Anda di halaman 1dari 8

5.9.

2 Obat Sisipan 1 (HRZE)


Bila pada akhir tahap intensif pengobatan penderita baru BTA positif dengan kategori
1 atau penderita BTA positif pengobatan ulang dengan kategori 2, hasil pemeriksaan dahak
masih BTA positif, diberikan obat sisipan (HRZE) setiap hari selama 1 bulan
!alam bab ini, diuraikan paparan dari obat anti TB ("AT) #
1. ISONIAZIDA (H)
$dentitas # sediaan dasarn%a adalah tablet dengan nama generik $sonia&ida 1''
mg dan ('' mg ) tablet *ama lain $sonia&id# Asam
*i+otinathidra&ida,n$sonikotinilhidra&ida, $*H
!osis # untuk pen+egahan, de-asa ('' mg satu kali sehari, anak anak 1' mg
per berat badan sampai ('' mg, satu kali sehari .ntuk pengobatan TB
bagi orang de-asa sesuai dengan petun/uk dokter ) petugas kesehatan
lainn%a .mumn%a dipakai bersama dengan obat anti tuberkulosis
lainn%a !alam kombinasi biasa dipakai ('' mg satu kali sehari, atau
10 mg per kg berat badan sampai dengan 1'' mg, kadang kadang 2
kali atau ( kali seminggu .ntuk anak dengan dosis 1' 2' mg per kg
berat badan Atau 2' 2 3' mg per kg berat badan sampai 1'' mg, 2
atau ( kali seminggu
$ndikasi # untuk terapi semua bentuk tuberkulosis aktif, disebabkan kuman %ang
peka dan untuk profilaksis orang berisiko tinggi mendapatkan infeksi
!apat digunakan tunggal atau bersama4sama dengan antituberkulosis
lain
5ontraindikasi # ri-a%at hipersensistifitas atau reaksi ad6ersus, termasuk demam,
artritis, +edera hati, kerusakan hati akut, tiap etiologi #
kehamilan(ke+uali risiko ter/amin)
7ekanisme 5er/a # bersifat bakterisid, dapat membunuh 1'8 populasi kuman dalam
beberapa hari pertama pengobatan Efektif terhadap kuman dalam
keadaan metabolik aktif, %aitu kuman %ang sedang berkembang
7ekanisme ker/a berdasarkan terganggun%a sintesa mycolic acid, %ang
diperlukan untuk membangun dinding bakteri
5inetika "bat #pada saat dipakai $sonia&ida akan men+apai kadar plasma pun+ak
dalam 1 2 2 /am sesudah pemberian peroral dan lebih +epat sesudah
suntikan im, kadar berkurang men/adi 0' 8 atau kurang dalam 9 /am
7udah difusi kedalam /aringan tubuh, organ, atau +airan tubuh, /uga
terdapat dalam liur, sekresi bronkus dan +airan pleura, serobrosfina,
dan +airan asitik 7etabolisme dihati, terutama oleh karena asetilasi
dan dehidra&inasi(ke+epatan asetilasi umumn%a lebih dominan ) :aktu
paro plasma 243 /am diperlama pada insufiensi hati, dan pada
inakti6ator ;lambat; <ebih kurang =0410 8 dosis diekskresikan di
kemih dalam 23 /am sebagai metabolit, sebagian ke+il diekskresikan di
liur dan tin/a 7elintasi plasenta dan masuk kedalam A>$
$nteraksi obat # $sonia&id adalah inhibitor kuat untuk cytochrome P-450 isoenzymes,
tetapi mempun%ai efek minimal pada ?@A(A Aemakaian $sonia&ide
bersamaan dengan obat4obat tertentu, mengakibatkan meningkatn%a
konsentrasi obat tersebut dan dapat menimbulkan risiko toksis
Antikon6ulsan seperti fenitoin dan karbama&epin adalah %ang sangat
terpengaruh oleh isonia&id $sofluran, parasetamol dan 5arbama&epin,
men%ebabkan hepatotoksisitas, antasida dan adsorben menurunkan
absopsi, sikloserin meningkatkan toksisitas pada >>A, menghambat
metabolisme karbama&epin, etosuksimid, dia&epam, menaikkan kadar
plasma teofilin Efek Rifampisin lebih besar dibanding efek isonia&id,
sehingga efek keseluruhan dari kombinasi isonia&id dan rifampisin
