Anda di halaman 1dari 3

Perencanaan dan

Perhitungan Investasi

~RENCANA
PEMBANGUNAN
PERUMAHAN ~
di Mojosongo



Oleh :
Papin Longaun Rosy I0211044
Raymond Allen Ghozali I0211047
Sabriyan Arsyi Rahman I0211051
Wiwid L. Ramdani I0211058



Dosen Pembimbing:
Dr. Ir. Made Suastika, MT
Ir. Agus Heru Purnomo, MT


PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA



LATAR BELAKANG
Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia setelah sandang dan pangan.
Selain sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, perumahan dan
pemukiman mempunyai fungsi yang sangat strategis sebagai pusat pendidikan
keluarga, persemaian budaya, dan peningkatan kualitas generasi mendatang,
termasuk perannya sebagai pemantapan jati diri. Namun demikian, persoalan
perumahan dan permukiman pada umumnya masih dianggap sebagai beban dan
merupakan kebutuhan konsumtif semata. Dilain pihak, sektor perumahan dan
permukiman sesungguhnya dapat berperan sebagai salah satu lokomotif
perekonomian dan penciptaan lapangan kerja produktif. Sehingga,
penyelenggaraan sektor perumahan dan permukiman dapat diletakkan sebagai
bagian dari produktivitas kota/wilayah. Kondisi karakteristik dan potensi
termasuk kemampuan serta kapasitas dari setiap daerah dalam
penyelenggaraan perumahan dan permukiman sesungguhnya sangat beragam,
lokal dan kontekstual.

Melihat begitu pentingnya fungsi rumah bagi kehidupan manusia, namun
masih banyak juga anggota masyarakat yang belum memiliki rumah, namun
sebagian masyarakat juga ada yang memiliki rumah lebih dari satu. Untuk
memenuhi kebutuhan rumah yang semakin meningkat pesat dimana untuk
memiliki rumah harus memenuhi beberapa persyaratan yang harus dilengkapi
oleh baik calon penjual maupun calon pembeli.

Penyelenggaraan perumahan sifatnya beragam, dewasa ini bisnis investasi
sudah mulai menjamur di beberapa kota di Indonesia, salah satunya adalah
Surakarta. Salah satu bisnis investasi yang marak saat ini adalah bisnis
investasi properti. Investasi properti makin banyak dilirik oleh beberapa
kalangan masyarakat, dikarenakan nilai investasinya yang akan selalu
meningkat. Karena hal tersebut, banyak developer properti mulai
mengembangkan bisnisnya, dengan mulai membangun ruko, perumahan dan
apartemen. Bukan hanya sekedar membangun, developer juga memberikan
berbagai macam dukungan dan kemudahan agar produknya banyak diminati oleh
masyarakat.

Agar investasi dapat mengenai sasaran, selain melihat dari sisi nilai
investasinya, dalam penyelenggaraan bisnis perumahan perlu adanya
pengenalanterhadap ragam konsumen. Menurut Ketua Umum DPP Apersi
(Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia), Eddy
Ganefo, mengatakan, konsumen perumahan dapat dibagi menjadi empat
cluster:
1. Masyarakat yang tidak mampu sama sekali
2. Masyarakat yang hanya mampu menyewa
3. Masyarakat yang mampu membeli rumah murah bersubsidi
4. Masyarakat mampu.
Dibutuhkan strategi khusus untuk menyediakan fasilitas kepada masing-
masing ragam pengguna pada lokasi yang akan digunakan utuk membangun
bisnis invstasi tersebut.

Mojosongo adalah kelurahan yang besar terletak di bagian utara Kota Solo.
Penduduk Mojosongo adalah pendatang, atau mereka yang mencari pemukiman
yang lebih aman dari banjir. Program nasional perumahan dinilai
memungkinkan pembangunan insfrastuktur lebih lanjut di wilayah ini.
Mojosongo menjadi lokasi terpilih yang akan dijadikan untuk memulai
bisnis investasi perumahan yang diperkirakan memiliki prospek jangka
panjang yang lebih baik. Beberapa faktor yang dinilai tepat untuk
mengembangkan usaha tersebut diantaranya adalah :


Tetooott........ Tolong bagian ini diisi ya ^__^ , mmaaci