksi Raymond
*Asam asetat 15%


Pereaksi uap ammonia
n-Propanol
Aquadem
Larutan 5% KOH dalam
methanol
HCl 2N
Na-pikrat
Toluen
Heksan
Pereaksi Dragendorf
Kloroform (CHCl
3
)
Batu didih
Pereaksi FeCl
3

Gelatin dalam NaCl

*
*Spektrofotometer UV
*Lempeng Silika Gel GF 254
*Lempeng Selulosa
*Erlenmeyer
*Gelas ukur
*Tabung Reaksi
*Beaker glass
*Pengaduk kaca
*Pipet tetes
*Klem + statif
*Tangas air
*Botol
*Cawan porselin
*Bejana kromatografi
*Kaki tiga
*Papan tetes

*Vial
*Oven
*Api bunsen
*Korek api
*Kasa asbes
*Kapas
*Pendingin bola
*Sumbat gabus
*Lem takol
*Kertas saring
*Corong gelas
*Aluminium foil
*Kertas perkamen
*Timbangan gram
*Timbangan analitik

Penyiapan ekstrak
*
1. Menyiapkan chamber
Chamber yang digunakan bisa berupa
stoples besar dengan penutup atau
beaker glass dengan kaca arloji
diatasnya (khusus digunakan pada lab
undergrad di CU)
Tuangkan solvent ke dalam chamber
(bejana) pada kedalaman 0,5 cm.
untuk mempercepat kejenuhan
bejana/chamber masukkan kertas
saring ke dalam chamber, tunggu
hingga tepat jenuh, sementara itu
siapkan plate KLT.
2. Menyiapkan plate
Plate yang digunakan pada skala lab
berukuran 5cm x 20cm perlembar.
Semakin banyak sampel yang
ditotolkan pada plate, semakin luas
plate yang digunakan.
Tandai 0,5 cm untuk jarak penotolan.
Dengan menggunakan pensil, gambar
garis lurus di sepanjang jarak
penotolan, jangan terlalu keras
menekan pensil pada lempeng karna
akan mengganggu adsorbansi.
3. Penotolan sample pada plate
Menotolkan uji ekstrak
menggunakan microcapillary
(mikropipet) dengan volume 1-10
l
Celupkan mikropipet pada larutan
uji, secara perlahan sentuhkan
ujung mikropipet pada Lempeng
KLT yang sudah ditandai, tekan
secara perlahan, jangan biarkan
noda penotolan terlalu besar
4. Eluasi
Masukkan lempeng KLT yang
sudah disiapkan ke dalam
bejana yang berisi fase gerak
yang sesuai.
Tahap eluasi yang terlihat
pada beaker glass.
5. Visualisasi
Visualisasi lempeng KLT
menggunakan sinar UV.
Identifikasi kandungan tumbuhan secara KLT
Minyak atsiri
*
Cuplikan Sari heksan
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Toluen - Etil asetat 93:7
Hasil identifikasi UV 254 dan UV 365 nm (tanpa penampak noda)
memberikan fluoresensi
Positif Pereaksi anisaldehid-asam sulfat pekat (dipanaskan 110
o
C
selama 5-10 menit) memberikan noda yang berwarna biru,
hijau, merah, atau coklat
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi tidak mengandung minyak atsiri
UV 254
Golongan terpenoid bebas
dokumentasi
*
Cuplikan Sari heksan (5-10 l)
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Heksan-etil asetat (1:1) dan kloroform-metanol (10:1)
Hasil
identifikasi
Memberikan flourescensi berwarna biru kehijauan dibawah
sinar UV 365 nm
Positif Noda berwarna merah ungu atau biru
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi mengandung terpenoid bebas.
Golongan alkaloid
dokumentasi
*
Cuplikan Sari kloroform
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Toluen etil asetat dietiamin (7:2:1) dan etil asetat
metanolair (100:13,5:10)
Hasil
identifikasi
UV 254 memadamkan flourescensi dan UV 365 nm (tanpa
penampak noda) memberikan fluoresensi , dengan
pereaksi dragendorf menunjukkan hasil positif
Positif Noda berwarna coklat atau jingga
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi mengandung alkaloid
UV 254
Golongan flavonoid bebas
dokumentasi
*
Cuplikan Sari eter (5-10 l)/kloroform
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Kloroform-etil asetat (60-40)
Hasil
identifikasi
memberikan flourescensi biru dibawah sinar UV 365
Positif UV 254 nm biru gelap
UV 365 nm Fluoresenci kuning, biru atau hijau
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi mengandung flavonoid bebas
UV 365 nm
UV 254 nm
Golongan antrakinon
*
Cuplikan Sari kloroform
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak n-propanol-etil asetat-air (40:40:30)
Hasil
identifikasi
UV 365 memberikan warna merah
Larutan 5% KOH dalam methanol memberikan warna
merah
Positif Noda berwarna merah (sinar tampak) dan brfluoresensi
merah pada UV 365
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi mengandung antrakinon,
antrol atau antranol
Golongan glikosida jantung
*
Cuplikan Sari etanol 70% (5-10 l)
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Etil asetat-metanol-air (81:11:8)
Hasil
identifikasi
tidak memberikan noda berwarna merah pada sinar
tampak.
Positif Noda berwarna merah, merah jingga atau violet pada sinar
tampak
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi tidak mengandungglikosida
jantung
Pada sinar tampak
Golongan saponin
Uji Buih
Ekstrak etanol + air kocok kuat 30 detik
diamkan 30 menit (-) tidak timbul buih

