Anda di halaman 1dari 4

JAMBU BIJI

1. Batang (caulis) Ciri ciri Tanaman Jambu Biji


Tumbuhan biji belah pada umumnya mempunyai batang yang di bagian bawahnya lebih besar
dan keujung semakin mengecil,jadi batangnya dapat di pandang sebagai suatu kerucut atau limas
yang amat memanjang dan mempunyai percabangan.
- Bentuk cabang pada jambu biji yaitu berkayu dan permukaannya licin dan terlihat
lepasnya kerak (bagian kulit yang mati)
- Arah tumbuh batangnya tegak lurus (erectus)
- Jambu biji memiliki cabang sirung pendek (virgula atau virgula sucre scens) yaitu cabang
cabang kecil dengan ruas ruas yang pendek yang selain daun juga merupakan pendukng
bunga dan buah
- Arah tumbuh cabangnya.

2. Daun (folium)
Merupakan suatu bagian yang penting, yang berfungsi sebagai alat pengambilan zat zat
makanan (reabsorbsi), asimilasi transpirasi dan respirasi.
Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja
disebut daun bertangkai.
Sifat sifat daun yang di miliki oleh jambu adalah sebagai berikut :
a. Bangun daun (Circumscription)
Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya berada ditengah tengah
dan memiliki bangun jorong karena perbandingan panjang : lebarnya adalah - 2 : 1
b. Ujung (epex)
Jambu biji memiliki ujung yang tumpul tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang,
cepat menuju kesuatu titik pertemuan membentuk sudut 900
c. Pangkal (basis folii)
Karena tepi daunnya tidak pernah bertemu, tetapi terpisah oleh pangkal ibu tulang / ujung
tangkai daun, maka pangkal dari daun jambu biji ini, adalah tumpul (obtusus)
d. Susunan tulang tulang daun (nervation atau vanation)
Daun jambu biji memiliki pertumbuhan daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini
memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan tangkai
daun dari ibu tulang kesamping, keluar tulang tulang cabang, sehingga susunannya
mengingatkan kita kepada susunan sirip sirip pada ikan.
e. Tepi daun (margo)
Jambu biji memiliki tepi daun yang rata (integer)
f. Daging daun (intervinium)




JAMBU AIR

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus: Eugenia
Spesies: Eugenia aquea

Tumbuhan ini berbentuk pohon, Batang jelas terlihat, berkayu (lignosus), silindris, tegak, kulit kasar,
batang berwarna coklat kehitaman, percabangan simpodial. Arah tumbuh batang tegak lurus. Arah
tumbuh cabang condong keatas dan ada pula yang mendatar.
Daun Eugenia aquea merupakan daun tunggal tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun
(petiolus) dan helaian daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun tunggal terletak
berhadapan, bertangkai 0,5-1,5 cm. Helaian daun berbentuk jorong, 7-25 x 2,5-16 cm. Daun bertulang
menyirip, ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateralis) tampak jelas, dan urat-urat daun
(vena) terlihat jelas. Daging daun tipis seperti perkamen (perkamenteus), permukaan daun gundul (glaber)
dan memiliki daun dengan tepi rata. Ujung daun membentuk sudut tumpul (obtusus). Pangkal daun tidak
membentuk sudut melainkan berlekuk. Tangkai daun berbentuk silindris dan tidak menebal pada bagian
pangkalnya.
Batang kayunya
Batang kayu jambu air aromanya sama seperti buahnya. Digunakan untuk mengatasi segala
penyakit yang berhubungan dengan pernafasan, mulai dari asma, bronkitis hingga problem
infeksi tenggorokan.




JAMBU MONYET
JAMBU METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE L.)

