Anda di halaman 1dari 17

BWS Page1

8.PengembanganTambak
8.1. Umum
Keberhasilan pengembangantambakditentukanolehbeberapaaspek,antaralainkondisisumberdaya
(fisik, sosial dan ekonomi), desain teknis (tata letak tambak, pemukiman dan fasilitas umum lainnya),
termasuktenagapengeloladandukungansarana/prasaranapenunjangusahapertambakan.
Tambakrakyatyangdikembangkanpadaumumnyaberupatambaktradisionalyangmempunyaibentuk
danluasanyangtidakberaturan.Tambakiniberkembangtidakberdasarkanperencanaanyangmatang
dansebagianbesarmerupakanperluasandaritambakyangsudahada.Jaringansaluranyangadapada
umumnyajugamasihbelumtertatadenganbaik,haliniditandaidenganbelumterpisahkannyasaluran
pasok dan saluran buang. Selain itu, kapasitas saluran yang adapun kadangkadang masih terlalu kecil
sehingga tidak mampu membawa air pasok dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai. Biasanya hasil
produksi petani masih sangat rendah, sehingga upaya peningkatan tambak memang perlu untuk
dilakukan. Peningkatan jaringan pengairan yang ada perlu memperhatikan pengembangan yang
berkelanjutan (sustainable), sehingga diharapkan petani dapat berpartisipasi aktif dalam
mengoperasikan dan memelihara jaringan tata air yang baru beserta bangunan airnya. Sistem yang
dirancang disesuaikan dengan tingkat pengetahuan petani, tingkat produksi yang mempunyai resiko
kegagalan terkecil serta biaya konstruksi dan pasca konstruksi yang sekecil mungkin. Untuk menekan
biaya tersebut maka diusahakan untuk memanfaatkan saluran ataupun bangunan yang sudah ada, dan
apabilaharusmembuatsaluranbarumakadiusahakanuntukmemanfaatkanlahanseminimalmungkin.
Budidaya tambak merupakan suatu kegiatan membesarkan udang/ikan dalam suatu kolam, dan agar
dapat diperoleh hasil yang optimal maka perlu disiapkan suatu kondisi lingkungan tertentu yang sesuai
bagi udang/ikan yang dipelihara. Faktor utama yang sangat menentukan produktivitas tambak adalah
kualitas air dalam petakan tambak, yang merupakan media tumbuh bagi udang/ikan yang dipelihara.
Faktorlainyangmempengaruhiproduktifitastambakadalahkesuburantanah.Dengankualitasairyang
baik dan tanah yang subur, diharapkan makanan alami dapat tumbuh dengan baik. Disamping
kesuburan tanah, kandungan zatzat beracun merupakan faktor yang berpengaruh pada kualitas
produksi. Untuk tambaktambak tradisional, usaha terpenting untuk menaikkan produktivitas tambak
adalahdenganmenyediakanairdikolamtambakdengankualitasairyangbaiksertadenganperbaikan
danpenataankembaliprasaranairigasi.
8.2. NormadanKriteriaPertambakan
8.2.1. TipeKawasanPertambakan
Dalam pembangunan tambak udang di pantai, terdapat berbagai tipe kawasan pantai yang
memungkinkan untuk dipertimbangkan sebagai lahan berpotensial. Berdasarkan topografi lahan,
pertambakan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kategori, yaitu kawasan intertidal (tambak layak dan
tambakbiasa)dansupratidal(tambakdarat).
BWS Page2

Kawasan intertidal adalah wilayah yang tergenang selama muka air pasang tinggi, dan kering dan
terjemur pada waktu pasang rendah. Tinggi permukaan air laut selama pasang tinggi tergantung pada
faktorfaktor, seperti frekuensi amplitudo pasang, kontur dan elevasi tanahnya serta berbagai
penghambat dan perintang aliran air. Kawasan ini pada umumnya ditutupi oleh hutan mangrove.
Pembangunantambakdikawasansepertiiniakanmemerlukanwaktuyanglama,untukperbaikanmutu
lahan,yangdisebabkanolehmasalahkeasamantanah.
Kawasan supratidal adalah areal di atas jangkauan pasang, air laut masuk ke kawasan ini hanya pada
saat pasang tinggi tertinggi. Bagian terbesar kawasan ini dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang
memerlukanairataupertanianlahanbasahsepertipadi,jagungdansayuran.Konsepbudidayaudangdi
kawasan seperti ini adalah dengan menggunakan pompa sebagai alat pemasok air laut. Tanah
permukaan dan lapisan di bawahnya, di suatu areal yang normal, secara geokimiawi sudah mantap.
Pembangunantambakdikawasaninisangatmudahdilaksanakan.
Beberapa perbedaan antara kawasan tambak Intertidal dan Supratidal diberikan pada Tabel 8.1. Pada
Tabel8.2,diperlihatkanbeberapaperbedaankarakteristiktipekawasanpantai.

