Anda di halaman 1dari 6

1.

Penebangan hutan untuk membangun rumah dan membuat peralatan rumah tangga
harus dihentikan demi menjaga nama baik Indonesia di mata dunia sebagai paru-
paru dunia.
PRO: Hentikan penebangan!! Jangan menebang pohon lagi secara total, sebab satu pohon
sangat berguna bagi keadaan dunia, sebuah pohon tetap dapat menghasilkon oksigen bagi
manusia, apalagi dunia sedang mengalami global warming... Lebih baik kita memakai
peralatan yang terbuat dari plastik atau bebatuan, asal tidak dari kayu yang berharga dari
hutan-hutan Indonesia. Apalagi jika kayu-kayu tersebut diperjual-belikan secara ilegal, selain
memperparah global warming, juga merugikan Indonesia dalam hal finansial dan nama baik.
KONTRA: Menebang pohon secara liar memang sanga tercela, namun tidak mungkin
menghentikan penebangan pohon di hutan, sebab itu juga merupakan aset negara yang perlu
dimanfaatkan demi menjaga stabilitas ekonomi kita. Apalagi jika semua peralatan terbuat dari
plastik dan bebatuan, maka dibutuhkan semakin banyak pabrik penghasil peralatan rumah
tangga, dan mesin-mesin berat untuk mengolah bebatuan emnjadi peralatan rumah tangga.
Pabrik-pabrik dan mesin-mesin berat tersebut justru dapat menyebabkan polusi, dan
memperparah global warming. Solusi terbaik adalah, menebang, kemudian melakukan
penanaman kembali, supaya generasi-generasi mendatang juga dapat menikmati hasil hutan
kita, dan dapat meneladani sikap kita.
2. Penggunaan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari menunjukkan
kurangnya rasa nasionalisme seseorang.
PRO: Dalam Sumpah Pemuda ada satu bagian yang menyatakan bahwa kita semua
sebagai bangsa Indonesia, telah mengakui berbahasa satu, bahasa Indonesia. Namun kini
tampaknya amanat itu tidak terlalu dihormati seperti pada masanya. Kini banyak anak muda
yang berkomunikasi dengan bahasa yang dicampur-campur, entah itu dicampur bahasa
Jepang, Cina, Inggris, dan macam-macam lagi. Apalagi dengan banyaknya artis dari luar
negri yang mengambil peruntungan di negara kita, hal ini justru membuat bahasa Indonesia
tidak terlihat menantang lagi untuk dimanfaatkan. Contohnya trend Cinta-Laura yang sempat
heboh, banyak warga Indonesia yang bercakap-cakap dengan selipan canda ala Inggris seperti
yang biasa dipakai artis tersebut. Kini arti kalimat berbahasa satu, bahasa Indonesia
tampaknya tidak begitu penting lagi, masyarakat terlihat tidak menghargai bahasanya sendiri,
ini merupakan tanda dari menurunnya sikap nasionalisme bangsa kita.
KONTRA: Sangat tidak bisa diterima apabila penggunaan bahasa asing dalam kehidupan
sehari-hari di Indonesia di-cap sebagai tanda menurunnya nasionalisme bangsa. Karena justru
dengan mencoba berbahasa lain, banyak warga kita yang ditambah pengetahuannya,
bertambah kosa katanya, dan itu jelas tidak akan menghilangkan rasa cinta orang tersebut
terhadap negaranya yang asli. Sekarang coba dibayangkan apabila tidak ada rakyat Indonesia
yang menggunakan bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari demi membuktikan kalau
mereka sangat cinta tanah air, maka rakyat kita akan dipandang bodoh oleh dunia, karena
tidak ada satupun rakyatnya yang menguasai bahasa dari negara lain.
3. Pedagang kaki lima yang banyak di pinggiran jalan, menyebabkan Indonesia
terkesan tidak rapi dan merupakan negara yang miskin di mata dunia Internasional.
Jadi demi nama baik Indonesia, para PKL tersebut harus digusur.
