Anda di halaman 1dari 23

Kelompok 6

NAMA/NIM :
- ASTRID SILITONGA/4123321005
- DEWI NOVITA SARI/4123321012
- JUNI SIBURIAN/4123321020

FISIKA EKSTENSI A 2012
HAKIKAT ILMU
PENDIDIKAN
Arti
Pendidikan
Sebagai proses kegiatan mengubah
tingkah laku anak didik agar
menjadi manusia dewasa yang
mampu hidup mandiri dan sebagai
anggota masyarakat dalam
lingkungan alam sekitar dimana
individu itu berada
Hakekat Pendidikan
Tujuan
Pendidikan

Mengapa tujuan
pendidikan itu
penting ?

1. Pendidik akan dapat memilih dan merancang
bahan pembelajaran , alat, metode yang tepat untuk
digunakan dalam pendidikan atau pembelajaran.
2. Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh
pencapaian hasil sesuai yang diharapkan
3. Bila tujuan tidak dirumuskan, sudah tentu pendidik
akan mengalami kesulitan bahkan tidak akan dapat
mengorganisasikan materi atau bahan pelajaran
dan kegiatan-kegiatan serta usaha-usaha peserta
didik dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan
Pendidikan
Tujuan
Pendidikan
Berdasarkan luas dan
sempitnya isi tujuan serta jauh
dekatnya jarak waktu untuk
mencapai tujuan pendidikan
tersebut, maka dapat disusun
menurut hirarki yaitu :
1. Tujuan pendidikan nasional
2.Standar kompetensi lulusan
3.Kompetensi inti
4.Kompetensi dasar
5.Indikator


1. Tujuan Pendidikan Nasional
Tujuan ini berlaku untuk seluruh lembaga
pendidikan yang diselenggarakan oleh negara.
Tujuan pendidikan sangat umum sesuai dengan
isinya yang sangat luas dan waktu pencapainnya
pun sangat lama, mungkin sepanjang hayat
manusia itu sendiri. Tujuan ini merupakan dasar
dan pedoman bagi penyusunan kurikulum untuk
semua lembaga pendidikan yang ada dinegara
indonesia, baik persekolahan maupun keluarga dan
lembaga lainnya, dan dari jenjang taman kanak-
kanak sampai dengan perguruan tinggi
Tujuan
Pendidikan
2. Standar Kompetensi Lulusan

Tujuan ini merupakan masing-masing
lembaga atau jenis dan tingkatan
sekolah. Tujuan ini tercantum didalam
kurikulum sekolah/lembaga pendidikan
yang menggambarkan prilaku atau
performance yang harus dimiliki peserta
didik setelah belajar disekolah tersebut.

Tujuan
Pendidikan
3. Kompetensi Inti
Kompetensi inti merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai Standart
Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki
seorang peserta didik pada setiap tingkat kelas
atau program yang menjadi landasan
Pengembangan Kompetensi Dasar.
Tujuan
Pendidikan
4. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar
merupakan tingkat
kemampuan dalam konteks
muatan pembelajaran,
pengalaman belajar atau
mata pelajaran yang mengacu
pada kompetensi inti.


5. Indikator
Karena tujuan inilah
yang langsung dimiliki
peserta didik setelah selesai
pembelajaran . Indikator
dirumuskan dengan mengacu
pada kompetensi dasar,
Tujuan
Pendidikan
1. Nativisme
Aliran ini dipelopori oleh Schopenhaur filsuf bangsa
jerman(1788-1860). Yang berpendapat bahwa manusia
lahir dengan pembawaan baik dan buruk

2. Naturalisme
Aliran ini dipelopori olej J.J Rousseau seorang filsuf
bangsa perancis ( 1712-1778). Berpendapat bahwa
semua adalah baik pada waktu baru datang dari
tangan sang pencipta , tetapi semua menjadi buruk
ditangan manusia.

Aliran-Aliran
Pendidikan
3. Empirisme
Aliran empirisme berpendapat berlawanan
dengan penganut nativisme, karena berpendapat
bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia
dewasa sama sekali ditentukan oleh lingkungannya.
Dalam hal ini pengalaman sangat menetukan
perkembangan anak.

