Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.2 Tujuan Khusus
1.4 Manfaat

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Desain penelitian
2.1.1 Pengertian
Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa sehinggan
peneliti dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian. Desain penelitian mengacu
pada jenis atau macam penelitian yang dipilih untuk mencapai tujuan penelitian, serta berperan
sebagai alat dan pedoman untuk mencapai tujuan tesebut. Desain penelitian membantu peneliti
untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian dengan sahih, objektif, akurat serta
observasional (Setiadi. 2007: 127).
2.1.2 Syarat Desain Penelitian
Desain harus disusun dan dilaksanakan dengan penuh perhitungan agar dapat menghasilkan
petunjuk empiris yang kuat relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Terhadap hal penting
yang perlu dinilai sebelum kita menentukan jenis penelitian yaitu :
1. Sejak awal peneliti harus menentukan apakah akan dilakukan intervensi dalam penelitian
tersebut, yaitu dengan melakukan penelitian intervensional (eksperimental) atau apakah
hanya melakukan pengamatan saja tanpa intervensi yaitu dengan melakukan pengamatan
saja tanpa intervensi yaitu dengan melakukan observasional.
2. Bila peneliti memilih studi observasional, perlu ditentukan apakah akan mengadakan
pengamatan sewaktu (cross sectional) atau melakukan follow up dalam jangka waktu
tertentu (longitudinal).
3. Apakah akan dilakukan studi retrospektif yaitu meneliti peristiwa yang sudah
berlangsung atau prospektif yaitu dengan mengikuti subyek untuk meneliti peristiwa
yang belum terjadi (Setiadi. 2007: 127-128).
2.1.3 Bentuk Penelitian
Bentuk penelitian menurut desainnya terbagi secara jelas bisa dilihat pada bagan (Setiadi. 2007:
128):







Jenis penelitian observasional
Berbagai bentuk penelitian observasional antara lain adalah : deskriptif (survey dan studi kasus),
dan analitik (cross seksional, sub control dan cohort) (Setiadi. 2007: 128).
1. Penelitian observasional deskriptif
Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama
untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif
digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi
DESAIN PENELITIAN
Eksperimental Observasional
Deskriptif 1. Pra eksperimental
2. Eksperimental semu
(Quasi Eksperimental)
3. Eksperimental
Sungguhan (True
Eksperimental)

Analitik
1. Sensus
2. Survey
3. Studi kasus
1. Cross sectional
2. Case control
3. Cohort
Prospektive
Retrospektive
sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data,
klasifikasi, pengolahan, membuat kesimpulan dan laporan (Setiadi. 2007: 129).
Metode penelitian deskriptif juga diharapkan seorang peneliti berusaha untuk memaparkan
pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data, jadi ia juga menyajikan data,
menganalisis dan menginterpretasikan data. Penelitian ini juga bisa bersifat komparatif, korelatif
ataupun analitik (Setiadi. 2007: 129).
Masalah yang layak diteliti dalam penelitian ini adalah masalah yang sedang banyak dihadapi
saat ini, khususnya di bidang pelayanan masyarakat. Masalah ini baik yang berkaitan dengan
aspek yang cukup banyak, menelaah satu kasus tunggal, mengadakan perbandingan, antara satu
hal dengan hal lain, melihat pengaruh sesuatu terhadap factor yang lain atau melihat hubungan
suatu gejala dengan factor yang lain (Setiadi. 2007: 129).
Contoh :
Penelitian mengenai sikap para petugas kesehatan di poli pada pasien yang berkunjung, atau
studi tentang tingkat kepuasan pasien yang dirawat di ruang rawat IRNA Bedah G RSAL Dr.
Ramelan Surabaya. Hasil dari penelitian tersebut adalah pemaparan bagaimana sikap seorang
petugas jaga di poli rawat jalan, dan juga bagaimana tingkat kepuasan seorang pasien yang
sedang dirawat di IRNA Bedah G Dr. Ramelan Surabaya (Setiadi. 2007: 129).

