Anda di halaman 1dari 13

MACAM-MACAM SENSOR

DAN AKTUATOR

TUGAS
untuk memenuhi tugas mata kuliah Sensor dan Aktuator TF 3104

oleh
MUHAMMAD BAGUS ABDANI SYUKRON 13312091





PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014
MACAM-MACAM SENSOR

1. Mata

Mata merupakan sensor alami yang dimiliki oleh manusia. Fungsi mata adalah untuk melihat
suatu objek. Cahaya dipantulkan oleh benda lalu ditangkap oleh kornea mata. Intensitas
cahaya yang masuk ke mata ditentukan oleh pupil. Kemudian cahaya diteruskan ke lensa
mata. Lensa mata membiaskan cahaya agar tertangkap oleh retina. Dari retina, cahaya
diteruskan ke saraf optik yang kemudian ditransfer ke otak dalam bentuk impuls-impuls
listrik.

2. Hidung

Selain sebagai alat pernapasan, hidung dapat berfungsi sebagai sensor bau. Di rongga hidung
terdapat sel-sel reseptor atau ujung-ujung saraf pembau. Saat bernapas, senyawa kimia
penyebab bau yang tercampur dengan gas-gas di udara akan akan terhirup. Pada saat itu, sel-
sel reseptor akan bereaksi dan mengirimkan sinyal ke pusat penciuman dan saraf pembau, dan
akhirnya diteruskan ke otak.

3. Telinga

Telinga merupakan indera pendengaran. Gelombang suara ditangkap oleh daun telinga
kemudian diteruskan melalui saluran telinga ke telinga bagian tengah. Getaran suara akan
diteruskan ke tulang-tulang pendengaran hinga ke koklea dan sampai ke saraf pendengaran.
Saraf pendengaran mengirimkan sinyal ke otak yang kemudian diterjemahkan sebagai bunyi.

4. Lidah

Lidah digunakan salah satunya sebagai sensor perasa. Pada permukaan lidah terdapat ujung-
ujung saraf pengecap. Sensor yang berupa ujung-ujung saraf pengecap tersebut akan
mengirimkan sinyal ke otak ketika lidah kita merasakan sesuatu.

5. Kulit

Kulit pada manusia termasuk sensor yang peka terhadap temperatur, tekstur, tekanan, dan rasa
sakit. Ketika kulit menerima rangsang, rangsang tersebut diterima oleh sel-sel reseptor.
Selanjutnya, rangsang akan diteruskan ke otak melalui urat saraf. Oleh otak, rangsang akan
diolah. Akibatnya, kita merasakan adanya suatu rangsang. Otak pun memerintahkan tubuh
untuk menanggapi rangsang tersebut.

6. LDR (Light Dependent Resistor)

LDR merupakan sensor cahaya. LDR mengubah intensitas cahaya menjadi hambatan listrik.
Intensitas cahaya berbanding lurus dengan hambatan yang dihasilkan oleh LDR. Semakin
tinggi intensitas cahaya yang mengenai permukaan LDR, semakin besar pulan hambatan
listrik. Light Dependent Resistor, terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai
dua buah elektroda pada permukaannya. Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari
cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga
hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya redup
LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang
besar pada saat gelap atau cahaya redup. Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron
yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron
untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor
yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat cahaya terang.
LDR dapat diaplikasikan pada lampu jalan yang dapat secara otomatis menyala pada malam
hari dan mati di siang hari.

7. Fotodioda

Fotodioda merupakan sensor cahaya yang mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas
dioda. Layaknya dioda biasa, fotodioda juga memiliki p-n namun peka terhadap cahaya.
Fotodioda dilengkapi dengan lensa pemfokus cahaya agar cahaya jatuh pada pertemuan p-n.
Cahaya yang bisa mempengaruhi fotodioda ini yakni sinar matahari, sinar infra merah, sinar
ultra ungu sampai dengan sinar-x. pemakaian fotodioda sangat beragam, diantaranya yaitu
sebagai penghitung otomatis jumlah kendaraan yang lewat di jalur tol, sebagai pengukur
intensitas cahaya pada kamera digital serta juga digunakan sebagai komponen sensor cahaya
pada peralatan medis.

8. Fototransistor

Fototransistor berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya menjadi konduktivitas transistor.
Beda dengan transistor biasa, fototransistor memiliki lensa pada kaki base yang dapat
memfokuskan cahaya ke pertemuan p-n. Fototransistor mempunyai kemampuan kepekaan
yang lebih baik dibanding dengan fotodioda. Hal ini dikarenakan elektron yang dihasilkan
oleh foton pada kaki junction diinjeksikan dibagian base transistor tersebut yang kemudian
diperkuat di kaki kolektor. Kekurangannya adalah respon dari sensor cahaya fototransistor ini
akan lebih lambat dibanding dengan fotodioda.

