Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL PENGAMATAN DAGING DI PASAR

BLAMBANGAN
DISUSUN OLEH :
SLAMET MAULANA [9913205037]
RIO KURNIAWAN [9913205023]
ABDUL RAHMAN [9913205018]
MUHAMMAD FATONI [9913205001]
MEGA AYU LESTARI [9913205027]
VIA NUR AINI [9913205032]
PROGRAM STUDY D-IV
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL TERNAK
POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
2014
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Daging adalah bahan pangan yang bernilai gizi tinggi karena kaya akan
protein,lemak,mineral serta zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.Daging juga merupakan
bahan pangan yang sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroorganisme
sehingga dapat menurunkan kualitas daging.Daging mudah sekali mengalami kerusakan
mikrobiologi karena kandungan gizi dan kadar airnya yang tinggi.Kerusakan pada daging
ditandai dengan perubahan bau dan timbulnya lendir yang terjadi pada daging tersebut.Oleh
sebab itu diperlukan uji fisik sebelum daging dikonsumsi.
Pasar adalah salah satu tempat dimana transaksi jual beli di lakukan dan sebagian
besarinh di jual di pasar.Dikarenakan daging dijual di pasar tradisional dan cara
penyimpanannya yang kurang baik,maka sebelum membelinya kita wajib menguji kelayakan
daging dengan uji fisik agar kita dapat memastikan apakah daging tersebut layak atau tidak
layak untuk dikonsumsi.
Pengujian secara fisik dapat dilakukan dengan cara melihat nilai pH,susut masak,daya
ikat air,serta keempukan.Pengujian secara ini dilakukan untuk melihat kualitas daging secara
keseluruhan.Dengan mengetahui pH kita dapt memastikan bahwa saging itu berkualitas baik
ataupun tidak baik.Oleh karena itu pengujian secara fisik sangat diperlukan sekali.
1.2 Tujuan Pelaksanaan
Tujuan dari praktikum yang kami lakukan adalah untuk menentukan dan menilai kualitas
daging secara uji fisik dengan mengamati bau,warna,tekstur,daya ikat air dan keempukan
suatu daging apakah daging tersebut masih segar atau tidak.
BAB II
METODOLOGI
2.1 Tempat dan Waktu
2.1a Tempat : Pasar Blambangan Banyuwangi
2.1b Tanggal/Waktu :17 April 2014/ 06.00 WIB
2.2 Cara Kerja
2.2.a Masing-masing anggota diberi tugas untuk mencari beberapa pedagang daging
untuk mengamati daging yang dijual di pasar.
2.2.b Tiap-tiap angogota mengamati daging dengan uji fisik yaitu:
1.Mencium bau daging
2.Mengamati warna daging
3.Mengamati tekstur daging
4.Mengamati daya ikat air pada daging
2.2.c Setelah mengamati,tiap-tiap anggota mencatat pengamatannya.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Dari pengamatan yang telah kelompok kami lakukan,kami membuat hasil
pengamatan sebagai berikut :
3.1a Hasil Gambar Pengamatan Daging Ayam
Berikut hasil gambar daging ayam yang berhasil kami amati atau dokumentasikan :
1.Daging Ayam Segar
Ciri-ciri daging ayam segar:
1.Bau yang ditimbulkan masih segar dan berbau amis khas ayam,dan itu menandakan ayam
masih segar dan bebas formalin.
2.Penampakan warna ayam potong segar berwarna kuning kekuning-kuningan dan terlihat
segar,sedangkan pada ayam kampung lebih berwarna putih ke abu-abuan muda.
3.Tekstur daging ayam kampung lebih alot karena masa otot yang relatif keras,sedangkan pada
ayam potong tekstur daging lebih kenyal dan mempunyai serat otot yang halus.
4.Daya ikat air pada daging segar masih tinggi,dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda ayam
suntik.
5.Harga daging segar relatif lebih mahal dibandingkan harga daging ayam tiren atau busuk.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Dari pengamatan yang telah kelompok kami lakukan,kami membuat hasil
pengamatan sebagai berikut :
3.1a Hasil Gambar Pengamatan Daging Ayam
Berikut hasil gambar daging ayam yang berhasil kami amati atau dokumentasikan :
1.Daging Ayam Segar
Ciri-ciri daging ayam segar:
1.Bau yang ditimbulkan masih segar dan berbau amis khas ayam,dan itu menandakan ayam
masih segar dan bebas formalin.