BWS Page3

Tabel 8.1. Perbedaan kawasan tambak Intertidal dan Supratidal dalam pembangunan pertambakan
udang
NO. URAIAN KAWASANINTERTIDAL KAWASANSUPRATIDAL
1 TipeLahan Mangrovedanberumputrawa Beririgasidantanahkeringdasar
2 Elevasi Umumnya berpotensi asam sulfat (pyrit
tinggi),kadangkadangbergambut
Umumnya tidak mengandung senyawa
pyrit
3 Hargatanah Tanah terlantar, milik pemerintah, sewa
murah
Tanah milik, garapan dan ditanami,
harganyasangatmahal
4 Pembersihan
lahan
Sangat mahal yang masih tertutup oleh
hutanprimer
Sangatminimal
5 Biaya konstruksi
bangunan
Murah bagi tambak extensive (dangkal dan
luas),sangattinggibagitambakintensif
Hanya untuk tambak intensif, rendah
bagi tambak dengan pematang tanah,
namun tinggi bagi tambak dengan
pematangbeton
6 Pra produksi dan
pematanglahan
Melalui reklamasi, diperlukan beberapa
bulan,bilakandunganpyrittinggi
Produksi dapat dilaksanakan segera
setelahkonstruksiselesai
7 Persiapan
tambak
Pengeringan dasar tambak merupakan
masalah kronis, menyulitkan bila mutu
pematangjelek
Dapat sempurna dikeringkan, waktu
untukpersiapanlebihsingkat
8 Pengisiantambak Melalui gravitasi alami pada saat pasang
tinggi. Pemompaan yang minimal bagi
budidayasemiintensif
Sepenuhnya mengandalkan pada
pompa terlepas pada teknologi
budidaya dan padat penebaran yang
diterapkan
9 Pemberantasan
hamapenyakit
Sukar mengendalikan masuknya organisme
asingyangtidakdikehendaki
Organisme yang tidak diinginkan lebih
sedikitdandapatdikendalikanjikaada
10 Pemanenan Memerlukan waktu yang banyak, sangat
tergantung pada kondisi pasang surut.
Berpengaruhpadamutuhasil
Cepat,dapatdilaksanakansetiapsaat
11 Pengaruh
lingkungan
Bila tidak terkendali dapat merusak hutan
rawamangrove
Intrusi air laut ke daratan dan sanitasi
padasumberairtanah
12 Perubahan
metodakultur
Dapat disesuaikan, pilihan metoda dapat
komoditasyangdibudidayakanluas/besar
terbatas pada jenis yang harganya
mahal(nilaitukartinggi)
Sumber:Poernomo,1992
BWS Page4

Tabel8.2.PerbedaanTipeKawasanPantaiUntukPertambakanUdang(IntertidaldanSupratidal).
ZonasiPantai KisaranPasut SifatTanahTipe/Tekstur&
pH*
Pekerjaan
Konstruksi
danBiaya
Produktivitas
Tambak
Tanah Sebelum
Digunakan
A.Intertidal:
Hutan
Mangrove
Perawan/Prim
er
Terendam pada
rataan pasang
tinggi.
Gambut/Pyrit 2,5 3,5 ++++ Sangat rendah
tahapawal
Reklamasi
Hutan
Mangrove
SemakBelukar
Sekunder.
Terendam pada
rataan pasang
tinggi.
Pyrit/Gambut 2,4 4,0 +++ Sangat rendah
Tahapawal
Reklamasi
Rawa pasang
surut
Terendam pada
rataan pasang
tinggi.
Pyrit/Liat
lempung
3,5 5,0
6,57,0
++ Rendah tahap
awal
Reklamasi
Perkebunan
Kelapa
Sepanjang
saluran
terendam air
pada rataan
pasangtinggi.
Pyrit/ Liat
Lempung
3,5 5,0
6,57,0
++ Relatif rendah
tahapawal
Reklamasi
B.Supratidal:
Sawah lahan
kering
Diatasairpasang
tinggitertinggi.
Liat lempung
s/dlempung.
7,0 + Tinggi sejak
tahapawal.
Tidakadaperlakuan
khusus
Perkebunan
Kelapa.
Diatasairpasang
tinggitertinggi.
Lempung liat
berpasir
7,0 + Tinggi sejak
tahapawal.
Tidakadaperlakuan
khusus.
Rumput dan
tanamanlain.
Diatasairpasang
tinggi.
Liat berpasir/
pasir
berlempung
7,0 8,0 + Tinggi sejak
tahapawal.
Tidakadaperlakuan
khusus.
Berpasir 7,0 8,0 Tidak
kedap air
(porous)
Tidakadaperlakuan
khusus.
Keterangan:
*) pHtanahkeringudara
**) + = mudah/ringan +++ = berat/sulit
++ = agakberat ++++ = sangatsulit
BWS Page5