9. Thermocouple

Thermocouple adalah salah satu jenis alat ukur temperatur yang menggunakan prinsip
termoelektris pada sebuah material. Alat ini tersusun atas dua konduktor listrik dari material
yang berbeda yang dirangkai membentuk sebuah rangkaian listrik. Jika salah satu dari
konduktor tersebut dijaga pada temperatur yang lebih tinggi daripada konduktor lainnya
sehingga ada perbedaan temperatur, maka akan timbul efek termoelektris yang menghasilkan
tegangan listrik. Besar tegangan listrik yang terbentuk tergantung dari jenis material
konduktor yang digunakan, serta besar perbedaan temperatur antara dua konduktor tersebut.
Penentuan kombinasi logam konduktor yang digunakan pada thermocouple mempengaruhi
besar energi listrik yang akan dibangkitkan.

10. RTD (Resistance Temperature Detector)

RTD (Resistance Temperatur Dectector) merupakan sensor yang menggunakan prinsip
perubahan resistansi logam oleh pengaruh perubahan temperatur. RTD terbuat dari kawat
tahan korosi (biasanya platina) yang dililitkan pada bahan keramik atau kaca, kemudian
ditutup dengan selubung probe sebagai pelindung. Selubung probe biasanya terbuat dari
logam paduan besi, krom, dan nikel yang disebut inconel. Sifat inconel yaitu tahan korosi dan
memiliki konduktivitas yang baik. Antara kawat RTD dan selubung terdapat isolator
(porselen) untuk mencegah hubungan pendek. Saat temperature elemen RTD meningkat,
maka resistansi elemen juga meningkat. Elemen RTD umumnya diletakan pada suatau
rangkaian jembatan wheatstone sehingga perubahan resistansi elemen RTD bisa dideteksi
oleh rangkaian elektronik karena terjadinya perubahan tegangan pada output rangkaian
jembatan wheatstone.


11. Thermistor

Thermistor merupakan sensor suhu yang menggunakan perubahan temperatur berbanding
dengan perubahan resistansi. Perubahan resistansi yang besar terhadap perubahan suhu yang
relatif kecil menjadikan termistor banyak dipakai sebagai sensor suhu yang memiliki
ketelitian dan ketepatan yang tinggi. Termistor yang dibentuk dari bahan oksida logam
campuran (sintering mixture), kromium, kobalt, tembaga, besi, atau nikel, berpengaruh
terhadap karakteristik termistor, sehingga pemilihan bahan oksida tersebut harus dengan
perbandingan tertentu. Dimana termistor merupakan salah satu jenis sensor suhu yang
mempunyai koefisien temperatur yang tinggi. Thermistor dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu
NTC dan PTC. NTC (Negative Temperature Coefficient) adalah thermistor dengan koefisien
suhu negatif. Sedangkan PTC (Positve Temperature Coefficient) adalah thermistor dengan
koefisien suhu positif.

12. Bimetal

Bimetal merupakan sensor suhu yang dibuat dari dua keping logam dengan koefisien muai
berbeda yang diklem menjadi satu. Bila suatu logam dipanaskan maka akan terjadi pemuaian,
besarnya pemuaian tergantung dari jenis logam dan tingginya temperatur kerja logam tersebut.
Bila dua lempeng logam saling direkatkan dan dipanaskan, maka logam yang memiliki
koefisien muai lebih tinggi akan memuai lebih panjang sedangkan yang memiliki koefisien
muai lebih rendah memuai lebih pendek. Oleh karena perbedaan reaksi muai tersebut maka
bimetal akan melengkung kearah logam yang muainya lebih rendah. Dalam aplikasinya
bimetal dapat dibentuk menjadi saklar Normally Closed (NC) atau Normally Open (NO).

13. Sensor Tekanan

Prinsip sensor tekanan adalah mendeteksi tegangan mekanis yang selanjutnya diproses
menjadi sinyal listrik. Sensor ini memiliki transduser yang mengukur ketegangan kawat. Daya
yang diberikan pada kawat menyebabkan kawat bengkok sehingga menyebabkan ukuran
kawat berubah dan mengubah tahanannya.

14. Sensor Proximity

Sensor proximity merupakan sensor jarak yang mampu mendeteksi keberadaaan benda yang
berada di dekatnya tanpa melakukan kontak fisik secara langsung. Karakteristik dari sensor
ini adalah menditeksi obyek benda dengan jarak yang cukup dekat, berkisar antara 1 mm
sampai beberapa centi meter saja sesuai type sensor yang digunakan. Proximity Switch ini
mempunyai tegangan kerja antara 10-30 Vdc dan ada juga yang menggunakan tegangan 100-
200VAC. Ketika ada objek yang didekatkan ke sensor dengan jarak yang sangat dekat, maka
sensor akan bekerja dan menghubungkan kontaknya, kemudian melalui kabel yang tersedia
bisa dihubungkan ke perangkat lainnya seperti lampu indikator, relay, dan lain-lain.