PRO: Jika turis dari luar negri datang ke Indonesia dan menemui banyaknya pedagang
kaki lima yang berkeliaran seenaknya di jalan-jalan, tidak bisa disalahkan jika turis tersebut
mengambil kesimpulan kalau Indonesia merupakan negara yang tidak teratur dan masih
banyak warganya yang hidup miskin. Jadi demi nama baik Indonesia, PKL yang berkeliaran
tersebut harus dihilangkan, dan Indonesia harus menata diri menjadi negara yang bersih dan
rapi agar menaikan derajatnya, sehingga dipandang baik oleh seluruh dunia. Dengan begitu,
menghadapi era globalisasi bukanlah hal yang sulit bagi Indonesia.
KONTRA: Sampai saat ini tidak bisa disangkal kalau memang pada kenyataannya
Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya masih hidup dalam perekonomian
menengah-kebawah. Jadi tidak perlu adanya penipuan terhadap dunia Internasional dengan
tujuan menaikkan derajat, kalau pada kenyataannya masih banyak warga Indonesia yang
memiliki masalah perekonomian. Lagipula coba bayangkan, bagaimana reaksi seluruh rakyat
Indonesia apabila seluruh PKL dibersihkan?? Banyak orang akan menjadi pengangguran,
demo akan semakin marak, dan kekacauan pasti akan terjadi. Itu justru akan semakin
memperjelek pandangan dunia Internasional terhadap Indonesia. Kecuali para PKL it
dipindahkan ke suatu lokasi yang bersih, asal ada lokasi pengganti, baru pernyataan untuk
membersihkan semua PKL dari jalanan dapat diterima.

4. Globalisasi menyebabkan banyak warga Indonesia makin kesulitan di bidang
ekonomi.
PRO: Ada banyak barang-barang impor yang masuk dan memiliki harga yang mahal,
namun lebih diminati warga Indonesia karena dianggap lebih bermutu dan lebih keren jika
memakai produk dari luar negri. Sedangkan produk-produk asli Indonesia yang dijual di luar
negri dapat memiliki nilai jual yang amat tinggi di negara lain, tetapi di negara Indonesia
sendiri, produk-produk asli dalam negri justru memiliki nilai jual yang amat rendah.
Globalisasi bukanlah jawaban bagi masalah ekonomi Indonesia, Globalisasi justru dapat
mempersulit perekonomian negara kita.
KONTRA: Globalisasi memang mempermudah proses import-eksport. Namun selain
memasukkan barang-barang dari luar negri yang bernilai jual tinggi, Globalisasi juga
membantu mengisi kas negara lewat produk-produk yang dikirim ke luar negri. Jadi
Globalisasi juga merupakan pembantu bagi perekonomian negara kita. Kesimpulan yang bisa
kita peroleh, globalisasi tidak menyebabkan banyak warga Indonesia semakin kesulitan di
bidang ekonomi, sebab globalisasi justru membuka kesempatan-kesempatan kerja baru yang
menghasilkan uang lebih banyak.
5. Merokok menyebabkan kualitas anak bangsa menurun.
PRO: Merokok sangat berbahaya, tidak baik untuk kesehatan, dan tidak disukai banyak
orang. Bahkan di kemasan rokok-pun dituliskan bahaya merokok seperti kanker, impotensi,
serangan jantung, gangguan kehamilan dan janin. Jadi apabila seorang warga Indonesia
merupakan perokok berat, sudah pasti kualitas cara berpikirnya akan menurun, sebab
merokok tidak baik untuk kesehatan. Dengan menurunnya cara berpikir orang tersebut,
otomatis hasil kerja orang tersebut tidak akan maksimal, sehingga pada akhirnya dapat
disimpulkan, bahwa semua perokok berat adalah anak bangsa dengan kualitas yang tidak
maksmal.
KONTRA: Tidak dapat menyalahkan rokok dalam hal kualitas seseorang. Bakan seorang
yang tidak pernah merokok-pun dapat memiliki IQ yang rendah, dan seorang perokok berat,
bisa jadi adalah orang yang jenius. Itu semua tergantung dari ilmu yang ia serap dan
kemampuan otaknya. Kesehatan memang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang,
namun tidak bisa disimpulkan bahwa perokok adalah manusia dengan kualitas rendahan.
6. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang warga negara Indonesia, semakin tinggi
pula rasa Nasionalismenya.
PRO: Apabila seseorang dari kecil sudah diberi ilmu tentang negaranya, dan ilmu
tersebut terus dikembangkan hingga ia dewasa, maka tidak diragukan lagi, rasa Nasionalisme
orang tersebut akan jauh lebih unggul daripada orang yang hanya menerima pengetahuan
tentang negaranya saat ia masih kecil.
KONTRA: Rasa cinta terhadap tanah air tidak selalu diakibatkan tingkat pendidikan
yang diterima seseorang, namun hal tersebut lebih ditentukan oleh nurani dan kesadaran diri
orang tersebut. Jadi walaupun tingkat pendidikannya tinggi, kalau memang dari hatinya orang
tersebut tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan negaranya, maka rasa nasionalisme
orang tersebut tetaplah rendah. Sedangkan kalau seseorang hanya menerima pendidikan
sampai tingkat SMP, kalau memang ia sudah memiliki rasa cinta terhadap negrinya secara
tulus, maka bukan tidak mungkin ia melakukan suatu aksi demi mengembangkan kualitas
negaranya.
7. Masyarakat Indonesia harus beralih ke kendaraan umum demi lancarnya arus lalu
lintas Indonesia.
PRO: Jika kita melihat jumlah perbandingan antara kendaraan umum dan kendaraan
pribadi, orang-orang yang memiliki kendaraan pribadi di Indonesia ini ada 54%, sedangkan
penduduk Indonesia yang tidak memiliki kendaraan pribadi, dan bergantung pada kendaraan
umum, adalah 46%-nya. Namun yang paling memprihatinkan, jumlah kendaraan umum
hanyalah 2%, sedangkan jumlah kendaraan pribadi adalah 98% dari keseluruhan jumlah
kendaraan di Indonesia! Ini mebuktikan, bahwa begitu banyak orang kaya yang membeli
kendaraan pribadi, namun hanya dimanfaatkan oleh satu orang saja, sedangkan satu
kendaraan umum, bisa dipaksakan hingga membawa penumpang sebanyak 10 orang...
Fenomena ini sangat memprihatinkan keadaan Indonesia di masa kini, selain menambah
polusi udara, memperparah global warming, juga menyebabkan kemacetan yang sangat luar
biasa. (Sumber dari http://arahkiri2009.blogspot.com/2008/04/membangun-sistem-
transportasi-modern.html)
KONTRA: Masyarakat Indonesia pasti akan sangat kesulitan jika disuruh beralih pada
kendaraan umum semua. Dimana jadwal bekerja setiap orang itu berbeda-beda, ada yang
pasti, ada yang fleksibel, apabila mayoritas masyarakat memakai kendaraan umum, dan
kendaraan pribadi dilarang demi menghilangkan kemacetan di indonesia, maka akan timbul
suatu kehebohan berupa amarah masyarakat. Lagipula, kendaraan pribadi juga merupakan
privasi seseorang untuk memilikinya, orang kaya yang memiliki uang, itu merupakan hak-
nya untuk membeli kendaraan pribadi yang ia suka, jika masyarakat dipaksa untuk
mengurangi kendaraan pribadi, hal ini juga akan menimbulkan protes dari masyarakat
pemakai kendaraan pribadi, dan distributor penjual sepeda motor dan mobil Indonesia. Itu
jelas tidak akan memperlancar arus lalu lintas Indonesia. Biarkan orang-orang yang sanggup
membiayai kendaraan mereka untuk membeli dan memakai kendaraan pribadi mereka.
Karena sudah pasti, walau jumlah kendaraan umum ditambah oleh Pemerintah, masyarakat
pemilik kendaraan pribadi tidak akan mau beralih menumpang kendaraan umum seperti
bemo, ojek, angguna, atau becak.
8. Kasus marital rape, pedofilia, dan kasus-kasus pelecehan seks lainnya di Indonesia
masih disikapi dengan sangat acuh tak acuh oleh hukum negara Indonesia.
