Anda di halaman 1dari 5

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto,SE,MM

MSDM STRATEGIK 1

Modul ke-4
Manajemen SDM Strategik ( 3SKS)
Dosen : Agus Ariajnto,SE,MM



MANAJEMEN SDM STRATEGI dan SDM Tradisional

Pengertian Manajemen Strategi

Manajemen strategi adalah suatu seni (keterampilan), teknik, dan ilmu
merumuskan, mengimplmentasikan, dan mengevaluasi serta mengawasi
berbagai keputusan fungsional organisasi (bisnis dan non bisnis) yang selalu
dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal, yang senantiasa berubah
sehigga memberikan kemampuan kepada organisasi untuk mencapai tujuan
sesuai dengan yang diharapkan. Defnisi ini secara tidak langsung menunjuk
dan memusatkan pada pengintegrasian manajemen, pemasaran,
sumberdaya manusia, keuangan,riset dan pengembangan.

Proses Manajemen Strategi

Proses manajemen strategi terdiri dari 4 (empat) tahapan: (a) perumusan
(formulasi) strategi, (b) implementasi strategi, dan (c) evaluasi strategi.

Formulasi Strategi, meliputi pengembangan misi bisnis, mengidentifikasi
peluang dan ancaman eksternal, mengukur dan menetapkan kekuatan dan
kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, mengumpulkan
alternatif, serta memilih strategi-strategi khusus yang akan diberlakukan untuk
kasus-kasus tertentu. D dalam formulasi strategi telah mencakup tentang
obyek organisasi baru yang akan digarap, obyek bisnis yang akan
ditinggalkan, pengalokasian sumber daya (baik sumber daya finansial
maupun sumber daya non finansial), apakah perlu mengembangkan kegiatan
atau diversifikasi produk, apakh akan masuk pasar internasional atau cukup
pada pasar domestik, apakah diperlukan merger atau tidak, dan bagaimana
menghindarkan diri dari pengambilalihan organisasi oleh pesaing. Karena
tidak ada organisasi yang mempunyai sumber daya tak terbatas, maka
strategi harus berani memutuskan strategi alternatif mana yang akan
memberi dampak positif terbaik sehingga akan memberikan keuntungan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto,SE,MM
MSDM STRATEGIK 2

optimal bagi perusahaan. Strategi harus memberikan keunggulan komparatif
dan pada khirnya dalam jangka panjang dapat memberikan keunggulan
kompetitif.

Mengimplementasikan strategi, sering juga disebut sebagai tahapan dari
tindakan manajemen strategi. Dalam tahapan ini perusahaan menetapkan
atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of business),
memikirkan dan merumuskan kebijakan, motivasi karyawan serta
mengalokasikan sumberdaya sehingga strategi yang telah diformulasikan
dapat dilaksanakan. Implementasi strategi meliputi budaya yang mendukung
pengembangan organisasi bisnis, menciptakan struktur organisasi yang
efektif, merefleksikan berbagai usaha pemasaran, mempersiapkan anggaran,
mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi, serta memotivasi
individu agar mau melaksanakan dan berkerja sebaik mungkin. Implementasi
strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi yang juga harus
diimbangi dengan imbalan yang memadai.

Mengevaluasi dan Mengawasi Strategi, evaluasi dan eratpengawasan
merupakan tahap terakhir dalam proses strategi. Semua strategi merupakan
subyek modifikasi di masa yang akan datang, sebab berbagai faktor internal
dan eksternal akan selalu mengalami perubahan. Evaluasi strategi
mencakup 3 hal, yaitu (1) mereview faktor internal dan eksternal yang
menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung, (2) mengukur kinerja
yang telah dilakukan, dan (3) mengambil berbagai tindakan perbaikan.
Evaluasi sangat diperlukan bagi suatu organisasi bisnis, sebab keberhasilan
usaha saat ini tidak akan menjadi keberhasilan perusahaan di masa yang
akan datang. Bahkan keberhasilan saat ini dapat menimbulkan persoalan-
persoalan baru yang berbeda. Demikian juga apabila terjadi kegagalan,
maka persoalan baru muncul dan harus dihadapi agar menghidupkan kembali
usaha yang sudah gagal.

