Anda di halaman 1dari 19

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Wanita dari remaja sampai usia sekitar empat puluh, menggunakan masa
kehamilan untuk beradaptasi terhadap peran sebagai ibu. Adaptasi ini
merupakan proses social dan kognitif kompleks yang didasarkan pada naluri
tetapi dipelajari (rubbin. Afoncso). Untuk menjadi seorang ibu, seorang remaja
harus beradaptasi dari perasaan dirawat ibu menjadi seorang ibu yang
melakukan perawatan. Sebaliknya seorang deawasa harus mengubah kehidupan
rutin yang dirasa mantap menjadi satu kehidupan yang tidak dapt dipredikdsi,
yang diciptakan seorang bayi (mercer 1981). Nulipara atau wanita tanpa anak
menjadi wanita yang mempunyai anak dan multipara wanita tyang memiliki
anak menjadi wanita yang memilik anak-anak (ledrman 1984). Seiring
persiapannya untuk menghadapai peran baru, wanita tersebut merubah konsep
dirinya supaya ia siap menjadi orang tua begitu pula sama halnya dengan
suami. Suami siap-siap menjadi seorang ayah.
Selama kehamilan kebanyakan wanita mengalami perubahn psikologis dan
emosional.seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa
bahagianya dia karena akan menjadi seorang ibu dan dia sudah memilihkan
nama untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak jarang ada wanita yang
merasa khawatir jika terjadi masalah dalam kehamilannya, khawatir kalau ada
kemungkinan dia kehilangan kecantikannya, atau bahwa ada kemungkinan
bayinya tidak normal. Wanita hamil secara ekstrim rentan. Dia takut mati baik
dirinya maupun bayinya. Ini membuat banyak wanita lebih bergantung dan
menuntut. Inilah waktu paling tepat untuk memberikan nasehat, seperti mencari
dukungan baru.

2

Sebagai seorang bidan kita harus menyadari adanya perubahan-perubahan
tersebut pada wanita hamil agar dapat memberidukungan dan memperthatikan
keprihatinan, kekhawatiran ketakutan dan pertanyaanpertanyaan.

1.2 Rumusan Masalah
Menjelaskan masalh perubahan dan adaptasi pada masa kehamilan
Perubahan dan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester I
Perubahan dan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester II
Perubahan dan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester III


1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah Askeb I pada jurusan D3 Kebidanan Semester II di Akademi Kebidanan
Al-Ishlah Cilegon.

1.4 Manfaat
Makalah ini dibuat dengan harapan dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca
untuk memahami tentang perubahan dan adaptasi psikologis dalam masa
kehamilan.






3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Perubahan dan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester I
Trimester pertama ini sering dirujuk kepada masa penentuan. Penentuan
membuat fakrta wanita bahwa ia hamil. Trimester pertama juga sering
merupajakan masa kehawatiran dari penantian.
Segera setelah konsepsi kadar hormone progesterone dan estrogen dalam
tubuh akan meningkat dan ini menyebabkan timbulnya mual dan muntah pada
pagi hari, klemah, lelah dan membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan
seringkali membenci kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan,
penolakan, kecemasan dan kesedihan. Seringkali, biasanya pada awal
kehamilannya, ibu berharap untuk tidak hamil. Hampir 80% kecewa, menolak,
gelisah, depresi dan murung.
Kejadian gangguan jiwa sebesar 15% pada trimester I yang kebanyakan
pada kehamilan pertama. Menurut kumar dan robson (1978) 12% wanita yang
mendatangi klinik menderita depresi terutama pada mereka yang ingin
menggugurkan kandungannya.
Perubahan psikologis yang terjadi pada kehamilan trimester I didasarai
pada teori Revarubin. Teori ini menekankan pada pencapaian peran sebagai ibu,
dimana untuk mencapai peran ini seorang wanita memerlukan proses belajar
melalui serangkaian aktifitas.



