Anda di halaman 1dari 14

IDENTIFIKASI LOGAM DAN

MINERAL DENGAN INSTRUMEN


Created by :
Adrian Kristanto (07312008)
Pendahuluan
Ciri-ciri dari Spektrometri Atomik :
> Spesi Atom
> Metode : Flame AAS, ICP, Elektrotermal
AAS
> Suhu tinggi ( Proses pelepasan ikatan
kimia )
> Fase Gas


Dan untuk Spektrometri Molekuler :
> Spesi molekul
> Metode : Spektro UV - Visible , Infra
merah ( Sinar tampak )
> Suhu rendah
> Fase padat, gas dan cair
Analisis
1. Kualitatif
2. Kuantitatif
Instruments
Spectroscopy
G C
A A S
I C P
P I M A
X - RAY
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
UV (200-350 nm) & sinar tampak (350-800 nm)
Interaksi energi (sinar monokromatis) dengan materi
(molekul)
hahahahaha
Atomic Absorption Spectroscopy (AAS)
Penentuan unsur - unsur logam dan
metaloid
Pengukuran penyerapan cahaya
dengan panjang gelombang tertentu
oleh atom logam dalam keadaan bebas
61 logam. Nonlogam : fosfor dan boron
Hasil analisis nilai konsentrasi dari unsur
ppm dan ppb
PORTABLE INFRARED MINERAL ANALYZER
(PIMA)
pancaran sinar infrared

mineral2 halus

hidroksil (OH) seperti pilosilikat (lempung,
klorit dan mineral sepentinit),

hydroxylated silicates (epidot dan amphibol),
sulfat (gipsum) dan karbonat

analisis tanah dan sedimen.

X-RAY Diffraction (XRD)
sinar X dihasilkan dari suatu logam tertentu
memiliki panjang gelombang tertentu
variasi besar sudut pantulan pantulan elastis
terdeteksi

X-Ray Fluorescence (XRF)
Perilaku atom (interaksi dengan radiasi)
energi tinggi, radiasi panjang gelombang
pendek terionisasi
Elemen utama : Si, Ti, Al, Fe, Mn, Mg, Ca, Na, K, P
Unsur jejak : Au, Ag, Pt, Pd,, Ru, Ni, Cd, In, Ba, Ce,
Co, Cr, Cu, Ga, La, Nb, Rb, Sc, Sr, Rh, U, V, Y, Zr, Zn
Inductively Coupled Plasma (ICP)
Analisis logam-logam dalam larutan
Spektro atomic
Metode spektrofotometer emisi metode
analisis yang didapat pada pengukuran
intensitas emisi pada panjang gelombang
yang khas
Sekitar 80 unsur yang dapat dianalisa
Gas pembakar : Argon
(1 tabung hanya bisa dipakai kira-kira 4 jam)
Dapat menganalisa beberapa logam
sekaligus dan lebih akurat dibandingkan
AAS
Sulfur, Boron, Fosfor, Titanium, dan Zirkonium
Gas Chromatography (GC)
Analisis senyawa-senyawa organik yang dapat
diuapkan : titik uapnya antara 200
o
C - 350
o
C
Massa molekul relatif kecil
Detektor disesuaikan dengan senyawa yang
dianalisis
Carrier Gas : He, H2, N2

Thermal Conductivity Detector (TCD)
Prinsip dasar adalah perubahan konduktivitas panas dari gas yang mengalir lewat detektor ini karena adanya solute didalamnya. Memiliki respon yang baik terhadap zat organic
maupun anorganik pada umumnya, dan senyawa-senyawa yang memiliki gugus halogen, N, dan S, sifatnya sederhana, non destruktif terhadap sample.
Flame Ionization Detektor (FID)
Detektor ini tidak sensitive terhadap gas yang tidak terbakar seperti H
2
O, CO
2
, SO
2
, dan NO
2
. Detektor ini berguna sebagai detektor umum untuk zat-zat organic,senyawa
hidrokarbon, termasuk yang terkontaminasi dengan uap air, oksida nitrogen, dan belerang. Kelemahan destruktif terhadap sample.
Thermionic Detector (TD)
Detektor ini sensitive terhadap senyawa organik yang mengandung fosfor dan nitrogen. Respon terhadap atom phosphor kiri-kira 10 kali lebih besar daripada respon terhadap
atom nitrogen dan 104 sampai 106 lebih besar daripada responya terhadap atom karbon. Dibandingkan dengan FID, maka TD detector 500 kalli lebih sensitive daripada FID
untuk senyawa yang mengandung fosfor dan 50 kali untuk senyawa yang mengandung nitrogen. Sifat ini menyebabkan TD cocok untuk analisis pestisida yang mengandung
phosphor.
Electron Capture Detector (ECD)
Detektor ini sangat sensitive terhadap molekul yang mengandung gugus fungsional elektronegatif, seperti halogen, peroksida, quinon, dan nitro group. Tidak sensitive terhadap
amine, alcohol, hidrokarbon. ECD sangat cocok untuk analisis insektisida terklorinasi
Detektor Fotometri Nyala
Detektor ini sensitive terhadap senyawa organik yang mengandung sulfur dimana panjang gelombang yang digunakan adalah 393 nm. Jika panjang gelombang yang digunakan
adalah 526 nm maka detektor ini sensitiv terhadap senyawa fosfor.
Detektor Fotoionisasi.
Detektor ini sensitive terhadap senyawa organik yang dapat terionisasi dengan UV.
Detektor Mass Spectroscopy (MS)
MS digunakan sebagai detector untuk senyawa secara umum yang bisa dianalisa oleh GC. Digunakan untuk mengetahui BM senyawa yang dianalisis sehingga dapat diketahui
struktur molekulnya.
Nitrogen Phosphor Detector (NPD)
Detektor ini sensitive terhadap senyawayang mengandung unsure nitrogen dan fosfor.
Detektor GC
Thank You