Anda di halaman 1dari 1

404

Masing-masing methode di atas mempunyai kelemahan dan kelebihan sendiri-sendiri. Dengan


demikian untuk menetapkan methode tersebut untuk pengukuran kerja, hendaknya
diperhatikan terlebih dahulu situasi dan kondisi pelaksanaan kerja dari masing-masing
perusahaan. Methode yang tepat bagi suatu perusahaan belum tentu lepat pula perusahaan
yang lain.
1. STUDI WAKTU
Studi waktu ini merupakan salah satu cara untuk penyusunan waktu standard, dimana
dengan adanya waktu standard ini dapat dilakukan pengukuran kerja. Adapun prosedure di
dalam penyusunan waktu standard dengan studi waktu ini adalah sebagai berikut:
a. Memilih / mengambil karyawan secara sebarang untuk diteliti atau diamat : waktu yang
dipergunakannya untuk menyelesaikan proses produksi.
b. Menghitung waktu rata-rata yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan.
Satu unit pekerjaan disini dapat diperhitungkan terhadap satu unit produk akhir, atau satu
bagian dari penyelesaian produk akhir.
c. Meneliti tingkat kecakapan dari karyawan yang dipergunakan sebagai sample. Apakah
tingkat kecakapan tersebut merupakan tingkat kecakapan normal, ataukah di atas normal
atau justru di bawah normal.
d. Menghitung waktu normal. aktu normal ini adalah waktu yang diperlukan oleh seorang
karyawan dengan tingkat kecakapan normal untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan.
aktu normal ini diperhitungkan dengan jalan mengalikan waktu rata-rata dengan tingkat
kecakapan para karyawan.
e. Menentukan waktu cadangan. aktu cadangan ini merupakan waktu yang akan
dipergunakan oleh karyawan yang disebabkan oleh berbagai sebab lain, misalnya
gangguan-gangguan kecil terhadap