Dalam suatu organisasi yang besar, proses formulasi, implementasi, evaluasi
dan pengawasan strategi terdapat pada 3 (tiga) tingkatan hirarki, yaitu
tingkatan corporate, tingkatan unit bisnis (divisi), dan tingkatan fungsional.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto,SE,MM
MSDM STRATEGIK 3

Dari uraian di atas proses manajemen strategi dapat digambarkan sebagai
berikut:

PROSES MANAJEMEN STRATEGI




PRINSIP MANAJEMEN STRATEGI

1. Perencanaan Strategis Menembus (merembes),
Semua manajer pada berbagai divisi harus belajar berfikir strategis.
Semua tingkat manajerial temasuk supervisor akan terlibat dalam
manajemen strategi dengan cara tertentu. Setiap tingkat pola dan cara
yang akan diambil berbeda, tetapi mengarah pada suatu tujuan yang telah
ditetapkan.
2. Proses Perencanaan Komprehensif, artinya perencanaan di dasarkan
pada kebutuhan dan pengembangan usaha, bukan di buat asal-asalan.


KOMPONEN PROSES MANAJEMEN STRATEGI

1. Misi Perusahaan (organisasi), menggambarkan tujuan atau alasan
mengenai keberadaan organisasi (perusahaan). Di dalam misi telah
mencakup tipe, ruang lingkup dan karekteristik aktivitas yang akan
dikerjakan
2. Tujuan, yang merupakan hasil akhir dari suatu aktivitas atau kinerja.Dalam
tujuan ini akan dtegaskan apa yang akan dicapai, kapan, berapa yang
harus dicapai.
3. Strategi, yaitu keterampilan dan ilmu memenangkan persaingan. Karena
persaingan merupakan perebutan pangsa pasar (konsumen), sedangkan
konsumen stiap saat mengalami perubahan, maka strategi harus dikelola
Menetapkan
arah dan Misi
Memahami
Lingkunga
n
Memformulasi
kan Strategi
Mengevaluasi dan
Mengawasi Strategi
Mengimplementasikan
strategi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto,SE,MM
MSDM STRATEGIK 4

sedemikian rupa agar tujuan jangka pendek, menengah, dan jangka
panjang perusahaan dapat tercapai.
4. Kebijakan, yaitu cara mencapai tujuan perusahan. Kebijakan meliputi
garis pedoman, aturan dan peraturan serta prosedur guna mendukung
usaha pencapaian tujuan.
5. Profil Perusahaan, yang menggambarkan keaadan perusahaan baik dari
sisi keuangan, sumberdaya manusia, dan sumberdaya pisik.
6. Lingkungan ekternal, semua kekuatan yang akan mempengruhi pilihan
strategi sert mendefinisikan situasi kompotitifnya.
7. Lingkungan Internal, meliputi semua unsur bisnis yang ada di dalam
perusahaan.
8. Analisis Strategi dan Pilihan, terutama ditujukan pada keputusan investasi
untuk masa yang akan datang.
9. Strategi Unggulan, yaitu rencana umum dan komprehensif dari semua
tindakan utama yang ditujukan kepada pencapaian tujuan dalam
lingkungan yang dinamis.
10. Strategi Fungsional, merupakan penjabaran dari strategi umum yang akan
dilaksanakan oleh bagian-bagian (divisi)
11. Pelembagaan Strategi.

MSDM tradisional vs MSDM Strategi (J Mello h 102)

Traditional HR Strategic HR

Responsibility for HR:Staff specialist Line managers
Focus Employee relations Partnerships with internal
and external customers
Role of HR
Transactional, change follower, Transformational, changeleader,
and respondent and initiator
Initiatives Slow, reactive, fragmented Fast, proactive, integrated
Time horizon Short-term Short, medium, long (as necessary)
Control Bureaucratic-roles, policies, Organic-flexible, whatever is
procedures necessary to succeed

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Agus Arijanto,SE,MM
MSDM STRATEGIK 5

Job design Tight division of labor, independence Broad, flexible, cross
- training,teams specialization

Key investmentsCapital, products People, knowledge
Accountability Cost center Investment center


Randal Schuler 5 Ps
Pemahaman situasi komplex MSDM Strategis

Philosophy : Bagaimana organisasi memandang sumber daya manusianya.
Policies : Menjembatani nilai dan keperluan bisnis tertentu.
Program : Usaha yang terkoordinasi khususnya ditujukan untuk
memulai,menyebarkan dan mempertahankan strategi organisasi.
Practices : Kepemimpinan, manajerial, operasional.
Process : Bagaimana seluruh aktivitas SDM diidentifikasi, diformulasi dan di-
implementasikan.

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun
bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk
kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh
manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan
institusi/organisasi. Selanjutnya, MSDM berarti mengatur, mengurus SDM
berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum.
Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu Manajemen (Management
Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen dalam pelaksanaan proses-
proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan.

Foulkes (1975) memprediksi bahwa peran SDM dari waktu ke waktu akan semakin
strate sebagai berikut:

For many years it has been said that capital is the bottleneck for a developing
industry. I dont think this any longer holds true. I think its the work force and the
companys inability to recruit and maintain a good work force that does constitute the
bottleneck for production. I think this will hold true even more in the future.