Anda di halaman 1dari 8

PROJECT IV : MODIFIKASI DIGITAL TIMER "KITANI" SP-ED1

Identik jg dengan HELES TS-ED1



Target modifikasi :
- Merubah Input dari AC220V menjadi DC12V
- Merubah Output dari AC220V menjadi "Switch ON/OFF" utk aplikasi universal

Prinsip modifnya sebenarnya sama, dan simple. Karena targetnya hanya merubah input AC dan output
jadi switch, mungkin yang perlu jadi perhatian hanya perhitungan utk meregulasi charger supply dari DC
12V menjadi regulated 1,35V sampai 1,38V supaya battery tidak overcharge, Karena timer memang
kebanyakan masalahnya berawal dari battery yang jelek...!!

Inilah jeroan dalam dari timer KITANI dalam posisi masih standar...Ada 2 point untuk diperhatikan :
1. Saya akan pakai relay OMRON SPDT Type G5LA-1 DC-12V (Rated 10A), konsumsi arus relay ini relatif
kecil, sekitar 31mA
2. Seperti terlihat dalam file Buka2, ada satu pin INPUT dan OUTPUT yang tidak bisa dipisah, karena
paten dari pabrik, karena itu saya tidak bisa pakai plug output sebagai output, jadi output akan ditarik
kabel keluar...





Ini adalah komponen yang tidak dipakai yang saya cabut....


Pasang 3 pcs kawat jumper pada posisi ini....


Ada 2 Resistor (aslinya 10K dan 100k seperti terlihat), ini adalah komponen yang dirubah nilainya (selain
relay tentunya)....


Resistor 10K diganti jadi 4K3 (seri 3K3 dgn 1K) untuk setting voltase charging ke battery, dan Resistor
100k diganti jadi 33k untuk drive transistor ke relay....


Saya tetap memakai colokan AC220V sebagai input DC supaya hasil modifnya tetap kelihatan rapi, jadi
mesti ditandai mana yang Positive dan Negative, rangkaianya sdh ada reverse polarity jadi kalau terbalik
aman, ngak jalan saja... asal jangan dicolok lagi ke AC220V yach.. resikonya ngak ditanggung... he he he


Mulai baut PCB ke casingnya, serta tarik kabel Output relay ( 2 kabel hitam )


Tampak final...



Project Selesai.....!!!
Penjelasan teknisnya begini :

Rangkain timer mengirim sinyal utk men-trigger transistor NPN untuk mengaktifkan supply ke coil relay,
dan output dari relay adalah berupa switch independent, yang tidak ada kaitan atau pengaruhnya dari
circuit...

Kemungkinan relay gagal bekerja, antara lain :
1. Load melampau rated beban yang bisa dihandle oleh relay yang terpasang, mis : relay 5A, load 10A
2. Kualitas plat contact di lidah relay ngak bagus, atau kebetulan dapat satu yang defeat...
3. Transistor driver dalam kondisi tidak fully ON, check voltage di kaki base, biasanya harus ada sekitar
0,6V spy transistor bekerja dengan baik.... bila kurang dari itu, ada kemungkinan supply ke coil relay
kurang, shg magnetic effect tidak kuat, jadi contact di pole output tidak tertarik dengan sempurna, shg
gampang open circuit bila ada load yang besar, akan timbul masalah....

Sumber:
www.walet-swiftlet.com