Anda di halaman 1dari 2

ARAH GAYA TEGASAN UTAMA BERDASARKAN HASIL ANALISIS

KEKAR PADA KALI BANYUMENENG, KABUPATEN DEMAK, JAWA


TENGAH, INDONESIA

Ammar Baskara
21100112130048
Email: ammarbaskara@gmail.com
Teknik Geologi Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang, Gedung Pertamina Sukowati


ABSTRACT


SARI

Pada hari Minggu, 17 November 2013 dilakukan serangkaian pengamatan dan
pengambilan data di sungai Kali Banyumeneng yang terletak di kecamatan Mranggen, kabupaten
Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Pengamatan dan pengambilan data bertujuan untuk penelitian
proses arah gaya tegasan utama kekar. Kekar merupakan rekahan yang belum mengalami
pergeseran. Kekar dapat terbentuk karena proses tektonik (deformasi) dan dapat terbentuk secara
non tekonik (misalnya diagenesis, pelapukan, dan proses pendinginan). Secara kejadiannya,
kekar dapat dibedakan menjadi kekar gerus (shear joint) dan kekar tarik (extention joint).Dalam
mempelajari struktur geologi berupa kekar yang telah terjadi pada suatu daerah, diperlukan
beberapa pengetahuan tentang analisis kekar berupa diagram rosette. Keberadaan kekar yang
akan dianalisis merupakan perlapisan suatu litologi batuan yang memiliki kenampakan berupa
kekar tektonik. Kenampakan kekar tektonik di lapangan yaitu berupa bidang rekah yang
memiliki kedalaman yang cukup dalam yang pada Kali Banyumeneng ditemukan pada
perlapisan batupasir pada sisi kanan dan kiri sungai. Data strike / dip dari kekar yang telah
diukur untuk selanjutnya dianalisis menggunakan kaidah perhitungan proyeksi stereografis. Hasil
analisis menghasilkan data yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Kata kunci: kekar tektonik, analisis kekar, diagram rosette, dan litologi.

PENDAHULUAN
Kabupaten Demak dan sekitarnya,
khususnya yang berbatasan dengan kota
Semarang merupakan daerah yang tersusun
atas formasi Kerek dan formasi Kalibeng
dan termasuk ke dalam zona Kendeng.
Formasi Kerek terdiri atas litologi
perselingan batu lempung, napal, batu pasir
tufaan, konglomerat, breksi volkanik dan
batu gamping. Formasi Kalibeng terdiri atas
litologi napal, batupasir tufaan dan batu
gamping. Daerah penelitian yang termasuk
ke dalam zona Kendeng, memiliki struktur
geologi yang terus aktif. Struktur geologi
yang ada yaitu berupa sesar, lipatan, maupun
kekar. Struktur geologi yang ada merupakan
bentuk respon dari gaya yang bekerja di
dalam bumi. Dalam penelitian ini,
pengukuran lebih ditekankan pada
pengukuran kekar untuk menentukan arah
gaya utama. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui arah gaya utama yang
bekerja terhadap suatu lapisan batuan.
Aplikasinya dapat digunakan sebagai daerah
pemantauan rawan bencana, sehingga dapat
dilakukan upaya mitigasi atau pencegahan
bencama.

METODOLOGI
Metode yang digunakan dalam pembuatan
paper ini yaitu menggunakan pendekatan
laboratorium yang merupakan pengolahan data
dengan menggunakan instrumen-instrumen dan
penggunaan rumus atau persamaan tertentu
berdasarkan data mentah yang didapat di
lapangan karena observasi lapangan tidak cukup
kuat untuk membuktikan hipotesa-hipotesa yang
ada.

HASIL DAN ANALISIS
Formasi Kerek memiliki litologi berupa
perselingan batu lempung, napal, batu pasir
tufaan, konglomerat, breksi volkanik dan
batu gamping. Pengukuran kekar di
lapangan dilakukan pada litologi berupa
batulempung karbonatan dan batupasir
karbonatan. Jumlah kekar berpasangan yang
diukur yaitu 25 pasang pada perselingan
antara batulempung karbonatan dengan
batupasir karbonatan dengan ketebalan
lapisan kira-kira 50 m. Batupasir di sini
memiliki ukuran butir medium-kasar.
Kenampakan kekar di batupasir menyerupai
bentuk huruf X. Akan tetapi, kekar pada
batupasir dapat sangat kompleks atau kekar
dalam bentuk menyerupai bidang persegi.
Kekar seperti ini tidak dilakukan
pengukuran strike dan dip karena telah
mengalami berbagai macam aktivitas
tektonik. Strike dan dip yang didapat dari
hasil pengukuran di lapangan akan dianalisi
lebih lanjut menggunakan software DIPS.
Software ini mempermudah kita untuk
menghitung arah tegasan utama dari data-
data yang telah diisikan sebelumnya. Dari
hasil analisis, didapatkan = 29 / N 43
0
E,
= 61 / N 216
0
E, = 6 / N 310
0
E.
Setelah didapatkan hasil sigma 1, sigma 2,
dan sigma 3, dilakukan pembuatan diagram
Rosette dengann menggunakan software
yang sama.

PEMBAHASAN
Dari data sigma 1, sigma 2, dan sigma
3 yang didapatkan dari hasil pengukuran
pada software DIPS, didapatkan hasil bahwa
sigma 3 > sigma 1 > sigma 2. Hal ini
mengindikasikan bahwa kemungkinan
struktur geologi yang akan terbentuk
berikutnya yaitu berupa sesar naik. Dari
hasil diagram Rosette, didapatkan arah gaya
utama yaitu dari timur laut ke barat daya
atau dari baratke timur.

KESIMPULAN
Dari data sigma 1, sigma 2, dan sigma
3 yang didapat dari sortware,
diinterpretasikan bahwa kemungkinan
struktur yang terbentuk berikutnya akibat
adanya kekar yaitu sesar naik. Dari hasil
diagram Rosette arah tegasan gaya utama
yaitu dari timur laut ke barat daya atau dari
barat ke timur.