Anda di halaman 1dari 5

Teori Indeks Bias

Indeks bias pada medium didefinisikan sebagai perbandingan antara


kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada
suatu medium.
Secara matematis, indeks bias dapat ditulis:
n = c / Vp
dimana:
n = indeks bias
c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa (299,792,458 meter/detik)
v
p
= cepat rambat cahaya pada suatu medium
Indeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1 atau (n 1).

Beberapa nilai indeks bias
Material
[2]
(nm) n Ref.
Hampa udara

1 (exactly)

Udara @ STP

1.0002926

Gas @ 0 C and 1 atm
Udara 589.29 1.000293
[3]

Helium 589.29 1.000036
[3]

Hidrogen 589.29 1.000132
[3]

Karbon dioksida 589.29 1.00045
[4]

[5]

[6]

Cairan @ 20 C
Benzena 589.29 1.501
[3]

Air 589.29 1.330-1.339
[3]

Ethyl alcohol (ethanol) 589.29 1.361
[3]

Karbon tetraklorida 589.29 1.461
[3]

Karbon disulfida 589.29 1.628
[3]

Benda padat @ suhu kamar
Intan 589.29 2.419
[3]

Strontium titanate 589.29 2.41

Ambar 589.29 1.55
[3]

Fused silica 589.29 1.458
[3]

Natrium klorida 589.29 1.50
[3]

Material lain
Pyrex

1.470
[7]





























http://fun2allthetime.blogspot.com/2011/11/dfasdfe.html


Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi
hanya bergantung pada konsentrasi pertikel zat terlarutnya
[1]
. Sifat koligatif larutan terdiri dari
dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit
[1]
.
Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit
Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak bergantung pada interaksi antara
molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi bergatung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu
larutan
[3]
. Sifat koligatif terdiri dari penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik
beku, dan tekanan osmotik
[3]
.


Sapphire

1.7621.778

Es

1.31

Cryolite

1.338

Aseton

1.36

Ethanol

1.36

Teflon

1.35 - 1.38

Gliserol

1.4729

Kaca akrilik

1.490 - 1.492

Crown glass (optics)

1.50 - 1.54

Polikarbonat

1.584 - 1.586

PMMA

1.4893 - 1.4899

PET

1.5750

Flint glass

1.60 - 1.62

Kaca

1.485 - 1.755

Brom

1.661

Cubic zirconia

2.15 - 2.18

Silicon carbide

2.65 - 2.69

Cinnabar (Mercury sulfide)

3.02

Gallium phosphide

3.5

Gallium arsenide

3.927

Silikon

4.01
[8]

Penurunan Tekanan Uap
Molekul - molekul zat cair yang meninggalkan permukaan menyebabkan adanya tekanan uap zat
cair
[3]
. Semakin mudah molekul - molekul zat cair berubah menjadi uap, makin tinggi pula
tekanan uapzat cair
[3]
. Apabila tekanan zat cair tersebut dilarutkan oleh zat terlarut yang tidak
menguap, maka partikel - partikel zat terlarut ini akan mengurangi penguapan molekul - molekul
zat cair
[3]
. Laut mati adalah contoh dari terjadinya penurunan tekanan uap pelarut oleh zat
terlarut yang tidak mudah menguap. Air berkadar garam sangat tinggi ini terletak di daerah
gurun yang sangat panas dan kering, serta tidak berhubungan dengan laut bebas, sehingga
konsentrasi zat terlarutnya semakin tinggi
[3]
. Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditulis
P = X larutan . P
0

P
0
= tekanan uap zat cair murni
P = tekanan uap larutan
Kenaikan Titik Didih
Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan uap zat
cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di
seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer. Dimana kenaikan
titik didih merupakan penurunan tekanan uap. Karena titik diih berbanding terbalik dengan
tekanan uap. Dari hasil penelitian, ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih
pelarut murninya. Hal ini disebabkan adanya partikel - partikel zat terlarut dalam suatu larutan
menghalangi peristiwa penguapan partikel - partikel pelarut. Oleh karena itu, penguapan partikel
- partikel pelarut membutuhkan energi yang lebih besar
]
. Perbedaan titik didih larutan dengan
titik didih pelarut murni di sebut kenaikan titik didih yang dinyatakan dengan Persamaannya
dapat ditulis:
Tb = Kb . m
Tb = gr/Mr . 1000/V
Tb = Tb larutan Tb pelarut
Tb = kenaikan titik didih (
o
C)
kb = tetapan kenaikan titik didih molal (
o
C kg/mol)
m = molalitas larutan (mol/kg)
Mr = massa molekul relatif
P = jumlah massa zat (kg)
Tabel Tetapan Kenaikan Titik Didih (Kb) Beberapa Pelarut
[5]

Pelarut Titik Didih Tetapan (Kb)
Aseton 56,2 1,71
Benzena 80,1 02,53
Kamfer 204,0 05,61
Karbon tetraklorida 76,5 04,95
Sikloheksana 80,7 02,79
Naftalena 217,7 05,80
Fenol 182 03,04
Air 100,0 00,52
http://id.wikipedia.org/wiki/Sifat_koligatif_larutan

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah
sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol
yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat
psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol
adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua. Dimana titik didih alcohol 78,4
O
C
Etanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal, dengan rumus kimia C
2
H
5
OH dan rumus
empiris C
2
H
6
O. Ia merupakan isomer konstitusional dari dimetil eter. Etanol sering disingkat
menjadi EtOH, dengan "Et" merupakan singkatan dari gugus etil (C
2
H
5
).
Fermentasi gula menjadi etanol merupakan salah satu reaksi organik paling awal yang pernah
dilakukan manusia. Efek dari konsumsi etanol yang memabukkan juga telah diketahui sejak
dulu. Pada zaman modern, etanol yang ditujukan untuk kegunaan industri dihasilkan dari produk
sampingan pengilangan minyak bumi.
[1]

Etanol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk
konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan
obat-obatan. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan
untuk sintesis senyawa kimia lainnya. Dalam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai
bahan bakar.
http://id.wikipedia.org/wiki/Etanol

Hukum Raoult

Anda mungkin pernah melihat sekilas hukum Raoult yang telah disederhanakan apabila anda
pernah mempelajari efek dari larutan yang tidak dapat menguap seperti garam pada tekanan uap
di pelarut seperti air. Definisi di bawah ini adalah yang biasa dipakai dalam pembicaraan
mengenai campuran dua larutan yang bisa menguap.
Tekanan uap parsial dari sebuah komponen di dalam campuran adalah sama dengan tekanan uap
komponen tersebut dalam keadaan murni pada suhu tertentu dikalikan dengan fraksi molnya
dalam campuran tersebut.


Hukum Raoult hanya dapat diaplikasikan pada campuran ideal.

Persamaan untuk campuran dari larutan A dan B, akan menjadi demikian:

P
A
= X
A
. P
O
A

P
B
= X
B
. P
O
B

Pada persamaan ini P
A
dan P
B
adalah tekanan uap parsial dari komponen A dan B. Dalam suatu
campuran gas, tiap gas mempunyai tekanan uapnya sendiri, dan ini disebut tekanan parsial yang
independent. Bahkan apabila anda memisahkan semua jenis gas-gas lain yang ada, satu-satunya
jenis gas yang tersisa akan masih mempunyai tekanan parsialnya
http://www.chem-is-
try.org/materi_kimia/kimia_fisika1/kesetimbangan_fase/hukum_raoult_dan_campuran_larutan_i
deal/

Anda mungkin juga menyukai