Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN


Communitor, Grit Chamber dan Ekualisasi


Oleh :
Kelompok V

Anggota:
Julianto (0910941004)
Dita Sophy Sakdiah (0910941006)
Utami Langga Sari Hsb (0910942037)
Adrian Ermanda (0910942041)
Ragil Nur Permadi (1010942010)

Dosen:
Denny Helard, D. Eng







JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2013
BAB 1
PENDAHULUAN
1. 1. LATAR BELAKANG
Setiap Manusia dalam aktivitas sehari-hari akan menghasilkan buangan baik
berupa buangan padat maupun buangan cair. Buangan cair pada dasarnya berasal
dari air bersih yang telah digunakan untuk berbagai keperluan bagi komunitas
tersebut.
Air buangan merupakan air sisa dari berbagai aktivitas manusia, misalnya dari
kegiatan rumah tangga, industri dan lain-lain. Secara garis besar, air buangan
sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu air buangan domestik dan air buangan non
domestik. Air buangan buangan domestik berasal dari rumah tangga atau dari
pemukiman, bukan hanya air yang dipakai untuk menggelontor kotoran dari WC
saja, melainkan juga air bekas mandi, air bekas untuk mencuci, baik dari cucian
dari kamar cuci pakaian maupun cucian-cucian dari aktivitas dapur bahkan
cucian-cucian dari wastafel. Sedangkan Air buangan non domestik berasal dari
industri dimana air digunakan untuk bermacam-macam proses industri, sehingga
air menjadi tercemar dengan kotoran-kotoran yang komposisinya tergantung dari
proses produksinya.
Penanganan terhadap kedua macam air buangan tersebut harus dilakukan dengan
serius. Karena jika tidak, akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti
pencemaran lingkungan, timbulnya berbagai macam penyakit, lingkungan
pemukiman yang kumuh dengan kondisi sanitasi yang memprihatinkan. Selain
itu, air buangan dapat menyebabkan penurunan kualitas air bersih. Oleh karena itu
diperlukan suatu pengolahan yang memadai untuk mengatasi permasalahan
tersebut.
Air buangan yang berasal dari berbagai sumber akhirnya akan kembali ke badan
air penerima atau ke dalam tanah. Untuk mengurangi dampak negatif yang
ditimbulkan oleh berbagai kontaminan yang terdapat dalam air buangan,
diperlukan suatu sistem pengolahan yang dapat menurunkan derajat kontaminan
atau sesuai dengan standar kualitas air buangan. Salah satu pengolahan yang dapat
dilakukan adalah pengolahan pendahuluan berupa comminutor dan grit chamber
untuk mengurangi partikel diskrit dan partikel berukuran besar serta bak
ekualisasi untuk meratakan aliran sebelum masuk ke unit pengolahan selanjutnya.
1. 2. TUJUAN
Tuj uan dar i pembuat an makal ah i ni a dal ah:
1. Mengenal dan menget ahui uni t - uni t dal am pengol ahan ai r
buangan khus us nya uni t commi nut or , gr i t chamber dan
ekual i s as i ;
2. Menget ahui f ungs i dan car a ker j a uni t commi nut or , gr i t
chamber dan ekual i s as i ;
3. Menget ahui kr i t er i a des ai n unt uk uni t commi nut or , gr i t
chamber dan ekual i s as i .




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Commi nut or
Comunitor paling umum digunakan dalam instalasi pengolahan air buangan skala
kecil, yakni dengan debit kurang dari 0,2 m
3
/s. Comminutor biasanya dipasang
dalam sebuah saluran air buangan yang menuju grit chamber.
Comunitor berfungsi untuk menghancurkan material padatan langsung di
tempatnya, di mana material padat tersebut ikut masuk ke dalam aliran air
buangan menuju instalasi pengolahan air buangan.
Comunnitor memotong benda padat, menjadikan ukuran kecil tertentu yang sama.
Ukuran potong tergantung tipe opening/ bukaan.
Tujuan pemotongan :
1. Mempermudah proses pengolahan selanjutnya, misal : pemompaan.
2. Mencegah bahan organik tidak mengendap pada grit chamber, karena bahan
organik tersebut diharapkan terbawa aliran. Hasil pemotongan ukuran bahan
organik lebih kecil dari ukuran pasir.
Terdapat 2 jenis comminutor, yaitu:
1. Free discharge;
2. Non free discharge.













Gambar 2.1 Comminutor
Sumber : http://www.ctu.edu.vn/colleges















Gambar 2.2 Comminutor Free Discharge (Kiri) dan Comminutor Non Free
Discharge (Kanan)
Sumber : Oder et.al, 2000
Mekanisme dari communitor adalah :
1. Vertikal Revolving Drum-Screen





2. Stationary Drum : pemotong yang berputar.


Comminutor di pasaran tergantung pada Hp yang diperlukan yaitu Hp 2 Hp,
juga berhubungan dengan kapasitas masing-masing untuk free dan non free
discharge. Ukuran dan kapasitas Comminutor (Pemilihan ditentukan Qmax) :




Tabel 2.1 Ukuran dan Kapasitas Comminutor
No
Ukuran
Motor
Kapasitas (Mgd)
Controlled
Discharge
Free
Discharge
7 B 0 0,35 0 0,30
10 A 0 17 1,10 0,17 0,82
15 M 0,4 2,3 0,4 1,4
25 M 1 1,0 6,0 1,0 3,6
25 A 1 1,0 11,0 1,0 6,5
36 A 2 1,5 25,0 1,5 9,6
54 A Desain ditentukan oleh jenis pekerjaan
Sumber : Elwyn, 1986














DAFTAR PUSTAKA
Elwyn.E, Sedye, Wastewater Design, John Willey and Sons. London, Sydney
Inc. N.Y, Fair Geyer
Metcalf & Eddy. 1991. Wastewater Engineering Third Edition. New York :
McGraw-Hill, Inc
Oder, R.R dan R.E Jamison. 2000. Method And Apparatus For Separating
Material. United States Patent
______. Communitor.
http://images.google.com/images?q=tbn:esyia5pySewIGM:http://www.ctu.
edu.vn/colleges/tech/bomon/ttktmoitruong/Image/communitor.gif. Tanggal
akses : 30 September 2013