PRO: Kasus pemerkosaan suami terhadap istrinya, atau kasus orang tua yang menikahi
anak-anak di bawah umur, merupakan contoh-contoh kasus serius yang tidak ditangani
dengan tegas oleh hukum di Indonesia. Buktinya masih ada banyak sekali orang-orang kaya
yang menikahi gadis-gadis berumur 8 sampai 14 tahun yang diijinkan negara, dan pada
kasus-kasus marital rape, si suami tidak ditahan di penjara, karena dianggap wajar apabila
seorang suami meminta berhubungan intim dengan istrinya, walaupun ada unsur paksaan di
dalamnya. Bahkan pada kasus-kasus marital rape dimana si suami menyiksa si istri, si suami
hanya mendapat hukuman penjara berjangka pendek.
KONTRA: Pernyataan tersebut sama sekali tidak benar. Buktinya pada kasus Syeh Puji
dan Lutfiana Ulfah di tahun 2008, banyak pihak yang memprotes hingga akhirnya Lutfiana
Ulfah yang masih berusia 12 tahun harus dipisahkan dengan suaminya, Syeh Puji selama 4
tahun, hingga Ulfah berusia 16 tahun, dan dianggap pantas untuk menikah. Lagipula, di
Indonesia ini, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, atau KOMNASHAM, merupakan
oranisasi yang paling berjasa dan berdampak bagi pembelaan hak asasi manusia di Indonesia.
Jadi apabila ada kasus-kasus yang mencerminkan pelecehan hak asasi manusia,
KOMNASHAM telah siap untuk bertindak. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa kasus-kasus
pelecehan seks di Indonesia masih disikapi dengan acuh tak acuh.
9. Banyaknya para calon pemilih dalam pemilu yang tidak memanfaatkan hak
memilihnya demi memajukan pemerintahan Indonesia adalah gambaran nyata jika
Nasionalisme bangsa kita masih sangat rendah.
PRO: Tak bisa dibantah lagi, bahwa jumlah warga Indonesia yang memilih dalam pemilu
jika dibandingkan dengan yang golput, sangatlah tipis. Bahkan jika ditanyai di tempat-tempat
umum, mayoritas yang ditanya selalu menjawab kalau memilih itu percuma, sia-sia, untuk
apa memilih, toh yang dipilih juga tidak jelas siapa. Semua pendapat umum ini
menggambarkan kalau Nasionalisme bangsa kita sangat rendah.
KONTRA: Tidak bisa kita mengukur nasionalisme bangsa kita dari jumlah pemilih yang
golput. Karena bisa saja calon-calon yang akan dipilih itu memang tidak sesuai dengan
keinginan rakyat. Siapa tahu visi dan misinya tidak terlalu bagus, tidak menjawab keinginan
rakyat, dan terkadang malah muluk-muluk sehingga rakyat-pun tidak ingin dibodohi, dan
pada akhirnya tidak memilih. Nasionalisme itu hanya bisa diukur lewat usaha orang-orang
untuk memajukan bangsanya, bukan jumlah orang yang memilih seseorang yang pada
akhirnya belum pasti membawa negri ini pada suatu kebaikan.
10. Sinetron-sinetron Indonesia masa kini merusak mental para anak Bangsa karena
selain tidak mendidik hal-hal baik, sinetron justru mendidik kekerasan, kebodohan,
dan mengajarkan mental jahat pada diri remaja.
PRO: Banyaknya sinetron-sinetron remaja masa kini memberikan pengaruh yang tidak baik,
terutama apa yang diajarkan oleh sinetron itu pada khaayak penontonnya. Lebih baik apabila
tidak mengajarkan hal-hal yang mendidik, tidak usah ada sinetron saja.
KONTRA: Salah satu fungsi media massa adalah sebagai penghibur masyarakat, sinetron
adalah salah satunya. Tidak harus mendidik juga tidak apa selama itu masih bisa memberikan
sisi entertain pada masyarakat. Toh selama ini sinetron kita tidak melulu mengajarkan hal-hal
negatif, banyak juga sisi-sisi positif yang bisa kita petik dari sinetron.