15. Silo Pilot

Silo Pilot merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur level material menggunakan
prinsip elektromekanik. Cara kerjanya yaitu, sensor level akan menurunkan bandulnya
dengan timing tertentu. Jika bandul tersebut menyentuh material, maka bandul akan naik
kembali. Dari situlah level ketinggian material bisa diketahui dan panjang bandul yang
diturunkan tersebut.

16. Accelerometer

Accelerometer merupakan sebuah alat sensor getaran yang sering di gunakan demi
kepentingan pada sebuah perusahaan ataupun ilmu pengetahuan. Sebuah accelerometer yang
sangat sensitive dapat di jadikan sebuah komponen dalam alat peledak seperti misil untuk
mengetahui kapan misil itu akan di ledakkan. Alat ini di gunakan untuk mengukur dan
memantau getaran dari sebuah mesin yang berputar. Alat ini juga biasanya di gunakan dalam
sebuah computer dan kamera digital sehingga memungkinkan gambar pada layar tersebut
dapat tetap berposisi seperti yang anda lihat sekarang, alat ini juga bisa di gunakan pada
pesawat drone untuk menstabilkan terbang dari pesawat tersebut.

17. Sensor Kecepatan (RPM)

Proses penginderaan sensor kecepatan merupakan proses kebalikan dari suatu motor, yaitu
suatu poros yang berputar pada suatu generator akan menghasilkan tegangan yang sebanding
dengan kecepatan putaran objek. Kecepatan putar sering pula diukur dengan menggunakan
sensor yang mengindera induksi yang timbul saat medan magnetic terjadi.

18. Sensor Ultrasonik

Sensor ultrasonic menggunakan prinsip gelombang suara. Sensor ini menghasilkan
gelombang suara kemudian menangkapkan kembali dengan perbedaan waktu sebagai dasar
penginderaannya. Perbedaan waktu antara gelombang suara yang dipancarkan dengan
gelombang suara yang ditangkap kembali berbanding lurus dengan jarak atau tinggi objek
yang memantulkannya. Jenis objek yang dapat diukur adalah objek padat dan cair. Sensor
ultrasonic banyak digunakan di berbagai perangkat pengukur jarak. Contohnya dalam dunia
robotika, sensor ini digunakan sebagai indera utama untuk navigasi robot.

19. Flame Detector

Flame detector merupakan sebuah alat pendeteksi api yang menggunakan sensor optic untuk
mendeteksinya. Di sini ditegaskan bahwa flame detector digunakan untuk mendeteksi
keberadaan api, bukan panas. Prinsip kerja flame detector adalah dimulai dari bahwa api akan
bisa dideteksi oleh keberadaan spectrum cahaya infra red maupun ultraviolet, dan dari situ
semacam microprocessor dalam flame detector akan bekerja untuk membedakan spectrum
cahaya yang terdapat pada api yang terdeteksi tersebut. Namun pada implementasinya,
terdapat sumber-sumber cahaya lain yang ternyata bukan api dan ikut menyumbang emisi
cahaya pada gelombang infra red maupun ultraviolet dimana sumber-sumber cahaya ini juga
mempengaruhi kinerja flame detectoryang berakibat pada timbulnya false alarm. Contoh
sumber-sumber cahaya ini adalah kilatan petir, welding arc, metal grinding, hot turbine,
reactor, dan masih banyak lagi.

20. Encoder

Encoder (Penyandi) bekerja saat rangkaian sumber cahaya diberi Vcc 5 Volt dan
menghasilkan cahaya. Saat fotodioda tidak terhalang, maka cahaya akan tertangkap oleh
fotodioda dan dihasilkan tegangan 5V. Saat fotodioda terhalang, maka tidak dihasilkan
tegangan (0V). Selanjutnya tegangan menjadi input untuk mikrokontroler.

21. Ultrasonic Flowmeter

Ultrasonic flow meter merupakan alat meter dengan cara kerja tidak mengukur secara
langsung ( inferensial ) karena sensor tidak langsung mengukur kecepatan aliran fluida dalam
pipa, yang diukur adalah selisih waktu, dengan mengukur waktu transit pulsa suara pada
frekuensi yang tinggi (high-frequency sound pulses) yang melintasi pada pipa beraliran
fluida. Waktu transit adalah waktu yang diperlukan pulsa suara yang melintasi pipa dalam
dua arah, yaitu searah dan berlawanan arah dengan arah aliran. Selisih waktu antara
keduanya tersebut sebanding dengan rata-rata kecepatan alir cairan. Karena pengukuran
aliran berdasarkan waktu transit, maka metode ini disebut juga dengan ultrasonic transit time
flow meter.