8.2.2.KriteriaKesesuaianLahan
Tingkat kesesuaian lahan merupakan keadaan tingkat persyaratan dari sebidang lahan untuk suatu
penggunaantertentu.Tingkatkesesuaianlahanuntukbudidayaudangditentukanolehbeberapafaktor
baik teknis maupun non teknis, seperti misalnya kesuburan tanah, kualitas air, kebijaksanaan
pemerintah/pemerintahdaerah,danfaktorfaktorlainnyayangsecaralangsungmaupuntidaklangsung
berpengaruh terhadap usaha/kegiatan budidaya udang, kehidupan dan pertumbuhan udang yang
dipelihara.
1. KriteriaKualitasTanah
Kriteria kesesuaian lahan untuk pertambakan didasarkan pada ketentuan persyaratan kualitas tanah
yang dikeluarkan oleh Puslitbangkan dan Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian, 1991.
Secara umum parameter kualitas tanah yang diijinkan untuk budidaya udang di tambak adalah seperti
yangdiberikanpadaTabel8.3.
Tabel8.3.KriteriaKualitasTanahUntukBudidayaUdang
NO PARAMETER SATUAN NILAISTANDAR
1. Tekstur Lempungliatberpasir
2. PH 6,0 7,0
3. BahanOrganik % 1,6 7,0
4. Karbon(C) % 3 5
5. Nitrogen(N) % 0,4 0,75
6. KTK me/100gr >20
7. Kalsium(Ca) me/100gr 5,0 2,0
8. Magnesium(Mg) me/100gr 1,5 8
9. Kalium(K0 me/100gr 0,5 1,0
10. Natrium(Na) me/100gr 0,7 1,0
11. Fospor(P) ppm 30 60
12. Pyrit(Fe
2
) % <2
Sumber:DitjenkandanPuslitbangkan,1991

2. KriteriaKualitasAir
Kriteria kesesuaian kualitas air untuk budidaya udang mengacu pada standar kualitas air yang
dikeluarkanolehDitjenkandanPuslitbangkan,sepertiyangdiberikanpadaTabel8.4.
BWS Page6

Tabel8.4.KriteriaKualitasAirUntukBudidayaUdang
NO. PARAMETER SATUAN NILAI
STANDAR OPTIMUM
Salinitas ppm 1530 1525
Suhu C 2632 2931
Kecerahan Cm 2560 3040
PH 7,58,7 88,5
OksigenTerlarut mg/l 310 47
Amonia(NH
3
) mg/l 01,0 0
Nitrit(NO
2
) mg/l 00,25 0
Sulfida(H
2
S) mg/l 00,001
Pyrit(Fe
2+
) mg/l 0,03
0 LogamBerat:
Timbal mg/l <0,25
Seng mg/l <0,02
Tembaga mg/l <0,02
Sumber: DitjenkandanPuslitbangkan,1991
3. KriteriaDayaDukungLahan
Penentuan daya dukung lahan untuk budidaya udang ditentukan oleh mutu tanah, sumber air (tawar
danasin),pasangsurut,topografi(tipepantaidanelevasi)danklimatologididaerahyangbersangkutan.
Faktorfaktor tersebut akan berpengaruh terhadap produktivitas tambak dan faktor pembatas pada
luasanarealdengantingkatteknologitertentuyangmasihmungkindiproduksisecaraaman,lestaridan
menguntungkan.
Beberapaparameteryangdijadikantolokukurdalammenentukandayadukunglahanantaralainadalah
:

BWS Page7

1. Hidrooseanografi
Penilaian hidrooseanografi meliputi tipe pantai, garis pantai, pasang surut dan parameter hidrologi
lainnya.Sifatpasangsurutlokalyangmenunjukkanpasangsuruttinggitertinggi(HHWL),reratapasang
(MHWL),surutrendahterendah(LLWL)danreratasurutrendah(MLWL).
2. KualitasTanah
Tekstur tanah menentukan konsistensi dan permeabilitas tanah. Tekstur tanah dapat ditunjukkan oleh
sebaranbutirtanah,adatidaknyapyritdangambutdilokasitambak.
3. KondisiHidrologi
Kondisi hidrologi yang perlu diperhatikan meliputi kondisi air laut/pantai (pantai terbuka, teluk, selat),
sungai,anaksungai,saluranirigasi,sumurairtawaratauasin,termasukdebitnyapadamusimhujandan
kemarau,kecepatandankekuatanarus.
Sumberairyangterpentingdalamkegiatanbudidayaudangadalahtersedianyasumberairasindanair
tawar yang sesuai untuk kehidupan udang, baik dari segi kualitas maupun kuantitas (volume) yang
dipasokmelaluisungaiyangmemilikiDASyangluas.
4. KondisiIklim
Kondisi iklim meliputi curah hujan, suhu, arah dan kecepatan angin, kecepatan penguapan dan kisaran
musim,terutamayangberkenaandenganjumlahharihujanataujumlahbulanbasahsertajumlahhari
matahari bersinar. Hujan merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi operasional budidaya
tambak. Umumnya semakin sedikit turun hujan semakin baik, sepanjang pasang surutnya ideal dan
pasokairtawardarisungaicukupmemadai.
5. LahanKonservasi
Lahan ini sangat memungkinkan sebagai kawasan penyangga dalam pelestarian lingkungan kegiatan
pertambakan.Lebarlahankonservasiyangtersediaberkisarantara50300m.
Untuk lebih jelasnya, rincian kriteria daya dukung lahan yang digunakan adalah seperti yang diberikan
padaTabel8.5.