4

Beberapa tahapan aktifitas pentik seseorang menjadi ibu :
1. Taking On
Seorang wanita dalam pencapaian peran sebagai ibu akan memulainya
dengan meniru dan melakukan peran ibu.
2. Taking In
seorang wanita sudah mulai membayangkan peran di lakukan.
3. Letting Go
wanita mengingat kembali proses dan aktifitas yang sudah dilakukan.
Kehamilan pada trimester I ini cenderung terjadi pada tahapan aktifitas
yang dilalui seorang ibu dalam mencapai perannya yaitu pada tahap taking on.
Pada trimester pertama seorang ibu akan akan selalu mencari tanda-tanda untuk
lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. Setiap perubahan yang terjadi
pada tubuhnya akan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya
masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seorang ibu yang mungkin
diberitahukannya kepada orang lain atau dirahasiakannya.
Para wanita juga mungkin akan mengalami ketakutan dan fantasi selama
kehamilan, khususnya tentang perubahan pada tubuhnya. Mereka khawatir
terhadap perubahan fisik dan psikologinya, jika mereka multigravida
berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Banyak wanita hamil yang mimpi
seperti nyata, dimana hal ini sangat mengganggu. Mimpinya sering kali tentang
bayi nya yang bias diartikan oleh ibu apalagi bila tidak menyenagkan.





5

Bentuk Motifasi
Motivasi Suami
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan
menjadi seorang ayah adalah timbul nya kebanggaan atas kemampuanya
mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapan nya
menjadi seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang
calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang mulai hamil
dan menghindari hubungan seks karna takut akan mencederai bayi nya .
adapula pria yang hasrat seksual nya terhadap wanita hamil relative besar.
Disamping respon yang diperhatikan nya , seorang ayah dapat memahami
keadaan ini dan menerimanya.
Zaman dahulu seorang suami ikut mendukung kehamilan istrinya dengan
ritual-ritual keagamaan. Berbeda dengan dukungan yang diberikan oleh suami
kepada saat ini, bentuk dukungan yang diberikan oleh suami lebih pada:
a) Untuk saling berkomunikasi dari sejak awal
b) Menempatkan nilai-nilai penting dalam keluarga untuk
mempersiapkan menjadi orangtua.

Motivasi Keluarga
Wanita hamil seringkali merasakan ketergantungan terhadap oranglain.
Tapi mungkin bias menjadi lebih kuat sesudah bayinya lahir hal ini bisa
dipahami karena pada waktu itu wanita memerlukan keamanan dan perhatian
dari seseorang yang sangat dominan baginya. Keluarga dalam hal ini harus
menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua.


6

Stress yang terjadi pada kehamilan trimester I
Ada dua tipe stress yaitu yang negative dan positif, keduan stress ini dapat
mempengaruhi reaksi individu. Ada pula yang bersifat intrinsic dan ektrinsik.
Stress intrinsic berhubungan dengan tujuan pribadi dari individu, yang
mana individu berusaha untuk membuat sesempurna mungkin baik dalam
kehidupan pribadinya maupun dalam kehidupan sosialnya secara professional.
Stress ekstrinsik timbul Karen factor eksternal seperti rasa sakit,
kehilangan, kesendirian dan masa reproduksi. Menurut Bumard (1991) stress
selama masa reproduksi dapat dihubungkan dengan 3 aspek utama yaitu :
1. Stress di dalam individu
2. stress yang disebabkan oleh pihak lain
3. Stress yang disebabkan penyesuaian terhadap tekanan social
Stress dari dalam diri dapat terjadi berkenaan dengan kegelisahan terhadap
kemampuan beradaptasi dengan kejadian kehamilannya.

Memperkuat Ikatan
Kemampuan untuk menyesuaingan diri dengan kehamilan memberikan
kesempatan pada seorang ibu untuk saling memperkuat hubungan. Dan
hubungan yang kuat lebih penting dari yang lainya. Masa-masa kehamilan,
persalinan dan bulan-bulan sesudahnya merupakan saat-saat yang sulit.
Semakin dekat pada awalnya, akan semakin baik akhirnya . jadi pada saat hidup
masih relative normal. Luangkan waktu untuk berdua, berbicara tentang
perasaan pasanganya.