Ciri-ciri dari penelitian deskriptif adalah :
a. Pada umumnya bersifat menyajikan potret keadaan yang bisa mengajukan hipotesis
atau tidak
b. Merancang cara pendekatan, hal yang meliputi macam datanya, penentuan
sampelnya, penentuan metode pengumpulan datanya dan penyajian hasilnya.
c. Tidak perlu kelompok pembanding
d. Tidak mencari penyebab suatu masalah
e. Mengumpulkan data
f. Penyusunan laporan (Setiadi. 2007: 130)
Langkah- langkah penelitian deskriptif
Secara umum langkah- langkah yang harus ditempuh dalam penelitian deskriptif ini tidak
berbeda dengan metode penelitian yang lain, yaitu :
a. Memilih masalah yang akan diteliti
b. Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah, kemudian berdasarkan masalah
tersebut diadakan studi pedahuluan untuk menghimpun informasi dan teori sebagai dasar
penyusunan kerangka konsep penelitian.
c. Membuat asumsi atau anggapan yang menjadi dasar perumusan hipotesis
d. Dalam penelitian deskriptif tidak diharuskan membuat hipotesis
e. Menentukan desain penelitian, metode pengumpulan data, kriteria atau kategori untuk
membedakan data yang akan diteliti dan yang tidak diteliti
f. Menentukan teknik dan alat pengumpul data (instrumen/kuesioner)
g. Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data
h. Melakukan pengolahan atau analiasis data (untuk menguji hipotesis)
i. Melakukan pembahasan serta menarik kesimpulan hasil penelitian (Setiadi. 2007: 130-
131)
SURVEY
Survey adalah suatu cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan obyek yang
biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. Informasi yang disediakan biasanya
berhubungan dengan prevalensi, distribusi dan hubungan antara variable dalam satu populasi.
Pada survey tidak ada intervensi. Keuntunga dari survey adalah dapat menjaring responden
secara luas dan dapat mendapatkan informs yang bermacam-macam serta hasil informasi dapat
digunakan untuk tujuan lainnya. Misalnya untuk menyusun perencanaan perbaikan program
tersebut. Jadi survey bukan semata dilakukan untuk membuat deskripsi tentang suatu keadaan,
melainkan untuk juga menjelaskan tentang hubungan antara variable yang diteliti, dari obyek
yang memiliki unit atau individu yang cukup banyak. Oleh sebab itu dalam melaksanakan survey
biasanya hasilnya dibuat suatu analisis secara kuantitatif terhadap data yang telah dikumpulkan.
(Setiadi. 2007: 131)
Rancangan penelitian survei
Survei adalah suatu rancangan yang digunakan untuk menyediakan informasi yang berhubungan
dengan prevalensi,distribusi,dan hubungan antarvariabel dalam suatu populasi. Pada survei, tidak
ada intervensi. Survei mengumpulkan informasi dari tindakan seseorang, pengetahuan, kemauan,
pendapat, perilaku, dan nilai (Nursalam. 2008: 82). Terdapat tiga metode yang seringa digunakan
dalam mengumpulkan data survey :
(1) wawancara melalui telepon,
(2) wawancara langsung- tatap muka, dan
(3) tanya jawab dengan penyebaran kuesioner melalui surat. Keuntungan survei adalah dapat
menjaring responden secara luas dan dapat memperoleh berbagai informasi serta hasil informasi
dapat dipergunakan untuk tujuan lain. Akan tetapi informasi yang didapat dari survei seringkali
cenderung bersifat seperfisial. Oleh karena itu, pada penelitian survei akan lebih baik jika
dilaksanakan analisis secara bertahap (Nursalam. 2008: 82).