adalah berkurangn%a konsentrasi dari obat4obatan tersebut seperti
fenitoin dan karbama&epin
Efek >amping # dalam hal neurologi# parestesia, neuritis perifer, gangguan
penglihatan, neuritis optik, atropfi optik, tinitus, 6ertigo, ataksia,
somnolensi, mimpi berlebihan, insomnia, amnesia, euforia, psikosis
toksis, perubahan tingkah laku, depresi, ingatan tak sempurna,
hiperrefleksia, otot melintir, kon6ulsiHipersensitifitas demam,
menggigil, eropsi kulit (bentuk morbili,mapulo papulo, purpura,
urtikaria), limfadenitis, 6askulitis, keratitis Hepatotoksik: >B"T dan
>BAT meningkat, bilirubinemia, sakit kuning, hepatitis fatal
7etaboliems dan endrokrin# defisiensi Citamin B9, pelagra,
kenekomastia, hiperglikemia, glukosuria, asetonuria, asidosis
metabolik, proteinurea Hematologi# agranulositosis, anemia aplastik,
atau hemolisis, anemia, trambositopenia Eusinofilia,
methemoglobinemia Saluran cerna# mual, muntah, sakit ulu hati,s
embelit Intoksikasi lain# sakit kepala, takikardia, dispenia, mulut
kering, retensi kemih (pria), hipotensi postura, sindrom seperti lupus,
eritemamtosus, dan rematik
Aerhatian # hati4hati /ika menggunakan $sonia&id pada sakit hati kronik,
disfungsi gin/al, ri-a%at gangguan kon6ulsi Aerlu dilakukan
monitoring bagi peminum alkohol karena men%ebabkan hepatitis,
penderita %ang mengalami pen%akit hati kronis aktif dan gagal gin/al,
penderita berusia lebih dari (0 tahun, kehamilan, pemakaian obat
in/eksi dan penderita dengan seropositif H$C !isarankan
menggunakan Airidoksin 1'42 mg untuk men+egah reaksi ad6ersus
"6erdosis # Be/ala %ang timbul (' menit sampai ( /am setelah pemakaian berupa
mual, muntah, kesulitan berbi+ara, gangguan penglihatan atau
halusinasi, tekanan pernafasan dan >>A, kadang kadang asidosis,
asetonurea, dan hiperglikemia pada pemeriksaan laboratorium
2. RIFAMPISIN (R)
$dentitas # sediaan dasar %ang ada adalah tablet dan kapsul ('' mg, 30' mg, 9''
mg
!osis # untuk de-asa dan anak %ang beran/ak de-asa 9'' mg satu kali
sehari, atau 9'' mg 2 2 ( kali seminggu Rifampisin harus diberikan
bersama dengan obat anti tuberkulosis lain Ba%i dan anak anak, dosis
diberikan dokter ) tenaga kesehatan lain berdasarkan atas berat badan
%ang diberikan satu kali sehari maupun 24( kali seminggu Biasan%a
diberikan =,0 2 10 mg per kg berat badan An/uran $katan !okter Anak
$ndonesia adalah =0 mg untuk anak D 1' kg, 10' mg untuk 1' 2 2' kg,
dan ('' mg untuk 2' 4(( kg
$ndikasi # untuk obat antituberkulosis %ang dikombinasikan dengan
antituberkulosis lain untuk terapi a-al maupun ulang
7ekanisme ker/a # obat Bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman semi4dormant %ang
tidak dapat dibunuh oleh isonia&id Berdasarkan perintangan spesifik
dari suatu en&im bakteri ibose !ukleotida "cid (R*A)4polimerase
sehingga sintesis R*A terganggu
5inetika "bat # obat ini akan men+apai kadar plasma pun+ak (berbeda beda dalam
kadar) setelah 243 /am sesudah dosis 9'' mg, masih terdeteksi selama
23 /am Tersebar merata dalam /aringan dan +airan tubuh, termasuk
+airan serebrosfinal, dengan kadar paling tinggi dalam hati, dinding
kandung empedu, dan gin/al :aktu paruh plasma lebih kurang 1,04 0
/am( lebih tinggi dan lebih lama pada disfungsi hati, dan dapat lebih
rendah pada penderita terapi $*H) ?epat diasetilkan dalam hati