7

Betapapun bahagianya atau sibuknya pasangan suami istri, kegelisahan
yang timbul karena kondisi baru merupakan suatu yang normal.

Kehamilan dan Libido
Hasrat untuk melakukan hubungan seks pada wanita pada trimester
pertama ini berbeda-beda . walaupun pada beberapa wanita mengalami gairah
seks yang lebih tinggi. Kebanyakan mereka mengalami penurunan libido
selama priode ini. Keadaan ini menciptakan kebutuhan untuk uka
berkomunikasi secara terbuka dengan suami. Banyak wanita merasa butuh
untuk dicintai dan merasakan kuat untuk mencintai namun tanpa hubungan
seks, libido sangat dipengaruhi oleh kelelehan, rasa mual, pembesaran
payudara.

Kehamilan dan olahraga
Setelah hamil, mayoritas wanita dapat melanjutkan aktivitas biasa mereka.
Tidak ada bukti bahwa aktivitas yang teratur, seperti jogging, bermain tennis,
berenang atau melakukan hubungan seks, dapat menimbulkan masalah seperti
keguguran atau fetal malformation (janin yang cacat) pada kebanyakan wanita
normal dan sehat. Kebanyakan dokter melarang program olahraga baru yang
dimulai pada saat hamil, kecuali latihan-latihan prenatal yang dirancang khusus
wanita hamil.
Latihan-latihan yang menguntungkan bagi wanita hamil adalah latihan
dengan gerakan yang menguatkan dinding perut untuk membantu menopang
uterus dan otot pinggul yang akan anda butuhkan untuk mendorong. Latihan

8

kaki juga penting untuk meningkatkan sirkulasi dan menghindari kram otot
yang merupakan sesuatu yang biasa dalam kehamilan.

2.2 Perubahan dan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester II
Trimester kedua sering dikatakan periode pancaran kesehatan. Ini
disebabkan selama trimester ini wanita umumnya merasa baik dan terbebas dari
ketidaknyamanan kehamilan.
1. Pembagian perubahan psikologis pada trimester II
Trimester kedua dapat dibagi menjadi 2 fase; prequickeckening
(sebelum adanya pergerakan janin yang dirasakan ibu) dan postquickening
(setelah adanya pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu), yang dapat
dilihat pada penjelasan berikut :

A. Fase prequickening
Selama khir trimester pertama dan masa prequickening pada
trimester kedua, ibu hamil mengevaluasi lagi hubungannya dan segala
aspek di dalamnya dengan ibunya yang telah terjadi selama ini. Ibu
menganalisa dan mengevaluasi kembali segala hubungan interpersonal
yang telah terjadi dan akan menjadi dasar bagaimana ia
mengembangkan hubungan dengan anak yang akan dilahirkannya. Ia
akan menerima segala nilai dengan rasa hormat yang telah diberikan
ibunya, namun bila ia menemukan adanya sikap yang negative, maka
ia akan menolaknya. Perasaan menolak terhadap sikap negative ibunya
akan menyebabkan rasa bersalah pada dirinya. Kecuali bila ibu hamil
menyadari bahwa hal tersebut normal karena ia sedang
mengembangkan identitas keibuannya.

9

Proses yang terjadi dalam masa pengevaluasian kembali ini adalah
perubahan identitas dari penerima kasih sayang (dari ibunya) menjadi
pemberi kasih saying (persiapan menjadi seorang ibu). Transisi ini
meberikan pengertian yang jelas bagi ibu hamil untuk mempersiapkan
dirinya sebagai ibu yang memberi kasih sayang kepada anak yang
akan dilahirkannya.

