Anda di halaman 1dari 19

KATARAK JUVENIL

Disusun oleh:
SN BRESSY MIYANTRA S,ked

Pembimbing:
Dr. Dahrizal Sp.M
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Mata
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
RSUD-LANGSA
Refarat
PENDAHULUAN
Katarak merupakan salah satu penyebab
kebutaan di dunia
Kurangnya kewaspadaan masyarakat
terhadap gejala dini katarak menjadi salah
satu tingginya angka kebutaan
Bukan hanya pada orang dewasa tua yang
bisa terkena, dewasa muda bahkan anak-anak
bisa menderita gangguan seperti ini
DEFINISI
Katarak merupakan penyakit mata yang
sangat dikenal masyarakat saat ini.
Katarak berasal dari bahasa Yunani
Katarrakhies, Inggris cataract dan Latin
cataracta yang berarti air terjun. Mungkin
sekali karena pasien katarak seakan-akan
melihat sesuatu seperti tertutup oleh air
terjun di depan matanya.
Keadaan patologis lensa dimana lensa
menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa
atau denaturasi protein lensa

ANATOMI LENSA
Suatu struktur bikonveks, tidak berwana,
transparan dan avaskular.
Tebal: 5 mm, diameter: 9 mm

FISIOLOGI LENSA
Fungsi utama:
memfokuskan
berkas cahaya
ke retina.
METABOLISME LENSA
Air dan kation (sodium dan kalium)
mempertahankan transparansi lensa.
Kedua kation ini berasal dari aqueous
humour dan vitreous.
Kadar kalium di posterior >> dari pada
anterior.
KLASIFIKASI
Berdasarkan usia dapat diklasifikasikan
dalam :
1. Katarak kongenital , Katarak yang sudah
terlihat pada usia dibawah 1 tahun
2. Katarak juvenile, Katarak yang terjadi
sesudah usia 1 tahun
3. Katarak senilis, katarak setelah usia 50
tahun

KATARAK JUVENIL
Penurunan penglihatan secara
bertahap dan kekeruhan lensa
terjadi pada saat masih terjadi
perkembangan serat serat lensa
sehingga konsistensinya lembek
seperti bubur atau soft cataract.
Katarak juvenil: muncul pada usia >
3 bulan dan < 40 tahun.
Merupakan lanjutan katarak
kongenital.
ETIOLOGI
Katarak juvenil biasanya merupakan penyulit penyakit
sistemik ataupun metabolik dan penyakit lainnya seperti:
1. Katarak metabolik
a.) Katarak diabetika dan galaktosemik ( gula )
b.) Katarak hipokalsemik ( tetanik )
c.) Katarak defisiensi gizi
d.) Katarak aminoasiduria (termasuk sindrom Lowe dan
homosistinuria)
e.) Penyakit Wilson
2. Otot
Distrofi miotonik (umur 20-30 tahun)
3. Katarak traumatik
4. Katarak komplikata

MANIFESTASI KLINIS
Penurunan tajam penglihatan secara
progresif diikuti penglihatan berasap
Glare : turunnya sensitivitas kontras
terhadap cahaya (silau)
Myopic Shift : progresi katarak
meningkatkan kekuatan dioptri
Monocular diplopia : melihat dua
bayangan

MANIFESTASI KLINIS
Diurnal variation of vision
Distortion
Colored halos
Black spot
Behaviour changes


PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Penlight
Pemeriksaan ophtalmoskopi
PENATALAKSANAAN
Pembedahan:
1. Pengangkatan lensa
Intra Capsular Cataract
Extraction/Intraksi katarak Intra
Kapsular (ICCE)
Extra Capsular Cataract
Extraction/Ekstraksi katarak Ekstra
Kapsular (ECCE)
Fakoemulsifikasi

2. Penanaman Intraokular Lens (IOL)


KOMPLIKASI
Komplikasi katarak yang tersering adalah glaukoma yang
dapat terjadi karena proses :
1. Fakolitik
Pada lensa yang keruh terdapat kerusakan maka
substansi lensa akan keluar yang akan menumpuk di
sudut kamera okuli anterior terutama bagian kapsul
lensa.
Dengan keluarnya substansi lensa maka pada kamera
okuli anterior akan bertumpuk pula serbukan fagosit
atau makrofag yang berfungsi merabsorbsi substansi
lensa tersebut.
Tumpukan akan menutup sudut kamera okuli anterior
sehingga timbul glaukoma.


LANJUTAN...
2. Fakotopik
Berdasarkan posisi lensa
Oleh karena proses intumesensi, iris,
terdorong ke depan sudut kamera okuli
anterior menjadi sempit sehingga aliran
humor aqueaous tidak lancar sedangkan
produksi berjalan terus, akibatnya
tekanan intraokuler akan meningkat dan
timbul glaucoma.

LANJUTAN...
3. Fakotoksik
Substansi lensa di kamera okuli anterior
merupakan zat toksik bagi mata sendiri
(auto toksik).
Terjadi reaksi antigen-antibodi sehingga
timbul uveitis, yang kemudian akan
menjadi glaukoma.

PROGNOSIS
Penglihatan anak-anak yang dilakukan
pembedahan tidak sebaik dengan pasien
katarak senilis
Adanya ambliopia dan kadang anomali
saraf optikus/retina membatasi tingkat
pencapaian penglihatan