MACAM-MACAM AKTUATOR

1. Speaker

Speaker adalah komponen elektronika yang sering di jumpai, speakar mempunyai nilai
impedansi dengan satuan ohm. Nilai ini menunjukan nilai hambatan dalam spul didalam
speaker.Sebuah speaker memiliki susunan antara lain sebuah spul yang menggerakan
membran sebagai penghasil suara, ditengah gulungan spul ini terdapat sebuah batangan
magnet yang jika spul menerima signal suara spul tersebut akan menghasilkan medan magnet
dan akan saling bereaksi dengan batangan magnet, sehingga menghasilkan getaran pada
membran yang kemudian menghasilkan suara dari getaran membran ini.
Membran pada speaker bergetar akibat induksi elektromagnetik yang dihasilkan sebuah
magnet dan kumparan karena dialiri arus listrik. Getaran suara yang dihasilkan speaker akan
seiring dengan sinyal elektrik yang diberikan pada kumparan yang ada di dalamnya. Prinsip
kerja speaker ini kebalikan dari prinsip kerja microphone yang mengubah gelombang suara
menjadi gelombang listrik.
Berikut adalah alur kerja speaker :

2. Sirine

Rangkaian Sirine adalah rangkaian yang dapat menandakan telah terjadi sesuatu bencana
seperti datangnya tsunami ataupun gempa bumi, rangkaian ini juga sangat diperlukan bagi
setiap orang. Sirine sendiri merupakan alat yang dapat menghasilkan suara atau bunyi yang
nyaring dan hampir terdengar walaupun dalam keadaan jauh, sehingga setiap orang pasti akan
mengetahui bahwa ada bahaya atau petanda khusus sebuah pristiwa. Rangkaian sirine mobil
polisi pada prinsipnya menggunakan rangkaian elektronika yang di hubungkan langsung
dengan arus DC. Pada saat saklar di tekan, maka akan mengeluarkan suara bunyi. Sirine
mobil polisi biasa di letakan di bagian atas dan lampu dari sirine dapat berkedip. Sehingga
pada saat sirine di bunyikan lampu yang terdapat di atas akan menyala dan berkedip. Prinsip
kerja rangkaian sirine adalah ketika ada sinyal yang masuk melalui telephone, maka lampu
sirine akan secara otomatis menyala sehingga meskipun suara yang dihasilkan tidak terdengar
oleh manusia, tapi kita bisa melihat lampu yang menyala sebagai indikator adanya suatu
kejadian. Pada saat ini ada banyak rangkaian sirine yang di kembangkan dengan model yang
berbeda, salah satunya adalah rangkaian lampu sirine menggunakan indikator bunyi
handphone.


3. Motor Listrik

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik
dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan
penyedot debu. Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan
ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro
magnit. Sebagaimana kita ketahui bahwa kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-
menolak dan kutub-kutub tidak senama tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan
jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet
yang lain pada suatu kedudukan yang tetap. Energi mekanik yang dihasilkan dapat digunakan
untuk memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat
bahan, dan lain-lain. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan
di industri.

4. Solenoid Valve

Solenoid valve merupakan katup yang dikendalikan dengan arus listrik baik AC maupun DC
melalui kumparan / selenoida. Solenoid valve ini merupakan elemen kontrol yang paling
sering digunakan dalam sistem fluida. Seperti pada sistem pneumatik, sistem hidrolik ataupun
pada sistem kontrol mesin yang membutuhkan elemen kontrol otomatis. Contohnya pada
sistem pneumatik, solenoid valve bertugas untuk mengontrol saluran udara yang bertekanan
menuju aktuator pneumatik(cylinder). Atau pada sebuah tandon air yang membutuhkan
solenoid valve sebagai pengatur pengisian air, sehingga tandon tersebut tidak sampai kosong.
Solenoid valve akan bekerja bila kumparan/coil mendapatkan tegangan arus listrik yang
sesuai dengan tegangan kerja(kebanyakan tegangan kerja solenoid valve adalah 100/200VAC
dan kebanyakan tegangan kerja pada tegangan DC adalah 12/24VDC). Dan sebuah pin akan
tertarik karena gaya magnet yang dihasilkan dari kumparan selenoida tersebut. Dan saat pin
tersebut ditarik naik maka fluida akan mengalir dari ruang C menuju ke bagian D dengan
cepat. Sehingga tekanan di ruang C turun dan tekanan fluida yang masuk mengangkat
diafragma. Sehingga katup utama terbuka dan fluida mengalir langsung dari A ke F.
Berikut adalah ilustrasi cara kerja solenoid valve :