B. Fase postquickening
Setelah ibu hamil merasakan quickening, identitas keibuan yang
jelas akan muncul. Ibu hamil akan focus pada kehamilannya dan
persiapan menghadapai peran baru sebagi seorang ibu. Perubahan ini
bisa menyebabkan kesedihan meninggalkan peran lamanya sebelum
kehamilan, terutama pada ibu yang mengalami hamil pertama kali dan
wanita karir. Ibu harus diberikan pengertian bahwa ia tidak harus
membuang segala peran yang ia terima sebelum kehamilannya. Pada
wanita multigravida, peran baru artinya bagaimana ia menjelaskan
hubungan dengan anaknya yang lain dan bagaimana bila nanti ia harus
meninggalkan rumahnya untuk sementara pada proses persalinan.
Pergerakan bayi yang dirasakan membantu ibu membangun konsep
bahwa bayinmya adlah individu yang terpisah dari dirinya. Hal ini
menyebakna perubahan focus pada bayinya. Pada saat ini, jenis
kelamin bayi tidak begitu dipikirkan karena perhatian utama adalh
kesejahteraan janin (kecuali beberapa suku yang menganut system
patrilineal/matrilineal).

2. Menjaga agar ikatan tetap kuat
Ketika kehamilan telah terlihat, ibu dan pasangannya harus lebih
sensitive terhadap pengaruh kondisi ini pada mereka berdua. Ibu hamil
sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya tidak menarik atau

10

gendut, tapi maslah yang muncul lebih rumit lagi. Komunikasi adalah
kunci dari permasalah ini. Tetap cara ini dapat digunakan bila ibu dan
pasangannya tetap terbuka dan memulainya sedini dan sesering mungkin.
Bila salah satu tidak membicarakan latar belakang maslah yang dirasakan,
atau setelah berdiskusi justru merasa depresi, saat itulah diperlukan
penasehat kehamilan dan orang sekitarnya yang dapat menolong ibu dan
pasangannya.

3. Menjaga kehamilan yang sehat
Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua, tapi
bukan berarti bagian luar yang berubah, bagian dalam tubuh pun
mengalami perubahan sebagai respon terhadap kehamilanyang terus
berkembang. Beberapa perubahan dapat saja terasa mengganggu, namun
ada juga perubahan yang terasa menyenangkan bagi ibu hamil. Perubahan
yang menyebabkan ketidaknyamanan adalah keadaan yang normal bagi ibu
hamil dan ibu harus di berikan pengertian terhadpa kondisi tersebut
sehingga ia merasa lebih nyama lagi. Beberapa perubahan yang
menyenangkan seperti rasa mual berkurang dibandingkan yang dialami
selama trimester pertama, energy bertambah dan peningkatan libido.

4. Reaksi orang-orang di sekitar ibu hamil
Tampaknya sang suami juga mengalami perubahan psikologis seiring
perubahan yang dialami istrinya yang hamil. Pada suatu studi dilaporkan
sang suami juga merasakan perubahan nafsu makan, perubahan berat
badan, rasa sakit kepala hingga kecemasan dan ketakutan dirasakan oleh
suami yang istrinya sedang hamil. Saat ini suami lebih aktif ikut
menangani dalam kehamilan istrinya dan turut merasakan tanggung jawab
akan kelahiran bayinya.

11

Apabila didalam sebuah keluarga terdapat anak sebelumnya, ia akan
meras abingung akan perubahan yang dialami ibunya. Anak perlu diberikan
pengertian secara sederhana tentang perubahan yang terjadi dan hal yang
akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan. Ibu dari wanita hamil
tampaknya dalah orang yang sering mengambil peran yang cukup besar
selama kehamilan. Ibu hamil tampaknya merasa tergantung akan bantuan
dari ibunya dalam menghadapai kehamilan dan persiapan penerimaan bayi
yang bakan dilahirkan.
5. Berhubungan seks
Ada satu lagi peubahan yang terjadi pada trimester kedua yang harus
diimbangi untuk mengatasi ketidaknyamanan yaitu suatu peningkatan
libido yang pada trimester pertama dihilangkan oleh rasa mual dan lelah.
Kebanyakan calon orang tua khawatir yang paling sering diajukan adlah
kemungkinan bayi diciderai oleh penis, orgasme ibunya, atau ejakulasi.
Ibu hamil dan pasangannya pelu dijelaskan bahwa tidak ada yang
perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. Janin tidak akan terpengaruh
karena berada dibelakang serviks dan dilindungi cairan amniotic dalm
uterus. Namun dalam beberpa kondisi hubungan seks selama trimester
kedua tidak diperbolehkan, mencakup plasenta privia dan ibu dengan
riwayat persalinan premature.
Selain itu mekanisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan
seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman, misalnya berbaring
terlentang dan menahan berat badan suami. Namun dengan mengkreasi
posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat diatasi.
Walaupun sebaian ibu hamil merasa seks selama hamil terasa
meningkat, tidak semua libido wanita disebabkan variasi perubahan
hormone selam hamil. Karena respon terhadap hormone berbeda, raksi
masing-masing ibu hamil pun berbeda.