2.Penampakan warna ayam potong segar berwarna kuning kekuning-kuningan dan terlihat
segar,sedangkan pada ayam kampung lebih berwarna putih ke abu-abuan muda.
3.Tekstur daging ayam kampung lebih alot karena masa otot yang relatif keras,sedangkan pada
ayam potong tekstur daging lebih kenyal dan mempunyai serat otot yang halus.
4.Daya ikat air pada daging segar masih tinggi,dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda ayam
suntik.
5.Harga daging segar relatif lebih mahal dibandingkan harga daging ayam tiren atau busuk.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Dari pengamatan yang telah kelompok kami lakukan,kami membuat hasil
pengamatan sebagai berikut :
3.1a Hasil Gambar Pengamatan Daging Ayam
Berikut hasil gambar daging ayam yang berhasil kami amati atau dokumentasikan :
1.Daging Ayam Segar
Ciri-ciri daging ayam segar:
1.Bau yang ditimbulkan masih segar dan berbau amis khas ayam,dan itu menandakan ayam
masih segar dan bebas formalin.
2.Penampakan warna ayam potong segar berwarna kuning kekuning-kuningan dan terlihat
segar,sedangkan pada ayam kampung lebih berwarna putih ke abu-abuan muda.
3.Tekstur daging ayam kampung lebih alot karena masa otot yang relatif keras,sedangkan pada
ayam potong tekstur daging lebih kenyal dan mempunyai serat otot yang halus.
4.Daya ikat air pada daging segar masih tinggi,dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda ayam
suntik.
5.Harga daging segar relatif lebih mahal dibandingkan harga daging ayam tiren atau busuk.
3.1b Hasil Gambar Pengamatan Daging Sapi
Berikut hasil gambar daging sapi yang berhasil kami amatiatau di dokumentasikan :
Ciri-ciri daging sapi segar:
1.Penampakan pada warna daging masih segar dan berwarna merah cerah kecoklatan.
2.Bau yang ditimbulkan khas sapi
3.Tekstur serat otot masih sangat mudah di iris karena juicness dan whc masih tinggi
4.Tidak ada air yang menetes saat di gantung ataupun tidak ada genangan air saat diletakkan
di atas meja potong.
5.Tidak berbau busuk dan tidak dikerubungi oleh lalat.
6.Harganya lebih mahal dibandingkan daging sapi yang rusak.
3.1c Hasil Gambar Pengamatan Daging Kambing
Berikut hasil gambar daging sapi yang berhasil kami amati atau dokumentasikan :
Ciri-ciri daging kambing segar:
1.Penampakan warna daging berwarna merah cerah sedikit pucat.
2.Tekstur otot daging halus dan tidak alot
3.Bau prangus yaitu bau khas kambing
4.Lemak cenderung keras dan berwarna putih tulang
5.Tidak meneteskan air karena WHC-nya masih tinggi.
6.Harganya lebih mahal dari daging kambing yang rusak.
BAB IV
KESIMPULAN
Daging adalah salah kebutuhan manusia,oleh karena itu daging harus disimpan di tempat
yang benar dan higenis agar tidak rusak dan ditumbuhi bakteri.Perlakuan setelah pemotongan
sangat mempengaruhi kualitas daging dan berdasarkan hasil pengamatan di pasar Blambangan
yang telah kelompok kami lakukan,maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan :
1. Kani tidak menemukan daging yang busuk ataupun tidak layak konsumsi,mungkin hal ini
dikarenakan pedagang lebih mementingkan kepuasan pelanggan daripada keuntungan
besar dan mungkin pemotongan hewan selesai dilakukan beberapa saat.
2. Daging sapi yang ada di pasar Blambangan memiliki kesegaran yang tinggi memalui uji
fisik yang kami lakukan,begitu juga dengan daging ayam dan daging kambing.
3. Kualitas suatu daging dapat dilihat dari :
Warna daging
Marbling (Lemak intra muskuler)
Water Holding Capacity
Keempukan (Tenderness)
Juiceness
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas daging:
Lamanya waktu simpan.
Penyimpanan yang tak sesuai
Kesehatan akan ternak
Usia ternak
Perawatan ternak
Demikian laporan hasil pengamatan kelompok kami yang dilakukan di Pasar Blamabangan
tentang kualitas dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas daging sapi melalui uji
fisik.Pengujian secara fisik ini harus dilakukan agar kita bisa mengetahui apakah daging tersebut
layak dikonsumsi ataupun tidak layak dikonsumsi.Karena apabila daging tersebut rusak dan
busuk akan sangat membahayakan kesehatan kita.