Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

PARASITOLOGI VETERINER: ENDOPARASIT


Histomonas meleagridis

Disusun Oleh :
Faris Makkawaru Syukri B04110036
Wuri Wulandari B04110037
Tyas Noormalasari H. B04110039








BAGIAN PARASITOLOGI DAN ENTOMOLOGI KESEHATAN
DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT
VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Konsumsi protein hewani di Indonesia sudah semakin meningkat seiring dengan
kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi yang baik. Salah satu sumber protein
hewani adalah unggas, yaitu ayam dan kalkun. Agar kebutuhan akan pakan asal unggas tersebut
terpenuhi, diperlukan perhatian lebih agar tidak terjangkit oleh berbagai macam penyakit yang
menyerang unggas salah satunya histomoniasis.
Histomonosis atau blackhead adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Histomonas
meleagridis. Penyakit ini biasanya menyerang unggas, namun yang paling peka adalah kalkun.
Ayam yang berumur 4-6 minggu dan kalkun yang berumur 3-12 minggu bersifat sangat sensitif
dengan parasit ini. Gejala awal akibat histomoniasis pada kalkun meliputi feses yang berwarna
kekuning-kuningan, mengantuk, sayap menggantung, berjalan dengan kaku, mata tertutup, bulu
kusam dan berdiri. Kulit di kepala bisa menjadi berwarna kebiru-biruan (sianotik), bisa juga
normal. Sianotik tersebut membuat histomonosis dikenal juga dengan nama blackhead. (Tabbu.
2002).
Tujuan
Makalah ini dibuat untuk menambah pemahaman mahasiswa mengenai endoparasit,
patogenesa, kausa, gejala klinis, pengobatan, penularan, pencegahan, dan akibat dari parasit
Histomonas meleagridi yang menginfeksi ayam dan kalkun. Melalui makalah ini juga
diharapkan mahasiswa menjadi semakin mahir dalam mengidentifikasi keberadaan parasit ini,
khususnya pada unggas (ayam dan kalkun) yang berada di Indonesia.





PEMBAHASAN
Klasifikasi
Sub kingdom : Protozoa
Filum : Sarcomastigophora
Kelas : Zoomastigophorasida
Ordo : Trichomonodarida
Famili : Monocercomonadidae
Genus : Histomonas
Spesies : Histomonas meleagridis

Morfologi

Histomonas meleagridis adalah satu-satunya spesies dari genus Histomonas, dengan
famili Monocercomonadidae, ordo Trichomonodarida, kelas Zoomastigophorasida dan filum
Sarcomastigophora. (Edney,1962)
Bentuk dari Histomonas meleagridis adalah pleomorfic, yang berarti tergantung pada
lokasi dan stadium penyakitnya. Berdasarkan stadiumnya dapat dibedakan menjadi :
1. Stadium invasif (menyerang) ditemukan pada ekstraseluler. Luka-luka awal terdapat di
dalam sekum dan hati dan juga terdapat luka di bagian tepi luka-luka lama. Bentuknya
pleomorfic berukuran 8-17 mikron dan aktif bergerak dalam bentu ameboid.
2. Stadium vegetatif, ditemukan di bagian tengah luka dan merupakan kelanjutan dari
stadium invasif. Morfologinya juga pleomorfic berukuran lebih besar, yaitu 12-21 x 21-15
mikron, tetapi pergerakannya kurang aktif dibandingkan dengan stadium infasif. Bentuk
vegetatif sering berkelompok secara padat sehingga menyebabkan robeknya jaringan.
3. Stadium resisten, berdiameter 4-11 mikron, dan terlihat terbungkus oleh membrane yang
padat, ditemukan tunggal atau berkelompok sehingga garis tepinya terlihat agak bersudut
(anguler).
4. Bentuk berflagela, ditemukan di dalam lumen sekum juga di dalam biakan-biakan.
Bentuknya pleomorfic bediameter 2-30 mikron. Intinya vesikuler (seperti gelembung), di
dekat initi ditemukan benda basal atau kinetosom tempat munculnya flagella. Flagela khas
(karakteristik) tunggal dan pendek.
Predileksi, di dalam sekum dan hati kalkun menyebabkan penyakit Hsitomonosis,
infeksi enterohepatitis atau black head, kurang patogen pada burung merak, burung
mutiara, burung puyuh dan burung lainnya yang menyerupai ayam.

Siklus Hidup dan Cara Penularan
Histomonas meleagridis memiliki siklus hidup yang kompleks. Histomonas meleagridis
ini tidak dapat bertahan baik di lingkungan, dan akan cepat mati. Kemampuan untuk menembus
dan bertahan hidup di dalam telur cacing Heterakis gallinarum yang ada di sekum membuat
histomonas meleagridis dapat bertahan hidup lama. Perlindungan tambahan didapat apabila telur
cacing yang keluar dari sekum unggas dimakan oleh cacing tanah. Lapangan tempat tinggal
kalkun yang terinfeksi Histomonas meleagridis biasanya akan tetap terinfeksi selama bertahun-
tahun.
Siklus hidup dari Histomonas meleagridis bisa secara langsung dan tidak langsung.
Siklus hidup secara langsung : tertelannya tropozoit (tetapi tropozoit tidak dapat hidup lebih dari
beberapa jam setelah keluar bersama tinja). Cara penularan yang lebih penting adalah tertular
melalui telur cacing sekum Hetarakis gallinarum, Histomonas meleagridis mula-mula
menyerang zona germinal dari varium dan berkembang secara ektra-seluler, selanjutnya
menembus oositoosit yang sedang berkembang dan akhirnya ditemukan di dalam telur dan
sebagai sumber penular.
Siklus hidup secara tidak langsung : Histomonas meleagridis hidup di dalam telur cacing
Heterakis gallinarum yang berada disekum keluar bersamaan dengan feses. Telur yang sudah
terinfeksi Histomonas meleagridis termakan oleh cacing tanah. Cacing tanah yang
mengkonsumsi telur yang sudah terinfeksi histomonas tetap aktif dan telur cacing ini bisa
bertahan hidup lama di dalam tubuh cacing tanah. Kalkun mengkonsumsi cacing tanah yang
membawa histomonas meleagridis dan akan terinfeksi. (Malek,1980).


