Anda di halaman 1dari 4

Praktikum 2 Pencemaran Udara

Asisten : Sri Muslimah


Khariza Dwi Sepriani


KELOMPOK 1
Hari, Tanggal : Senin, 15 September 2014
Nama : Mufridatur Rohmah G24110001
Gigih Bangun W G24110002
Alvin Gustomy G24110065
Ikrom Mustofa G24110066
Nihayatuz Zulfa G24110067

ANALISIS ANGIN : WINDROSE (SOFTWARE)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Praktikum melakukan analisis angin dalam bentuk windrose dengan menggunakan
software WRPLOT. Data yang digunakan merupakan data yang diperoleh dari website
OGIMET berupa kecepatan angin daerah Citeko dari bulan Januari sampai Desember 2013.
Berikut merupakan gambar hasil pengolahan data kecepatan angin dalam bentuk windrose.


Gambar 1 Windrose bulan Januari (kiri atas), Februari (kanan atas), Maret (kiri bawah),
dan April (kanan bawah), Citeko 2013

Berdasarkan gambar dapat diketahui bahwa angin pada bulan Januari dominan bertiup
dari barat laut dengan kecepatan dominan 0.5-2.1 m/s meskipun ada sebagian kecil angin yang
bertiup dengan kecepatan 2.1-3.6 m/s dan 3.6-5.7 m/s. Pada bulan Februari, angin dominan
bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan dominan 0.5-2.1 m/s meskipun ada sebagian kecil
angin yang bertiup dengan kecepatan 2.1-3.6 m/s dan 3.6-5.7 m/s. Kemudian, bulan Maret
angin dominan bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan dominan 0.5-2.1 m/s meskipun ada
sebagian kecil angin yang bertiup dengan kecepatan 2.1-3.6 m/s dan 3.6-5.7 m/s. Sedangkan,
pada bulan April kecepatan angin dominan berkisar 0.5-2.1 m/s. Karakteristik kecepatan angin
dari bulan Januari hingga April relatif sama yaitu berkisar 0.5-5.7 m/s. Hal ini terjadi karena
pada bulan Januari sampai April posisi matahari ada di belahan bumi selatan (selatan ekuator)
sehingga tekanan di bagian selatan akan lebih rendah daripada bagian Utara ekuator. Posisi
matahari ini menyebabkan perbedaan tekanan yang mengakibatkan perbedaan suhu yang
membuat angin dominan bertiup dari Barat menuju Timur (Fadholi 2013). Jika dibandingkan
dengan arah datangnya angin bulan Januari hingga Maret, karakteristik angin bulan april
berpindah dari barat laut ke barat. Hal ini disebabkan posisi matahari yang sedang berada
bergerak menuju utara, sehingga arah angin mulai bergerak dari barat laut ke barat.


Gambar 2 Windrose bulan Mei (kiri atas), Juni (kanan atas), Juli (kiri bawah),
dan Agustus (kanan bawah), Citeko 2013

Angin pada bulan Mei dan Juni dominan bertiup dari Barat Laut ke Tenggara dengan
kecepatan dominan 0.5-2.1 m/s meskipun ada sebagian kecil angin yang bertiup dengan
kecepatan 2.1-3.6 m/s dan 3.6-5.7 m/s. Hal ini disebabkan pada bulan Mei hingga Juni posisi
matahari berada di belahan bumi Utara (sebelah Utara ekuator) sehingga tekanan di bagian
Utara akan lebih rendah daripada bagian Selatan ekuator yang menyebabkan angin bergerak
ke arah Tenggara. Sedangkan, pada bulan Juli dan Agustus angin dominan bertiup dari Barat
Laut ke arah Tenggara dengan kecepatan dominan 0.5-2.1 m/s meskipun ada sebagian kecil
angin yang bertiup dengan kecepatan 2.1-3.6 m/s dan 3.6-5.7 m/s. Hal ini terjadi karena pada
bulan Juli hingga Agustus posisi matahari ada di belahan bumi Utara menuju khatulistiwa
sehingga tekanan di bagian utara akan lebih rendah daripada bagian selatan ekuator (Fadholi
2013).




Gambar 3 Windrose bulan September (kiri atas), Oktober (kanan atas), November (kiri bawah),
dan Desember (kanan bawah), Citeko 2013

Arah dan kecepatan angin dari bulan September hingga Desember menunjukkan
karakteristik yang hampir sama. Pada bulan September Arah angin dominan berasal dari barat
laut dengan kecepatan 0.5-2.1 m/s. Kemudian, bulan Oktober angin dominan bertiup dari arah
Barat Laut ke Tenggara dengan kecepatan angin dominan 0.5-2.1 m/s. Angin pada bulan
November bertiup dari arah dominan sama dari bulan September dan Oktober yaitu dari Barat
Laut ke Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 2 m/s. Sedangkan, pada bulan Desember
arah angin masih sama yaitu bertiup dari Barat Laut ke Tenggara dengan kecepatan angin
berkisar 0.5-2.1 m/s, namun persentase kejadiannya lebih besar. Pada bulan September hingga
Desember memiliki karakteristik kesamaan arah dan kecepatan angin disebabkan posisi
matahari yang mulai bergerak ke arah selatan sehingga menimbulkan perbedaan tekanan yang
menyebabkan angin mulai bergerak ke arah selatan. Selain itu, pergerakan angin monsun yang
bertiup melewati Indonesia pada bulan November menyebabkan angin berasal dari arah Barat
menuju Timur. Angin monsun barat terjadi akibat adanya perbedaan tekanan antara BBU
(tekanan tinggi) dan BBS (tekanan rendah). Puncak angin monsun barat yang terjadi pada bulan
Desember hingga Januari membawa massa udara yang besar dari benua Asia menuju Australia
terutama uap air (Bannu 2003). Hal ini yang menjadi alasan utama pada bulan Desember
hingga Januari adalah puncak musim hujan di Indonesia.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisa data kecepatan angin pada windrose di daerah Citeko bulan
Januari hingga Desember 2013 menunjukkan bahwa kecepatan angin dominan berkisar 0.5-2.1
m/s yang bertiup dominan dari arah Barat Laut ke Tenggara. Angin yang bergerak dominan
dari Barat Laut ke Tenggara ini, apabila ada polutan akan terbawa ke daerah yang berada di
Tenggara yang akan menyebabkan polutan pada daerah tersebut menerima dampak paling
besar. Windrose tidak terlihat menunjukkan perbedaan yang jelas antara musim kemarau dan
hujan karena bentuk windrose hampir sama sepanjang bulan.

DAFTAR PUSTAKA

Bannu. 2003. Analisis interaksi monsun, ENSO, dan dipole mode serta kaitannya dengan
variabilitas curah hujan angin di benua maritim Indonesia. Tesis. Departemen
Geofisika dan Meteorologi. Institut Teknologi Bandung.
Fadholi, Akhmad. 2013. Analisis data arah dan kecepatan angin landas pacu (runway)
menggunakan aplikasi Windrose Plot (WRPLOT). Jurnal Ilmu Komputer. Vol (IX) 2:
84-91