Tabel8.5.ModelPenilaianKriteriaDayaDukungLahanPertambakan
BWS Page8

N
O.
PARAMETER NilaiDAYAdukung
100 90 80
1 TipePantai Terjal, karang,
berpasir,terbuka
Terjal, karang,
berpasir, sedikit
berlumpur,
terbuka
Sangat landai,
berlumpur, teluk/
laguna
2 TipeGarisPantai Konsistensi tanah
stabil
Konsistensi tanah
stabil
Konsistensi tanah
labil
3 ArusSungai(m/det) >1,5(Kuat) 0,51,5(Sedang) <0,5(Lemah)
4 AmplitudoRataan(m) 1,12,1 0,71,1&2,12,9 <0,7>2,9
5 Posisi Hamparan
Lahan
Dapat diari dan
dikeringkan
Dapat diari dan
dikeringkan
Di bawah rataan
surutrendah
6 KualitasTanah Lempung liat
berpasir, tidak
bergambut, tidak
berpyrit
Lempung liat
berpasir, tidak
bergambut, pyrit
rendah
Lumpur/pasir,
bergambut, pyrit
tinggi
7 AirTanah Dekat sungai dan
mencukupi
Dekat sungai dan
mencukupi
Dekat sungai dan
tingkat siltasi
tinggi
8 Salinitas(ppt) 1518 1015&>1830 <10&>30
9 JalurHijau(m) >100 50100 <50
10 Curah Hujan
(mm/tahun)
<2000 20002500 >2500
Sumber: DitjenkandanPuslitbangkan,1991
Catatan:
KategoriTinggi(>90100) : PolaMajuU3,PadatTebar1540ekor/m
2
(50%luaslahan)
KategoriSedang(>8090) : PolaMadyaU2,PadatTebar614ekor/m
2
(50%luaslahan)
KategoriRendah(80) : PolaSederhanaU1,PadatTebar15ekor/m
2
(100%luaslahan

BWS Page9

Dari kategori daya dukung lahan yang merupakan suatu kelayakan lahan pertambakan untuk budidaya
udang, selanjutnya dapat ditentukan kemampuan lahan dan tingkat teknologi budidaya udang yang
akandigunakan.Selainituakandidapatluasanlahanyangmemungkinkanuntukdimanfaatkansebagai
lahanpertambakan.
8.2.4. DasarDasarPerencanaanBudidayaUdangWindu
Penyusunan rancangan tata ruang pertambakan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan
kegiatan budidaya udang. Struktur tata ruang yang dibentuk seyogyanya mempertimbangkan
kesesuaianpenggunaannyasebagaisuatusistemyangtidakterpisahkan,sehinggaakantercerminupaya
dan arahan keseimbangan ruang yang berupa pola penggunaan lahan yang sesuai dengan kriteria fisik
maupunsosialekonominya.
Agar tujuan perencanaan di atas dapat dilaksanakan secara baik maka dalam perencanaan perlu
mempertimbangkan dasardasar perencanaan yang mencakup usaha pengarahan ruang kegiatan
budidayaudangdanpengarahanpolausahanya.Pengarahanruanginimencakup:
1. Ukuran(size)luasankegiatan
2. Sebaran(separate)lokasikegiatan
3. Tatanan(plan)zonasiruangkegiatan
4. Susunan(structure)ruangkegiatan
5. Tahapan(stage)pencapaian
6. Fungsi(function)kegiatan
Berdasarkan faktorfaktor penentu kelayakan areal studi untuk usaha pertambakan, perencanaan
dilanjutkan dengan memberikan arahan untuk memperoleh kemudahan dalam operasional tambak
sehingga usaha budidaya udang dapat memberikan keuntungan secara berkesinambungan. Dalam hal
inibeberapahalpokokyangperludipertimbangkanadalah:
Tataletakpetaktambakdibuatsedemikianrupadengansaluranpasokdanbuangyangterpisah
dan tidak saling mempengaruhi, serta dapat mencapai tingkat efisiensi yang tinggi baik dalam
konstruksimaupunoperasional.
Pengelolaanairtambaksertapengeringantambakpadasaatpersiapandapatdilakukandengan
mudahmelaluiperencanaanjaringanirigasiyangbaik.Selainitujugamempertimbangkanposisi
dasartambakterhadapkeadaanpasangsurut.
Pemanfaatan potensi yang ada seefektif mungkin untuk menghemat biaya pemakaian
sumberdayaalam.
1. PetakanTambak
Petakan Tambak merupakan bagian dari unit tambak yang diisi air dan kemudian dipakai untuk
memelihara ikan. Dalam petakan tambak terdapat bagian yang disebut pelataran (bagian datar yang
merupakan dasar tambak) dan caren (berupa saluran ditengah dan sekeliling petakan tambak). Caren
berfungsi sebagai tempat berlindung ikan atau udang yang dipelihara, terutama pada waktu siang dan
BWS Page10

