Anda di halaman 1dari 26

PERTOLONGAN PERTAMA PADA

KECELAKAAN

Oleh:
Kelompok V
Edison Parulian Manik
Putri Rizkia
Siti Hafsah Tambunan
Jefri Sagala
Togi Simarmata
PENDAHULUAN
Percobaan atau praktikum yang dilakukan di laboratorium
maupun di lapangan tentunya memiliki resiko
terjadinya kecelakaan. Oleh karena itu, harus ada
tindak pencegahan terhadap terjadinya sebuah
kecelakaan. Untuk mencegah terjadinya suatu
kecelakaan dalam sebuah pekerjaan di laboratorium
maupun lapangan, maka para pekerja sebaiknya
menggunakan safety atau alat pelindung diri. Namun
apabila kecelakaan itu sudah terjadi, maka korban
kecelakaan harus segera diberikan pertolongan
pertama sebelum mendapat penanganan yang lebih
serius di rumah sakit
ALAT PERLINDUNGAN DIRI

Alat pelindung diri merupakan alat yang
digunakan dalam upaya untuk menghindari
atau mencegah keterpaan bahan kimia
berbahaya pada tubuh serta untuk
menghindari terjadinya kecelakaan saat kerja
Macam-macam Alat Perlindungan Diri

1. Pakaian Kerja atau Jas
Laboratorium
Pakaian ini berfungsi sebagai
pelindung tubuh atau pakaian
dari kontak dengan bahan
kimin atau panas. Memakai
pakaian kerja merupakan
keharusan bagi pekerja
laboratorium


2. Kaca Mata dan Goggles
Pelindung mata amat perlu untuk bekerja dalam
laboratorium karena mata amat rawan
terhadap percikan asam, basa atau pecahan
kaca/gelas. Pelindung mata dapat berupa
kacamata biasa atau tanpa pelindung samping
dan goggles





Lebih enak dipakai
daripada goggles,
pemakaian kacamata
diwajibkan bagi
pekerja atau
mahasiswa di
laboratorium




Lebih aman daripada
kacamata karena lebih
kuat terikat dan lebih
banyak bagian muka
yang terlindung.
Digunkan pada
percobaan yang amat
berbahaya bagi mata.

3. Perisai Muka (Face Shield)
Perisai muka dipakai untuk melindungi muka
secara keseluruhan, termasuk bagian mata.
Alat ini tahan terhadap benturan mekanik
maupun bahan kimia. Selain itu, alat ini sangat
efektif digunakan untuk menangani asam,
basa atau bahan kimia eksplosif

4. Alat Pelindung Pernapasan (Respirator)
Respirator sangatlah penting digunakan. Hal ini
mengingat 90% kecelakaan kerja di
laboratorium disebabkan oleh bahan kimia
beracun atau korosif lewat saluran
pernapasan
Jenisnya ada dua yaitu:
a. Respirator yang Memurnikan Udara
b. Respirator dengan Pemasok Udara/Oksigen



Respirator yang
Memurnikan Udara

Respirator dengan
Pemasok Udara/Oksigen


5. Pelindung Kaki (Sepatu)
Sepatu latex/karet
Sepatu ini tahan bahan kimia dan memberikan daya
tahan ekstra pada permukaan licin.
Sepatu buthyl
Sepatu buthyl melindungi kaki terhadap keton, aldehid,
alkohol, asam, basa dan garam.
Sepatu vinyl
Tahan terhadap pelarut asam, basa, garam, air, pelumas
dan darah.
Sepatu nitrile
Sepatu nitrile tahan terhadap lemak hewan, oli, dan
bahan kimia.


6. Pelindung Tangan (Gloves)
Bahan-bahan kimia dapat merusak kulit (seperti
H
2
SO
4,
HNO
3
, NaOH, TCA, dsb) atau teradsorpsi
lewat kulit (CN, benzene, dan krom), maka
sarung tangan amat diperlukan untuk
menangani bahan-bahan kimia tersebut.
Bahan sarung tangan dapat dibuat dari karet atau
neoprene. Gloves terbuat dari asbes/silica yang
cocok untuk menangani bahan-bahan yang
panas
7. Pelindung Telinga
Ear phone
Sistem kerja alat earphone ini yaitu meredam suara.
Sumbat telinga(ear plugs)
Sumbat telinga yang baik adalah menahan frekuensi
daya atenuasi (daya lindung) :25-30 dB, sedangkan
frekuensi untuk bicara biasanya (komunikasi) tak
terganggu.
Tutup telinga (ear muff)
Frekuensi 2000-4000 Hz sampai 42 dB (35-45 dB)
untuk frekuensi 25-30 dB. Untuk keadaan khusus
dapat dikombinasikan anatar tutup telinga dan
sumbat telinga sehingga dapat atenuasi ynag lebih
tinggi tak lebih dari 50 dB, karena hantaran suara
melalui tulang masih ada.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
(P3K)
P3K merupakan upaya pertolongan dan
perawatan sementara terhadap korban
kecelakaan sebelum mendapat pertolongan
yang lebih sempurna dari dokter atau
paramedik
Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan
mengurangi cacat atau penderitaan dan
bahkan menyelamatkan korban dari kematian
Tujuan P3K
Menyelamatkan nyawa atau mencegah kematian
1. Memperhatikan kondisi dan keadaan yang
mengancam korban
2. Melaksanakan Resusitasi Jantung dan Paru (RJP)
kalau perlu
3. Mencari dan mengatasi pendarahan
Mencegah cacat yang lebih berat (mencegah
kondisi memburuk)
1. Mengadakan diagnose
2. Menangani korban dengan prioritas yang logis
3. Memperhatikan kondisi atau keadaan (penyakit)
yang tersembunyi.