men/adi emtablit aktif dan tak aktif, masuk empedu melalui sirkulasi
enterohepar Hingga (' 8 dosis diekskresikan dalam kemih, lebih
kurang setengahn%a sebagai obat bebas 7eransang en&im mikrosom,
sehingga dapat menginaktifkan obat terentu 7elintasi plasenta dan
mendifusikan obat tertentu kedalam hati
$nteraksi obat # obat ini adalah memper+epat metabolisme metadon, absorpsi
dikurangi oleh antasida, memper+epat metabolisme, menurunkan kadar
plasma dari di&opiramid, meksiletin, propanon dan kinidin,
memper+epat metabolisme kloramfenikol, nikumalon, -arfarin,
estrogen,teofilin, tiroksin, anti depresan trisiklik, antidiabetik
(mengurangi khasiat klorpropamid, tolbutamid, sulfonil urea), fenitoin,
dapson, flokona&ol, itrakona&ol, ketokona&ol, terbinafin, haloperidol,
indinafir, dia&epam, atofakuon, betabloker(propanolol),diltia&em,
nifedipin, 6erapamil, siklosprosin, mengurangi khasiat glukosida
/antung, mengurangi efek kostikosteroid, flufastatin Rifampisin adalah
suatu enzyme inducer %ang kuat untuk cytochrome P-450 isoenzymes#
mengakibatkan turunn%a konsentrasi serum obat4obatan %ang
dimetabolisme oleh isoenzyme tersebut "bat obat tersebut mungkin
perlu ditingkatkan selama pengobatan TB, dan diturunkan kembali 2
minggu setelah Rifampisin dihentikan "bat4obatan %ang berinteraksi#
diantaran%a # protease inhibitor, antibiotika makrolid, le6otiroksin,
noretindron, -arfarin, siklosporin, fenitoin, 6erapamil, diltia&em,
digoEin, nortriptilin, alpra&olam, dia&epam, mida&olam, tria&olam dan
beberapa obat lainn%a
Efek >amping # pada Saluran cerna , rasa panas pada perut, sakit epigastrik, mual,
muntah, anoreksia, kembung, ke/ang perut, diare, SSP# letih rasa
kantuk, sakit kepala, ataksia, bingung, pening, tak mampu berfikir, baal
umum, n%eri pada anggota, otot kendor, gangguan penglihatan, ketulian
frekuensi rendah sementara ( /arang) Hipersensitifitas# demam,
pruritis, urtikaria, erupsi kulit, saria-an mulut dan lidah, eosinofilia,
hemolisis, hemoglobinuria, hematuria, insufiensi gin/al, gagal gin/al
akut( re6ersibel) Hematologi# trombositopenia, leukopenia transien,
anemia, termasuk anemia hemolisisIntoksikasi lain# Hemoptisis,
proteinurea rantai rendah, gangguan menstruasi, sindrom hematoreal
Aerhatian # keamanan penggunaan selama kehamilan, dan pada anak anak usia
kurang 0 tahun belum ditetapkan Hati hati penggunaan pada # pen%akit
hati, ri-a%at alkoholisma, penggunaan bersamaan dengan obat
hepatotoksik lain
"6erdosis # ge/ala %ang kadang kadang timbul adalah mual, muntah, sakit perut,
pruritus, sakit kepala, peningkatan bilirubin, +oklat merah pada air seni,
kulit, air liur, air mata, buang air besar, hipotensi, aritmia 6entrikular
3. PIRAZINAMIDA (Z)
$dentitas # sediaan dasar Aira&inamid adalah Tablet 0'' mg)tablet
!osis # de-asa dan anak seban%ak 10 2 (' mg per kg berat badan, satu kali
sehari Atau 0' 2 =' mg per kg berat badan 2 2 ( kali seminggu "bat
ini dipakai bersamaan dengan obat anti tuberkulosis lainn%a
$ndikasi # untuk terapi tuberkulosis dalam kombinasi dengan anti tuberkulosis
lain
5ontraindikasi # gangguan fungsi hati parah, porfiria, hipersensiti6itas
7ekanisme ker/a # bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman %ang berada dalam sel
dengan suasana asam Berdasarkan pengubahann%a men/adi asam