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Anacardium
Spesies: Anacardium occidentale L
Anacardium occidentale, berbentuk pohon, berwarna coklat tua, batang berkayu (lignosus),
silindris, permukaan kasar, percabangan monopodial. Arah tumbuh batang tegak lurus, arah tumbuh
cabang ada yang condong ke atas dan ada yang mendatar.
Daun merupakan daun tunggal yang hanya tumbuh di ujung-ujung ranting. Daun pada Anacardium
occidentale L. merupakan daun tidak lengkap karena hanya memiliki tangkai daun (petiolus) dan helaian
daun (lamina), lazimnya disebut daun bertangkai. Daun bertangkai pendek (1,5-3 cm), daun berbentuk
bulat telur sungsang dan guratan rangka daunnya terlihat jelas bulat telur terbalik, kebanyakan dengan
pangkal runcing dan ujung membulat. Helaian daun tunggal, warna hijau kekuningan sampai hijau tua
kecoklatan, panjang 4 cm sampai 22 cm, lebar 2 cm samapai 15 cm, ujung daun membulat (rotundatus)
tidak terbentuk sudut sama sekali, pangkal daun runcing (acutus) yakni jika kedua tepi daun di kanan kiri
ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun membentuk suatu
sudut lancip (kurang dari 90).
Tepi daun rata (integer), tulang daun menyirip (penninervis) mempunyai satu ibu tulang yang
berjalan dari pangkal ke ujung dan merupakan terusan dari tangkai daun, permukaan atas dan bawah daun
licin (laevis) terlihat mengkilat (nitidus), dan daging daun coriaceus. Tangkai daun berbentuk silindris dan
tidak menebal pada bagian pangkalnya.
Manfaat Anacardiumoccidentale L.:
Tanaman ini dikembangkan terutama untuk dipungut buah sejatinya. Buah sejatinya adalah bagian
yang keras, coklat kehitaman berisi biji yang dapat diolah menjadi makanan; yakni kacang mete yang
lezat. Meskipun dianggap sebagai kacang di dalam dunia boga, dalam ilmu botani kacang mete
sebenarnya merupakan biji tunggal dari buah sejatinya. Biji ini dikelilingi oleh cangkang ganda yang
mengeluarkan getah yang mengandung urushiol, yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit manusia.
Dari kacang mete juga dapat diekstrak minyak yang berkualitas tinggi. Hasil sampingnya, yakni
kulit biji, dimanfaatkan untuk pakan unggas. Sejenis minyak juga dihasilkan dari cangkang buah mete
(CNSL, cashew nut shell liquid), yang dipakai dalam industri dan juga sebagai bahan untuk mengawetkan
kayu atau jala. Buah semu kadang-kadang juga dijual di pasar. Buah ini agak disenangi orang oleh karena
rasanya yang asam segar, akan tetapi sering pula tercampur rasa sepat. Rasa manis dari buah ini
memungkinkan untuk dikembangkan sebagai sirup atau difermentasi untuk mendapatkan jenis minuman
beralkohol. Anggur (sari buah yang agak terfermentasi) dari jambu mede dinikmati pada masa panen, dan
dapat didistilasi untuk dijadikan minuman berkandungan alkohol tinggi. Daun-daun muda jambu monyet
disukai sebagai lalap, mentah atau dimasak. Daun yang tua dimanfaatkan sebagai obat penyakit kulit,
untuk mengatasi ruam-ruam pada kulit. Semua bagian pohonnya juga dapat dimanfaatkan dalam ramuan
obat tradisional, terutama untuk menyembuhkan sakit kulit; untuk pembersih mulut; dan untuk obat
pencahar (purgativa). Kayunya berwarna coklat muda dan bernilai rendah, sangat jarang dipergunakan;
meski dapat dimanfaatkan sebagai kayu bakar atau kayu perkakas bermutu rendah. Sejenis getah yang
mengeras di udara terbuka (gom) dihasilkan dari batang yang dilukai. Gom ini dapat menjadi perekat
buku yang baik, sekaligus mencegah serangan rayap; yang juga baik untuk merekat kusen atau kayu lapis.
Kulit kayu digunakan untuk pengobatan:
a) Sering buang air kecil (diabetes mellitus)
b) Kencing manis (diabetes mellitus)
c) Sembelit
d) Sariawan; dan
e) Jerawatan.