air tambak berkurang. Caren biasanya dibangun pada tambaktambak tradisional yang airnya tidak
terlalu dalam sehingga ikan yang dipelihara memerlukan tempat yang lebih dalam untuk berlindung
pada siang hari. Selain itu caren juga berfungsi untuk mempermudah penangkapan ikan atau udang
pada saat panen. Luas dan kedalaman petakan tambak berbedabeda, tergantung pada fungsinya. Ada
petakan untuk benih, untuk pembesaran, penangkapan atau panen, dan sebagainya. Petakan tersebut
memiliki kaitan fungsi satu sama lainnya. Oleh karenanya letaknya harus disesuaikan dengan fungsinya
untukmempermudahpengelolaannya.
2. Pematang
Pada prinsipnya pematang merupakan pembatas air yang berada di antara saluran dan tambak atau
antara tambak satu dengan lainnya. Pematang yang baik harus dapat mempertahankan ketinggian air
dalam petakan tambak dan salurannya. Bentuk pematang umumnya trapesium dan dibangun dengan
caracutandfill(menggalitanahpetakantambakatausalurandisekitarnyakemudianditimbunmenjadi
pematang) dari tanah di sekitarnya. Tekstur tanah untuk pematang dipilih yang kompak agar dapat
menahan air dan tidak rembes atau bocor. Menurut fungsinya pematang dapat dibedakan menjadi 3
(tiga)tipe,yaitu:
PematangKelilingdanPematangUtama
Pematang ini berfungsi untuk melindungi seluruh hamparan tambak dari luapan air pasang tinggi dan
untukmenahanairyangadadiseluruhpetakantambak.Pematanginidibangundisepanjangtepipantai
atau sungai dengan jarak beberapa puluh meter dari tepi tersebut. Pematang keliling juga berfungsi
sebagaibataskepemilikanunittambakseseorang.Pematangyangmembatasisaluranutamadikatakan
sebagaipematangutamadankonstruksinyatidakjauhberbedadenganpematangkeliling.
PematangSekunder
Pematang ini berbatasan dengan saluran yang mengairi satu kelompok tambak, dimana harus mampu
menahanairpasangtertinggi.
PematangTersier
Pematangtersiermerupakanpematangyangberbatasanlangsungdenganpetakantambak.Ditempat
tempat yang berangin kencang, pematang perlu diberi berm. Berm merupakan konstruksi tanah yang
dibangun di sepanjang kaki pematang yang berfungsi sebagai pelindung pematang dari erosi yang
ditimbulkanolehgerakanairyangterusmenerusdalamtambak.Pembuatanbermmerupakanhalyang
mutlakuntuklahantambakyangtanahnyabanyakmengandungpasir.
Adanya berm sangat membantu pada waktu perbaikan pematang dari bocoran yang disebabkan oleh
kepiting atau hewan lainnya. perbaikan pematang yang dilakukan dari berm lebih mudah dan leluasa
dari pada dari puncak atau lereng pematang yang dapat menyebabkan longsor dan keruhnya air
tambak.
3. PintuAir
BWS Page11

Pintu air berfungsi untuk mengatur kebutuhan air dalam tambak, baik ke dalam kelompok tambak
maupun seluruh hamparan tambak, dengan cara memasukkan atau mengeluarkan air ke atau dari
dalamdaerahtambakyangdiairi.
Sistem pemasukan dan pengeluaran air tambak diarahkan menggunakan pintu air dengan ukuran yang
disesuaikandengankeperluanvolumeairtambakdantinggipasangairlaut.Pintuairinisebaiknyadari
bahan yang mampu menahan tekanan air, tidak mudah rusak dan bocor, serta banyak dijumpai di
sekitarlokasitambak.
Dari segi peranannya dalam mengatur kebutuhan air, pintu air dibedakan menjadi tiga, yaitu pintu
utama,pintusekunderdanpintutersier.
PintuUtama
Pintu utama merupakan pintu air yang menghubungkan sumber air dengan saluran utama. Pintu ini
berukurancukupbesaruntukmengaturdebitairkeseluruhhamparantambak.Sebagaisaranapembagi
air,pintuairutamaharusmampumengalirkanairsecarameratakeseluruhhamparantambakmaupun
kelompokkelompok tambak yang dilayani. Agar air bisa merata ke seluruh hamparan tambak, sejauh
kondisi lahan memungkinkan, pintu utama sebaiknya ditempatkan di bagian tengah hamparan tambak
dengansaluranutamamembentangditengahnya.
PintuSekunder
Pintu sekunder merupakan pintu air yang mengatur aliran air dari saluran utama ke saluran sekunder
yang malayani satu kelompok tambak, yang terdiri dari beberapa petakan tambak. Dengan mengatur
pintu sekunder, kebutuhan satu kelompok tambak menjadi tidak tergantung pada kelompok tambak
lainnya.
PintuTersier
Pintutersiermerupakanpintuairyanglangsungmelayanipetakantambakdandapatpuladipakaiuntuk
mengatur air dalam saluran tersier (bila ada terutama pada jaringan irigasi tambak yang cukup luas).
Pintu tersier berfungi sebagai sarana untuk memasukkan air sebanyakbanyaknya pada waktu air laut
pasang,dansebaliknya,sebagaisaranamembuangairdaritambakkesaluran;danolehakrenanyapintu
air harus dibuat sedemikian sehingga dapat mengeluarkan air dalam waktu yang relatif singkat. Dalam
hal ini ukuran pintu sangat berperan terhadap volume air yang masuk dan yang keluar. Disamping itu,
volume air yang masuk dan keluar juga dipengaruhi oleh perbedaan elevasi antara permukaan dasar
tambak dengan permukaan dasar saluran. Agar pergantian air dalam tambak dapat diciptakan secara
merata,pintuairtersierharusditempatkandibagiantengahpematangyangpendek.
Selainuntukmengaturdebitdalampetakantambak,pintuairtersierjugaberfungsiuntukmenahanair
padasaatpintutertutup. Olehkarenaitu,pintuairiniharusbenarbenarrapat(tidakbocor)baikpada
pintu itu sendiri maupun pada bidang kontak antara konstruksi pintu dengan tanah pematang. Untuk
melindungi pintu air dari kebocoran, pada bidang kontak tersebut diperlukan sarana pelengkap berupa
sayapyangdibangundikanankiripintu.
BWS Page12

