Anda di halaman 1dari 2

RAMBU UKUR

pengertian
Dalam ilmu ukur tanah, terdapat banyak sekali alat ukur yang digunakan sebagai parameter
pengukuran. Ada berbagai macam pengukuran antara lain pengukuran sipat datar, pengukuran
sudut, pengukuran panjang, dan lain-lain.
Pada dasarnya bahwa permukaan bumi ini tidak rata, untuk itu diperlukan adanya pengukuran beda
tinggi baik dengan cara barometris, trigonometris ataupun dengan cara pengukuran penyipatan
datar. Alat yang digunakan dalam pengukuran sipat datar salah satunya adalah rambu ukur.
Rambu ukur biasanya terbuat dari kayu, atau campuran alumunium yang diberi skala pembacaan.
Memiliki lebar 4 cm, panjang antara 3-5 m, skala pembacaan dilengkapi dengan satuan meter,
decimeter, centimeter, dan milimeter.
Umumnya alat ini berwarna merah, putih, hitam, kuning. Selain rambu ukur, ada
juga waterpass yang dilengkapi dengan nivo yang berfungsi untuk mendapatkan sipatan mendatar
dari kedudukan alat dan unting-unting untuk mendapatkan kedudukan alat tersebut di atas titik
yang bersangkutan. Kedua alat ini digunakan bersamaan dalam pengukuran sipat datar. Rambu ukur
diperlukan untuk mempermudah atau membantu mengukur beda tinggi antara garis bidik dengan
permukaan tanah.
Gambar rambu ukur

Jenis jenis Rambu Ukur
1. Rambu sipat datar dengan pembacaan sendiri
Jalon
Rambu sipat datar sopwith
Rambu sipat datar bersen
Rambu sipat datar invar
2. Rambu sipat datar sasaran
Cara Memasang Rambu Ukur
1. Atur ketinggian rambu ukur dengan menarik batangnya sesuai dengan kebutuhan, kemudian
kunci.
2. Letakkan dasar rambu ukur tepat diatas tengah-tengah patok (titik) yang akan dibidik.
3. Usahakan rambu ukur tidak miring/condong (depan, belakang, kiri dan kanan), karena bisa
mempengaruhi hasil pembacaan.
4. Arahkan lensa pada teropong pesawat.
Cara penggunaan Rambu Ukur Dalam Pengukuran Sipat Datar
1. Rambu ukur ini terdiri dari dua buah yang masing-masing didirikan di atas dua patok/titik yang
merupakan jalur pengukuran.
2. Alat sipat datar optis kemudian diletakan di tengah-tengah antara rambu belakang dan muka.
3. Alat sipat datar diatur sedemikian rupa sehingga teropong sejajar dengan nivo yaitu dengan
mengetengahkan gelembung nivo.
4. Setelah gelembung nivo di ketengahkan (garis arah nivo harus tegak lurus pada sumbu kesatu)
barulah di baca rambu belakang dan rambu muka yang terdiri dari bacaan benang tengah, atas dan
bawah.
5. Beda tinggi slag tersebut pada dasarnya adalah pengurangan Benang Tengah belakang (BTb)
dengan Benang Tengah muka (BTm).