Anda di halaman 1dari 3

Immunoglobulin adalah senyawa protein yang digunakan untuk melawan kuman penyakit (virus,

bakteri, racun bakteri dll.), ada di dalam darah, orang sering menyebutnya antibodi. Setiap
immunoglobulin (disingkat Ig) akan mengenali satu antigen (kuman penyakit) secara spesifik, artinya
satu antigen dikenali satu antibodi spesifik. Ig diproduksi oleh sel darah putih yang disebut sel B atau
lebih spesifik lagi sel plasma.
1. 2. Pertahanan tubuh spesifik/system imun
Disebut juga dengan system kekebalan, Respon ini meliputi produksi protein
pertahanan tubuh spesifik hyang disebut antibody, dengan agen limfosit
Limfosit ditemukan di :
-sum sum tulang limfa
-pusat limfatik tonsil
- kelenjar ludah persendian
* Membran Limfosit : Limfosit -> Limfosit B dan Limfosit T
* Antibodi
Fungsi : untuk menetralkan/menghancurkan antigen yang masuk ke tubuh
Jenis Antibodi :
Immunoglobulin M, E, G, A, D (Ig)
LIMFOSIT B
dibuat di sum-sum tulang. Jumlah L.B = 25% dri limfosit tubuh
Macam Limfosit B
1. Sel B plasma
Fungsi : menghasilkan antibody yang sifatnya spesifik dengan sangat cepat. Hidup
selama 4-5 hari.
1. Sel B memori
Fungsi : untuk mengingat suatu antigen yang spesifik sel B memori bereaksi cepa jika
ada infeksi, sel B memori cepat bereaksi jika ada infeksi
1. Sel B pembelah
Macam repson Imun
1. Respon imun primer
2. Respon imun sekunder
LIMFOSIT T
dibuat di sum sum tulang dan matang di kelenjar Thymus.
Macam Limfosit T :
1. Sel T helper/T pembantu
Fungsi :
1. membantu/mengontrol system imun spesifik
2. Menstimulasi sel B untuk membelah dan meproduksi antibody
3. Mengaktivasi dua jenis sel T lainnya
4. Mengaktivasi makrofag untuk bersiap memfagositosis
1. Sel T Killer/T pembunuh/T sitotoksik
Fungsi : menyerang sel tubuh yang terinfeksi dan sel pathogen yang relative besar
secara langsung
1. Sel T suppressor/T penekan
Fungsi : menurunkan/menghentikan respon imun

Yang tergolong organ sistem imun antara lain adalah kelenjar thimus, sumsum tulang,
limpa, kelenjar getah bening serta organ limfoid di saluran nafas dan cerna.
Kelenjar thimus dan sumsum tulang merupakan organ limfoid sentral atau primer, tempat
dikembangkannya sel imunokompeten. Sel pokok/asal limfosit tedapat dalam sumsum tulang
yang kemudian mengalami maturasi dan mengalami pemrosesan khusus dikelenjar thimus akan
menjadi sel T (thymus dependent lymphocyte) sedangkan yang mengalami maturasi dan
pemrosesan khusus di sumsum tulang dan organ ekuivalen bursa akan menjadi sel B (bursa
dependent lymphocyte). Sel T dan B selanjutnya akan bersirkulasidan akan singgah atau menetap
di organ-organ limfoid sekunder atau perifer, seperti limpa, kelenjar getah bening, tonsil, plak
mukosa dimana sel-sel tersebut siap menjalankan fungsinya. Organ-organ limfoid merupakan
tempat imunokompetensi diwujudkan.
1. Limposit T
Sel yang berasal dari thimus atau T, mengarahkan beragam unsur imunitas seluler dan juga
penting untuk menginduksi imunitas humoral yang berasal dari sel B terhadap banyak anti gen.
Sel T berjumlah 60-70% dari limposit dalam sirkulasi darah dan juga merupakan tipe limfosit
utama dalam selaput periarteriol limpa serta zona interfolikular kelenjar getah bening. Setiap sel
T diprogram secara genetik untuk mengenali suatu fargmen peptida yang diproses secara unik
dengan menggunakan reseptor sel T (TCR, T-cell receptor) spesifik. Keberagaman TCR untuk
bermiliar-miliar peptida potensial dihasilkan melalui penyusunan ulang somatik( somatic
rearrangement ) dari gen yang mengode setiap rantai TCR. Seperti yang diperkirakan, setiap sel
somatik mempunyai gen TCR yang berasal dari jalur germinal. Selama masa ontogeni,
penyusunan ulang somatik gen ini hanya terjadi dalam sel T; olah sebab itu, demontrasi adanya
penyisunan ulang gen TCR melalui metode molekular (misalnya, reaksi rantai polimerase ([
PCR]) merupakan suatu penanda pasti adanya sel jalur- keturunan T.
2. Limfosit B
Limfosit yang berasal dari sumsum tulang, atauB, terdiri atas 10-20% dari populasi
limfosit perifer yang beredar dalam sirkulasi. Sel ini terdapat pula dalam sumsum tulang,
jaringan limfoid perifer (kelenjar getah bening, limpa, dan tonsil), serta dalam organ nonlimfoid,
seperti traktus gastrointestinal. Sel B terletak pada folikel limpoid didalam korteks kelenjar getah
bening dan pada pulpa putih limpa. Stimulasi (misalnya, oleh infeksi lokal) menyebabkan
pembentukan zona sentral sel B yang diaktivasi dan besar dalam folikel, yang disebut sentrum
germinativum.
Setelah stimulasi,sel B membentuk sel plasma yang menyekresi imunoglobulin, yang
selanjutnya menjadi mediator imunitah humoral. Terdapat lima isotipe imunoglobulin dasar;
95% antibodi dalam sirkulasi merupakan IgG, IgM, serta IgA dan peranan IgE dan IgD relatif
minimal. Setiap isotipe mempunyai kemampuan khusus untuk mengaktivasi komplemen atau
merekrut sel radang, serta mempunyai peranan yang jelas misalnya, IgA merupakan mediator
penting pada imunitas mukosa, sedangkan IgE mempunyai kepentingan khusus untuk infeksi
cacing (dan dalam respons alergi.