Dari segi konstruksi, pintu air dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe terbuka dan tipe tertutup.
Tipeterbukapadaumumnyadibangunpadasaluranairyanglebar,misalnyapintuairutamapemasukan
air. Sedangkan pintu air tipe tertutup biasanya dibangun pada pematang tambak yang langsung
melayani petakan tambak atau bisa juga dibangun pada pematang yang berfungsi pula sebagai jalan
yangdapatdilaluikendaraanrodaempat.
4. Saluran
Saluran air berfungsi untuk mengalirkan / mengeluarkan air ke /dari dalam tambak. Saluran air yang
lazim dijumpai di Indonesia dan yang sudah lama dibangun, biasanya mempunyai fungsi ganda, yaitu
untukmengisiairpadawaktuairlautpasangdanmembuangairpadawaktuairsurut.Dengansemakin
majunya teknologi budidaya, saluran pemasukan dan pengeluaran kemudian dibuat terpisah untuk
menghindari kemungkinan masuknya kembali air buangan ke dalam tambak. Hal ini sangat penting
terutamapadabudidayatambakyangdilakukansecaraintensif.
Frekuensi penggantian airlah yang sering mengharuskan untuk menggunakan saluran pemasukan dan
pembuangansecaraterpisah.Dalamsistemsaluranterpisah,airmasukmelaluisaluranpemasukanyang
meliputi saluran utama, sekunder dan tersier. Sedangkan air kotor dari dalam tambak dibuang melalui
saluranpembuanganyangterdiridarisalurantersier,sekunderdanutama.
Seringditemuisaluranpemasukanutamadigunakanpulasebagaisaluranpembuangan,namundengan
saluran tersier dan sekunder yang terpisah. Hal ini masih memungkinkan bila luasan komplek tambak
intensif tidak terlalu besar, misalnya hanya beberapa hektar saja. Dalam hal ini harus diusahakan agar
bagian saluran pembuangan sekunder menyambung ke dalam saluran air buangan dengan posisi
sedemikiansehinggaairbisaterbuangkelautsecaralebihcepat.
Saluran pemasukan primer atau saluran utama berfungsi mengalirkan air dari sumber air ke saluran
saluran sekunder. Pada saluran primer dan saluran sekunder biasanya dibangun pintu air sekunder
untukmengaturairyangberadadidalamtambaktambakyang dilayaniolehsaluransekunder.Saluran
pemasukansekunderberfungsimengalirkanairdaripintusekunderkesalurantersierataulangsungke
pintupintutambakbilaarealtambaknyatidakterlaluluas.
Jika areal tambaknya luas sampai beberapa ratus hektar maka untuk memudahkan pengelolaan areal
tersebut perlu dibagi menjadi beberapa kelompok tambak. Masingmasing kelompok dilayani oleh
saluran sekunder tersendiri sehingga kelompokkelompok tambak tersebut dapat beroperasi tanpa
tergantungpadakelompoktambaklainnya.
Dalamtiaptiaptambaktersebutdapatdibuatsaluransaluranyanglebihkecilatausalurantersieryang
dilayani beberapa petakan tambak. Terkadang antara saluran sekunder dan saluran tersier dibangun
pulapintuairtersieruntukmenghindariketergantunganoperasionaltambakyangdilayaniolehsaluran
tersierdaritambaktambakyanglain.
Sistem pasok dan pengeluaran air diarahkan dengan menggunakan sistem saluran irigasi yang mampu
memanfaatkanbedagravitasitopografilahan.Saluransaluranyangdigunakanterdiridari:
BWS Page13