12

2.3 Perubahan dan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester III
Trimester ketiga sering disebut periode mingguan / penantian dan waspada
sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.
Trimester III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan
sebagai orangtua seperti terpusatnya perhatian pada kelahiran bayi.
Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang
mengingatkan ibu akan bayinya.
Kadang kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu
waktu. Ini menyebabkan ibu mengingat kewaspadaan akan timbulnya tanda dan
gejala akan terjadinya persalinan. Ibu seringkali merasa khawatir atau takut
kalau kalau bayi yang akan dilahirkan tidak normal. Kebanyakn ibu juga akan
bersikap melindungi bayinya dan menghindari orang atau benda apa saja yang
dianggap membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut
akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul waktu akan melahirkan.
Rasa tidak nyaman akibat kelhamilan timbul kembali pada trimester ketiga
dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai
merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian
khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan
keterangan dan dukungan dari suami,keluarga dan bidan.
Trimester ketiga merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang
akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin juga nama bayi yang akan
dilahirkan juga sudah dipilih.
Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan
menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga duga tentang jenis kelamin
bayinya ( apakah laki-laki atau perempuan ) dan akan mirip siapa.

13

Peran bidan dalam persiapan psikologi ibu hamil trimester I,II,III
a. Mempelajari kedaan lingkungan penderita
Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga,
keuangan,perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan
perlu penanggulangan. Untuk bidan harus melakukan pengkajian termasuk
keadaan lingkungan ( latar belakang ) sehingga mempermudah dalam
melakukan suhan kebidanan.
b. Informasi dan pendidikan kesehatan
Mengurangi pengaruh yang negatif
Kecemasan dan ketakutan sering diperngaruhi oleh cerita-cerita yang
menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan, pengalaman
persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai
proses kehamilan dan persalinan. Keadaan tersebut perlu diimbangi
dengan pendidikan mengenai anatomi dan fisologi kehamilan dan
persalinan kepada penderita.
Memperkuat pengaruh yang positif
Misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan
tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan
dinantikan.
Menganjurkan latian latian fisik seperti senam hamil untuk
memperkuat otot- otot dasar panggul, melatih pernafasan, teknik
megedan yang baik dan latihan latihan relaksasi.
c. Adaptasi pada lingkungan tempat bersalin
d. Dilaksanakan dengan mengadakan orientasi : memperkenalkan ruang
bersalin, alat-alat kebidanan dan tenaga kesehatan.

14

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perubahan dan adaptasi psikologi pada kehamilan trimester I, pada kehamilan
trimester II,pada kehamilan trimester III dapat disimpulkan sebagai berikut :
Trimester I
Ibu :
Terbuka atau diam-diam
Perasaan ambivalent terhadap kehamilannya.
Berkembang perasaan khusus, mulai tertarik karena akan menjadi ibu
Antipati karena ada perasaan tidak nyaman terutama pada ibu yang tidak
menginginkan kehamilan.
Perasaan gembira.
Ada perasaan cemas karena akan punya tanggung jawab sebagai ibu
Menerima atau menolak perubahan fisik
Ayah :
Berbeda tergantung dari : usia,jumlah anak,interest terhadap anak,stabilitas
ekonomi
Menerima atau menolak keadaan istrinya yang bisa disebabkan karena
adanya gangguan komunikasi
Toleransi terhadap kebutuhan seksual. Dorongan seksual dapat meningkat
atau menurun
Ayah dapat menjadi stress, untuk mengatasinya membuat kegiatan baru
diluar rumah.