Tanda-Tanda Klinis
Histomoniasis terutama ditemukan pada unggas yang berumur kurang dari 12 minggu.
Tanda pertama yang terlihat pada kawanan kalkun yang terinfeksi Histomonas meleagridis
adalah meningkatnya kematian. Namun, tanda klinis awal yang ditunjukkan apabila mengalami
histomonosiasis adalah peradangan sekum, kalkun menjadi lesu dengan kepala dan sayap
terkulai, menurunnya nafsu makan, penurunan berat badan, tanda yang sangat khas adalah
kotoran yang mengandung belerang kuning karena kerusakan dari hati.
Histomoniasis biasanya tidak terlalu berbahaya pada ayam. Meskipun ayam dapat
terinfeksi dengan mudah, penyakit yang timbul biasanya lebih ringan dibandingkan dengan
penyakit yang timbul pada kalkun. Ayam berumur 4-6 minggu dan kalkun berumur 3-12 minggu
bersifat sangan sensitif terhadap infeksi histomonas meleagridis. Tanda klinis yang terlihat
seperti kelainan pendarahan pada hasil pembuangan sekum, penurunan produksi, jeleknya
kerabang dari ayam petelur dan meningkatnya tingkat kematian ayam. Terkadang tanda klinis
pada ayam ini tidak terlihat karena wadah potensial bagi infeksi Histomonas meleagridis adalah
kalkun.
Setelah Histomonas meleagridis menginfeksi sekum, maka dinding sekum akan menebal
dan hiperamik. Lumen sekum akan mengalami distensi dan terisi oleh masa padat menyerupai
keju yang terdiri atas hancuran jaringan nekrotik, eksudat, komponen darah, hancuran sel, dan
bakteri. Dinding sekum dapat mengalami ulserasi dan selanjutnya dapat mengalami perforasi
pada organ tersebut dan peritonitis yang bersifat difus dan berbau busuk.

- Pemeriksaan Post-Mortem
Lesi yang terlihat pada saat pemeriksaan post-mortem terkait penyakit histomonosiasis
adalah dinding sekum menebal berwarna kekuningan dan hati menjadi bengkak.
Diagnosis
Diagnosis sementara dapat dilakukan berdasarkan gejala klinis dan perubahan patologik
yang spesifik untuk penyakit histomoniasis atau blackhead disease. Untuk diagnosis akhir
dengan cara pemeriksaan mikroskopis, yaitu dengan mewarnai jaringan menggunakan pewarna
HE (Hematoksilin Eosin) ataupun PAS (periodic accid Schiff). Isolasi Histomonas meleagridis
dilakukan pada medium Dwyers yang dimodifikasi. Pada uji tersebut contoh jaringan harus
diambil dari unggas yang baru mati.

Cara Pengobatan dan Pencegahan
Tahun 1950, bahan arsenical adalah satu-satunya senyawa kimia yang dugunakan untuk
mengontrol histomoniasis di lapangan. Kemudian nitroimidazoles, and dimetridazole menjadi
bahan yang umum digunakan, senyawa ini digunakan selama beberapa tahun untuk ditambahkan
kedalam makanan atau minuman unggas sebagai bentuk pencegahan dan pengobatan penyakit
ini.
- Pengendalian dan pencegahan
Mengingat bahwa penularan histomoniasis melalui telur hesterakis sp, maka cara pengendalian
yang baik dengan membasmi cacing sekum atau cacing tanah atau mencegah agar cacing tidak
kontak dengan ayam. Selain itu juga diperlukan pengamanan biologik dengan sanitasi dan
desinfeksi yang optimal diperlukan untuk mencegah adanya histomoniasis.
- Pengobatan
Unggas yang terinfeksi oleh histomonas meleagridis dapat diobati dengan beberapa obat yaitu
nitrofuran, nitromidazol dan nitrason untuk pencegahan. Jika telah terjadi letupan penyakit
tersebut maka perlu pengobatan dangn dosis rendah melalui pakan dalam waktu yang panjang.
Pada kasus yang akut pengobatan biasanya dilakukan 5-7 hari. (Tabbu R. C)

Kesimpulan
Histomoniasis atau blackhead merupakan penyakit Histomonas meleagridis. Penyakit ini
biasanya menyerang unggas terutama kalkun, tetapi tidak terlalu berbahaya pada ayam. Gejala
klinis biasanya telihat dari meningkatnya kematian kalkun diikuti peradangan usus. Pengobatan
pada penyakit ini adalah senyawa kimia dari bahan arsenical.

Daftar Pustaka
Edney, j.m. And a. Mukhlis. 1962. Fascioliasis in Indonesian livestock . Comm. Vet. 2 (6) : 49-
62.
Malek, e.a. 1980 . Snail-transmitted Parasitic Disease. Vol II. CRC Press. Inc.
Tabbu, Charles Rangga.2002. Penyakit Ayam dan Penanggulangannya. Yogyakarta: Kanisius.