Lebarsaluranprimer : 640meter
Lebarsaluransekunder : 420meter
Lebarsalurantersier : 11,5meter
8.2.5. SistimPengusahaan
Padabudidayaudangditambakdikenaltigametodabudidayayaitubudidayasecaratradisionalditandai
dengan padat tebar yang rendah dan sepatutnya bergantung pada faktor alam termasuk penyediaan
pakan. Budidaya semi intensif dicirikan oleh beberapa faktor produksi yang tidak tergantung
sepenuhnya dengan alam, misalnya penyediaan air dan dengan padat tebar yang sedang. Metoda
budidaya udang intensif ditandai dengan padat tebar tinggi dan semua faktor produksi dikendalikan
serta tidak tergantung pada alam. Gambaran perbedaan tiga metoda budidaya tersebut dapat dilihat
padaTabel8.6.
Tabel8.6.GambaranUmumTingkatTeknologiBudidayaUdang
NO. URAIAN SATUAN TINGKATTEKNOLOGIBUDIDAYA
SEDERHANA MADYA MAJU
A PetakTambak:
1 Ukuranpetak Ha 1 4 1 2 0,21
2 Pintutambak buah/unit 1buah/ha 2buah/ha 2buah/ha
3 Bentuktambak Tidakmenentu Empatpersegi Empatpersegi
4 Konstruksi Dari tambak
bandeng
Tambak bandeng
dimodifikasi
Baru/renovasi
total
B PolaBudidaya:
1 Pemberian
pakan
Tidak ada
(pakanalami)
Pakan alami dan
tambahan
Pakan formula
penuh
2 Pengelolaanair Pasangsurut Pasang surut dan
Pompa
PompadanAerasi
3 Padattebar ekor/ha/MT 12.000<60.000 60.000 150.000 >150.000
C PolaUsaha:
1 Kepemilikan Tambakrakyat Tambak rakyat/
industrikecil
Tambakindustri
2 TeknologiIntam U1 U2 U3
3 Hubungankerja Turuntemurun Transmigrasi/TIR
Trans/ Rakyat
maju
TIR Industri
Swasta/
Perusahaan
Sumber:SKDitjenkan,1991danJuklakIntam,1993

8.2.6. FaktorFaktorPentingDalamBudidayaUdang
BWS Page14

Dalamupayamengurangiresikokegagalandalamkegiatanbudidayaudang,beberapafaktoryangperlu
diperhatikanadalahsebagaiberikut:
1. BenihUdang
Benihudang(benur)merupakansaranaproduksiyangpalingvital,karenakalautidakadabenihberarti
tidakada produksi.Penebarandilakukanmelaluiprosesaklimatisasi.Keberadaannyaharus dapattepat
baikditinjaudarijumlah,mutu,hargamaupunwaktudanukuran.
a. BenurAlam
Penangkapan benur alam pada umumnya dilakukan bersamaan dengan penangkapan nener. Peralatan
yangdigunakanjugasamayaituseser,setnet(saplad)dansudu.
b. BenurHatchery(pembenihan)
Pemenuhan kebutuhan benur untuk tambak tidak mungkin hanya dipasok dari benur alam saja tetapi
harus dari hatchery (pembenihan). Di daerahdaerah tertentu, banyak yang mengoperasikan hatchery
rakyat yang disebut dengan Hatchery Slaka Rumah Tangga (HSRT). HSRT ini membeli naupli dari
hatcheryhatcherybesaruntukdibesarkanhinggamencapaipascalarva(PL)yangsiapjual.
2. HamadanPenyakit
a. Hama
Dalammengusahakantambakudangakanmenghadapibahayagangguanhama.Hamadapatdibedakan
dalamtigagolonganyaitu:
GolonganPemangsa(Predator)
Golongan ini benarbenar merugikan karena dapat memangsa udang secara langsung, termasuk
golonganiniantaralain:
Ikanikan buas seperti payus (Elops hawaiensis), kerongkerong (Therapon theraps), kakap (Lates
carcarifer),keting(Macronesmicracanthus),kuro(Polynemussp.),danlainlain.
Ketamketaman,antaralainadalahkepiting(Scylliaserrata)
Bangsaburungsepertiblekok(Ardeolaralloidesspeciosa),cangak(Ardeacinerearectirostris),pecuk
cagakan(Phalacrocoraxcarbosinensis),pecukulo(Anhingarufamelanogaster),dll
Bangsaularsepertiularkadut(Cerberusrhynchops,FordonialeucobaliadanChersidrusgranulatus)
Wlingsang,wregul,seroatauotter(AmblonyxcinereadanLuttrogateperspcillata)
GolonganPenyaing(Kompetitor)
BWS Page15

Hewanhewanyangmenyaingiudangdalamhidupnya,baikmengenaipanganmaupunpapan.Termasuk
dalamgolonganiniantaralain:
Bangsasiputsepertitrisipan(Cerithideacingulata),congcong(Telescopiumtelescopium)
Ikan liar seperti mujair (Tilapia mossambica), belanak (Mugil spp), rekrek (Ambassis
gymnocephalus),pernet(Aplocheilusjavanicus)dll
UdangyaituudangkecilkecilterutamajenisCaridinadenticulatadll.
GolonganPengganggu(Disturber)
Hewaninisukamerusakpematang,merusaktanahdasardanmerusakpintuaircontohnyaadalah
Bangsa ketam yang suka membuat lubanglubang di pematang, sehingga dapat mengakibatkan
bocoranbocoran.
Udangtanah(Thalassinaanumala),yangsukamembuatlubanglubangdipematang.
Hewanhewanpenggerekkayupintuairsepertiremispenggerek(Teredonavalis)danlainlain.
Teritip (Balanus sp.) dan tiram (Chrassostera sp.) yang suka menempel pada bangunan
bangunanpintuair.