15

Trimester I I
Ibu :
Mengalami perubahan fisik yang lebih nyata
Ibu merasakan adanya pergerakan janin karena ia menerima dan
menganggap sebagai dari dirinya
Mencari perhatian suami
Berkonsentrasi pada kebutuhan diri dan bayinya
Perasaan lebih berkembang sehingga ibu mulai mempersiapkan
perlengkapan bayinya
Perasaan cenderung lebih stabil
Ayah :
Merasa senang dengan pergerakan janin
Melibatkan diri dengan masalah kehamilan istrinya
Memberikan perhatian yang dibutuhkan oleh istrinya
Bila merasa gagal dalam memberikan perhatian ini ayah menghabiskan
waktu diluar rumah
Trimester I I I
Ibu :
Kecemasan dan ketegangan semakin meningkat oleh karena perbuatan
postur tubuh atau terjadi gangguan body image
Merasa tidak feminism menyebabkan perasaan takut perhatian suami
berpaling atau tidak menyenangi kondisinya
6-8 minggu menjelang persalinan perasaan takut semakin meningkat, merasa
cemas terhadap kondisi bayi dan dirinya
Adanya perasaan tidak nyaman

16

Sukar tidur oleh karena kondisi fisik atau frustasi terhadap persalinan
Menyibukan diri dalam persiapan persalinan menghadapi persalinan
Ayah :
Meningkatnya perhatian pada kehamilan istrinya
Meningkatkan tanggung jawab financial
Perasaan takut kehilangan istri dan bayinya
Adaptasi terhadap pilihan senggama karena ingin membahagiakan istrinya


Trimester
Kehamilan
Perubahan psikologi Penanganan

17

I
(periode adaptasi)
Merasa tidak sehat dan benci
kehamilannya
Usahakan lebih banyak
istirahat
Selalu memperhatikan setiap
perubahan yang terjadi pada
tubuhnya.

Beradaptasi dengan
perubahan bentuk tubuh
Mencari tanda-tanda untuk
lebih meyakinkan bahwa
dirinya sedang hamil
Menyimak Informasi
Seputar kehamilan
Mengalami gairah seks yang
lebih tinggi tapi libido turun.

Perhatian suami
Khawatir kehilangan bentuk
tubuh.

Suami harus lebih
memahami istri
Membutuhkan penerimaan
kehamilannya oleh keluarga.

Menjalin komunikasi
Ketidakstabilan emosi dan
suasana hati.

Menciptakan kondisi yang
nyaman dan penuh kasih
sayang
II
(periode kesehatan)
Ibu sudah mulai merasa sehat
dan mulai bisa menerima
kehamilannya.

Mulai beraktivitas
Mulai merasakan gerakan bayi
dan merasakan kehadiran bayi
sebagai seseorang di luar
Konsultasi dengan bidan
atau tenaga kesehatan
yang lain.

18



dirinya.

Perut ibu belum terlalu besar
sehingga belum dirasa beban.

Beraktivitas seperti biasa
Libido dan gairah seks
meningkat.

Berhubungan seks
III
(periode penunggu)
Ibu tidak sabar menunggu
kelahiran bayinya.

Relaksasi
Ibu khawatir bayinya akan
lahir sewaktu-waktu dan dalam
kondisi yang tidak normal

Kontrol Teratur
Semakin ingin menyudahi
kehamilannya.

Berikan pengertian
Tidak sabaran dan resah.

Berikan Ketenangan
Bermimpi dan berkhayal
tentang bayinya.
Beraktivitas
Aktif mempersiapkan
kelahiran bayinya.

Perhatikan kesehatan

19