p%ra&inamidase %ang berasal dari basil tuberkulosa
5inetika "bat #Aira&inamid +epat terserap dari saluran +erna 5adar plasma pun+ak
dalam darah lebih kurang 2 /am, kemudian menurun :aktu paro kira4
kira 1 /am !imetabolisme di hati !iekskresikan lambat dalam kemih,
('8 dikeluarkan sebagai metabolit dan 38 tak berubah dalam 23 /am
$nteraksi # bereaksi dengan reagen A+etes dan 5etostiE %ang akan memberikan
-arna ungu muda 2 sampai +oklat
Efek >amping #hepatotoksisitas, termasuk demam anoreksia, hepatomegali, ikterus,
gagal hati, mual, muntah, artralgia, anemia sideroblastik, urtikaria
5eamanan penggunaan pada anak4anak belum ditetapkan Hati4hati
penggunaan pada# penderita dengan en+ok atau ri-a%at en+ok keluarga
atau diabetes melitus, dan penderita dengan fungsi gin/al tak sempurna,
penderita dengan ri-a%at tukak peptik
Aerhatian # han%a dipakai pada terapi kombinasi anti tuberkulosis
dengan pira&inamid , namun dapat dipakai se+ara tunggal mengobati
penderita %ang telah resisten terhadap obat kombinasi "bat ini dapat
menghambat ekskresi asam urat dari gin/al sehingga menimbulkan
hiperurikemia Fadi penderita %ang diobati pira&inamid harus dimonitor
asam uratn%a
"6erdosis # data mengenai o6er dosis terbatas, namun pernah dilaporkan adan%a
fungsi abnormal dari hati, -alaupun akan hilang /ika obat dihentikan
4. ETAM!TO" (E)
$dentitas # sediaan dasarn%a adalah tablet dengan nama generik Etambutol4H?l
20' mg, 0'' mg)tablet
!osis # untuk de-asa dan anak berumur diatas 1( tahun, 10 420 mg mg per
kg berat badan, satu kali sehari .ntuk pengobatan a-al diberikan 10
mg ) kg berat badan, dan pengobatan lan/utan 20 mg per kg berat
badan 5adang kadang dokter /uga memberikan 0' mg per kg berat
badan sampai total 2,0 gram dua kali seminggu "bat ini harus
diberikan bersama dengan obat anti tuberkulosis lainn%a Tidak
diberikan untuk anak diba-ah 1( tahun dan ba%i
$ndikasi # Etambutol digunakan sebagai terapi kombinasi tuberkulosis dengan
obat lain, sesuai regimen pengobatan /ika diduga ada resistensi Fika
risiko resistensi rendah, obat ni dapat ditinggalkan "bat ini tidak
dian/urkan untuk anak4anak usia kurang 9 tahun, neuritis optik,
gangguan 6isual
5ontraindikasi # Hipersensiti6itas terhadap etambutol seperti neuritis optik
7ekanisme ker/a # bersifat bakteriostatik, dengan menekan pertumbuhan kuman TB
%ang telah resisten terhadap $sonia&id dan streptomisin Berdasarkan
penghambatan sintesa R*A pada kuman %ang sedang membelah, /uga
menghindarkan terbentukn%a mycolic acid pada dinding sel
5inetika "bat # "bat ini diserap dari saluran +erna 5adar plasma pun+ak 243 /am,
ketersediaan ha%ati ==G H8 <ebih kurang 3'8 terikat protein plasma
!iekskresikan terutama dalam kemih Han%a 1'8 berubah men/adi
metabolit tak aktif 5learaesi H,98 G ',H 8 ml)menit)kg BB dan -aktu
paro eliminasi (1 G ',3 /am Tidak penetrasi meninge se+ara utuh,
tetapi dapat dideteksi dalam +airan serebrospina pada penderita dengan
meningetis tuberkulosa
$nteraksi # Baram Aluminium seperti dalam obat maag, dapat menunda dan
mengurangi absorpsi etambutol Fika dieprlukan garam alumunium
agar diberikan dengan /arak beberapa /am
Efek >amping # gangguan penglihatan dengan penurunan 6isual, buta -arna dan
pen%empitan lapangan pandang Bangguan a-al penglihatan bersifat