b. Penyakit
Selama masa pemeliharaan udang, tidak jarang timbul udang yang sakit bahkan sering menimbulkan
kematian. Penyakit udang dapat disebabkan oleh berbagai jenis penyakit seperti protozoa, bakteri,
cendawan dan/atau virus. Sekali udang terserang penyakit sulit untuk disembuhkan kembali. Apabila
dalamjumlahyangbesardidalamtambaktentutidakmudahuntukmengobati.
Penyakit udang yang disebabkan oleh jamur dapat menghinggapi kulit dan insang. Jamur in hanya
terlihatdibawahmikroskop.Inipunjugadiakibatkanolehairtambakyangbanyakmengandungpartikel
kotorankotoranorganik.
3.PengelolaanTambak
Pengelolaantambakuntukbudidayaudangdilakukanmelaluitigatahap,yaitu:
a. TahapI:PersiapanPemeliharaan
Perbaikansaluran,pintuairdanpemasangansaringansaringan,
Meratakandasarpetakandanmemperbaikitanggul,
Memberantashama,
Pemupukan,dan
BWS Page16

Pengisianairkedalampetakan.
b. TahapII:OperasionalPemeliharaan
Aklimatisasidanpenebaranbenur.
Pemberianpakandanpengaturannya.
Mengadakan pemantauan terhadap pertumbuhannya, kelangsungan hidup udang, kualitas
airdanadanyahamapenyakit.
Pemupukandanpengapuranbiladianggapperlu.
Pengaturanpasokoksigen.
Penggantianair,perawatantangguldanlainlain
c. TahapIII:PascaPemeliharaan(Panen)
Mencaripembeli
Mengadakanpenangkapanudangdaritambak
Menjagamutuudangsampaiditanganpembeli

8.3. NormaPengusahaanTambak
Pengusahaan tambak Indonesia, dikelola dalam bentuk hubungan kerja yang saling menguntungkan.
Hubungan kerja tersebut berlangsung dikarenakan adanya pihak yang membutuhkan lahan tambak,
modal/dana (capital), teknologi, jalur pemasaran atau manajemen. Bahkan, terjadi hubungan kerja
untukmenutupiseluruhkomponentersebut.
8.3.1.PolaUsahaMandiri
Kegiatan operasional budidaya udang di tambak dapat dilakukan dengan menerapkan pola usaha
mandiri. Yang dimaksud dengan pola usaha mandiri ini adalah memiliki modal dan lahan serta
menguasaiteknologibudidayadanjalurpemasaran untukmenjalankanusaha budidayaudang.Polaini
biasanya ditekuni oleh para petani tambak yang telah turun temurun melakukan kegiatan budidaya
udang,dansebagianperusahaantambak.
8.3.2. PolaKemitraanUsahaPertambakan
Sub sektor perikanan yang akhirakhir ini menjadi andalan pemerintah merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari sektor pertanian. Usahanya dalam skala besar telah dijalankan dalam bentuk
kemitraan. Pola kemitraan usaha perikanan, telah dioperasikan dalam bentuk pola perusahaan inti
rakyat/tambakintirakyat(PIR/TIR)danPIR/TIRTransmigrasi.
Yang dimaksud dengan Kemitraan Usaha Pertanian/Perikanan adalah kerja sama antara perusahaan
mitradengankelompokmitradibidangusahapertanian/perikanan.Usahaperikananyangdimaksudkan
disiniadalahusahaperikananyangdilakukanolehpetani/nelayanataupengusahabaikdiperairandarat
BWS Page17

maupun di laut, mulai dari usaha pembudidayaan dan penangkapan ikan, pengolahan sampai
pemasarannya. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan, kesinambungan usaha,
meningkatkan kualitas sumberdaya kelompok mitra, peningkatan skala usaha, dalam rangka
menumbuhkandanmeningkatkankemampuanusahakelompokmitrayangmandiri.
Pelaksanaannya ditempuh dengan menggunakan pendekatan agribisnis yaitu berupa pola intiplasma,
subkontrak,dagangumum,keagenan,ataukerjasamaoperasionalagribisnis(KOA).
Dalam pola intiplasma, perusahaan mitra dapat bertindak sebagai perusahaan inti yang dikategorikan
menjadi tiga jenis yaitu perusahaan pembina, perusahaan pengelola dan perusahaan penghela, bagi
kelompok mitra. Perusahaan Mitra dapat memanfaatkan kredit perbankan sesuai dengan peraturan
perundangundanganyangberlaku,disampingitudapatbertindaksebagaipenjaminkredit(avalis)bagi
Kelompok Mitra. Sedangkan Kelompok Mitra dapat memanfaatkan fasilitas kredit dari Pemerintah
(KKPA,KUT,KUK,ModalVentura,Skimlainnya)sertadanapengusahagolonganekenomilemah(PEGEL).