4. Konvergensi
Tokoh aliran ini adalah William Stern,
berpendapat bahwa aliran nativisme dan empirisme
masing-masing terlalu ekstrim kepada pengaruh
bawaan atu bakat dan lingkungan atau pendidikan.
Aliran-Aliran
Pendidikan
Menurut teori konvergen yaitu:
1. Pendidikan perlu diberikan
2. Yang membatasi hasil pendidikan
adalah pembawaan dan lingkungan
itu sendiri
3. Pendidikan diartikan sebagai
pertolongan yang diberi lingkungan
oleh anak didik untuk
mengembangkan pembawaan yang
baik dan mencegah berkembangnya
hal-hal yang buruk
Aliran-Aliran
Pendidikan
Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan
sebagaimana juga makhluk yang lain
dimuka bumi ini, dan setiap makhluk
dijadikan itu memiliki ciri-ciri tertentu
yang membedakan ia dengan makhluk
lainnya.
Hakeket Manusia
Pengertian
Manusia
Beberapa pandangan tentang
manusia yaitu:

a.Manusia itu adalah makhluk
berpikir(homo sepiens)
b.Manusia juga adalah makhluk
yang suka berbuat
c.Manusia disebut juga sebagai
animal educandum.
d.Manusia adalah makhluk yang
suka berkawan
Esistensi manusia
A. Manusia sebagai Makhluk Individu

Manusia sebagai makhluk individu maksudnya tiap
manusia berhak atas milik pribadinya sendiri dan bisa
disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Ini dikaitkan
dengan lingkungannya melalui indera mereka dan
dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis
kelamin mereka dan status sosial serta memiliki
pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik
dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil.
Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi,
kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut

B. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia
membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya
sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini
berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah
satu habitatnya maksudnya tiap manusia saling
membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi
dan berinteraksi. Manusia pun berlaku sebagai
makhluk sosial yang saling berhubungan dan
keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat
tinggalnya.Manusia bertindak sosial dengan cara
memanfaatkan alam dan lingkungan untuk
menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan
hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya.

3. Manusia sebagai makhluk susila

Manusia yang memiliki, menghayati, dan
melakukan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam hal ini,
manusia mengkristalisasikam dan
mengintegrasikan pengalaman dan
penghayatannya hal-hal yang berharga bagi
kehidupan menjadi satu pandangan hidup,
sehingga tersusun dalam satu kesatuan yang
hierarkis yang disebut sistem nilai-nilai
4. Manusia Sebagai Makhluk Religious
Manusia pada dasarnya adalah
homo Religioso ( makhluk yang
religious). Dimana manusia
dianugerahi dengan ajaran ajaran
yang dipercayainya mengenai
pengkajian tentang agama.
Pengembangan Dimensi-Dimensi manusia
Dalam Proses Pendidikan
a. Pengembangan diri sebagai makhluk individu
Pengembangan diri sebagai makhluk individu,
berarti pendidikan membantu anak itu menjadi dirinya
sendiri, dia dikembangkan menjadi suatu pribadi yang
utuh karena tidak ada orang yang dilahirkan persis
sama.
b. Pengembangan manusia sebagai
makhluk sosial
Tujuan pendidikan membantu
perkembangan sosial anak agar dia
mendapat tempat dimasyarakat,
mampu menyesuaikan diri dalam
melakukan adaptasi dan sosialisasi
serta mampu berperan sebagai
anggota masyarakat dan dapat
bekerja sama secara konstruktif
dalam masyarakat.
c. Pengembangan manusia sebagai makhluk susila
Melalui pendidikan kita harus mampu
membina manusia susila dan bermoral
karena esensi dari pada pendidikan itu
adalah moral. Melalui pendidikan kita harus
mengusahakan anak didik menjadi manusia
pendukung norma, kaidah, nilai susila yang
dijunjung tinggi oleh masyarakat.
d. Pengembangan manusia sebagai makhluk religious
Pengembangan makhluk religious dapat dilakukan
dengan bermacam-macam metode, tetapi yang
memegang peranan penting adalah metode-metode
yang dapat menyentuh asfek efektif, karena masalah
agama selain dipentingkan pegajaran (kawasan
kognitif) tetapi lebih dipentingkan kawasan efektif (
yang menyangkut keimanan )