sub/ektif, bila hal ini ter/adi maka etambutol harus segera dihentikan
Bila segera dihentikan, biasan%a fungsi penglihatan akan pulih Reaksi
ad6ersus berupa sakit kepala, disorientasi, mual, muntah dan sakit
perut
Aerhatian # Fika Etambutol dipakai, maka diperlukan pemeriksaan fungsi mata
sebelum pengobatan Turunkan dosis pada gangguan fungsi gin/al, usia
lan/ut, kehamilan, ingatkan penderita untuk melaporkan gangguan
penglihatan Etambutol tidak diberikan kepada penderita anak berumur
diba-ah umur 9 tahun, karena tidak dapat men%ampaikan reaksi %ang
mungkin timbul seperti gangguan penglihatan
5. STREPTOMISIN (S)
$dentitas #sediaan dasar serbuk >treptomisin sulfat untuk $n/eksi 1,0 gram ) 6ial
berupa serbuk untuk in/eksi %ang disediakan bersama dengan AIua Aro
$n/eksi dan >puit
!osis # "bat ini han%a digunakan melalui suntikan intra muskular, setelah
dilakukan u/i sensitifitas!osis %ang direkomendasikan untuk de-asa
adalah 10 mg per kg berat badan maksimum 1 gram setiap hari, atau 20
2 (' mg per kg berat badan, maksimum 1,0 gram 2 2 ( kali seminggu
.ntuk anak 2' 2 3' mg per kg berat badan maksimum 1 gram satu kali
sehari, atau 20 2 (' mg per kg berat badan 2 2 ( kali seminggu Fumlah
total pengobatan tidak lebih dari 12' gram
$ndikasi #sebagai kombinasi pada pengobatan TB bersama isonia&id,
Rifampisin, dan pira&inamid, atau untuk penderita %ang dikontra
indikasi dengan 2 atau lebih obat kombinasi tersebut
5ontraindikasi # hipersensitifitas terhadap streptomisin sulfat atau aminoglikosida
lainn%a
7ekanisme ker/a # bersifat bakterisid, dapat membunuh kuman %ang sedang
membelah 7ekanisme ker/a berdasarkan penghambatan sintesa
protein kuman dengan /alan pengikatan pada R*A ribosomal
5inetika "bat # Absorpsi dan nasib >treptomisn adalah kadar plasma di+apai sesudah
suntikan im 1 2 2 /am, seban%ak 0 2 2' m+g)ml pada dosistunggal 0''
mg, dan 20 2 0' m+g)ml pada dosis 1 !idistribusikan kedalam
/aringan tubuh dan +airan otak, dan akan dieliminasi dengan -aktu
paruh 2 2 ( /am kalau gin/al normal, namun 11' /am /ika ada gangguan
gin/al
$nteraksi # dengan kolistin, siklosporin, >isplatin menaikkan risiko
nefrotoksisitas, kapreomisin, dan 6ankomisin menaikkan ototoksisitas
dan nefrotoksisitas, bifosfonat meningkatkan risiko hipokalsemia,
toksin botulinum meningkatkan hambatan neuromuskuler, diuretika
kuat meningkatkan risiko ototoksisitas, meningkatkan efek relaksan
otot %ang non depolarising, mela-an efek parasimpatomimetik dari
neostigmen dan piridostigmin
Efek >amping # akan meningkat setelah dosis kumulatif 1'' g, %ang han%a boleh
dilampaui dalam keadaan %ang sangat khusus
Aerhatian # untuk penggunaan >treptomisin # hati hati pada penderita gangguan
gin/al, <akukan pemeriksaan bakteri tahan asam, hentikan obat /ika
sudah negatif setelah beberapa bulan Aenggunaan intramuskuler agar
dia-asi kadar obat dalam plasma terutama untuk penderita dengan
gangguan fungsi gin/al
"bat 2 obatan ini harus disimpan #
1 Fauh dari /angkauan anak 2 anak
2 !ihindari dari panas dan +aha%a langsung
( >impan di tempat kering dan tidak lembab
3 .ntuk sediaan +airan seperti sirup agar tidak disimpan di dalam kulkas
0 Fangan disimpan obat %ang berlebih, obat %ang sudah dilarutkan dalam air untuk
in/eksi atau obat %ang dibatalkan penggunaann%a