*
Cuplikan Sari kloroform
Fase diam Silika gel GF 254 (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Kloroform metanol air (64:50:10)
Hasil
identifikasi
Ditambah Pereaksi anisaldehid-asam sulfat pekat
(dipanaskan 110
0
C, selama 5-10 menit ) tidak memberikan
warna biru violet dan kekuningan
Positif Noda berwarna biru atau biru violet, kadang kekuningan
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi tidak mengandung saponin
Golongan glikosida flavonoid
dokumentasi
*
Cuplikan Sari etanol
Fase diam Selulosa (diaktifkan 105
o
C selama 30 menit)
Fase gerak Asam asetat 15%
Hasil
identifikasi
Hasil kromatogram disemprot dengan penampak noda
(pereaksi uap ammonia), Hasilnya terdapat noda yang
berwarna kuning pudar dan memberikan fluorosensi biru
Positif Noda berwarna kuning (cepat memudar) dan dibawah UV
365 nm berfluoresenci
Kesimpulan Simplisia yang diidentifikasi mengandung glikosida
flavonoid
Pada praktikum kelompok kami Fase etanol yang ditambah FeCl
3

memberikan warna hijau hitam yang kemungkinan mengandung
tannin
Hasil praktikum yang didapat menunjukkan bahwa tabung 2 dan
3 terdapat endapan putih. Dapat disimpulkan tanin.

*
Alkaloid : 4,5/8 = 0,5625 dan 5,4/8
= 0,675
Flavanoid : 4/8 = 0,5 dan 5/8 = 0,625
Antrakinon : 6,6/8 = 0,825
Glikosida flavonoid: -
*

Simplisia P yang diidentifikasi mengandung :
Alkaloid
Flavanoid
Antrakinon
Glikosida flavonoid
Tannin
*
Sastroharmidjojo, H. 1985. Kromatografi. Liberty :
Jogjakarta.
Wagner et al.1984. Plan Drug Analysis. Springer-Verlag,
Berlin Heiddeber New York Tokyo.
Harborne, JB. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara
Modern Menganalisis Tumbuhan. ITB : Bandung.
Stahl, E. 1969. Thin Layer Chromatography. Springer-
Verlag, Berlin, Heideleberg New York
http://www.apoteker.info/Topik%20Khusus/minyak_atsiri.html
http://www.scribd.com/doc/89767491/Reaksi-Oksidasi-
Senyawa-Aromatik-Polisiklik
http://www.farmasi.asia/saponin/