Menunjang penyembuhan
1. Mengurangi rasa sakit dan rasa takut
2. Mencegah infeksi
3. Merencanakan pertolongan medis serta
transportasi korban dengan tepat
Prinsip P3K
1. Bersikap tenang
2. Berfikir Jeli
3. Memperhatikan keadaan korban dan sekitar
4. Memeriksa pernapasan , nadi dan jantung
korban
5. Menenangkan korban apabila shock
6. Memeriksa penyebab kecelakaan
7. Memberikan pertolongan dan menghubungi
paramedis

Jenis-jenis kecelakaan dan cara
pertolongannya
1. Luka Bakar
Luka bakar (combustio/burn) adalah cedera
(injuri) sebagai akibat kontak langsung dengan
sumber-sumber thermal (panas), listrik, zat
kimia, atau radiasi

Tingkatan luka bakar:
Tingkat I
Luka bakar biasa, kulit tidak melepuh dapat diobati
dengan obat merah atau salep
Tingkat II
Kulit melepuh (ada gelembung) dengan cara
menutup bagian gelembung dengan perban steril
yang diolesi salep
Tingkat III
Terbakar parah / hangus (jaringan sampai rusak)
dengan menutup dengan perban steril, minta
bantuan dokter

2. Keracunan
Kebanyakan Keracunan disebabkan oleh masuknya
bahan kimia kedalam tubuh lewat saluran
pernapasan atau saluran kulit dan amat jarang
lewat mulut.
Meskipun banyak antidote untuk menanggulangi
keracunan, tetapi pencegahan masuknya bahan
kimia lewat ketiga jalur diatas merupakan cara
terbaik untuk menghindari keracunan
Pertolongan pada korban keracunan
Umumnya pertolongan pertama yang diberikan
kepada korban yang tidak sadar atau hampir
pingsan adalah dengan menelungkupkannya
dengan kepala menhadap ke samping dan
lidah dikeluarkan untuk mencegah tersedak
karena ludah
a. Keracunan lewat pernapasan
Gas, uap, aerosol, embun dan debu merupakan
bentuk zat racun yang berbahaya. Gas-gas seperti
Cl2, HCl, SO2, formaldehida, ammonia adalah
amat irritantdan kita segera dapat merasakannya
bila kita menghirupnya karena efek lokal tehadap
saluran pernapasannya
Pertolongan pertama karena keracunan diatas
harus segera diberikan yakni segera
memindahkan korban dari keterpaan secepat
mungkin menuju udara segar. Perlu harus diingat,
bahwa apabila kejadian terjadi pada ruang
tertutup atau oleh gas racun konsentrasi tinggi,
penolong harus memakai pelindung pernapasan
dengan supply udara atau oksigen
b. Keracunan lewat kulit
Sianida, nitrobenzene, TEL, fenol, arsen triklorida
dan kresol dapat menimbulkan keracunan
sistemik karena adsorpsi kedalam tubuh lewat
permukaan kulit
Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah
mengambil bahan-bahan tersebut dari
permukaan kulit. Ini dapat dilakukan dengan
menyiram atau mencuci dengan air sebanyak-
banykanya baik untuk zat yang larut atau tidak
larut dalam pakaian yang terkena bahan kimia
juga segera dilepas, dan dicuci bagian kulit yang
terkena bahan kimia
c. Keracunan lewat mulut (tertelan)
Keracunan melalui mulut atau tertelan jarang tejadi,
kecualu kontaminasi makanan dan minuman dan
kesalahan pengambilan baan
Perlakuan yang dapat diberikan :
1. memberikan air minum/susu sebanyak 2-4 gelas,
apabila korban pingsan jangan berikan sesuatu melalui
mulut.
2. Usahakan muntah dengan segera dengan memasukkan
jari tangan ke pangkal lidah atau dengan memberikan
air garam hangat (satu sendok makan garam dalam satu
gelas air hangat).
3. Ulangi samapi pemuntahan cairan jernih. Pemuntahan
jangan dilakukan apabila terytelan moinyak tanah,
bensin, asam atau alkali kuat atau apabila korban tidak
sadar