Instrumen penelitian survei
Penelitian penelitian yang menggunakan teknik sampling, kecuali penelitian eksperimental
dan penelitian penyelidikan naturalistik termasuk kedalam kategori metode metode penelitian
suvei atau analisis survei. Pada metode penelitian survei atau analisis survei, instrument
penelitian yang digunakan ada 2 jenis, yaitu kuesioner dan pedoman wawancara. Kuesioner dan
pedoman wawancara digunakan dengan cara yang berbeda dan data yang diperoleh umumnya
berbedapula, meskipun respondennya juga sama.
Kuesioner
Kuesioner atau angket paling umum dipakai dalam metode-metode penelitian survei, saat
penelitian mengajukan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada sekelompok populasi atau
representatifnya. Dilihat dari permukaan, kuesioner adakalanya sulit dibedakan dengan
instrumen tes, akan tetapi dari segi isi dan kedudukan subjek di dalamnya, kuesioner berbeda
dengan instrumen tes. Pada sebuah kuesioner, peneliti menyajikanalternatif pilihan atau kategori
jawaban, dengan tidak menentukan mana pilihan yang salah atau benar. Kuesioner sebagai alat
pengumpul data penelitian dirumuskan dengan kriteria tertentu. Kuesioner yang dirumuskan
tanpa kriteria yang jelas, tidak banyak manfaatnya dilihat dari tujuan penelitian dan hipotesis
yang akan di uji. Kriteria ini sebenarnya merupakan media penghubung antara peneliti dan
respoden, oleh karena data yang dikehendaki sejalan dengan baik jika antara penelitian yang
akan diuji,hanya akan didapat dengan tujuan atau hipotesis penelitian yang akan diuji, hanya
akan didapat dengan baik jika antara peneliti dan responden tidak ada jurang kognitif yang lebar,
perbedaan nuansa yang ekstrem, dan perbedaan makna konotatif yang kentara.sebagai
misal,status sosial tinggi, sedang, dan rendah dipersepsikan berbeda oleh responden yang berasal
dari lingkungan sosial ekonomi yang berbeda pula.
kuesioner sebagai alat pengumpul data disusun oleh peneliti dengan keragaman tertentu.
Keragaman ini ditentukan oleh beberapa hal, seperti jenis data/ informasi yang dikehendaki,
tingkat penguasaan peneliti terhadap fokus dan karakrentang opini atau pendapatteristik umum
responden. Keragaman kuesioner dimaksud meliputi hal-hal sebagai berikut: a. Jenis pertanyaan
dalam kuesioner Pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner meliputi pertanyaan rentang fakta,
pertanyaan informatif atau pengetahuan, pertanyaan tentang opini atau pendapat, dan pertanyaan
persepsi. Pertanyaan tentang fakta Pertanyaan tentang fakta adalah pertanyaan yang
dimaksudkan untuk mengumpulkan data mengenai hal-hal yang ada pada diri responden atau
yang dipahami secara jelas oleh responden. Pertanyaan ini paling banyak dipakai dalam
penelitian survei dimaksudkan untuk mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya. Pertanyaan
tentang fakta terdiri dari beberapa jenis, seperti berikut ini: 1) Pertanyaan yang menjawabnya
hampir dapat dipastikan oleh peneliti,sehubung dengan jawaban diatas pertanyaan itu relatif
dapat diterka dari permukaan. Contoh: Apakah pekerjaan anda? Keterangan: jika pertanyaan itu
diajukan kepada kepala keluarga yang tinggal didesa tradisional, hampir dipastikan jawabannya
adalah tani. 2) Pertanyaan yang dimaksudkan untuk membuat klasifikasi. Contoh: Jenis kelamin
a. Pria b. Wanita Keterangan : misalnya, peneliti ingin mengetahui ada perbedaan persepsi antara
pria dan wanita mengenai suatu gejala tertentu. 3) Pertanyaan yang dimaksudkan untuk
mendapatkan fakta mengenai responden sendiri atau beberapa aspek yang terkait langsung
dengan dirinya. Contoh: Apakah agama anda? Berapa gaji tetap anda? 4) Pertanyaan yang
dimaksudkan untuk mendapatkan fakta mengenai gejalatertentu diluar diri responden, namun
diketahuinya secara pasti. Contoh: Ada berapa kepala keluarga penghuni desa gunung mesir ini?
Tuan A,berapa orang puteranya? Tuan B, berapa orang puteranya?
Pertanyaan tentang pendapat
Pertanyaan tentang pendapat relatif mudah menyusunnya, sebaliknya hal itu cenderung
menyebabkan responden relatif lebih sukar menjawabnya dari pad pertanyaan fakta. Pertanyan
tentang pendapat ini dimaksud oleh peneliti untuk mengetahui pendapat responden mengenai
gejala umum diluar dirinya atau public opinion pools (bailey,1982), meski juga dapat berupa
pendapat responden mengenai gejala yang ada padsa dirinya sendiri . pertanyaan pendapat
banyak sekali fokusnya, seperti moral, kebudayaan, harga diri dan sebagainya (Nazir, 1985).
Juga dapat pula memuat hal hal yang berkaitan dengan masalah politik, proyeksi ke depan
(kuantitatif), kualitas suatu subjek, dan sebagainya.
Pertanyaan tentang pendapat ada dua jenis, yaitu :
1. Pertanyaan yang dimaksudkan untuk menggali pendapat responden mengenai gejala
diluar dirinya
Contoh :
a. Bagaimana pendapat anda mengenai kebijakan pemerintah menaikan harga obat?
b. Bagaimana pendapat anda mengenai kebijakan sistem promosi bagu tenaga perawat di
lingkungan rumah sakit X?
2. Pertanyaan yang dimaksud untuk menggali pendapat responden mengenai gejala pada
dirinya sendiri
Contoh :
a. Sebagai perawat, jika anda ditawari pekerjaan dilembaga swasta dengan gaji yang lebih
besar, akan tetapi anda harus meninggalkan pekerjaan sekarang; apakah anda akan menerima
penawaran tersebut?
b. Beberapa saat sebelum votingb, ternyata and mengundurkan diri sebagai calon direktur
rumah sakit Z. apa alasan utama anda?





DAFTAR PUSTAKA
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman
Sripsi,Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Edisi2. Jakarta: Salemba Medika
Setiadi. 2007. Konsep & Penulisan Riset Keperawatan Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu